Mar 29, 2020

31. Buat aku ingin menjadi sebaik dirimu

“Uh ... kau mau tinggal di sini untuk belajar?” Aku tidak percaya apa yang kudengar.

Ji Lang mau belajar, ini ... nampaknya sebanding dengan contoh seekor babi yang mencoba menabrak pohon?

Ji Lang mengangguk lagi, "Yah, aku ingin belajar."

"Tapi loteng ini," aku menunjuk ke atap loteng, "Ini seperti kapal uap selama liburan musim panas. Apakah kau yakin ingin tinggal?"

Generasi kedua yang tidak menunjukkan pemandangan ini, mungkin akan memanas di loteng ini dengan tenang selama liburan musim panas.

*mengacu pada cara hidup sederhana bagi orang-orang, yaitu, tidak menunjukkan keuntungan dengan jelas, pada kenyataannya, itu tidak kompeten, tetapi tidak sengaja menunjukkan publisitas untuk ketenaran dan kekayaan.

Ji Lang menggelengkan kepala, tidak keberatan, "Tidak apa-apa, atau kita bisa pergi ke rumahku untuk belajar, ibuku pasti sangat senang."

"Bahas nanti." Aku juga tidak terlalu berurusan dengan orang tua. Sejak ibuku meninggal, aku jarang berhubungan dekat dengan anggota keluarga. Sekarang jika bertemu orang tua lain, aku agak enggan dan aku tidak tahu bagaimana bergaul.

Ji Lang tampaknya bisa melihat aku tidak ingin. Disisi lain, Gou Zi berbalik dua kali di atas meja, dan menggonggong keci lalu melompat ke tempat tidur Ji Lang dan mendarat dengan kuat di bantalnya.

Ji Lang membawa Gou Zi ke pelukan dan menyentuh kepalanya. "Ayo tinggal di loteng. Gou Zi tidak bisa dibawa kerumah, Ibuku akan alergi. Aku akan menemani Gou Zi-ku untuk belajar di sini."

"..."

"Aku tidak bicara tentangmu ..." Tiba-tiba dia mendongak dan menjelaskan kepadaku.

"..."

Sudahlah, aku kebal, aku selalu mengatakan sesuatu yang kacau pada Ji Lang.

Pada bulan Mei, musim panas dan Ji Lang sudah mulai mengenakan lengan pendek.

Aku tidak ingin terlalu banyak jatuh dalam ujian akhir tahun senior sekolah menengah atas, jadi aku selalu membawa buku kembali ketika malam hari. Walaupun aku memilih seni liberal yang lebih mudah daripada menggunakan otak, aku tidak akan menjadi jenius jika aku tidak membaca ...  Seseorang dengan nilai bagus, meskipun sinis di permukaan, telah bekerja keras di belakangnya.

Meskipun aku dan Ji Lang bermain ponsel lalu akan pergi tidur, tetapi biasanya lampu akan padam sekitar jam 11:30, dan dia tertidur sangat cepat, seakan tidak akan bangun segera setelah tidur.

Jadi aku mengeluarkan lampu meja dan menempelkannya di dekat tempat tidurku, tetapi aku masih merasa bahwa itu akan mempengaruhinya, jadi aku meletakkan tirai di antara kami. Lagi pula, selama tiga tahun di sekolah menengah. Aku telah belajar terlambat untuk waktu yang lama.  Aku mendengar Lao Cao berkata bahwa siswa terbaik di kelas lain dan lima teratas dari kelas kami belajar sampai jam dua pagi di tempat tidur.

Meskipun aku tidak tahu bagaimana dia mengetahuinya.

Tapi mempelajari hal semacam ini, Di SMA tidak semua yang menekan lebih banyak waktu yang memenangkan langkah pertama.

Selain itu, pada tahun senior, dua kelas eksperimental akan didirikan di departemen pra dan pascasarjana. Hanya 50 orang teratas di kelas dapat masuk, dan orang-orang yang tersisa akan pergi ke kelas biasa. Apakah aku ingin menjadi ekor ayam atau kepala ayam? Pada titik ini dalam pikiranku, tapi itu selalu oke untuk melangkah.

Aku mengambil paku dan palu, tetapi memikirkannya dan memasangnya kembali. Bagaimana jika tuan tanah membuat kerugian di dinding? Aku akhirnya memutuskan untuk menggunakan kail untuk menarik seutas tali di rumah dan meletakkan sprei di atas sehingga aku dapat memisahkan cahaya. 

Ji Lang memperhatikanku mengambil sprei, "apa yang kau lakukan?"

"Ingin buat kamar tunggal mewah untuk masing-masing."

“Tidak, apa kau ingin mengisolasiku?” Dia bangun terduduk dengan berlebihan, dan ingin mengambil spreiku.

