Mar 15, 2020

11. Dimana Hua Hua?

Hua Yu sangat suka musik hip-hop, dia telah menyukainya sejak dia masih kecil, tapi tidak punya banyak waktu untuk belajar, jadi dia sangat antusias setiap kali melihatnya, setiap sel ingin melompat mengikuti irama.

Cheng Qi tiba-tiba menahannya.

"..." Hua Yu memandangnya, "Apa yang kau lakukan?"

"Aku khawatir kau akan melompat," Cheng Qi mencibir, "Sangat bersemangat, huh?"

"Pft." Hua Yu mengangkat bahu.

Dengan jeda ritme terakhir, beberapa penari membuat gerakan penutup. Gadis yang memimpin tarian melepas topinya dan perlahan membungkuk untuk memberi hormat.

Anak laki-laki, "Oh oh oh oh—"
Cheng Qi, "Oh oh oh oh-"

Hua Yu juga ingin berteriak, dan setelah mendengar Cheng Qi berteriak, dia menatapnya dengan heran, "kau tidak bersemangat?"

"Lihat sikon," kata Cheng Qi, "Jeritan dibutuhkan saat ini! Seperti ini, oh oh dewi! Dewi!"

"..." Hua Yu memalingkan kepalanya dan melemparkan pandangannya kembali ke tim tari hip-hop. Gadis itu berjalan ke arahnya, melepas topinya sambil berjalan, lalu mengangkat tangan dalam putaran, dan topi itu terbang lurus ke arahnya.

Hua Yu dengan sigap menangkapnya.

"Terima kasih," kata gadis itu.

Hua Yu bisa melihat tato di pergelangan kaki gadis itu, kucing hitam dengan kepala miring dan tubuh ramping.

“Sama-sama.” Hua Yu tersenyum.

Ada dua tim dari Klub tari Hip-hop, tim ini baru saja menyelesaikan pertunjukan, dan sepasang lainnya datang untuk menjemput, gadis itu berdiri di sudut dan mengobrol dengan dua instruktur.

"Kau tidak melihat yang tadi," Cheng Qi mengambil pundaknya, "Orang yang menari di belakang dewi, aksinya begitu indah, aku tidak para penari hip-hop semuanya sutra ..."

Hua Yu menepuk tangannya, "Bung, sesama lelaki jangan terlalu intim."

Cheng Qi mendengus, "Tenang, aku tidak tertarik padamu."

Hua Yu penasaran, "Kenapa?"

"Aku bisa melihat kalau kita adalah tipe yang sama."

Hua Yu, "..."

... "Apa maksudmu?"

Cheng Qi hanya terkikik misterius, membuat Hua Yu merinding.

Daya tarik klub skating tidak cukup, ada lebih banyak orang di pihak mereka, Hua Yu tidak bisa tidak melihat ke belakang dan mencari tahu dimana Chen Shaoyi.

Tubuh lelaki itu besar jadi pastinya akan mudah terlihat.

Disisi lain, Chen Shaoyi menemukannya, tetapi ada terlalu banyak orang berdiri di untuk menonton dan dia hanya bisa mendesak masuk melewati kerumunan.

"Hua Hua——" Chen Shaoyi secara tidak sengaja menginjak seseorang dan berjengit kaget, "Ah maaf, maafkan aku!"

Dia akhirnya dengan susah payah melewati kerumunan dan membungkuk untuk melihat-lihat di lingkaran orang yang duduk.

Dimana Hua Hua?~~

Hua Hua ada di antara hutan hijau ~

Dia bersenandung sambil mencari dan menginjak kaki orang lagi, dia terkejut dan segera minta maaf lalu tiba-tiba menoleh sedikit setelah lingkaran kecil, dipisahkan oleh lampu dan tokoh-tokoh yang tumpang tindih, musik keras dan sorak-sorai, dia bertemu pandang dengan Hua Yu.

Dia segera tersenyum, dan melambai dengan bodoh untuk menyapa Hua Yu.  Hua Yu juga tampak tersenyum, memberi isyarat kepadanya untuk menunggu sebentar.

Chen Shaoyi tidak bisa menunggu, dia ingin bergabung dengan yang lain sekarang, bersikeras membungkuk dan kemudian berjalan perlahan menerobos sebelum akhirnya bertemu dengan teman sekamarnya.

"Ah, ada begitu banyak orang di sini, berdesakan setengah mati." Dia mengeluh sambil memeluk Hua Yu dari belakang, "Mengapa kau tidak memanggilku kesini, Hua Hua."

Hua Yu tidak tahan dengan keringatnya, tubuhnya terkunci, tidak bisa membebaskan diri, dan hanya bisa menghela nafas tanpa daya, "Apa kau tidak bersenang-senang di sana?"

"Aku tidak bahagia," Chen Shaoyi masih terus memeluknya, "Hm, sedikit ..."

