Showing posts with label Trash Roommate Always Tease Me. Show all posts
Showing posts with label Trash Roommate Always Tease Me. Show all posts

Oct 23, 2020

43. Aku Merasa Tidak Senang

 

     Dia mencium mulutku.

     Ciuman pertamaku dicuri ...

     Aku tidak tahu berapa kali pria ini mencuri ... ciuman pertamaku, tapi setidaknya dia harus memberitahuku agar kami bisa menikmatinya bersama, ya kan?

     Ini sangat tidak nyaman, karena ini ciuman, bagaimanapun juga dua belah pihak seharusnya saling memandang dengan penuh kasih, berpelukan mesra dan berciuman. Apa ini? Kau bersenang-senang sementara aku harus berpura-pura menjadi aktor, berbaring kaku seperti mayat.

     Berpura-pura tidak tahu apa-apa sebenarnya adalah ujian akting.

     Hati pahit.

     Manis di mulut.

     Ji Lang mungkin sangat suka menciumku hingga lupa diri. Dia menggunakan sedikit kekuatan di mulutnya, dan bahkan ingin membuka gigiku dengan lidahnya. Tepat ketika aku berpikir untuk membuka mulut, Ji Lang berhenti. Dia meremas pantatku dengan keras, dengan enggan dan hati-hati menggulingkanku kembali ke atas kasur.

     Kembali ke kasur.

     Hm, kembali ke kasur.

     "..."

     Ya, dia meninggalkanku setelah selesai.

     Orang bodoh ini, tidak peduli seberapa hati-hati dia, dia tetaplah bodoh.

     Aku sangat marah karena dia benar-benar hanya memuaskan dirinya sendiri ... Sulit dipercaya, penutup mata masih ada di mataku, tetapi aku tahu bahwa ada dinding di depanku, dan dia telah pergi.

     Dia telah menggodaku berkali-kali di pagi hari dan dia pergi begitu saja. Aku merasa seperti boneka kain yang baru saja dirusak. Sangat menyedihkan.

     Ji Lang adalah anjing yang konyol.

     Begitu dia memasuki kamar mandi, aku mengangkat penutup mata, mengambil ponsel dan mengklik postinganku.

     OP [ Jangan ekspos aku, aku hanya punya satu anjing, dan yang lainnya bodoh, itu saja. ]

     2 [ Sial, siapa, apakah OP melepas rompinya sendiri? ðŸ˜¯ ]

*membongkar penyamaran

     3 [ Ini pasti Xueba sangat kesal dengan OP idiot tetangga sebelah sehingga dia mengambil inisiatif untuk melepas rompinya. 😯 ]

     4 [ Melepas rompi dipagi buta, hahahaha, 😱 ]

     5 [ Menunggu suaminya untuk mengenali satu sama lain, memanggil OP idiot tetangga sebelah! 🥳 ]

     Mengenali kentut, aku tidak ingin mengenalinya lagi. Banyak yang online jam lima pagi ini ... Apakah semua orang bangun pagi-pagi atau tidak tidur?  Lupakan, aku tidak terlalu peduli.

     Yang paling penting adalah Ji Lang tidak menggodaku dengan kata-kata, tapi secara fisik ... bagaimana aku bisa tenang?

     Aku benar-benar tidak mengerti, kepalaku besar.

     Tidak mengherankan jika Ji Lang tinggal di kamar mandi dalam waktu yang sangat lama. Dia pasti tengah menuntaskan hasratnya. Pria yang hanya peduli dengan perasaannya sendiri, menurutku dia bukan pria menantu idaman lagi.

     Ketika Ji Lang keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar, langkah kakinya membeku, terkejut melihatku duduk di samping tempat tidur tanpa ekspresi.

     Ji Lang, "Mengapa kau ... bangun pagi-pagi sekali hari ini?"

     Akting aktor Ji kali ini sedang tidak dalam kondisi yang baik, aku bisa merasakan kegugupannya, pria yang diam-diam menciumku.

     Aku menyeka mulut dengan punggung tangan dan berdiri, berjalan ke kamar mandi, "Entahlah, aku merasa seperti tersengat tawon."

     Ji Lang, "..."

     Dia melihat bahwa aku juga bereaksi, celanaku yang mengembung terlihat jelas, aku mungkin merasa sangat malu sebelumnya, tetapi hari ini, aku tidak takut.

     Orang yang mencuri ciuman dan tidak berani mengakuinya, itu bukan aku, dia benar-benar kocak.

     Ketika aku sedang membersihkan diri, Ji Lang mengenakan pakaian dan berkeliling di ruang tamu, merasa cemas yang tak bisa dijelaskan. Apakah dia tahu bahwa aku menemukan perbuatan jahatnya dan sedang memeriksanya?

     Tapi dia tidak akan mengatakan jika aku tidak bertanya, jadi biarkan hatinya menderita sendiri.

     Ji Lang, "kau tinggalkan ponselmu."

     Aku memegang tas sekolah di satu tangan, dan Ji Lang menghentikanku ketika aku hendak mengambil ponsel di atas meja.

     Tetapi jelas melihat bahwa dia juga membawa ponselnya, dan itu baru dimasukkan ke dalam saku celananya. Aku bertanya, "Kenapa? Bukankah kau juga membawanya?"

     “kau mau disamakan sepertiku?” Ji Lang melihat bahwa aku masih memegang ponsel dan tidak melepaskan, dia begitu cemas, dia merebut ponselku dan menjejalkannya di bawah bantalnya, “aku akan membiarkan Lai Wenle mengawasimu. Jika kau berani bermain di sekolah sekali lagi, aku akan ..."

     "Akan apa?"

     "Aku akan ..." Ji Lang terjebak, dan mengucapkan kalimat yang tampaknya sangat memalukan untuk waktu yang lama, "Pokoknya, kau akan tahu nanti."

     Aku benar-benar tidak senang, "kau juga membawa ponsel, apa peringkatku lebih rendah darimu? Aku lebih baik darimu, bahkan jika aku bermain di ponsel ..."

     "Patuh, oke? Pekerja yang memasang treadmill hari ini akan menelepon jadi aku harus membawa ponsel."

     Ji Lang menarik ujung lain dari tali tas sekolahku dan membawaku ke pintu, karena takut aku akan mengambil ponselku lagi.

     Aku tidak menyangka Ji Lang menjadi siswa yang perhatian dengan nilai. Well, jangan menilai buku dari sampulnya, ya, seharusnya tidak melihat luarnya saja ...

     Lupakan, kalau tidak dibawa jangan dibawa, kalau bawa, aku akan refresh pos dalam tiga menit, dan mungkin akan kembali diceramahi Lao Cao.

     Aku berjalan di depan, Ji Lang mengunci pintu di belakang dan melompat turun tiga anak tangga untuk menyusulku, "Haruskah kita pergi ke rumahku untuk makan malam selama akhir pekan?"

     “Kenapa?” ​​Aku heran.

     Ji Lang menggaruk kepalanya, "Ibuku belajar banyak tentang masakan baru akhir-akhir ini. Ayo kita kembali dan rasakan bersama."

     "Entah, lihat nanti……"

     “Ngomong-ngomong, kalau kau tidak ke rumahku, Shao Mingan akan mengajakmu makan malam, tapi sebagai perbandingan antara kami berdua, jelas kau lebih banyak membantuku. Aku yang seharusnya mengundangmu, atau kau ingin pergi makan malam dengannya?” Ji Lang memiringkan kepalanya untuk menatapku.

     Apa ini, jelas seperti ancaman, mirip dengan pertanyaan siapa yang kau pilih, aku atau Shao Mingan.

     Tapi aku benar-benar tidak ingin makan dengan Shao Mingan.

     "Ya, tapi aku tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan orang tua, jadi aku takut keluargamu tersinggung."

     “Terlalu banyak berpikir, keluargaku selalu menghargai kultur orang lain jadi kau tidak perlu canggung.” kata Ji Lang dengan gembira.

     Hm... Apakah ini terlihat seperti proses yang harus dilalui sebelum seorang wanita memasuki rumah mertua?

     Namun, keluarga Ji Lang menghargai kultur orang lain ... Ini memperkuat gagasanku tentang tidak pernah terlalu tua untuk belajar.
  
*idiom: tidak ada batasan usia untuk terus belajar.

Ketika masih muda, belajar adalah untuk cita-cita dan stabilitas; ketika setengah baya, belajar adalah untuk menambah dan mengisi kembali jiwa yang kosong; ketika tua, belajar adalah suasana hati, perlahan menikmati, dan menikmati diri sendiri.

     Tiba di kelas, Lai Wenle menatapku dengan mata yang lebih tertarik dari sebelumnya.

     “Suatu saat kita tidak berada di meja yang sama lagi. Jika kau melihat teman satu mejamu seperti ini, kau akan dipukuli.” Aku memberi saran.

     “Tidak, aku akan terus mengikutimu dalam kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya.” Lai Wenle mengerucutkan bibir tampak menggelikan.

     Aku, "……"

     Apakah Ji Lang pergi ke loteng untuk memasang treadmill di pagi atau sore hari? tidak tahu.

     Apa dia masih di kelas sekarang? tidak tahu.

     Apakah dia membalas posting tersebut?  tidak tahu.

     Apakah rompiku robek? tidak tahu.

     Lai Wenle menggoyangkan pakaianku ke depan dan ke belakang dengan kedua tangan, "Hao Yu, tolong, jangan terlalu linglung sepanjang hari, betapa menakutkan, Lao Cao mengira aku terlalu mempengaruhi pelajaranmu."

     "Aku tidak linglung, memangnya terlihat begitu?"

     “Siapapun yang memiliki mata dapat melihatnya, itu sangat jelas.” Lai Wenle mengangguk.

     "..." Dikatakan bahwa meskipun tidak menundukkan kepala untuk bermain dengan hal-hal lain selama kelas, guru dapat mengetahui apakah jau mendengarkan kelas atau hanya melamun. Sekarang tampaknya benar.

     Kekuatan magis yang luar biasa.

     Dengan linglung, aku menunggu sampai siang hari. Ji Lang menungguku di koridor. Katanya treadmill dipasang sore hari. Ome, aku sekali lagi linglung sepanjang sore.

     Ketika kembali pada siang hari, aku dengan cepat menghidupkan ponsel dan mengklik postingku.

     Seseorang telah berkomentar karena mengetahui postinganku.

     1 [ Aku bertanya, mengapa hidup begitu indah]

     2 [ ^, karena semua rompi gay dilepas. ]

     3 [ Kakak komen 2, kau tidak bisa berbicara dengan baik, jangan memalukan, berbicara tentang sesuatu yang bergizi, seperti masalah filosofis atau sesuatu. ðŸ˜Œ ]

     4 [ Ya, mari kita bicarakan, misalnya, OP idiot tetangga sebelah tahu tidak ya ada OP  tampan tengah menunggu untuk membuka rompinya. ]

     5 [ Tidak, aku ingin tahu hukuman seperti apa yang akan dijatuhkan kepada OP jika rompinya dilucuti oleh OP idiot tetangga sebelah. ðŸ˜‹ ]

     6 [ @ sleep in, @ sleep in, OP, mari kita bicara. ]

     7 [ OP, berapa umurmu tahun ini, kau bekerja di mana, dan berapa gaji bulananmuApakah ada peluang untuk promosi? Kau punya pacar? Sudahkah kau membeli lima asuransi dan satu dana perumahan*? Susu bubuk merek apa yang akan dikonsumsi anak-anakmu di masa depan]

*Lima asuransi sosial dan satu dana perumahan mengacu pada asuransi pensiun, asuransi kesehatan, asuransi pengangguran, asuransi kecelakaan kerja, asuransi bersalin, dan dana tabungan perumahan.

     8 [ Saudara diatas jangan maruk, biarkan aku bertanya pada OP, berapa umur pacarmu? Apa dia bodoh? Atau konyol? Atau idiot? ]

    9 [ Komen 8, jangan menakuti OP, dia mungkin akan tidak berani keluar. ]

     10 [ OP memposting setelah jam lima pagi, dan sekarang baru jam 10. Dia pasti tidak begitu sibuk, mengapa dia tidak membalas? ]

     11 [ Komen 10 itu bodoh, di mana OP benar-benar pergi bekerja? Dia seharusnya sedang mengerjakan soal sekarang😏 ]

     Hei, melepas rompi, dan krematorium sesudahnya.