"Tidak," aku menunjuk ke lampu meja, "aku harus belajar hingga larut malam ini, tentu saja, diam-diam, aku tidak akan berisik."

"Jangan," dia turun dari tempat tidur, dan mengambil spreiku, "aku juga akan belajar, bukankah berlebihan kau menghalangi cahayaku?"

"..."

Ji Lang mengeluarkan buku teks dari tas sekolahnya dan meletakkannya di atas meja. Dia berkata, "Bahasa Cina, puisi kuno terakhir sangat panjang. Aku belum menghafalnya. Guru menamaiku dan akan bertanya besok."

"..."

Hasil akhirnya adalah kami menyalakan lampu meja, dan bersandar di tempat tidur masing-masing tanpa suara sampai tengah malam, seolah-olah menemani satu sama lain.

Aku mematikan lampu meja, melihat ponsel dan menemukan bahwa Ji Lang baru saja mengirim pesan.

[ Hao Yu, kau luar biasa, buat aku ingin menjadi sebaik dirimu. ]


Chapter 31, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Yu Erlan memandang Hang Ye.

Hang Ye tertawa bodoh, "Tidak sengaja, tidak sengaja."

Dia kemudian menepuk-nepuk kepala Hang Xiaohei, pura-pura marah, "salah bocah nakal ini, tiba-tiba melarikan diri!"

Tentu saja, Hang Xiaohei tidak patuh, kepalanya disusutkan ke belakang, mengambil keuntungan dari situasi ini dan menanamnya dalam pelukan Yu Erlan. Dia mulai mendengkur dengan nyaman.

Mata Hang Ye melebar, "Kau masih menikmatinya? Si kecil nakal, cepat keluar!"

Hang Xiaohei mengeong, seolah menyahut kembali.

Hang Ye mengangkat tangannya, bersiap bertarung.

Yu Erlan juga mengangkat tangannya, memblokir pergelangan tangan Hang Ye, dan berbisik, "Hang Ye, tidak masalah ..."

Hang Ye terkekeh, "Baiklah, Xiaobai, ngomong-ngomong, aku tidak sengaja menempelkannya padamu, tidak apa?"

Dia mengucapkan kata-kata ini, mengangkat matanya, dan dengan cermat mengamati ekspresi Yu Erlan.

Yu Erlan menunduk dan menggoda Hang Xiaohei di lengannya, dan kemudian setelah beberapa saat, dia tersenyum lembut dan berkata, "Tidak masuk hitungan."

Hang Ye tertegun.

Yu Erlan memegang Hang Xiaohei dan menyerahkannya pada Hang Ye, "Oke, aku akan cuci muka dulu."

Setelah selesai, keduanya pergi ke kafetaria untuk sarapan, lalu pergi ke kelas.

Duduk di kursi, Yu Erlan mengeluarkan mp3 dan mulai mendengarkan korpus seperti biasa.

Hang Ye mengikutinya selama beberapa hari, tetapi sekarang ia tidak berminat dan bersantai lagi. Melihatnya bermain dengan ponsel, Yu Erlan menghela napas.

Dia mengerti Hang Ye, jenis negatif ini juga semacam perlawanan Hang Ye. Tapi negativeness sendiri adalah rawa mengerikan yang akan melahap segalanya, dan tidak ada yang tahu ini lebih baik dari Yu Erlan.

Yu Erlan selalu berpikir, jika dia dapat membantu Hang Ye untuk menyelesaikan semua masalah, biarkan Hang Ye selalu menjadi Hang Ye yang tersenyum.

Tapi sekarang dia ...

Yu Erlan memikirkan apa artinya hari ini, 18 tahun yang lalu, dan alisnya mengernyit, tampak redup.

Dia sangat sulit mempertahankan kejayaan hidupnya, apa yang bisa dia lakukan untuk Hang Ye?

Yu Erlan melamun.

Tiba-tiba, sebuah tangan datang dari samping dan dengan lembut menahan pulpen ditangannya.

Yu Erlan kaget, menoleh untuk melihat wajah Hang Ye yang entah sejak kapan sudah dekat tengah melihat tulisan di bawah pulpennya.

Yu Erlan melirik kebawah, kata 'Ye' tertulis di atas kertas.

Dia dengan cepat meremas kertas itu.

Hang Ye tersenyum miring di sampingnya, mengangkat tangannya untuk melepas headphone Yu Erlan, dan menggodanya. "Xiaobai, apakah ada karakter Cina di korpus bahasa Inggrismu?"

Yu Erlan tidak berlebihan, enggan mengakui kesalahan, "Um."

Hang Ye tertawa dan mengguncang nafasnya, bergesekan dengan daun telinga Yu Erlan, Yu Erlan seketika merasa panas.

Lalu dia mendengar Hang Ye berkata, "Apa kau panas lagi? Wajahmu memerah."