“Ah, hei, hei.” Cheng Qi tiba-tiba menunjuk ke arah Hua Yu, dan kemudian menunjuk ke lengan di lehernya, “Bung Hua Yu, sesama lelaki jangan terlalu intim!”

Hua Yu, "..."

"Chen Chen," kata Hua Yu.

Chen Shaoyi, "Ya!"

Hua Yu menunjuk ke Cheng Qi, "Anal dia!"

"Tidak!" Cheng Shaoyi semakin mengencangkan pelukannya, "Tubuh dan pikiranku hanya milik Hua Hua!"

"Hanya milik Hua Hua!" Cheng Qi mengikuti.

Hua Yu, "..."

Dia tiba-tiba merasa panik.
.
.

Sweetie [ Selamat bersenang-senang. ]

Setelah lebih dari sepuluh menit, Cheng Qi menerima balan diatas.

[ Sebenarnya aku juga bisa menari. ]

[ Benarkah? ]

Cheng Qi menjilat bibirnya, [ Ya, striptis. ]

Kemudian sweetie tidak membalas lagi.

Cheng Qi memandang dengan bosan pada Chen Shaoyi yang lelah dan bersandar di samping Hua Yu, bertanya, "Apa Lu Lu mengatakan akan datang malam ini?"

"Dia mengatakan ada sesuatu jadi tidak datang. Tidak tahu makan malam dengan anggota klub atau bagaimana." Chen Shaoyi menggosok dagunya dikepala Hua Yu, "aku rasa Lu Lu orang yang baik."

"Ya, dia orang yang mencoba untuk tidak pernah menyinggung siapa pun," kata Cheng Qi, "dia terlalu baik, tidak cocok denganku. Aku tidak suka temperamen yang baik."

"Kau suka ketua yang sombong," kata Hua Yu sambil mendorong kepala Chen Shaoyi pergi.

"Ya." Cheng Qi tersenyum, "Hua Hua kita sangat jeli."

Hua Yu mendesah lelah, "Bisa tidak kalian memberiku nama panggilan yang sedikit manly?"

“Kakak Hua?” Cheng Qi menunjuk tato di leher Hua Yu, “kakak Hua.”

Hua Yu, "..."

Mengapa itu terdengar lebih seperti gonggongan anjing?

"Kedengarannya aneh," Chen Shaoyi menyentuh dagunya, "Hua Hua masih terdengar lucu."

"Hei, kalian ..." Hua Hua kesal, "bisa tidak memberi nama yang lebih baik?"

Cheng Qi tertawa dan bersandar pada Hua Yu untuk bermain ponsel. Sweetie memberi balasan pesan.

[ 😐 Jangan membuat masalah. ]

Kegiatan berakhir sampai pukul sembilan, dan Guru Meng berteriak di lapangan bola voli, "Chen Shaoyi! Kembali ke tim!"

Chen Shaoyi menegakkan punggungnya segera, dan jelas bahwa dia diajar dengan sangat baik oleh seorang instruktur seperti iblis. Dia berkata pada Hua Yu, "Hua Hua ingat untuk menungguku sebentar."

"Aku mengerti," Hua Yu berkata, "cepat lepaskan."

"Oke."

Dia berkata begitu di mulutnya, tetapi Chen Shaoyi tidak melepaskannya. Dia menarik tangan Hua Yu ke wajahnya dengan senyum, dan sedikit memiringkan kepalanya di telapak tangan Hua Yu. Meskipun cahaya tidak begitu cerah sekarang, begitu banyak orang berada di sekeliling. Gerakan yang tiba-tiba ini membuat Hua Yu panik dan menarik kembali tangannya, lalu melihat kanan-kiri.

Tidak ada yang memperhatikan mereka, hanya Cheng Qi yang tengah menundukkan kepalanya, bermain ponsel.

Di akhir pelatihan hari itu, semua orang merasakan keruntuhan, terutama keringat di tubuh mereka, dan tidak ada yang ingin mencium apa yang mereka cium.

Chen Shaoyi pergi ke Hua Yu tepat setelah pembubaran, dan melihat bahwa dia sedang mengobrol dengan beberapa anak laki-laki dari perguruan tinggi yang sama.

"Chen Chen, kemarilah."

“Oh?” Langkah Chen Shaoyi berhenti, beralih pada Cheng Qi dan berbisik, “Ada apa?”

“Aku pikir itu sangat aneh.” Cheng Qi berkata, “Tapi aku tidak pandai bertanya pada Hua Yu, aku hanya bisa bertanya padamu ... apa yang terjadi pada kalian berdua?”

"... Ah." Chen Shaoyi mengerutkan bibirnya, "Aku sangat menyukai Hua Ha, tetapi Hua Hua tidak menyukaiku."

Cheng Qi mengangkat alis, "Serius?"