     Aku tidak ingin membalas lagi, aku telah ditipu, dan kemudian klik ke kiriman Ji Lang untuk melihat.

     Dia memposting sekitar jam tujuh lewat pagi ini. Sepertinya dia telah menyia-nyiakan empat puluh menit lagi kelas mandiri awal. Pria bermuka dua serius yang tidak mengizinkanku membawa ponsel adalah cabul.

     OP [ Kemarin dengan saran semua orang. Aku memikirkannya. ]

     2 [ Ini pasti tidak berhasil, kalian bisa melihat bahwa dia bisa terus memposting sekarang. ]

     3 [ Aku mendukung sudut pandang pertama dari komen 2, tapi yang kedua tidak. Bahkan jika OP mengikuti saran, tangannya masih dapat digunakan, tidak akan mempengaruhi dia mengirim postingan. ]

     OP [ Setiap hari kalian kurang manis dari hari sebelumnya. *baba kecewa* ]

     5 [ Kami bukan lagi malaikat kecilmu. Bagaimanapun, cinta di hatiku telah berpindah, dan itu adalah OP yang rompinya telah dirobek. ]

     OP [ Aku tahu, Internet adalah seutas benang, bertemu adalah nasib, jangan memaksa, jangan memaksa, bagaimanapun, kalian memang bukan malaikat kecilku, tentu saja aku tahu. *Ayah tua itu meneteskan air mata sedih* ]

     7 [ Kata-kata patah apa ini, apakah kau datang dari jaman 1980-an? ]

     OP [ Aku sengaja melakukannya. Apakah kalian masih belum terbiasa dengan humorku? ]

     10 [ Aku sudah terbiasa. Haha, aku sedikit respek. Dengan kata lain, poin utama posting hari ini belum dibahas. ]

     OP [ *French Kiss* ]

     12 [ WTF, ciuman lidah? Aku mengerti! ]

     13 [ SemangatSilakan ambil gulungan tisu toilet. Terima kasih. ]

     Jantungku berdebar kencang, melihat Ji Lang langsung digiring ke postinganku oleh semua orang, tapi karena bahasa online-nya terlalu terbelakang, semua orang mengeluh dan lupa tentang hal itu.

     Ji Lang juga benar-benar mulut besar, aku bahkan tidak membuka mulut dan dia dengan tidak tahu malu mengatakan bahwa itu ciuman lidah ... Aku benar-benar tidak berpikir dia bermuka tebal dan suka membual, aku memandang rendah dirinya jauh di dalam jiwaku.

°°°


     Pada sore hari ketika kelas kosong, aku pergi ke koridor untuk mengambil air dan melihat Liu Yuanji dan Xu Wenqian tengah berdebat ditempat penyimpanan air. Aku tidak peduli dengan mereka, mengambil segelas air biasa dan bersiap untuk pergi.

     Lalu aku mendengar Liu Yuanji memasang mulut loudspeaker besar dan berkata, "Apa yang kau suka darinya! Sialan! Tidak bisakah kau melihatnya seperti burung! Dia dan Ji Lang hampir seperti bayi siam, apa yang kau pikirkan? Xu Wenqian!"

     "..."

     Aku tidak ingin menghajarnya. Jika aku memukulnya, Ji Lang yang akan dihukum karena membelaku. Aku hanya ingin dia lulus dengan tenang.

     Hanya saja tidak tahu berapa banyak orang seperti Liu Yuanji yang akan bertemu di masa mendatang. Dia tidak mengerti juga masih harus menyebarkan rumor tentangmu. Meskipun kau dan dia adalah dua garis paralel, dia akan tetap membuatmu jijik. Orang seperti ini mungkin dilawan seumur hidup, dan tidak mungkin dihindari seumur hidup.

     Apa yang dapat kau lakukan adalah menjauh dari tempat-tempat kecil dan orang-orang seperti dia, kau harus bekerja keras untuk mengangkat dirimu ke ketinggian yang tidak bisa dia daki dalam hidup ini dan menyingkirkan sepenuhnya keterikatan dengan orang-orang seperti itu.

     Harga diri dan hidupnya berada dibawah tapak kakinya.

     Xu Wenqian pada awalnya berdebat dengan Liu Yuanji lalu berhenti berbicara, mungkin melihatku dari belakang.

     Kurasa Ji Lang pasti sudah pergi ke loteng kami untuk memasang treadmill sekarang, jika tidak, Liu Yuanji pada dasarnya akan menghindariku ketika Ji Lang ada disini.

     Ini salah itu kemampuan orang seperti itu.[]


Oct 4, 2020

47. Sangat tertekan

 

     Dia berbicara terlalu banyak.

     Wajah terkejut Ji Lang berubah datar, "Hao Yu, mengapa kau bermain ponsel di kelas?"

     "..." Karena aku ingin melihat postinganmu? Karena aku salah satu dari ribuan follower setiamu?

     Tidak bisa mengatakan tidak bisa mengatakan.

     “Hao Yu.” Ji Lang menatapku dan membuka mulutnya seakan ingin mengatakan sesuatu, namun tampak tidak tahu apa yang akan dikatakan, jadi dia hanya menghela nafas berat.

     "Apa?"

     Ji Lang menggaruk kepalanya, "Hei, aku melihatmu meletakkan ponselmu di atas meja pagi tadi."

     Lai Wenle menimpali lagi, "Kakak Lang, dia pakai ponselku."

     Ji Lang mengerutkan kening dan menatap Lai Wenle, "Setelah ini, jangan biarkan dia melihat ponselmu. Kau harus menyitanya begitu kau menemukannya."

     Lai Wenle mengkerut ciut, namun tidak lupa menambahkan lagi, "Dia juga bermain ponsel selama kuis belajar mandiri tadi malam."

     Aku, "……"

     "..." Ekspresi Ji Lang saat ini tampak seperti 'Ayah benar-benar kecewa padamu'.

     Lao Cao keluar setelah kelas, berjalan ke pintu dan berdiri dengan tangan di belakang punggungnya, dengan marah, "Hao Yu, kalian, pergi ke kantor, senyum hippie apa itu!"

     "..." Dari begitu banyak orang, kenapa harus memanggil namaku.

     Mengapa selalu aku yang terluka, tidak puas.

     Mengabaikan Ji Lang, aku berbalik dan pergi ke kantor.

     Sejujurnya, ketika Ji Lang melihatku berdiri di luar karena tidak menghafal teks, aku benar-benar ... malu, aku kehilangan kepercayaan diri untuk menyuruhya belajar di masa depan.

     Lao Cao mengomel dengan kejam pada kami semua di kantor, dan akhirnya ketika giliranku, proses ini sangat menyakitnya.

     Aku tahu dia pasti membiarkanku paling akhir. Lao Cao melambaikan tangannya, "Yang lainnya kembali, Hao Yu, kau tetap di sini."

     Semua orang telah pergi, dan aku mengambil satu langkah lagi menuju Lao Cao.

     Lao Cao, "Hao Yu."

     "Ya."

     Lao Cao, "Haaahh."

     Tampak raut kekecewaan.

     “Hao Yu, apa kau tidak nyaman tinggal di luar asrama? Apakah ada sesuatu dalam pikiranmu?” Tanya Lao Cao.

     Mungkin sejak terakhir kali aku berkelahi, Lao Cao merasa moodku sangat terburu-buru. Sebenarnya tidak apa-apa. Cinta pertama ... Siapa yang tidak oleng ah? Aku belajar keras untuk menemukan orang yang berpikiran sama di masa depan. Sekarang aku temukan lebih awal ... Aku benar-benar tidak bisa melepaskan.

     Aku juga ingin bekerja keras, dan juga putus asa.

     Aku, "Guru, aku baik-baik saja."

     Lao Cao, "Jika nilai ujian akhirmu berikutnya tidak turun, berarti pembelajaran dari guru tidak sia-sia."

     Lao Cao menyesap teh untuk melembabkan tenggorokannya.

     Bisakah aku membantahnya? Tidak, mungkin yang dikatakan Lao Cao benar.

     Aku menundukkan kepalaku dan berhenti bicara.

     Sebenarnya, aku tidak tahu apakah kinerjaku akan turun atau tidak, tetapi peringkatnya pasti akan turun, terutama kali ini. Aku tidak seperti Xueba lain, jika pikiranku kacau, orang lain bisa melampaui.

     "Jangan hilang fokus, kau tahu tahun ketiga itu penting kan? Ada kuda hitam¹, tetapi ada juga kekalahan². Hao Yu, kau jangan bergantung pada keberuntungan." Cao tua patah hati.

¹pemenang tak terduga

²menjatuhkan seribu zhang dalam satu musim gugur (idiom): mengalami penurunan yang tiba-tiba dan hancur.

     “Aku mengerti.” Aku masih menundukkan kepala, tulang belakang leherku sakit.

     Dia orang yang sangat aneh.

     Meskipun metode pengajaran Lao Cao tidak terlalu bagus, guru kelas ini benar-benar kompeten. Kami masih duduk di tahun kedua namun dia selalu memperlakukan kami seperti siswa tahun ketika, dengan aturan ketat selama kelas, dan memberikan pertanyaan hari demi hari ... seperti mimpi buruk.

     “Hao Yu, apa kau mendengarkanku?” Suara Lao Cao kembali terdengar, aku tiba-tiba mengangkat kepalaku.

     “Ya.” Aku mengangguk.

     Cao Tua mengulurkan tangan untuk menyentuh saku celananya, terlihat seperti ingin merokok, lalu dia melihat ke guru wanita di sekitarnya, teringat bahwa ini adalah kantor, dan menarik tangannya, "Hao Yu, apa kau masih berpikir untuk berkencan?"

     "..."

     "Kau dan Xu Wenqian ... bukankah guru sudah mengatakan, seberapa sensitif pikiran gadis? Sangat sensitif! Kau menjauh darinya, kau harus sabar, jangan selalu merindukannya, aku pikir dia tidak ingin belajar belakangan ini, selalu mengambil cuti untuk pulang, kau juga tidak fokus."

     Lao Cao hanya menganalisis sendiri, tidak tahu sama sekali.

     "Ya, guru, aku mengerti." Xu Wenqian mungkin terganggu karenaku, tetapi aku bukan karena dia, tetapi aku tidak akan memberi tahu Lao Cao bahwa itu karena Ji Lang.

     Ini konyol.

     Lao Cao, "Guru percaya pada kemampuanmu, asalkan kau tidak menyerah pada dirimu sendiri."

     “Oke.” Aku mengangguk.

     Aku tidak akan menyerah pada diriku sendiri, Ji Lang saja bisa perlahan meningkat.

     Ketika aku keluar dari kantor, kebetulan itu adalah bel kelas untuk kelas berikutnya. Aku melihat Ji Lang masih berdiri di depan pintu kelas. Dia mungkin menungguku, namun guru untuk kelas Ji Lang lewat sebelum kami berdua sempat berbicara.

     Dia adalah seorang guru perempuan yang masih dalam masa magang. Dia baru datang beberapa waktu yang lalu. Umurnya masih muda. Paling-paling dia baru lulus pascasarjana. Dia mengajar secara mandiri untuk waktu yang singkat, seorang guru, tetapi banyak gadis daripada sekolah kami lembut dan lucu, dan temperamen, tapi bukan levelnya.

     Meskipun aku tidak ingin memujinya seperti itu.

     Guru perempuan itu tersenyum manis, "Ji Lang, ada apa? kau menunggu guru? Cepat ke kelas."

     Dia juga bisa bergaul dengan siswa, dan banyak orang menyukainya.

     Ji Lang mengangguk, "Eh, baik."

     Pada akhirnya, tidak satu pun dari kami mengatakan sesuatu. Aku pikir guru itu sangat mementingkan Ji Lang. Melihat betapa kerasnya dia belajar dan mengajukan pertanyaan baru-baru ini, Ji Lang pasti ingin show off.

     Kelas berikutnya tidak menyenangkan.

     "Biarkan aku melihat ponselmu lagi ..." Aku perlu melihat postingan Ji Lang untuk menenangkan suasana hatiku dan memastikan bahwa dia menyukaiku. Bahkan jika dunia di sekitarku penuh warna dan ada banyak orang yang memiliki kesan yang baik tentangnya, aku perlu memastikan kalau dia menyukaiku.

     Apa yang Lao Cao katakan sebelumnya bahkan tidak meniup angin sepoi-sepoi di pikiranku.

     "Kau benar-benar tidak boleh diracuni," Lai Wenle tidak percaya, "Apakah kau ingin berdiri di luar sepanjang hari?"