Yu Erlan memalingkan wajahnya sepenuhnya ke arah yang berlawanan dari Hang Ye kali ini, masih enggan mengakuo kesalahan, "Ya."

Hang Ye tidak mengatakan apa-apa, Yu Erlan mendengarkan dengan kedua telinganya, hanya untuk merasa bahwa dia sangat bahagia dan tersenyum bahagia.

Yu Erlan merasa lebih panas. Dia tidak bisa membantu mengangkat tangannya, menggosok lehernya, dan liontin stempel yang diberikan Hang Ye padanya, merasa bahwa tentakelnya hangat dan nyaman.

Tetapi pada saat ini, tiba-tiba ada yang menepuk bahunya, dan suara Jiao Ling terdengar di sampingnya, "Selamat ulang tahun! Adik kecil!"

Yu Erlan menoleh dan menatapnya kosong. Mengapa orang ini tiba-tiba mulai memanggilnya adik kecil? Bukankah biasanya selalu memanggil namanya?

Apa yang membuatnya agak tidak bisa dijelaskan adalah Gong Hao, yang berdiri di belakang Jiao Ling. Yu Erlan menatapnya dengan satu tangan untuk menutupi wajahnya, dan tampak malu setengah mati.

Yu Erlan berkedip dan tidak mengerti.

Hang Ye, di sisi lain, tidak memperhatikan ini.

Dia menepis Jiao Ling dengan tangannya, mengerutkan kening dan berbisik, "Xiao Bai hari ini ..."

“Tidak apa-apa.” Yu Erlan mengangkat tangannya untuk menghentikan Hang Ye dari terus berbicara, dan kemudian tersenyum pada Jiao Ling yang tampak bodoh, dan berkata, “Terima kasih.”

Jiao Ling seketika menunjukkan ekspresi bersemangat. Dia memberanikan diri menangkap pundak Yu Erlan berkata kepadanya secara misterius, "Datanglah ke asramaku malam ini, aku akan memberimu beberapa hal baik!"

Belagak seperti kakak laki-laki, dia menepuk pundak Yu Erlan, dan berkata, "Kau sudah dewasa, adik kecil! Ada beberapa hal yang bisa kakak ajarkan padamu! Tolong komunikasikan lebih banyak gagasan pada waktu itu!"

Yu Erlan tampak bingung, namun masih tersenyum sopan, dan Hang Ye memandangi mereka dengan curiga.  Gong Hao berjalan dengan tidak takut mati: menghadapi kematian dengan keseimbangan batin (idiom), menangkap kerah belakang Jiao Ling, mengabaikan lolongan dan perjuangan dari dua tangannya, menyeretnya pergi dengan kekuatan kasar.

Yu Erlan dan Hang Ye ditinggalkan saling memandang dengan tertegun.

Hang Ye bertanya lebih dulu, entah bagaimana, nadanya terdengar masam, "Kapan kau begitu baik dengan Jiao Ling? Dan ... adik kecil?"

Yu Erlan semakin bingung, "Aku tidak tahu? Mungkin dia ingin lebih akrab?"

Hang Ye menyentuh teleponnya dengan wajah hitam, "Tunggu aku untuk bertanya kepada orang ini ..."

"Jangan." Yu Erlan dengan cepat mengangkat tangannya dan memegang ponsel Hang Ye. "Bertanya karena hal ini tidak baik, bukan?"

Hang Ye menatap jari-jari putih pucat yang meremas ponselnya, alisnya yang mengerut hampir berubah menjadi simpul China. Nada bicaranya begitu masam seperti tiga gelas jus lemon, "Bagaimana kau perhatian padanya seperti ini? Aku memberimu sesuatu, tetapi kalu mengatakan itu bukan ulang tahun, kenapa kau tidak masalah untuknya?"

Yu Erlan melihat ekspresi Hang Ye yang agak konyol dan alami. Lelaki itu mengangkat kepalanya, menatap langsung pada Yu Erlan, dan mengekspresikan kejengkelan.

Yu Erlan menghela nafas, matanya terkulai, dan berbisik pelan, "Hang Ye, tidakkah kau mengerti? Karena itu kau aku mengatakan itu. Tetapi dengan yang lain, ulang tahunku memberi mereka alasan untuk bersemangat, dan itu tidak masalah."

Hang Ye tertegun, rasa cuka seketika lenyap, digantikan rasa tidak menyenangkan.

Dia berbisik, "Xiaobai, kau tidak perlu membuat dirimu terbebani demi orang lain."