     “Kelas Lao Cao sudah lewat, tidak apa-apa,” kataku.

     Kecuali untuk Lao Cao yang sangat tidak normal menuntut orang-orang melafalkan cloze, kelas guru lain, aku dapat menjawab pertanyaan bahkan ketika aku tertidur dan berdiri. Lao Cao adalah pengecualian dari perjalanan hidupku.

     Lai Wenle menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku pikir kau belakangan ini tidak fokus. Dengan siapa kau berkencan? Aku mendengar kata-kata Ji Lang dan dia tidak tahu kau sedang bermain ponsel. Aku pikir kau sedang mengirim pesan kepadanya."

     "..." Imajinasi begitu kaya.

     Lai Wenle berbaring di atas meja dan menoleh untuk menatapku, "Hao Yu, apakah kau selingkuh, dengan siapa kau main mata? Kubilang, jangan lakukan itu, kupikir Ji Lang terlihat seperti pria besar yang bodoh, meskipun dia kejam pada orang lain, tapi jika kalian berkencan, itu seperti gadis cantik menikahi lelaki petani yang tidak punya IQ. Sangat menyedihkan, jadi jangan mempermainkannya."

     Kentut.

     Aku lebih tersiksa daripada Ji Lang. Aku baru menjadi Xueba, Lao Cao tidak sabar untuk membiarkanku dikenal oleh orang-orang di seluruh kelas. Saat aku baru juga merasakan cinta, orang-orang bergegas memadamkannya. Hatiku sangat pahit.

     “Boleh aku pinjam?” Tanyaku padanya.

     Lai Wenle menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku sudah diminta Kakak Lang untuk mengawasimu."

     ... Lai Wenle bukanlah orang berkaki anjing¹, dia hanyalah seorang akar rumput². Dengan kata lain, bukankah ada medan magnet yang aneh antara para halu yang menyebabkan mereka saling menarik? Aku menemukan bahwa Lai Wenle sangat mengagumi Ji Lang. Apakah dia merasa kepribadian halu Ji Lang baik lebih baik darinya?

¹anak buat preman, penjahat
²mengikuti alur, tanpa pikiran mereka sendiri, orang yang mudah terpengaruh, oportunis.

     Lai Wenle tidak mengizinkanku bermain dengan ponselnya, jadi aku hanya bisa mendengarkan kelas dengan tenang. Ji Lang tidak datang kepadaku saat kelas selesai. Kami kembali bersama sampai tengah hari ketika sekolah usai.

     Ji Lang, "Treadmill akan datang besok, dan tukang harus memasangnya disini."

     Aku, "Oh."

     “Aku mungkin harus kembali dan membukakan pintu untuk mereka… Lalu akan kembali ke kelas setelah instalasi.” Dia ragu-ragu.

     "Mengerti."

     Apakah Ji Lang melaporkan keberadaannya kepadaku, karena aku mengatakan terakhir kali bahwa dia tidak belajar apa-apa saat memeluk anjing kecil itu?

     Hei, aku tahu, Ji Lang ... sangat menyenangkan. Dia akan datang dan memanjakan orang. Bahkan jika dia melakukan kesalahan, dia akan memperhatikannya dengan hati-hati jika kau memberitahunya.

     Tapi, hanya aku yang sangat peduli, takut dia begitu baik dan menarik lebih banyak orang untuk menyukainya? Apakah aku agak gelap dan jahat? Aku harap hanya aku yang tahu seberapa baik Ji Lang.

     Aneh, aku tidak punya bibi besar, mengapa aku sangat sentimental akhir-akhir ini ...

*datang bulan

     Kembali ke asrama, Ji Lang berulang kali mengatakan kepadaku untuk tidak pergi makan dengan Shao Mingan, jika tidak, aku masih harus berdiri di lain waktu ketika aku diminta untuk melafalkan teks, aku merasa malu.

     Aku berpura-pura pergi ke toilet, dengan membawa ponselku.

     Jongkok di toilet itu seperti kecanduan yang tidak bisa dihentikan. Aku membaca kalimat Ji Lang 'Apa pun hubungannya, aku bisa memperlakukannya dengan baik. Dia belajar dengan sangat baik dan tidak bisa ditunda olehku. Akan ada peluang di masa depan' tiga kali. Aku ingin memastikan bahwa Ji Lang menungguku.

     Dibawah posting Ji Lang semuanya mendesak untuk update. Aku mengklik postingku ketika bosan, dan terkejut. Sekelompok orang bertanya kepadaku [ Apa kau sudah mengebiri anjing besarmu hari ini? ]

     Dengan kata lain, semua orang sangat kejam.

     OP [ Terima kasih atas perhatian kalian, aku terlalu sibuk saat ini untuk mengebiri anjing besar. ]

     2 [ Ini bukan intinya. Tapi apa menurut kalian, ID OP tampak familiar? ]

     3 [ Satu pria dan dua anjing halu ... Sial, ini sangat familiar ... Siapa ya ... ]

     4 [ Berpikir hati-hati, gemetar ketakutan. ðŸ˜– ]

     5 [ Apa yang dibicarakan orang-orang di atas? Tidak mengerti. 😟 ]

     6 [ Apa bro komen 5 tidak mengikuti pos populer lainnya? Ada OP yang seorang gay, pamer keuwuan setiap hari. IDnya 'dua pria dan seekor anjing', dan OP itu juga anjing yang setia, meskipun lebih konyol, sangat mirip dengan anjing besar yang dijelaskan oleh OP ini. Dan ID keduanya juga berkaitan. 😱 ]

     OP [ Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. ]

      Aku ingin tahu di mana emoji semua orang dibuat. Jika saya punya, saya akan kirim sepuluh emoji berturut-turut untuk menyembunyikan kepanikan batinku.

     8 [ @ dua pria dan seekor anjing, OP!  Datang dan saksikan posting ini, kisahnya mirip kehidupan sehari-harimu dengan Xueba! ]

     Sial ... aksi komen 8 ini terlalu kuat!  Kenapa dia mention Ji Lang!

     Sial ... Aku sangat takut, aku sangat takut, akankah aku lebih dicurigai jika menggangi IDku sekarang? Aku belum pernah berhubungan dengan hal semacam ini sebelumnya, aku panik.

     Jadi saya diam-diam mengubah IDku dan menulisnya dengan santai, dan mengubahnya menjadi "sleep in".

     9 [ Komen 8 jangan menakuti OP, dia hanya berbagi kehidupan sehari-hari dua anjingnya. ]

     10 [ Tidak, aku sudah curiga sejak lama. OP berkata bahwa dia telah bekerja selama setahun, dan dari perkataan dan perbuatan OP, dia harus dianggap sebagai sekelompok orang sukses, setidaknya dia telah lulus dari universitas, pria elit berkualitas tinggi, bekerja selama setahun, memelihara dua anjing, baik secara finansial, dan tidak ada pacar di sisinya ... ]

     11 [ Pria elit berkualitas tinggi tanpa pacar ... 😲 ]

     12 [ Datang dan melihat-lihat, apa yang akan aku temukan di sini ... 🧐 ]

     OP [ Tolong, jangan menebak, aku benar-benar bekerja, anjing besar ... Aku akan segera membawanya untuk mengebiri. ]

     Mengabaikan jawaban berikutnya, aku keluar dari toilet.

     Melihat Ji Lang juga bermain ponsel, hati kecilku menegang dan aku tidak bisa berjalan dengan ringan.

     Akankah dia melihat notif @?

     Tapi dia orang yang ceroboh ... Ada begitu banyak penggemar setiap hari, begitu banyak orang bertanya padanya, apa akan melihat postinganku?

     Aku benar-benar ... gugup, aku tidak tahu apa yang membuatku bersalah, aku tidak mengaku cinta padanya, dan tidak mengatakan hal buruk tentang dia ... tapi aku hanya takut.

     Mungkin malu.

     *muntah*.

     “Apa kau tidak minum yogurt yang aku berikan? Apa masih sembelit? Jangan malu untuk bilang, aku tidak akan menertawakanmu.” Begitu aku keluar dari toilet, Ji Lang langsung berseru padaku.

     "Minum." bersalah.

     Saat aku akan tidur siang, aku secara sadar masuk ke sisi dalam ranjang Ji Lang untuk tidur. Dia memakaikan penutup mata untukku, dan kemudian berkata kepadaku dengan nada seorang ayah yang sudah tua, "Jangan main ponsel di kelas di masa depan, jangan tidak patuh."

     "Oh."

     Hanya untuk sesaat, aku tertidur dengan bersalah. Dalam setengah jam tidur, aku seperti tidur selama tiga jam. Begitu pulas dan bangun dengan sangat bahagia. Selama kelas sore, semua orang panas dan mengantuk, tapi aku seperti ayam mematuk, terus mendengarkan, mendengarkan, belajar, belajar, menghafal dan menulis.

     Lai Wenle, "... Kau jangan ..."

     "Diam."

     Berpikir tentang IDku yang hampir ketahuan, aku perlu mengisi otakku dengan belajar agar bisa melupakan masalah ini.

     Ketika kembali ke asrama saat belajar mandiri di malam hari, Ji Lang berjalan di depanku, dia mengangkat ujung pakaiannya, memperlihatkan pinggang dan perutnya yang ramping.

     Aku bertanya, "Mengapa kau mengangkat pakaianmu?"

     Ji Lang melihat sekeliling. Jalan di komunitas itu sangat sempit dan lampu jalan rusak untuk waktu yang lama. Terkadang beberapa gadis lewat, namun tidak bisa melihat apa-apa, begitu gelap, "Ada apa, sangat gerah."

     Ji Lang menarik ujung bajunya dengan kedua tangan untuk membuat gerakan kipas. Aku mungkin memiliki penglihatan yang terlalu bagus. Aku melihat leher dan pinggangnya yang berkeringat, hormon di sekujur tubuhnya.

     Sudah berakhir, aku benar-benar jatuh cinta padanya.

     Dia sangat tampan.

     Aku tahu bahwa tindakan semacam ini tidak sedap dipandang dan nakal, dan tampaknya sangat biasa saja, tetapi aku menyukainya, cinta membutakan mata dan hati orang.

     Aku mungkin juga tuli dan buta.

     Jika itu orang lain, mungkin sudah memarahi hooligan yang tidak berkualifikasi.

     Hei, aku buta.

     Setelah mandi malam, kami berdua membungkuk di meja untuk belajar. Ji Lang menghela nafas, "Lihat meja belajar ini."

     Aku, "Hm?"

     "Bukankah terlihat seperti Bima Sakti yang panjang, di mana kau dan aku tinggal di kedua sisi."

     Puisi canggung macam apa ini?

     Tidak tahan, tidak tahan.

     Aku mengabaikannya.

     Ji Lang terus menghela nafas, "Hidup ini begitu indah, besok buang tempat tidurmu yang rusak, kita tidak akan terhalang oleh Bima Sakti."

     Apakah dia memberi kode kepadaku?

     Seperti Altar dan Vega, kekasih yang terpisah dan sebagainya...

     Mulai besok tidak ada halangan. Aku telah tidur dengannya selama beberapa hari. Apakah dia lupa?

     Belajar disisa hari tidak bisa mengenyahkan pikiran. Aku harus pergi ke pos untuk melihat apakah ada yang sudah mengeksposku, aku ketakutan sepanjang malam.

     Khawatir ketahuan Ji Lang, aku memutar ke kiri untuk bermain dengan telepon.

     Punggung telanjang Ji Lang menghadapku, dia melepas bajunya begitu tidur.

     Celana Ji Lang adalah celana olahraga biasa. Tidak ada gaya. Pinggiran celana dalamnya terlihat dari garis pinggang. Sangat samar, tapi aku merasa sangat seksi.

     Cinta itu buruk.

     “Kenapa kau selalu bermain-main dengan ponselmu akhir-akhir ini?” Ji Lang tidak menoleh untuk melihatku, menundukkan kepalanya dan menulis sesuatu.

     “Tidak apa-apa, aku bosan.” Aku membuka postingan.

     Untungnya, Ji Lang mungkin tidak menemukan IDku.

     Aku membuka postingan yang dia posting siang hari ini.

     OP [ Tertekan. ]

     2 [ Seharusnya diawali dengan pamer keuwuan ... Ah, kenapa orang yang konyol tapi lucu seperti OP bisa tertekan? ]

     3 [ 😨 ]

     OP [ Seorang anak laki-laki di kelas kami ingin mengundangnya makan malam. ]

     5 [ Hahahahahahahaha! ]

     6 [ Komen 5 terlalu berlebihan, apakah OP cemburu? hahahaha. ]

     OP [ Aku tidak tahu, terutama karena anak laki-laki itu menyukainya ... Bagaimana aku harus mengganggu makan malam mereka? Orang itu memiliki niat buruk dan berusaha mendekatinya dengan menyalin materi. ]

     8 [ *Pukpuk* kasihan OP. Xueba sangat populer, kau pasti menahannya dengan sangat keras. ðŸ˜‚ ]

     Tapi aku juga sangat keras, bahkan guru pun juga suka Ji Lang, dia sudah merambat ke semua umur, oke?

     OP [ Ya, pria itu ... Aku bisa saja memukulinya secara langsung ... Aku tidak peduli dengan hukuman, tapi aku takut orang akan tahu alasanku memukulnya karena Xueba, itu sama saja aku menariknya kedalam masalah. Benar-benar tertekan ah. ]

     10 [ OP idiot sangat tertekan, sepertinya masalahmu sangat sulit. Tapi apanya yang memukul ah? Bukankah itu cara tidak sopan untuk menyelesaikan masalah? Yang paling penting saat ini adalah tindih Xueba, biarkan dia sepenuhnya menjadi milikmu. ]

     11 [ Tindih Xueba. ]

     12 [ Tindih Xueba. ]

     13 [ Tangkap Xueba. ]

     14 [ Tindih dia. ]

     OP [ ... ]

     OP [ Kalian benar-benar yang paling brutal. ]

     17 [ Tidak brutal, sangat keren, biarkan OP mencoba, menaklukkan pria, yang paling penting adalah menaklukkan perutnya, tetapi untuk pria baik seperti Xueba, kau harus terlebih dahulu menaklukkan tubuhnya, gunakan skillmu yang entah lumayan atau tidak. ]

*Sogok pakai makanan

     OP [ Aku sangat pemalu, apa yang harus aku lakukan ... ]

     19 [ Mengapa aku merasa OP proaktif? Aku pikir dia akan melakukan sesuatu ... ]

     20 [ 😏 ]

     “Hao Yu, kam sudah tidur?” Ji Lang bertanya padaku.

     "Belum." Aku sedang membaca komen postingannya ...

     Melihat lebih jauh ke bawah, semua orang mendesak Ji Lang untuk memberikan komentar tentang postinganku. Mereka benar-benar mata yang panas. AkuSaya bahkan tidak melihatnya ...

     Aku mengklik postingku lagi dan menemukan bahwa semua orang sudah heboh.

     1 [ OP, apakah ada yang mengundangmu untuk makan malam baru-baru ini? ]

     2 [ OP! Apakah anak anjingmu bernama Gou Zi? ðŸ˜ ]

     3 [ OP, anjing besarmu pasti dalam kondisi yang baik, bukan? Mungkin ada abs? ]

     4 [ OP, kau memiliki kemampuan untuk membuka postingan, kau memiliki kemampuan untuk merespons! ðŸ˜ ]

     5 [ Cepat bersihkan mimisanku, aku sudah bisa mencium bau gula. OP idiot dipostingan sebelah sangat beruntung. ]

     6 [ Biarkan aku merincikan bukti kuat. OP mengatakan bahwa anjing besarnya berumur satu tahun dan lima bulan, dan dia belum dikebiri sampai sekarang. Ini tidak ilmiah. Para elit sangat khusus dalam memelihara anjing. Pengebirian dengan benar membawa manfaat untuk anjing, jadi jika dihitung satu persatu, mengapa  belum mengebiri ... aku seketika tersenyum. Mengubah umur anjing besar menjadi satu bulan adalah 17 bulan, tahun ini OP idiot tetangga sebelah akan berusia sekitar 17 tahun, kan? Kebetulan anak anjingnya juga berusia tiga bulan. ]

     7 [ Brother Conan komen 6, jangan pergi, berlutut! ]

     8 [ Anjing besar belum pernah dikebiri sejak dia berumur lebih dari satu tahun ... Apakah OP dan anjing besar ... ]

     9 [ Bagaimana dengan OP, bro komen 8, jangan menggambarkannya begitu buruk, itu membuat kisah cinta OP tampak seperti kisah cinta manusia dan hewan (Aku mengharapkannya?) 😏 ]

     OP [ Tenang semuanya ... Aku bukan pria elit ... ]

     11 [ Xueba, kau sudah dalam keadaan kacau. ]

     OP [ Aku takut, tolong beri aku jalan keluar. ]

     Internet itu buruk, aku merasa tanpa kabel, semua orang dapat merangkak di sepanjang sisi lain Internet dan menangkapku, hapus ... diperkirakan penggemar Ji Lang telah mengenaliku, tetapi masih ada beberapa orang yang belum menyentuh postingan Ji Lang.

     Jadi Ji Lang menerima @ ah itu? Kenapa tidak ada kabar sama sekali? Rompiku hampir robek sambil menangis.

*penyamaran

     Dan Ji Lang selalu terus terang. Jika dia menunjuk ke konten postingan dan bertanya apakah dia boleh mengikutiku, bagaimana aku harus menjawabnya?

     Aku bukan seseorang yang mempraktikkan pantangan dan keinginan ... Aku ingin melakukannya juga ... Ini benar-benar memalukan.

     Aku gelisah dan tertidur saat bermain dengan ponselku. Keesokan harinya ketika aku melihat ke cermin, pangkal hidungku berwarna biru. Mungkin karena ponsel ... tetapi tidak terbangun.

     Aku tidak tahu sampai jam berapa Ji Lang belajar di malam hari. Lagi pula, saat aku bangun, seharusnya cerah. Adapun itu, karena Ji Lang memakaikan penutup mata padaku. Aku terbangun oleh panas kali ini.

     Aku berbaring di dada Ji Lang, dengan kedua kaki menaiki dia. Ji Lang meletakkan satu tangan di pinggang belakangku. Faktanya, setengah telapaknya bertumpu pada bokongku. Bukankah ini postur intim untuk pasangan?

     Saat aku hendak menyelinap turun darinya, tiba-tiba aku merasakan nafas hangat mendekati mulutku ... Lalu, aku menemukan ...

     Ji Lang diam-diam menciumku.[]


Sep 25, 2020

46. Lebih hati-hati

 

     Shao Mingan mengikutiku kembali ke kelas, berdiri di depan pintu dan menungguku mengambil catatan, lalu kami turun bersama, dia pergi ke ruang fotokopi dan aku ke kafetaria. Orang-orang telah selesai makan dan berjalan kembali dengan berlari kecil seperti nenek tua yang hendak berteduh dari hujan.

     “Apa makanannya sudah habis?” Tanya Shao Mingan.

     Tanyakan ini padaku, apa yang bisa aku katakan, jika bukan karena dia yang ingin membuat salinan, aku tidak akan terlambat seperti ini, "mungkin masih ada sisa ..."

     Shao Mingan, "Kalau begitu, bagaimana kalau aku mentraktirmu makan lain kali? Kalau kau ada waktu luang."

     "Oh ..." Shao Mingan cukup bagus mengambil hati, tapi sayangnya aku bukan tukang makan, "Belajar sangat membuat stress, sudah seharusnya aku membantumu."

     “Tidak, tidak, tidak, aku harus mentraktirmu, libur akhir pekan nanti, aku akan membuat janji denganmu.” Shao Mingan mungkin takut aku akan menolak, dia berlari ke ruang fotokopi setelah mengambil catatanku.

      Aku menghela nafas dan berjalan ke kantin, ya, aku hampir kehabisan makanan, jadi aku hanya bisa makan seadanya dan kembali ke kelas.

     Setelah kembali, Lai Wenle bertanya secara misterius, "Tebak, siapa yang baru saja datang menemuimu?"

     Aku mengulurkan tangan ke laci bukunya untuk menemukan sesuatu, "Apa yang dia berikan hari ini? Kopi?"

     "Kalian berdua sangat masam," kurasa Lai Wenle tidak senang. Dia terutama ingin menyengat telingaku dengan kata-kata 'teman sekamar biasa', tapi aku tidak memberinya kesempatan untuk mengatakannya, "Tapi hari ini bukan kopi, kalian berdua cukup pandai bermain trik, ini yogurt."

     "..." Lagi pula, tidak cukup sarapan tadi pagi.

     "Kata Ji Lang itu untuk membantu pencernaanmu, kau makan banyak daging belakangan ini karena dia tidak memperhitungkan masalah pencernaanmu sebelumnya," tambah Lai Wenle.

     Niatku menggigit kantong yogurt terhenti, Ji Lang ... masih mengira aku sedang sembelit.

     Aku benar-benar tidak bisa melewati rintangan ini.

     Katakan saja padaku, kenapa dia mengatakan hal memalukan ini kepada Lai Wenle.

     “Kenapa, apa pencernaanmu buruk akhir-akhir ini?” Tanya Lai Wenle. Aku tidak berbicara, dan dia melanjutkan, “Apa yang aku katakan pada hari kelas pendidikan jasmani itu benar. Ji Lang adalah orang yang baik, jauh lebih baik daripada yang aku kira. Dulu aku berpikir dia tipe yang memukul orang jika tidak setuju dengannya, tapi dia memperlakukanmu seperti istri yang manja."

     "..." Tidak bisa tertawa.

     Setelah kelas usai, Ji Lang berdiri di depan pintu kelasku. Aku terkejut. Bukankah guru mereka masih di kelas?  Bagaimanapun, aku melihatnya dan keluar.

     Lai Wenle bernyanyi di belakang, "Dia hanya teman sekamarku. Teman sekamar yang mengatakan yogurt membantu pencernaan ~"

     Ck ... Ubah lirik secara acak.

     “Kenapa kau terlambat sarapan?” Dia bertanya padaku.

     “Karena telat.” Tidak perlu menceritakan semua aktivitasku tentang mengapa Shao Mingan meminjam catatanku dan akan mengundangku makan. Jing Ji sangat mudah mengambil kesimpulan. Aku takut dia akan mengatakan di postingan bahwa aku ingin membuatnya cemburu dan hal tidak masuk akal atau semacamnya.

     Dia menatapku tanpa daya, "Oke, terserah kau saja. Kau harus minum yogurt. Kurangi minum kopi dulu. Kau cukup banyak makan sarapan, kan?"

     “Ya.” Makan sepanjang hari, aku sangat takut menjadi gemuk, entah betapa orang-orang sepertiku sangat peduli dengan tubuh.

     Sebelum Ji Lang dan aku selesai berbicara, Shao Mingan datang, tersenyum manis.

     “Hao Yu, terima kasih atas catatanmu, aku telah mencetaknya. Jangan lupa janji kita makan bersama.” Dia menyerahkan catatan kepadaku dan pergi.

     Aku akan benar-benar menolaknya jika dia menetap sebentar, tapi dia tidak berhenti sedetik pun.

     Ji Lang tertegun. Setelah beberapa saat, dia bereaksi dan menarik catatan di tanganku dan membalik-balik kertas itu seperti anjing buta yang tidak bisa mengerti apa-apa, ""Apa ini?  apa?"

     Kinerja orang yang buta huruf.

     “Catatan sejarah.” Aku membacanya tadi malam. Dia agak tuli.

     Ji Lang, "Bagaimana dia tahu kau punya?"

     “Guru memberitahunya.” Shao Mingan berkata begitu.

     Ji Lang jelas tidak mempercayainya, dan menggunakan IQ-nya yang terbatas untuk membantahku, "Mengapa guru tidak memberi tahuku?"

     “Dia bilang guru hanya menyuruhnya.” Jawabku.

     Ji Lang, "Mengapa guru hanya memberitahunya?"

     "Karena guru memanggilnya secara khusus." Sial, gambaran ini persis sama seperti yang aku bayangkan. Ini adalah dialog yang terbelakang mental yang dapat berlanjut tanpa level dan nutrisi. "Jika kau mau, kau juga bisa membuat salinan. Aku tidak menjadi isinya sudah lengkap, tetapi ada poin penting."

     "Aku akan menggunakannya malam ini," Ji Lang menimbang catatan di tangannya. "Kenapa dia mengajakmu makan?"

     "Apa aku tidak bisa dapat timbal balik setelah memberinya bantuan?" Tanyaku.