Yu Erlan tersenyum padanya.  Dia tanpa sadar mengangkat tangannya dan menggosok liontin kelinci di lehernya, dan berkata dengan lembut, "Ini bukan beban. Sebenarnya, tiap tahun, kakekku akan membelikan kue khusus untuk merayakan. Karena itu membuat orang tua bahagia, aku sudah membiasakan diri. Selain itu, seseorang memberiku hadiah, itu juga sangat baik, yang berarti ia memperlakukanku sebagai teman. Orang lain memperlakukanku dengan segala ketulusan. Bagaimana itu bisa dikatakan beban?"

Hang Ye menatapnya dengan tenang. Yu Erlan mendengar begitu banyak kebenaran sehingga Hang Ye gelisah.

Dia menghela napas panjang dan serius, "Xiaobai, kau selalu memikirkan orang lain, di mana kau menempatkan dirimu?"

Setelah mendengarkan kata-katanya, Yu Erlan terdiam beberapa saat, dan kemudian dengan sedikit teredam ketika berbicara lagi, seolah-olah digiling dari lubuk hatinya, "Aku menempatkan diriku ... bersamamu."

Hang Ye berhenti bernapas sejenak.

Yu Erlan ini, Yu Erlan ini!!!!!

Dapat memukul satu hati, membunuh satu kehidupan kapan saja, di mana saja.

Hang Ye tahu bahwa dia benar-benar bucin pada Yu Xiaobai.

Yu Erlan mengatakan itu, dan dia sedikit malu. Dia memalingkan wajahnya, matanya sering berkedip, panas.

Dia berhenti, dan membuka topik, "Hang Ye ... Sebenarnya, aku juga ingin memberitahumu mengapa aku tidak ingin merayakan ulang tahunku."

Hang Ye menarik napas dalam-dalam di sampingnya, seolah berusaha menstabilkan pikirannya. Kemudian dia akhirnya bisa berbicara, meskipun suaranya masih bergetar, "Kau bilang, Xiaobai, aku mendengarkan."

Yu Erlan terkekeh pelan, "18 tahun yang lalu, seorang bayi yang belum lahir lama ditempatkan di gang itu. Itu dingin di musim semi yang dingin, dan bayi itu hanya dibungkus dengan selimut kecil, dan tangisannya sangat lemah."

Mata Hang Ye melebar seketika.

Yu Erlan adalah ... bayi terlantar?

Dia merasa hatinya sepertinya tersedak oleh sesuatu dan itu menyakitkan.

Narasi Yu Erlan sangat tenang, "Seseorang lewat dan mengambil bayi itu, dan menemukan selembar kertas jatuh dari selangkangannya, yang mengatakan nama marga bayi 'Yu', dan kemudian tidak ada yang lain. Ada seorang lelaki tua yang tinggal di lorong juga bermarga Yu. Istrinya telah meninggal, dan dia tidak memiliki anak. Karena orang yang mengumpulkan bayi telah mendiskusikannya, dia mengirim bayi itu ke rumah kakek Yu. Kakek Yu sangat baik, dia bahkan tidak lalai, dan segera membawa pulang anak itu dan memberi nama pada anak itu, 'Er Lan'."

Berbicara, Yu Erlan tersenyum lembut dan berbisik, "Kakek tidak tahu hari apa aku ulang tahun, jadi hari aku diasuhnya adalah hari ulang tahunku dan mendaftarkan hukou-ku. Kami berdua hidup bersama selama 18 tahun terakhir, kakek sangat menyayangiku. Bahkan jika kehidupan kami tidak baik, dia selalu memberikan yang terbaik yang dia bisa berikan padaku ..."

Tenggorokan Hang Ye berguling sedikit.  Meskipun dia tahu segalanya 18 tahun kemudian, dia mengikuti narasi Yu Erlan dan masuk kedalamnya, hanya untuk menemukan bahwa fakta ini terlalu sulit bagi orang lain. Bagaimana seseorang bisa menelantarkan anak tanpa alasan?

Dengan rasa sakit seperti itu, tidak heran Er Lan tidak ingin merayakan hari ulang tahunnya, pikir Hang Ye. Seorang pria seperti dia yang selalu menempatkan orang lain di depan dirinya harus bersalah karena dipaksa menjadi Tuan Yu. Bahkan jika dia hanya bayi kecil tanpa kesadaran diri.

Mari kita bicarakan hal itu, salahkan orang tua kandung Yu Erlan yang tidak bertanggung jawab!

Hang Ye benar-benar menggunakan semua kualitasnya untuk menekan pelecehan hasratnya terhadap orang tuanya yang tidak bertanggung jawab.

Segala macam kata bergulir bolak-balik di dalam hatinya, untuk waktu yang lama, dia tiba-tiba menghembuskan nafas panjang.

Kemudian Hang Ye tertawa dan berkata dengan mudah, "Xiao Bai, kau sudah dewasa. Kau sudah dewasa. Jadi mulai sekarang, kau bisa mengucapkan selamat tinggal pada hari 18 tahun yang lalu. Dan kau akan segera bisa membayar pengasuhan kakek."