     Tentu saja, aku tidak mengharapkan suguhan Shao Ming'an. Hanya menyalin catatan, itu bukan hal penting.

     Ji Lang lama berpikir, "Adakah yang ingin kau makan akhir-akhir ini? Aku akan mengajakmu makan akhir pekan nanti."

     "..." kenapa kesannya seperti overbearing president yang berusaha memenangkan hati MC sih? "Tidak ada yang ingin aku makan, aku hanya ingin belajar dengan giat."

*pengusaha high-powered yang tampan (sejenis karakter dalam genre fiksi romantis eponim yang biasanya memiliki titik lemah untuk gadis dengan status sosial yang lebih rendah)

     "Oke," Ji Lang menarik napas dalam-dalam, "kau kembali."

     Entah kenapa, kenapa dia tiba-tiba merasa dalam ... Apa yang dia pikirkan? aku tidak mengerti.

     Ketika kelas, aku menundukkan kepala dan bertanya pada Lai Wenle, "Apa kau membawa ponsel?"

     “Bukankah kau… kau baru saja bertemu dengannya, apakah lima menit bertatao muka masih tidak cukup?” Lai Wenle terkejut.

     "Pinjam sebentar."

     Dengan masih wajah bingung, Lai Wenle menyerahkan telepon dari bawah, "Jika ketahuan guru, kau harus membelikanku model terbaru keluar bulan lalu."

     "Jangan panggil guru dengan sengaja."

     Lai Wenle tertawa pelan, "Kau sangat mengenalku, apa kau tidak berencana menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?"

     "Biarkan Ji Lang meledakkan kepalamu."

     "Fucek ... Aku menendang mangkuk berisi makanan anjing!"

*Jomblo yang harus melihat keuwuan orang lain.

     “Lai Wenle, berdiri dan ucapkan paragraf terakhir.” Lao Cao pasti selalu kesal setiap kali Lai Wenle berada di kelas.

     Paragraf terakhir cloze bahasa Inggris ... Aku merasa kasihan pada Lai Wenle, aku saja tidak melafalkan paragraf terakhir ... Dia pasti lebih tidak mungkin. Dia membaca susah payah membaca 3 paragraf tadi pagi, namun akhirnya harus membaca paragraf terakhir. Makhluk yang menyedihkan.

     Pada akhirnya. Lai Wenle harus berdiri di belakang kelas. Tanpa dia, aku merasa lebih nyaman saat bermain ponsel.

     Aku memasukkan alamat web untuk mencari tahu posting Ji Lang. Benar saja, kemarin dia membuat heboh dan dibawahnya penuh dengan respon jeritan gaduh.

     Ji Lang tidak menjawab sama sekali, dan dia tiba-tiba memperbaruinya sekitar pukul satu tengah malam.

     OP [ Apakah ada orang yang belum tidur? ]

     2 [ Mengapa, ayam OP tidak bisa tidur nyenyak? 🤭 ]

     OP [ Aku hanya ingin pamer keuwuan, dia dengan nyaman tidur dipelukanku. ]

     4 [ Mamaipi, mana obat tidur? Satu malam, bolak-balik tidak bisa tidur ... Aku mau sekotak obat tidur. ]

*Menurut dialek Chongqing, itu adalah kata umpatan yang sangat sembrono dan vulgar, tetapi terkadang digunakan untuk melampiaskan saat marah atau tidak puas. 

     5 [ Bagaimana Xueba bisa membiarkanmu memeluknya? Apakah OP diam-diam mengambil kesempatan? 🤔 ]

     OP [ Aku tidak secabul itu, dia sendiri yang perlahan mendekat, dan melingkari kakinya ditubuhku. Aku sudah mengatakannya ratusan kali. Aku ini seperti bantalan es yang sangat menarik di musim panas. Aku sangat senang dan bangga karena dia sangat senang dengan itu. ]

     7 [ Tidak iri. 😞 ]

     OP [ Bagaimanapun juga aku tidak bisa tidur, aku benar-benar ingin mengirim foto. Baru saja aku berbaring di tempat tidur dan menghafal, Xueba merangkak sendiri, aku sangat bahagia rasanya terbang ke surga. ]

     9 [ Ah ah ah? Apa? ]

     10 [ Baozhao? Ahhh. ]

*Bahasa gaul internet untuk memposting foto diri secara online.

     11 [ Ah! Cakrawala mencintaiku! 🤧❤️ ]

     OP [ Jangan terlalu bersemangat, aku tidak akan menampakkan wajah, aku hanya ingin pamer keuwuan dari samping, jika tidak, Xueba akan marah. ]

     OP [ •Gambar• ]

     Itu benar-benar foto kami, mungkin itu diambil sebelum dia mematikan lampu.

     Sebagian besar adalah foto Ji Lang. Potret dari perut ke bawah. Hanya satu kaki dan tanganku yang terlihat. Kakiku bertumpu pada paha Ji Lang, dan tanganku... menyentuh roti sobeknya.

*abs 🤭

     Apa dia yang melakukannya?

     14 [ *Gosok*  ... kenapa aku mimisan?  Apakah itu aku dehidrasi? Meskipun IQ OP cacat, tubuhnya sebenarnya ... Siapa bilang Tuhan menutup pintu untukmu sambil menahan kepalamu di jendela? Ini jelas membuka Gerbang Surgawi Selatan untuk OP! 😳♥️ ]

     15 [ WTF, roti sobek OP ... mamaipi, kenapa layarnya basah? ]

     16 [ Tangan Xueba, Xueba, Xueba ... Fucek, siapa yang tidak tahan setelah melihat tangannya! Ahhhhhhhhhh! ]

     17 [ Dan juga kaki Xueba! Bagaimana OP bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya? Biarkan aku melakukannya jika kau tidak menyentuhnya! 😊 ]

     18 [ Xueba juga mengenakan celana besar yang sama dengan OP ... model pasangan. ]

     OP [ Kami bisa ketahuan, aku harap semua orang bisa menyimpan rahasia. Bagaimanapun, kami belum resmi bersama ... Aku hanya ingin memuaskan hatiku yang tidak berfungsi. ]

     20 [ Kami mengerti, kami sangat mengerti, tapi kalian tinggal bersama dan tidur di ranjang yang sama, mengapa OP masih belum bisa bersama dengan Xueba? ]

     21 [ Pertanyaan yang sama. ]

     OP [ Dia tidak memiliki rasa aman. ]

     Aku, "……"

     OP [ Aku rasa dia tidak menyukai tempat ini. Mungkin tempat kami terlalu kecil. Dia suka berpura-pura menyembunyikan ide sebenarnya. Aku tidak ingin membebaninya. Tidak apa-apa sekarang. Aku bisa memperlakukannya dengan baik terlepas dari hubungan. Dia belajar dengan sangat baik, dia tidak bisa menunda hanya diriku. Masih ada peluang di masa depan. ]

     24 [ OP ... Setiap kali gaya tulisanm7 berubah tiba-tiba, aku lengah. ]

     25 [ Aku sangat berharap Xueba dapat memahami niat baik OP ... Tapi, apa kau benar-benar mengatakan yang sebenarnya? atau hanya pikiranmu. ]

     26 [ Kakak komen 25, jangan katakan itu, aku penggemar roti sobeknya. ]

     OP [ Kalian tidak mengerti, Xueba adalah orang yang sangat sensitif, dan dia lebih peduli dari yang kalian pikirkan. Jika tidak, mengapa dia menyukaiku dan tidak mengaku? Dia terlalu mempertimbangkan. Dia berbeda dariku. Aku bisa mengatur diri sendiri. Dia sangat mudah jatuh ke dalam dunia emosionalnya sendiri. Meskipun orang pintar, mereka sering kali tidak seperti yang terlihat ... ]

     28 [ Mungkin dia sama sekali tidak menyukaimu, jadi kau harus bertanya. ]

     OP [ Teman sekelas sampahku bicara buruk buruk tentang Xueba, dan dipukuli dengan keras, kalian pikir dia benar-benar tidak peduli ah. ]

     "..." Apa yang harus dilakukan, bagaimana Ji Lang bisa mengenalku begitu banyak ...

     Orang sepertinya.

     Sial, berapa banyak kepribadian yang perlu dia selaraskan, sarafnya setebal tiang telepon ... kenapa tiba-tiba itu menjadi peka ...

     30 [ Bagaimana ini, bisakah OP  memperbarui postingan ini selamanya? Aku ingin tahu kabar hubungan kalian. Aku tidak bermaksud lain, aku hanya merasa ... tidak peduli seberapa pahitnya ini, tetapi melihat orang yang aku dukung dapat menjalaninya dengan sangat baik dan bahagia, itu juga semacam dukungan untuk hidup. ]

     31 [ Komen di atas, sebenarnya, untuk memahami hati orang seperti Xueba, harus serius, sehingga OP menjaga hubungan yang berhati-hati dan aman. Takutnya jika rusak, tidak bisa diperbaiki. ]

     32 [ Tiba-tiba sup ayam, tiba-tiba mendalam, tiba-tiba ... aku tidak bisa beradaptasi, apakah ini masih di postingan OP yang konyol tapi lucu itu? 😟 ]

*cerita motivasi yang menyenangkan. Dalam percakapan, jika mereka bilang sup ayam, itu sebenarnya menganggap remeh motivasi itu karena dianggap tidak mempengaruhi hidup orang.

     33 [ Ya, gara tulisannya telah berubah lagi, tidak ada yang perlu dikatakan, aku berharap OP mendapatkan Tahun Ayam yang baik. ]

     OP [ Oke, aku di sini hanya untuk pamer keuwuan. Kenapa kalian semua emosional? Aku diam-diam ingin mengatakan bahwa aku baru saja menciumnya. ]

     Komen balas heboh lagi.

     Dia melakukannya dengan sengaja.

     Beberapa orang memarahi Ji Lang sebagai orang cabul, yang lain mengatakan bahwa dia melakukan pekerjaan dengan baik, dan beberapa orang menyarankan dia untuk pergi tidur lebih awal, jika tidak, dia tidak dapat menahan sup ayam yang dia berikan kepada semua orang sebelumnya dan menumpahkan ...

     Tapi dimana dia menciumku?

     Aku menyentuh wajahku, tidak memerah.

     “Hao Yu.” Lao Cao memanggilku tiba-tiba.

     Ketika aku berdiri, aku menyelipkan ponsel ke dalam rak buku dan melihat sekeliling. Lima atau enam orang sudah berdiri, tidak satupun yang bisa membaca paragraf terakhir.

     Aku tenggelam dalam pos dan tidak mendengar apa-apa.

     “Kau datang untuk melafalkan paragraf terakhir,” kata Lao Cao.

    Orang ini benar-benar tidak bisa dijelaskan, dan untuk mengetes, butuh hampir setengah kelas.

     Aku menundukkan kepalaku dan melirik paragraf terakhir. Aku tidak bisa menahannya. Aku bukan jenius. Aku melihat terjemahan kasarnya. Setelah menghafal kalimat pertama, aku mulai mengarang sisanya. Ketika aku tidak bisa mengatasinya, aku diam.

     "..." Lao Cao menatapku, wajahnya menjadi gelap, "Bagaimana menurutmu? Bahasa Inggris tidak penting, bukan? Apa yang sibuk kau pelajari? Selama ujian masuk perguruan tinggi, mata pelajaran lain mendapat nilai penuh, dan tes bahasa Inggris hanya 50 poin. Apakah kau puas? Bisakah kau mendapat nilai penuh di mata pelajaran lain?!"

     Lao Cao melemparkan kertas itu ke atas meja dengan keras, dan bisa dilihat bahwa dia sangat marah.

     Aku menyelipkan ponsel lagi dengan tenang dan menutupinya dengan kertas.

     Kualitas psikologisku sangat bagus.

     Lao Cao memanggilku terakhir, orang berotak pasti melafalkan dalam diam, banyak yang berdiri di depan, jika aku tidak membaca postingan, aku pasti akan melafalkannya.

     Apa yang tidak dia pikirkan ... Aku bahkan tidak memperhatikan.

     Pada akhirnya, semua orang yang tidak menghafal paragraf terakhir keluar dan berdiri.

     Semua orang berdiri berbaris di koridor. kami tidak diizinkan kembali sampai kelas selesai, dan harus menunggu Lao Cao menyelesaikan kelas dan pergi ke kantor untuk menerima pendidikan dan kemudian menyalin cloze tersebut beberapa kali.

     Lai Wenle sengaja berdiri di sampingku, "Hao Yu, serius, kau bahkan tidak menghafal ini?"