Dia mengangkat tangannya dengan senyum, secara berlebihan memeluk bahu Yu Erlan, dan memeluknya, mengatakan, "Xiaobai, masa depan sangat indah! Jadi kita harus merayakan hari ini! Mari kita pergi dan lihat apa hal baik apa yang akan Jiao Ling berikan malam ini!"

Yu Erlan bersandar padanya, dihangatkan oleh suhu tubuh Hang Ye, dan wajah serta hatinya panas.

Dia akhirnya tersenyum dan mengangguk.

Hari yang tidak biasa ini sebenarnya telah berlalu.

Yu Erlan telah biasa belajar mandiri malam, jadi dia menunggu sampai akhir belajar mandiri sebelum menyelinap ke asrama Jiao Ling. Menurut aturan, siswa tidak diperbolehkan berjalan di sekitar asrama pada malam hari. Hang Ye dan Yu Erlan diam-diam mengetuk pintu tiga kali sesuai dengan kode rahasia yang disepakati, dan pintu segera dibuka, satu tangan terulur, dan menarik Yu Erlan masuk.

Hang Ye mengikuti, dan melihat wajah Jiao Ling hampir bersemangat dengan ekspresi seperti monyet. Secara misterius, dia berkata kepada Yu Erlan, "Sudah waktunya, adik kecil."

Yu Erlan melihatnya penuh tanda tanya.

Jiao Ling memegang hard disk di kedua tangan, dan dengan sungguh-sungguh mengirimkannya ke Yu Erlan, "aku memberimu semua film yang diberikan kakak Ye kepadaku ketika aku menjadi dewasa!"

Hang Ye di sampingnya terbang seperti cheetah, menutup mulutnya di satu tangan, dan buru-buru berkata, "Jangan bicara omong kosong! Aku tidak! Apa yang otak bodohmu pikirkan!"

Jiao Ling berjuang keras, nyaris tidak bisa melepaskan mulutnya dari tekanan Hang Ye, "Kakak Ye! Bukankah ini ritual kedewasaan yang kau katakan waktu itu? Kau memberikan padakuku dan Gong Hao. Kurasa aku bisa membantumu untuk memberikannya pada Yu Erlan ..."

Gong Hao menyusut sebagai orang transparan di sudut kecil, menggigil.

“Enyahlah!” Hang Ye mendorong Jiao Ling dengan marah, “Kami pergi, aku tidak akan mendengarkan omong kosongmu!”

Wajahnya yang jarang berubah kini menjadi merah, dan dia berbalik untuk menarik Yu Erlan pergi.

Namun, Yu Erlan tetap tak bergerak. Ada senyum di sudut bibirnya dan dia berkata, "Kupikir hadiah ini ... bagus."

Wajah Hang Ye disambar petir, "Tidak ada yang bagus."

Yu Erlan meliriknya dengan santai, dan matanya penuh jenaka.

Dia sengaja mengambil hard disk itu, dan tersenyum pada Jiao Ling. "Terima kasih, Kakak Ling."

Hang Ye dengan menyedihkan ingin menjambak rambutnya. Dia dengan susah payah membuat Yu Erlan untuk memanggilnya Kakak, namun, Jiao Ling begitu mudahnya mendapat panggilan itu karena hadiah?

Hang Ye mengertakkan gigi dan berpikir bahwa ia harus mulai dengan kekuatannya terlebih dahulu, dan meletakkannya ... di hard disk ...  Tidak! Semua dihapus!

Jiao Ling sangat terkesan dengan sikap Yu Erlan, dia terkekeh, "aku mendirikan tempat tersembunyi bagimu untuk memastikan keamanan! Kakak Ling telah memeriksa semuanya dan rekomendasi Amway untukmu dengan serius! Jangan terlalu berterima kasih padaku!"

Dia menepuk pundak Yu Erlan dengan hangat dan penuh kasih sayang, dan tiba-tiba mengusulkan, "Bagaimana kalau kita menonton bersama pada hari istimewa ini?"


30. Bukankah ini terlihat seperti anak kita?

Aku belum cukup melihat, Ji Lang tiba-tiba berbalik dan menarik lengan bajuku, "ayo kembali dan beri makan anak anjing kita."

"..." Ini terdengar canggung.

Anak anjing itu mengintipku dibalik topi mantel Ji Lang. Pengintip lucu!

Aku melihat topi Ji Lang hampir jatuh ke tenggorokannya dan berkata, "Betapa tidak nyamannya anak anjing itu di dalam, aku keluarkan, ya?"

Ji Lang mengangkat alisnya, "kau ingin memegangnya? Sangat imut, ambil saja."

"Baiklah."

Ji Lang menekuk lututnya agar aku bisa mengambil anjing itu. Posturnya membuatku merasa malu, aku jelas tidak terlalu pendek dan masih bisa mencapainya.

Tubuh anak anjing ini lembut dan hangat, aku tidak tahu menempatkan postur yang baik. Mulut anak anjing ini menjerit, dan lidah kecil yang hangat itu menjilat tanganku.

“Kapan kau membawanya kesini?” Tanyaku.

Ji Lang meletakkan tangannya di lenganku dan menyentuh kepala anjing itu, "Dia dikirim ke gerbang sekolah pada waktu belajar mandiri malam."

Orang ini pasti tidak belajar mandiri.

“Jadi kau tidak masuk kelas?” Tanyaku padanya.

Ji Lang membeku, lalu mengangguk dengan canggung.

Aku tahu ini waktu yang buruk untuk membicarakannya. Dan mencoba untuk bertindak seolah-olah itu bukan salahnya sendiri. "kau tidak dapat membuang pendidikan hanya karena bermain dengan anjing. Bibi berpikir bahwa jika kau tinggal denganku, itu akan baik bagimu untuk belajar. Jika kau tidak ingin membuatku merasa bersalah, cobalah untuk belajar, setidaknya jangan menolak untuk saat ini ..."

Bukankah permintaan ini cukup rendah?

Ji Lang tersenyum kecil dan berkata setelah beberapa saat, "Tenang, aku tidak akan melewatkan kelas di masa depan, dan aku tidak akan membuatmu kehilangan muka."

Setelah sampai di loteng, aku bertanya pada Ji Lang, "Siapa namanya?"

“Anak anjing lokal ah.” Ji Lang berkeliling rumah mencari kotak kardus untuk membuat sarang untuk anak anjing itu.

"Tidak ... Bukankah seharusnya ..." Nama panggilan yang akrab kan?

Ji Lang menggaruk kepalanya, "Aku tidak tahu. Aku tidak suka memberi nama, kau saja."

Aku memikirkannya untuk waktu yang lama, dan merasa bahwa anak anjing itu mungkin tumbuh sebodoh Ji Lang, dan berkompromi, "Gou Zi."

*anak anjing 😂

Ji Lang mengangguk dengan gembira, "Nama yang bagus!"

Aku mulai curiga bahwa dia sejak awal memang ingin memberi nama anjing ini Gou Zi.

Anak anjing mengeluh di lenganku, dan kepalanya melengkung. Aku sedikit canggung. Apakah dia mencari susu?

"Ji Lang, apa Gou Zi lapar?"

"Seharusnya," Ji Lang menemukan sebuah kotak kardus yang berisi pressure cooker dari dapur. "Aku membeli susu bubuk hewan peliharaan dan botol susu. Kau bisa membuat susu kan?"

"Ya," aku pernah memberi makan Samoyed-ku dirumahku dulu.

Ji Lang kadang-kadang bodoh dan ceroboh, tetapi ketika dia bertemu dengan favoritnya, seperti anjing ini, dia bisa melakukan yang terbaik, seperti membeli tumpukan makanan anjing dan susu bubuk di atas meja, dan juga botol susu merah muda... semuanya tersedia, seperti dia menjadi ayah.

Letakkan anak anjing di dalam kotak kecil dengan bantal, lalu keluarkan ketika susu bubuk siap. Ji Lang memegang tubuhnya dan aku mengarahkan botol susu untuk Gou Zi minum.

Suara mendengungnya mengisap dot tampak begitu lezat sehingga melayang, matanya menyipit, dan beberapa noda susu putih keluar dari sudut mulutnya.
"Gou Zi benar-benar lapar," kataku.

Ji Lang mengangguk, lalu menatapku, "Hm, bukankah ini terlihat seperti anak kita?"

"..."

Anak kita ... Aku tahu dia sedang dalam mood baik menjadi ayah, tetapi dia menggunakan kata-kata dengan tidak tepat.

Aku memandangnya dan tidak tahu harus berkata apa. Ji Lang tahu bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang salah, dan kemudian dengan cepat menundukkan kepalanya, "Aku salah, aku salah ..."

"..."

Gou Zi baru saja mendapat pemilik baru, dan dia tidak malu dengan orang asing. Setelah minum susu dan bermain di dalam kotak sebentar, dia tertidur.

Aku mengambil sepanci air panas dan sebentar mandi, lalu Ji Lang masuk untuk mencuci.

Tiba-tiba merasa seperti keluarga tiga orang, aku pasti gila.

Sisa hari ini berakhir, karena Ji Lang mendapat hukuman, aku sangat takut dia akan dikeluarkan karena bolos kelas atau semacamnya.

Libur dua minggu, banyak pekerjaan rumah yang diberikan. Ketika kami kembali ke loteng dari sekolah dengan setumpuk buku, aku tidak bisa membantu tetapi menggumamkan situasi belajar Ji Lang.