     "..." Kuda itu masih bisa tersandung.

*metafora bagi seseorang untuk melakukan kesalahan saat menangani masalah tertentu.

     Lai Wenle berkata lagi, "Jangan biarkan Ji Lang menghambat sekolahmu."

     "Tidak," kataku.

     Beberapa dari kami berdiri di koridor dengan santai tanpa mengingat, segera mengobrol, dan Lao Cao tengah keluar untuk memarahi kami sekali lagi.

     Setelah itu, Lao Cao mengakhiri kelas, dan kami masih harus terus berdiri.

     Akhirnya, di koridor, kami menjadi jenis orang yang dipenggal kepalanya di pasar sayur pada zaman dahulu. Teman sekelas lainnya yang keluar ke toilet setelah kelas selesai untuk mengambil air, menatap kami.

     Lalu aku melihat Ji Lang berjalan keluar dari kerumunan, dan dia terkejut, "Kenapa kau berdiri di luar?"

     “Bermain dengan ponsel di kelas, tidak menghafal teksnya.” Lai Wenle bergegas menjawab.[]


Sep 13, 2020

45. Hao Yu, aku sangat mencintaimu

 

     Aku tidak terburu-buru, jadi aku keluar setelah mandi dengan tenang.

     Paling penting, aku harus tenang.

     Mungkin tidak hanya telingaku yang merah, tapi juga leherku. Jika sampai Ji Lang melihatku seperti ini, aku akan kehilangan muka. Aku sudah kehilangan segalanya tadi malam.

     Dia juga menyukaiku.

     Untungnya, dia juga menyukaiku.

     Jika dia tidak menyukaiku, dia mungkin akan muak denganku pagi tadi.

     Jiwa Shou-ku yang rapuh dan sangat rentan ditangkap oleh Ji Lang sebelum sempat menginjak ke lingkungan sosial yang berbahaya.

     Dia benar-benar baik.

     Aku seperti pohon anggur yang tumbuh dalam kegelapan, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak meregangkan akar rambat yang sunyi ke sinar matahari yang kusuka. Aku hanya ingin menyentuhnya dengan hati-hati, lalu menyembunyikan pikiranku, tetapi gagal. Sebelum dia tahu, dia berbaring, dan dalam beberapa saat panik, dia berbalik dan tersenyum padaku.

     Untungnya, dia juga menyukaiku.

     Setelah perhitungan yang cermat, kecuali bahwa Ji Lang harus tidur di tempat tidur yang tidak dapat diandalkan, segala sesuatu tampaknya disalahkan padaku, bergerak-gerak dan meremas telurnya.

     Jika Ji Lang benar-benar terganggu, dia seharusnya tidak terus mengundangku untuk tidur bersama, atau ingin aku mengaku perasaanku, kami bersama, berpelukan, berciuman dan semacamnya secara terbuka.

     Bukankah kami berdua perlu kesal?

     Atau apakah dia merasa sentuhan sembunyi-sembunyi dan penuh kasih sayang seperti ini sangat menarik?

     Aku tidak mengerti dia, tapi asal tahu saja ... dia tidak mempermainkanku, apakah kami akan pacaran?

     Xueba berkata: Tidak ada yang penting untuk dipelajari.

     Setelah aku keluar dari kamar mandi, Ji Lang masih berpura-pura berbaring di atas meja untuk belajar. Kenapa, dia pikir aku tidak tahu kalau dia tadi sibuk diforum posting?

     Haha, lain kali aku akan masuk ketika dia memperbarui posting, sebagai bukti bahwa aku telah menangkap kuncirnya sejak lama.

*Kekurangan atau bukti perbuatan salah yang dapat disita oleh orang lain

     “Hao Yu, jangan takut, apa kau makan terlalu banyak akhir-akhir ini? Ibu Chen Haokong memasak banyak daging, apa karena itu kau tidak bisa mencernanya?” Dia bertanya padaku, tapi masih menundukkan kepalanya dengan satu tangan menulis di buku catatan.

     Aku duduk di hadapannya, "Perutku baik-baik saja, sungguh, hanya diam-diam menghafal beberapa puisi terakhir di toilet."

     “Cara belajar siswa baik itu berbeda, metodenya berbeda dari yang lain.” Dia akhirnya menatapku.

     Aku dengan tidak nyaman mengambil pengetahuan sejarah, lanjut membaca.

     Ji Lang memilah pertanyaan yang salah, dan setelah menulisnya beberapa saat, dia menatapku lagi, "Hao Yu, apakah berguna untuk memilah pertanyaan yang salah? Semakin banyak aku menulis, semakin aku merasa bahwa aku membuang-buang waktu."

     "..." Dia tampak sangat kesal?

     Alu hanya bisa menghiburnya perlahan, "Sejauh menyangkut levelmu, kau tidak perlu melihat pertanyaan parsial. Kau dapat memilah pertanyaan klasik, menyoroti kesalahanmu, dan memahami setiap langkah dari jawaban yang benar.  Yang paling penting adalah kau harus mereview, buku pertanyaan yang salah bukanlah ... sebuah memoar, kau dapat mengeluarkannya nanti ... ini adalah manual portabel, kau harus sering membacanya agar bisa memahaminya, jadi setiap pertanyaan yang salah tidak peduli ada perubahan dalam bentuk apa pun, kau dapat langsung tahu poin yang uji."

     Ji Lang mengeluh, "Tapi terkadang aku tidak bisa melihatnya sama sekali ..."

     “Itu karena kau jarang melakukannya” Untuk orang otak kosong, metode soal taktik laut tidak dianjurkan, itu mudah membuat orang mati rasa, tetapi Ji Lang sebaliknya, dia sangat pintar, tetapi itu karena dia jarang belajar intense selama bertahun-tahun. "Kau hanya perlu melakukan lebih banyak pertanyaan untuk bagian tertentu dari modul yang tidak kau kenal. Mirip dengan taktik laut, kau masih dapat menggunakannya. Untuk pelatihan, kau selalu dapat fokus pada peningkatan area tertentu."

     “Hao Yu, aku sangat mencintaimu…” Ji Lang berkata kepadaku dengan penuh kasih sayang setelah mendengarkan dengan tenang.

     "..." Dalam keadaan apa, bukankah kita berbicara tentang belajar? Kenapa dia tiba-tiba mengaku cinta padaku?

     Ji Lang, "Kau sangat sabar. Aku sudah bertanya pada seorang teman sekelas yang belajar dengan baik sebelumnya. Dia bilang aku sangat bodoh dan aku tidak perlu belajar, tunggu saja kelulusan dan keluarkan uang untuk sekolah teknik."

     "..." Bukankah ini menghambat kemajuan siswa?

     Nah, jika Ji Lang adalah Lai Wenle, aku mungkin akan mengatakan biarkan dia menjauh dariku, tetapi dia adalah Ji Lang, aku benar-benar ingin membuatnya lebih baik, dan berusaha untuk membuat pikiran halunya lebih baik.

     "Hao Yu, jangan lupa, jangan lupa apa yang aku katakan ... Ayo kuliah bersama."

     Aku sedikit canggung,"apa kau benar-benar bisa masuk kampus yang sama denganku?"

     Ji Lang tidak makan, minum, atau tidur dan terus belajar sampai hari ujian masuk perguruan tinggi. Seharusnya mendekati.

     “Tidak apa-apa jika tidak satu jurusan, yang penting lebih dekat,” katanya dengan gembira, “kita tidak harus tinggal di asrama. Aku suka berkelahi kalau diasrama, dan aku bisa tenang hanya jika aku bersamamu."

     "..." Dia akan mencuci otakku setiap beberapa hari tentang kebersamaan di universitas, dan aku akan menyetujui hasil ini.

     Ji Lang menyodok buku teksku dengan pena, "Hei, jangan diam, Hao Yu, kau juga tidak cocok untuk tinggal di asrama."

     “Aku sangat cocok.” Jawabku.

     "Tidak," dia menggelengkan kepalanya, "Kau terlalu obsesi dengan kebersihan. Hanya cinta sejatimu yang bisa mentolerir perilaku kebersihanmu. Jika kau membuang celana dalam orang lain, kau akan lebih sering bertengkar daripada aku memukul orang di asrama."

     Belum tentu. Aku tidak membuang celana dalam orang lain. Jika pakaian dalam orang lain jatuh mengenai kepala sikat gigiku, aku tidak membuangnya, aku akan memukul orangnya secara langsung.

     “Siapa yang sama sekali tidak mencuci pakaian dalam sepertimu?” Aku bertanya padanya, “Aku baru melihat orang aneh sepertimu selama bertahun-tahun.”

     "Mungkin," Ji Lang menundukkan kepalanya dan menghela nafas, "Kau tahu, ketika aku tinggal di asrama, aku juga mengirim pakaian itu ke rumah Chen Haokong untuk dicuci, termasuk pakaian dalam ... Belakangan, aku takut kau akan menganggapku enteng, jadi aku tidak membiarkan siapa pun mencuci pakaian dalamku."

     "..." Ji Lang adalah makhluk astral bagiku jadi dia tidak perlu memperhatikan citranya di depanku. Aku belum pernah melihatnya yang seperti ini ah.

     Manusia juga makhluk yang mengerikan. Tanpa disadari, mereka menjadi terbiasa dengan hal-hal yang menurutmu tidak bisa di biasakan. Masak kodok di air hangat, dan perlahan-lahan, sekelilingnya jungkir balik. Kau masih belum menyadarinya, sama seperti Ji Lang, ketika ia mulai bersendawa di depanku, aku masih berpikir dia tidak peduli padaku, sekarang aku pikir ... jika dia tidak bisa bebas mengekspresikan sesuatu, maka ada sesuatu yang dia sembunyikan dariku.

*Lingkungan yang terlalu nyaman seringkali mengandung bahaya. Gaya hidup yang biasa dilakukan mungkin yang paling mengancam.

     "Aku punya dua pertanyaan lagi untuk ditanyakan padamu, tapi aku mungkin akan melakukannya sendiri," katanya.

     “Oke, kalau begitu bikin sendiri biar lebih cepat dihafal, lalu melalui proses lagi, jangan lupa langkah-langkahnya.” Ji Lang si OP yang membuat ratusan reply dipostingan masih tidak capek, sementara aku yang hanya menonton kini agak mengantuk.

     "Kau tidur dulu," Ji Lang menepuk tikar di belakangnya, "Aku akan pergi tidur setelah aku selesai."

     Aku mengangguk, melepas sendalku dan merangkak masuk. Tepat setelah berbaring, Ji Lang mengeluarkan sebuah benda hitam dari tas di atas meja dan menyerahkannya padaku, "Pakai dulu."

     “Apa?” Aku mengambilnya, mengira itu kaus kaki hitam.

     Ji Lang, "Penutup mata."

     Dia mengatakan di pos bahwa aku tampaknya takut cahaya ketika aku tidur ... aku pikir dia menjual karakter anjing yang setia, tetapi tidak menyangka ... Dia bahkan membeli penutup mata.

     "Terima kasih ..." kataku malu-malu.

     Dia juga tersipu, dan merasa tidak berdaya untuk menyentuh bagian belakang lehernya untuk meredakan rasa malunya, "Cepatlah, pergi tidur, sebentar lagi aku akan mematikan lampunya."

     Aku mengangguk dan memasang penutup mata, menarik selimut ke atas dan tertidur.

     Aku tidak berani balik ke kanan, Ji Lang akam mengira aku menyarankan dia melakukan sesuatu. Aku takut akan melengkungkan pantatku ke pelukannya di tengah malam, dan kemudian aku akan melihat diriku menggeseknya tanpa tahu malu dari pos, aku tidak mau hidup lagi.

     Suara tulisan Ji Lang sepertinya ada di telingaku, ujung pena dan kertasnya bergesekan dan mengeluarkan suara gemerisik, entah kenapa lega, entah kapan dia pergi tidur, lagipula aku tertidur setelah beberapa saat.

     Ketika aku bangun keesokan paginya, aku merasa sedikit tidak nyaman. Ketika membuka mata, aku tidak melihat apa-apa. Aku mengira aku buta, tetapi ternyata penutup mataku belum di lepas.

     Ajaib.

     Ketika aku ingin berguling dan meregangkan pinggangku ... Tiba-tiba, aku menyadari bahwa aku berada dalam pelukan Ji Lang ...