Ji Lang tersenyum dan berkata, "Kau terlalu banyak berpikir, bahkan jika sekolah ingin memecatku, keluargaku pasti senang."

"Sepertinya sekolah itu milikmu."

"Tidak, aku tidak mungkin dipecat jika aku tidak mau."

“Kau lupa kalau kau diusir dari asrama?” Dia bahkan tidak bisa tinggal di asrama dan malah bicara omong kosong.

Ji Lang sangat bangga, "Apa kau pikir aku benar-benar diusir oleh sekolah? Ibuku yang merasa aku telah berulang kali mengganggu sekolah, menjatuhkan reputasi sekolah, dan menawariku untuk pindah. Kemudian menjual perasaan pribadi dengan alasan bahwa sekolah menolak untuk menerima orang-orang yang keras kepala yang tinggal di asrama."

"..." Pria yang berjalan melewati pintu belakang itu cukup bangga. Dia hampir tidak bisa menyewa rumah.

*mendapatkan pengaruh lewat orang dalam.

Gou Zi tumbuh setiap hari, hanya dua minggu, tubuhnya gemuk, dan sangat pandai. Kemampuan belajar Ji Lang tidak ada kemajuan, tetapi bisa mengajari Gou Zi. Anjing itu akan berkeliling di bawah kaki kami ketika lapar dan meminta makan. Jika dia ingin buang air, dia akan ke teras dan mengeluarkannya di koran.

Tentu saja, Ji Lang adalah pemiliknya, dia yang bertanggung jawab untuk mengurus kotoran Gou Zi, aku bertanggung jawab untuk memberi makan.

Ruan Xuehai mendengar bahwa kami memiliki seekor anjing dan datang menemuiku, aku pikir dia ingin melihat anjing itu atau dia ingin melihatku dan Ji Lang berkelahi lagi.

Aku berkata di telepon, "Ji Lang akan pulang kerumahnya. Tidak ada yang bisa kau lihat."

"Aku benar-benar pergi menemui anjing itu. Anjing adikku, apa aku tidak layak untuk melihatnya?" Ruan Xuehai dibesar-besarkan.

Ji Lang yang sedang bermain dengan Gou Zi, bertanya, "Aku akan pulang kerumah?"

"Apa kau tidak pulang sore ini? Sekolah akan dimulai besok malam," aku bertanya padanya.

Ji Lang meletakkan Gou Zi di atas meja, memegang kakinya dan bertanya, "Apa kau ingin ayahmu pulang?"

Gou Zi, "Woo ..."

“Dengar, dia tidak ingin aku pergi,” Ji Lang menatapku.

"..." I don't give a fck, "kau akan pulang atau tidak?"

“Apa Ruan Xuehai akan datang?” Ji Lang bertanya padaku.

Ruan Xuehai mendengar di telepon, "Hao Yu, aku bertaruh, Ji Lang tidak akan pulang."

"Siapa yang mempertaruhkan ini denganmu? Pain in the ass. Aku masih harus mengerjakan PR. Tutup telepon."

Ruan Xuehai berteriak di telepon sebelum menutup telepon, "Hao Yu tunggu aku! Aku akan menjadi ayah angkat anjingmu!"

Ji Lang mengangkat alisnya, "Hao Yu, aku pikir Gou Zi malu dengan orang asing. ayah angkat, dan sebagainya. Dia tidak bisa mengenali itu."

Aku penuh dengan garis hitam, "kau tidak perlu peduli, Ruan Xuehai hanya bercanda."

Aku juga ingin menjadi ayah Gou Zi, tetapi Ji Lang sudah mengambilnya terlebih dahulu, jadi aku hanya bisa menjadi orang tua Gou Zi tanpa nama, moodku tidak bahagia.

Ayah angkat, aku belum mengambilnya, Ruan Xuehai sudah mengambil keuntungan.

Ji Lang menelepon ibunya, "Halo, um, baik-baik saja."

Aku kira ibunya bertanya tentang studinya.

Ji Lang mengangguk dengan penuh semangat, "Ya, aku tidak akan kembali. Nah, pekerjaan rumahku jauh lebih banyak."

"Tentu saja, Hao Yu sangat baik."

"Kenapa aku tidak bisa meningkat? Sungguh, aku akan meningkat setidaknya sepuluh peringkat."

*真是的: zhēnshide (Interj. Dari jengkel atau frustrasi) ---- kalo di korea biasanya, Jinjja! 😁

Aku sangat berharap bahwa Ji Lang dapat berbicara ketika ia bertanggung jawab bagiku, kemajuan sepuluh posisi benar-benar sulit, oke?

"Hm, jangan khawatir, tidak perlu mengirim makanan. Ibu Chen Haokong sering memasaknya. Ibu bisa mengundang bibi makan. Hm, tidak gemuk atau kurus ... Sangat senang dengan Hao Yu."

Aku, "..." Dia berbicara dengan ibunya, bagaimana menyebut namaku?

Ji Lang menutup telepon dan aku bertanya kepadanya, "Apa ibumu tahu kau punya anjing?"

"Bukankah kita membesarkannya? Aku ayahnya¹, dan kau papanya²," jawab Ji Lang tidak menjawab pertanyaanku.

*爹: Die¹, dialek utara -- 爸: Ba², mandarin / artinya sama saja sih.

"Ya, jika kau tidak pulang sore ini, apa kau ingin memvaksinasi Gou Zi?"

Vaksin anjing itu mahal, aku tidak punya uang, sungguh tercela.

Ji Lang kembali memegangi Gou Zi, "Bukankah Ruan Xuehai akan datang, mari kita pergi bersama ketika dia pergi."

"Oh."

Ruan Xuehai ada di sini, setelah Ji Lang dan aku makan siang.

Gou Zi berjalan ke balkon untuk bermain, Ruan Xuehai masuk dan melihat Ji Lang di tempat tidur dengan kaki menyilang bermain ponsel, aku juga.

"Ya, sepertinya rukun." Ruan Xuehai pura-pura terkejut.

"Anjing itu ada di balkon, cari sana!" kataku.

Ruan Xuehai mengambil Gou Zi dari luar, bermain dengannya sebentar, dan meletakkan anjing itu di atas meja.

Gou Zi tidak bisa turun, hanya berputar-putar, Ruan Xuehai juga tidak peduli.

Dia duduk di sampingku dan menepuk perutku, "Ya, kapan kau akan kembali ke rumah kakekmu? Apa di liburan musim panas? Pergi dua hari sebelumnya."

Aku secara sadar berbalik dan memintanya untuk menggosok bahuku, "Ada apa?"

"Aku pikir kita pergi bermain selama liburan musim panas. Aku baru mendapat SIM. Rute sudah direncanakan. Perjalanan kembali sekitar 20 hari. Sangat menyenangkan." Ruan Xuehai, bocah ini sangat menikmati hidup dan tidak takut mati.

Mataku terlalu malas untuk diangkat, "Kau tidak lebih dari delapan belas tahun, apa kau mau mengantarku ke sungai?"

"Tidak masalah jika kau tidak percaya padaku, dan sepupuku, dia adalah pengemudi lama. Ayo kita pergi bersama. Aku sedang berpikir untuk pergi berlibur sekarang! Impian!" Ruan Xuehai mendambakan.

Di musim panas, ketika masuk sekolah lagi, itu akan naik tahun ketiga, walaupun aku tidak terpaksa dalam mengambil tempat pertama atau semacamnya, namun itu adalah kebiasaan untuk menjadi sangat baik. Ketika aku telah mencapai tingkat ini, aku tidak ingin jatuh lagi. Aku berkata, "Aku harus pergi bimbingan belajar..."

"Kentut!" Ruan Xuehai merasa marah pada ketidakadilan, "Tahun ketiga penuhdengan ulasan, belajar dan terus belajar, dan kau masih belajar selama liburan? Apa kau tidak bosan?"

"Tidak, aku harus pergi ke rumahku." Aku harus mendapatkan uang!

Ruan Xuehai meningkatkan pijatannya. "Hao Yu, kau semakin membosankan. Kau bilang ketika lulus akan pergi berkelana denganku. Aku tidak tahu jika kau tidak mencintaiku karena anjing lain, aku benar-benar sedih."

Dua anjing di ranjang seberang dan diatas meja menatapku bersamaan, aku memaksakan diri berkata, "Kalau begitu kau bermain dengan kakakmu. Kau tahu aku suka bertengkar dengannya. Begitu kembali dari liburan bersama, bentuk kami hanya akan berubah cacat."

"Tidak mungkin, kakakku telah berubah sekarang."

"Aku belum berubah," aku mendorong Ruan Xuehai pergi. "aku tidak pergi. Aku akan kembali ke rumahku selama dua hari di liburan musim panas. Kau tidak tahu seberapa tinggi target kampus tujuanku. Aku harus bekerja keras."

Ruan Xuehai akhirnya pergi dengan marah, dan diam-diam mengaduk-aduk lemari obatku sebelum pergi, dan dia kecewa menemukan bahwa isinya tidak ada yang berkurang.

“Hao Yu, aku tidak pergi liburan musim panas, apa kau mau aku menemanimu?" Ji Lang bertanya tiba-tiba setelah dia pergi.

Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku tidak membutuhkan seseorang untuk menemaniku. Aku belum punya waktu untuk membicarakannya, Ji Lang lanjut berkata, "Aku juga ingin pergi ke kampus tujuanku. Aku ingin ikut bimbingan belajar denganmu."