     Ini tidak seperti dia memelukku, kepalaku bertumpu pada lengannya, satu kaki melingkari perutnya, berantakan sama sekali, aku menutup mulutku dan merasakan ada saliva dingin yang mengalir di sudut mulut.

     Sial ... Akankah Ji Lang membuka matanya dan menatapku? Imejku ...

     Sejak aku tidur di ranjang Ji Lang, aku sepertinya sudah lupa bahwa aku tidak bisa tidur sebelah kiri dan menekan jantungku saat tidur. Aku dengan tidak hati-hati meletakkan padanya berbagai posisi tidur dan sangat serakah ...

     Ji Lang sepertinya tidak tahu kalau aku sudah bangun, jadi dia diam-diam menyeka sudut mulutku dengan ibu jarinya.

     Benar saja, aku ditemukan meneteskan air liur.

     Apakah aku masih dewa laki-laki, apakah aku masih memenuhi syarat untuk menjadi dewa laki-laki?

     Di mata Ji Lang, aku sembelit dan ngiler ... aku tidak tahu apakah dia tetap pada niat aslinya dan berpikir kami akan bersama cepat atau lambat ...

     Tuhan tahu betapa aku bersyukur atas penutup mata hitam di mataku. Mata adalah jendela jiwa manusia. Mereka dapat mengatakan banyak hal yang tidak dapat dikatakan orang, tetapi mereka tidak dapat menyembunyikan emosi yang selalu ingin disembunyikan. Jika tidak ada penutup mata, Ji Lang akan tahu aku merasa sangat malu.

     Dia dengan lembut melepaskan kakiku dari perutnya, dan betisku sepertinya telah menyentuh sesuatu yang ... keras.

     Ji Lang keras, mungkin bukan karena aku, tapi karena hari sudah pagi.

     Tapi, itu mungkin aku.

     Aku selalu narsis dan aku tidak pernah bisa menyangkalnya, terutama setelah membaca postingannya, orang ini dengan jelas memperhatikanku sebelum aku mengenalnya.

     Karena aku, dia memiliki semua reaksi yang mengejutkanku.

     Ji Lang tidak berani bernapas sedikit berat, menahan napas dan menempatkanku dalam posisi berbaring di sebelah kanan, dan selimut ditempatkan menutupi bahuku, lalu dia pergi ke kamar mandi dengan ringan.

     Aku akhirnya berani bernafas.

     Tidak hanya dia takut membangunkanku, aku juga takut dibangunkan olehnya.

     Itu terlalu memalukan.

     Sejak mengintip postingannya, aku selalu merasa ada lapisan kertas jendela di antara kami. Semua yang kami lakukan bisa dijelaskan dengan "Aku suka kamu".

     Perasaan hidup bersama sebelum jatuh cinta, segala detail kecil yang memalukan dalam hidup bisa disebut sebagai beban yang manis.

     Ketika dia akan selesai mencuci, aku melepas penutup mata, duduk dan menguap malas, menyapa Ji Lang yang baru saja keluar dari kamar mandi, "Pagi."

     “Kau bangun pagi hari ini.” Ji Lang menyeka rambutnya dengan handuk, bagian atas tubuhnya masih telanjang.

     “Kebetulan.” Aku turun dari tempat tidur, hatiku benar-benar menguji kemampuan akting, sepertinya aku akan mengambil piala aktor, Ji Lang dan aku adalah aktor ganda.

     Gou Zi menggonggong di balkon dengan kegirangan, seolah-olah melihat sesuatu. Sebelum aku pergi ke kamar mandi, aku melangkah mundur dan melihat keluar dari jendela. Ji Lang mengikutinya untuk melihat apa yang terjadi.

     Kemudian kami melihat dua gadis tetangga balkon di sebelah memegang sepotong besar roti di tangan mereka dan melemparkan sepotong kecil roti ke arah kami ke seberang dinding. Gou Zi mungkin berpikir sepotong roti harum seperti iga.  Berlari liar di halaman.

     Aku tidak memakai kemeja, begitu pula Ji Lang, kami berdua menempel di jendela dan memandang di dekat dinding.

     Ketika Ji Lang ingin mengangkat tangannya untuk menyapa, kami mendengar mereka berdua menjerit, "Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!"

     “… Mereka kenapa?” Ji Lang bertanya padaku.

     “Entahlah.” Mungkin mereka mengira kami pria cabul karena memandangi mereka tanpa baju.

     Aku berbalik dan pergi ke kamar mandi Ji Lang pergi ke halaman untuk menangkap Gou Zi dan memukul bokongnya.

     Ketika tiba di kelas, mata Lai Wenle menatapku.

     Meskipun studinya tidak terlalu bagus, dia belajar mandiri setiap hari, karena itu juga aku menghela nafas setiap hari.

     “Lihat aku?” Aku membanting tas sekolahku ke atas meja, dan duduk untuk mengumpulkan materi.

     "Entah hanya mataku," Lai Wenle melirik ke pintu lagi, menyipitkan mata, "Kenapa, ada pelindung bunga yang mengabaikan orang? Sepertinya tadi aku melihat Ji Lang mengirimmu ke pintu kelas dan pergi?"

*Seorang pria dengan rasa tanggung jawab

     “Apa kau sakit? Dia harus melewati pintu kelas kita ketika dia pergi ke kelasnya.” Sekali lagi, mata adalah jendela jiwa, jika pikiran sudah tersetting ingin menemukan bromance. Apapun yang dilihat pasti gay.

     Lai Wenle, "yayaya."

     Usai membaca pagi, kami pergi latihan, lalu sarapan. Biasanya aku dan Ji Lang belum pernah makan bersama. Jujur saja, SMA itu pahit. Waktu sarapan hanya sebentar. Banyak cewek ragu harus memilih pergi ke toilet atau sarapan, kau hanya dapat memilih salah satu dari dua, lagipula, kau tidak dapat membawa makanan ke dalam kelas.

     Saat aku hendak pergi ke kafetaria, seseorang tiba-tiba memanggilku di koridor.

     Aku menoleh, orang ini agak familiar, hampir tidak ingat, "Ada apa?"

     “Aku, Shao Mingan, apa kau ingat aku?” Shao Mingan mungkin berlari mengejarki, terengah-engah, “Terakhir kali…”

     “Ingat.” Pria dari sekelompok grup yang nongkrong didekat toilet, yang katanya menyukaiku, ini menyedihkan.

     "Itu ..." Shao Mingan ragu-ragu untuk berkata, "Bolehkah aku meminjam catatan Sejarahmu."

     "Hm?"

     Shao Mingan selanjutnya menjelaskan, "Guru kami mengatakan kau memiliki daftar lengkap poin pengetahuan. Aku dapat meminjam salinanmu jika tidak tahu bagaimana mengaturnya."

     Shao Mingan dan Ji Lang satu kelas, jika gurunya benar-benar mengatakan ini, Ji Lang sudah datang untuk meminjam padaku kan? Tadi malam poin pengetahuanku ada di atas meja begitu lama, tapi Ji Lang mengabdikan dirinya pada matematika.

     “Apa bisa?” Saat dia bertanya padaku, karena mungkin terlalu gugup, dia menelan ludah, jakunnya berguncang naik turun. “Subjek parsialku terlalu serius ... Guru hanya mengusulkan ini padaku, takut yang lain juga akan merepotkanmu ..."

     Ternyata seperti itu, "Kalau begitu kau ikut aku pergi ke kelas untuk mengambilnya?"

     "Terima kasih!" Shao Ming'an mengangguk, "aku akan mengirimkannya kembali kepadamu setelah menyalinnya."[]

Sep 1, 2020

44. Ingin menamparnya

 

    44 [ Aku selalu berpikir bahwa orang bodoh memiliki berkah bodoh untuk menipu orang bodoh, tapi sekarang tampaknya itu benar. ]

     OP [ Kalian tidak perlu terlalu iri, cemburu, dan benci, pada kenyataannya, tidak apa-apa, ingin terbang ke langit, tapi ... sangat bahagia ah! ]

*terlalu sok

     46 [ Kau sendiri yang mengatakan ingin terbang ke langit, aku menantikan kau naik roket. 😩 ]

     47 [ Oke, oke, aku akan tidur, sekarang saya menunggu tuan membual, dan katakan apa yang terjadi ketika kalian tidur bersama! ]

     OP [ Kalian mungkin tidak percaya, bahkan aku sendiri tidak percaya. ]

     49 [ Oke, jika kau mengulanginya beberapa kali, aku benar-benar tidak percaya ... ]

     OP [ Jangan bicara semuanya, dengarkan aku sendiri, jangan ganggu masa laluku yang bahagia, itu terjadi tadi malam. 😏 ]

     OP [ Tapi aku masih harus meminta maaf ... Aku sangat sedih tadi malam ... Aku tidak tahan lagi ... Aku tidak tahu bagaimana cara memberitahunya ... ]

     52 [ OP ... ada apa, apakah kau memanfaatkan Xueba saat dia tidur? 😲 ]

     53 [ Saudara komen di atas, tolong jangan menyela OP. ]

     OP [ Awalnya, aku ingin bicara dari hati ke hati dengannya, menurutku dia biasanya menyimpan perasaannya, dan aku tahu dia menyukaiku pada pandangan pertama, benar, sangat jelas, tapi dia tidak mengakuinya, tidak apa-apa setelah sekian lama ada kemajuan, maka saya akan berbicara dengannya, berbicara omong kosong, berbicara tentang bagaimana perasaanku  tentang dia pertama kali melihatnya, dan kontak seperti apa yang kami miliki sejak itu ... ]

     55 [ Mengapa aku merasa bahwa OP sendiri yang selalu dalam naksir diam-diam? Aku bahkan curiga Xueba sudah lama tertidur. 😶 ]

     OP [ AKU tidak tahu apakah dia tertidur atau tidak, tetapi karena aku tidak yakin, aku melakukan sesuatu yang tidak senonoh ... ]

     OP [ Apa masih ada orang yang menonton? ]

     58 [ OP apa otakmu koslet? Jelas kau yang tidak mengizinkan semua orang berbicara, dan masih juga bertanya apakah ada orang. Cepat katakan tingkahmu yang tidak senonoh itu! 😤 ]

     OP [ Oke, kalian tetap tonton. Aku tidak semangat jika tidak ada perhatian. ]

     Aku menemukan bahwa, gaya bahasa Ji Lang yang berbelit tidak saat di depanku, tetapi juga di postingan, aku rasanya sangat ingin memberinya dua mulut besar untuk membuatnya bicara lebih cepat.

     OP [ Aku berbicara dengannya tentang ceritaku yang berusia enam tahun, dan menemukan bahwa dia sudah lama tidak mendengarkannya, dan dia mengeluarkan sedikit suara mendengkur. Tentu saja, dia tidak mendengkur, hanya napas pendek ketika tidur. Aku tidak tahu bagaimana menggambarkannya. Apakah itu benar? ]

     61 [ Apa kau babi? Tahukah kau apa fokusnya? Orang tampan tidak bersendawa, kentut, atau mendengkur. Kami semua tahu itu jadi tidak perlu kau bahas. ]

     OP [ Oke, tapi sepertinya dia sembelit. Dia belum keluar dari toilet. Aku merasa dia sudah lama di dalam. Aku memanggilnya sekali. Dia menyuruhku pergi. Apakah orang tampan akan sembelit? ]

     63 [ Rasanya tidak enak ... Dua lelaki gay tinggal bersama, dan seorang lelaki tampan sembelit ... OP, aku sarankan kau membeli pisang untuk Xueba. Lebih baik sembelitnya teratasi lebih awal, jika tidak, kalian tidak bisa mantap-mantap. ]

     OP [ Jangan sebutkan, barusan aku menawarkan beli pisang untuknya, dan dia malah memarahiku. ]

     65 [ Begitu. Xueba mungkin berpikir bahwa kau membeli pisang untuk menusuknya. Aku menyarankan agar OP meletakkan pisang, pergi berperang dengan senjata sungguhan, dan menusuknya dengan keras. ]

     66 [ Ck, saudara komen 65 tiba-tiba mengemudi, tidak ada rem! Sabuk pengamanku rusak ... ]

     67 [ Ma Ma! Ini bukan mobil tujuan taman kanak-kanak! Terlalu erotis! Aku ingin turun! ]

*merasa mati rasa

     68 [ Terlalu vulgar, lanjutkan, aku bisa menahannya. 😌 ]

     OP [ Jadi memang begitu. Sebenarnya, aku ingin dia makan lebih banyak pisang. Apa dia salah paham tentang diriku yang murni? ]

     70 [ Pisang apa yang harus dimakan, apa ku tidak memilikinya? ]

     71 [ Saudara komen 70, apakah kau sudah punya SIM? Kurasa OP mungkin bertempur tadi malam ... Bukan karena aku salah memahami karakternya, itu hanya naluri alamiku. ]

     … Aku sangat lelah, mengapa aku jadi ghost reader dan melihat sekelompok orang bebicara cabul tentangku dan Ji Lang ... Jika aku menggunakan ID "seorang pria dan dua anjing drama queen" untuk komen di bawah pos Ji Lang, apa tidak akan ditemukan oleh penggemar berat Ji Lang? Aku merasa mereka bisa memikirkan segalanya.

     Bahkan mungkin gila untuk memeriksa IP dan akhirnya menemukanku.

     OP [ Kalian menyimpang dari topik. Dia memang tertidur tadi malam, dan aku bisa mendengar dari napasnya, tapi aku benar-benar tidak tahu apa dia memang tertidur. Aku biasanya bangun lebih awal di pagi hari dan setiap kali melihatnya, dia sudah menendang selimut, tentu saja, aku juga tidak menutupinya. Kamar sewa kami buruk dan tidak ada AC. Dia kepanasan dan berkeringat, dan dia tidak suka melihatku begitu membuka matanya. Mungkin malu. Entahlah. ]

     73 [ OP sangat kaya tapi dia tidak membeli AC untuk Xueba. ]

     OP [ AC apa yang harus dibeli, aku akan menyesal setelah membelinya. Tidak punya AC itu lebih baik, lagipula daya tahan tubuhnya tidak baik jadi tidak bagus untuk selalu dengan AC. Temanku sering ke ke warnet dan kontak langsung dengan AC.  Setelah lulus SMP, aku membawanya ke kampung halaman untuk diberi pijat oleh dokter tua berpengalaman spesialis patah tulang. ]

     OP [ Aku juga harus mengakui kalau aku ingin tinggal di tempat tidur dengannya karena aku memiliki niat egois. Aku ingin diam-diam memeluknya di malam hari, karena dia seperti kucin, jenis kucing liar di pinggir jalan, yang kau bisa berikan sesuatu untuk dimakan, dan diam-diam menyentuh kepalanya dua kali saat ia menundukkan kepalanya untuk makan, tetapi ketika ingin memeluknya, ia akan meledak dalam sekejap dan marah. Aku takut. ]

     Aku tidak menyangka, di mata Ji Lang ... aku sangat sulit untuk didekati dan diajak bergaul.

     Apakah aku ingin merefleksikan bagaimana aku biasanya memperlakukannya ... Aku tidak begitu waspada, setidaknya aku telah mencadangkan cukup kesabaran dan toleransi untuknya.

     OP [ Tapi ... dia terbaring di sana tadi malam, membelakangiku, dan tidak melihatku. Dia hanya menyusut di sana dan aku merasa lega entah mengapa. Aku pikir bahkan jika ini terus berlanjut, biarkan aku menjaganya seperti ini, aku juga rela, jarak semacam ini sebenarnya di luar imajinasiku, aku tidak pernah berani memintanya sebelumnya. ]

     76 [ Gaya bahasa OP tiba-tiba berubah, membuatku menangis. ðŸ˜­ ]

     OP [ Tapi nyatanya, keberuntungan berpihak padaku ... saat dia tidur seperti udang, pantatnya melengkung ... Dan mendekat ke pelukanku ... ]

     78 [ Sudah berakhir, ayam OP tidak boleh libur sepanjang malam. ]

     OP [ Kubilang, tubuhku dingin, dia mungkin nyaman mengandalkannya, dan perlahan-lahan seluruh tubuhnya menyusut ke pelukanku. ]

     80 [ Sekarang, mari kita tebak dengan berani, Xueba, bagaimanapun juga, apakah dia benar-benar tertidur? ]

     Aku benar-benar tertidur, aku tertidur ketika melakukan perjalanan ke piramida.

     Aku ingin membuat pernyataan atas namaku, tetapi aku tidak berani.

     OP [ Aku keras ketika dia mencondongkan badan, aku tidak bermaksud demikian, tetapi aku tidak dapat menahannya ... Aku juga tidak ingin menjadi begitu celaka. Aku juga putus asa. ]

     82 [ Apakah Xueba sedang menyarankan sesuatu kepada OP ... Serahkan bagian belakang kepada OP, yaitu, pantat, ini ... ]

     83 [ Di atas, pantas, berteriak, Xueba mencintaimu, dan bahkan ingin mencintaimu secara fisik. ]

     Aku harap semua orang berhenti menggoda Ji Lang ... Dia awalnya mengira aku menyukainya, dan sekarang dia disukai oleh semua orang, dan berpikir bahwa aku mencintainya dalam segala hal yang aku lakukan.

     OP [ Dengan berusaha keras, aku mundur. Saat itu, aku masih sadar dan tegak dan Liu Xiahui, tetapi segera aku kehilangannya. Bahkan jika tempat tidurku lebih lebar darinya, tidak bisa dibandingkan dengan tempat tidur di rumah, berguling-gulingpun, kami tidak bisa saling bersentuhan. Lagipula, aku harus berterima kasih padanya. Awalnya, aku ingin tidur di ranjang besar. Dia tidak mengizinkanku tidur dan berubah menjadi yang sekarang. Sekarang kami harus tetap berdekatan. ]

*Liu Xiahui •sits back and forth• menggambarkan gaya sopan laki-laki dalam masalah gender.
 
     OP [ Aku mundur ke samping, dia menciut dalam pelukanku, aku mengatakan banyak hal, dia mengabaikanku, aku tidak bisa menahan diri, dan ketika aku akan tertidur, dia mulai meremas kearahku lagi, kami hampir terjatuh. Aku terbangun dan tidak apa-apa. Dia mudah mengantuk di pagi hari dan tidak bisa mempengaruhi tidurnya. Jadi aku memeluknya dan mendorongnya ke tengah. ]

     OP [ Tentu saja, aku katakan, dia memiliki figur yang sangat baik, untuk menggambarkan semua kebaikannya, aku tidak dapat menggambarkan satu persenpun, dan kemudian ketika aku mendorongnya ke dalam, aku menabraknya. ]

*怼 duǐ: Dalam dialek Shandong barat daya, duǐ digunakan untuk tumpang tindih dengan dialek Henan, dan juga berarti terburu-buru atau menabraknya.

     87 [ Kurasa, dui ini harus ding. ]

*Top: komen yang berada dipaling atas karena banyak likes.

     88 [ Bagaimana kata itu harus top komen? Tapi dibandingkan dengan ini, aku pikir kita harus membahas lagi komen OP tentang xueba, mungkin selangkangannya? ]

     89 [ Komen di atas sangat jujur, kurasa PY. ðŸŒš ]

*PY: PengYou artinya teman. Tapi bahasa internet, bisa sebagai makna vulgar artinya asshole.

     OP [ Kalian terlalu kotor! Diam, biar aku bicara, ketika sudah sampai 100 komen, aku akan pergi tidur. Dia belum keluar dari toilet, aku sedikit khawatir. ]

     Mengapa dia seperti bibi tua, toilet tidak berjarak lima langkah darinya, memangnya aku akan hilang apa.

     “Hao Yu!” Ji Lang memanggilku.

     "Hm," aku harus lakukan sesuatu agar tidak terlihat seperti sembelit, "aku sedang menghafal, kau tidak perlu mengkhawatirkanku."

     “Oh.” Dia tampak lega.

     91 [ Tebak, Xueba lama tidak keluar dari toilet, apakah dia mengintip postingan OP? 👀 ]

     OP [ Tidak mungkin. Dia bahkan tidak tahu aku memposting. Namanya juga Xueba, dia bahkan menghafal di toilet. Aku akan segel sampai komen 100 hari ini. Jika kalian masih terus menyela, aku tidak akan lanjut. ]

     Benar saja, tidak ada yang menyela lagi.

     OP [ Bagaimanapun, aku cukup berusaha keras ... Aku tidak ingin melakukan tindakan semacam itu padanya ... Tapi dia, pinggulnya sangat bagus, dan sentuhannya terlalu nyata ... Mungkin agak memalukan untuk mengatakannya, aku hampir ...  menyerah. ]

     OP [ Lalu aku memeluknya dan mencondongkan tubuh. Dia sangat baik, dan bersandar ke pelukanku segera setelah dia mencapai tempat tidur. Itu sedikit berbeda dari siang hari. Tidurnya kali ini lebih seperti kucing susu kecil, jenis yang tidak bisa tidur jika tidak tepuk-tepuk, tipe yang lengket, imut, sangat kawaii! ]

     ... Sial, sungguh kata sifat yang rusak!  Apakah ini benar-benar membicarakan tentangku? Jika dia ada di depanku sekarang, aku akan menamparnya.

     95 [ Aku harus menyela, OP telah pergi selamanya di jalan yang sesat. Jelas bahwa OP orang berandal yang kasar, tetapi ketika bertemu dengan Xueba, gaya bahasanya menjadi aneh dan belok, dan Xueba juga lengket, tipe tsundere. Aku katakan yang sebenarnya, jika kalian berdua tidak bersama di masa depan, aku akan menjadi biarawati dan tidak lagi percaya pada cinta. ðŸ˜Œ ]

     OP [ Oke, menurutku dia sangat menyukaiku. Jika dia mengaku kepadaku, aku tidak akan menolaknya ketika aku memikirkan dia begitu manis saat dia tidur, jadi kupikir kami akan bersama. ]

     OP [ Setelah itu, aku peluk dia dan tidak berani bergerak. Aku tidak tahu apakah dia panas atau apa yang terjadi. Dia mulai meronta-ronta, bokongnya terus bergesekan denganku. Akibatnya, aku mimisan di seluruh bantal. Aku diam-diam mengganti bantal di pagi hari. Tidak berani menunjukkan padanya. Celananya sangat tipis, dan aku mengenakan celana gigu netral, dan itu hampir menyelipkannya beberapa kali. ]

     98 [ Buka celanamu, masukkan ke dalam, tidak akan terselip. ]

     OP [ Lalu dia tiba-tiba mengulurkan tangan dan menyentuhku ... sungguh, kalian harus percaya padaku. Aku benar-benar tidak bersalah pada awalnya, dan meskipun pikiran tidak bersih tetapi perilaku tidak sedikitpun melampaui jarak, tapi backhandnya menangkap telurku sekaligus. Aku ... benar-benar terluka dan bahagia ... ]

     Aku tidak menyangka bahwa aku akan benar-benar menyentuhnya ... Pada saat itu, aku merasa seperti didorong oleh sesuatu ... Aku menyentuhnya secara tidak sadar ...

     Aku berjongkok di toilet dan tidak ingin keluar lagi.

     Aku ingin membuat rumah di toilet.

     Dimana wajahku.

     OP [ Komen terakhir. Dia menyentuhku  dan tidak tahu apakah dia tertidur, dia meremasku dua kali ... Tapi ... tapi aku masih tidak berani melepas celanaku. Aku takut dia tidak hanya akan menyangkal tetapi juga memarahiku ketika dia bangun. Tentu saja, untuk orang sepertinya, ada 98% kemungkinan tidak akan mengaku. Aku tidak ingin bertengkar dengannya. Ketika dia meremasku lagi, aku tidak tahan dan menggosoknya. Setelahnya, dia memanggilku. ]

     OP [ Aku adalah OP dan punya hak sendiri. Aku menambah komen ke 101. Bagaimanapun, setelah itu, dia masih menggodaku, jadi aku ikut menggosoknya beberapa kali. Itu sangat tidak senonoh ... Tapi aku tidak bisa menahannya. ]

     OP [ Baiklah, kita harus bersiap untuk tidur hari ini, selamat malam semuanya~ ]

     Haruskah aku keluar sekarang atau keluar nanti.

     Aku tidak tahu kapan aku mendapat masalah menangkap anu orang ini ketika tertidur, tetapi aku harus berhati-hati terhadapnya ... Ji Lang tidak menyebutkan hal memalukan itu di pagi hari. Sulit dibayangkan.

     Ji Lang, "Hao Yu! Jangan malu! Apa kau benar-benar tidak bisa membuatnya keluar? Nyanyikan saja sebuah lagu, itu cara terbaik mengerahkan fisikmu."[]