"Tentu saja ini serius," kata Chen Shaoyi, "Tapi Hua Hua tampaknya berpikir kita belum terlalu lama mengenal satu sama lain, dan aku akan menunggu perlahan."

Chen Shaoyi masih merasa tidak dapat dibayangkan, atau dia berpikir bahwa sikap Chen Shaoyi agak aneh. Dia lebih lanjut bertanya, "Dengar, apa kau pikir Hua Yu akan menyukaimu?"

“Bagiku, biarkan Hua Hua tahu kalau menyukainya.” Chen Shaoyi tersenyum lembut. “Kata ibuku, aku mudah menyukai orang lain, jadi aku harus melindungi diri sendiri. Aku ingin menunggunya perlahan beradaptasi dengan perasaanku, dan kemudian suatu hari, bahkan jika dia tahu perasaanku, dia tidak akan membenciku dan membiarkanku tetap bersamanya. Itu bagus."

Begitu Chen Shaoyi sudah pergi ke Hua Yu, Cheng Qi masih terbenam dalam kata-kata pria konyol ini.

"Begitulah katanya ..."

Tetapi ketika dia dekat dengan orang lain, bukankah kau masih merasa cemburu?

Seekor anjing manja besar menempel di atas kepala Hua Yu. Dia bersumpah kedaulatan. Dia memeluk leher Hua Yu terlebih dahulu, kemudian melirik beberapa orang di seberang Hua Yu.
Orang-orang ini tidak merasakan kedengkiannya yang dalam, tetapi malah mendekati Hua Yu dan berkata, "Jika ada yang kau kenal, ingatlah untuk memperkenalkannya padaku."

"Hoi, siapa yang benar-benar mau sama orang semacam ini?"

“Sialan!” Bocah yang pertama memarahi dan tertawa.

Setelahnya mereka mengucapkan selamat tinggal dan pergi, Chen Shaoyi bertanya. "Siapa mereka? Apa yang baru saja kalian bicarakan?"

"Sesama anak rantau," kata Hua Yu, "biarkan aku membantu memperkenalkan seseorang di masa depan."

"Oh..." kata Chen Shaoyi, "Hua Hua, apa kau akan pergi ke klub hip-hop?"

Hua Yu tidak tahan dengan panas, dan menarik tangannya, "Pergi."

"Aku juga akan pergi," kata Chen Shaoyi.

“Bagaimana jika kau tidak tertarik untuk masuk?” Hua Yu berkata, “Aku pikir kau bisa pergi dan bertanya apakah ada klub menyulam, cocok denganmu.”

"Aku akan masuk hip-hop!" Chen Shaoyi memeluknya lagi, "Aku akan pergi ke mana Hua Hua pergi!"

“Baiklah,” Hua Yu berkata sambil tersenyum, “Kau pasti akan populer ketika masuk.”

"Tentu saja." Mode bancinya muncul lagi, "aku sangat imut ~"

Hua Yu, "..."

Yeah, kau yang paling imut!


10. PONG--

“Apa yang kau lihat?” Selama istirahat sore, Hua Yu duduk di samping Chen Shaoyi, tanpa sadar mencoba untuk menangkap bahunya, namun berhenti dan menarik kembali tangannya.

Untungnya, Chen Shaoyi tidak melihat gerakan kecil ini. Dia menoleh pada Hua Yu dan berkata pelan, "Tidak ada."

Hua Yu menengadah ke arah pandangan Chen Shaoyi tadi, ke tempat para gadis berkumpul.

Biasanya, jika Chen Shaoyi memperhatikan para gadis, dia pasti fokus pada apa yang dikenakan mereka. Tapi itu jelas tidak pada saat ini, hanya kumpulan labu loreng di kejauhan tidak dapat dimana letak estetikanya.

Dia pasti memperhatikan orangnya.

Hua Yu baru saja ingin tertawa pada Chen Shaoyi namun seorang gadis di depan sana tiba-tiba memalingkan mata dan bertemu pandang dengannya. Detik berikutnya, telapak tangan Chen Shaoyi membentang dan menutupi matanya.

“Apa yang kau lakukan?” Hua Yu bertanya sambil meraih tangannya.

"Seseorang di sana memperhatikanmu."

“Siapa?” ​​Hua Yu bertanya.

"Katanya kau terlihat tampan."

“Siapa?” ​​Hua Yu bertanya, memiringkan kepala.

Chen Shaoyi, "..."

“Tidak ada.” Chen Shaoyi meremas bahunya dan membiarkannya berputar 180 derajat, “Lebih baik kau lupakan saja.”

Gerakan-gerakan pelatihan militer pada sore hari sangat sederhana, dan mereka tidak berbeda dengan yang ada di pelatihan militer SMA. Kemudian instruktur juga membawakan mereka pesan untuk memilih lima puluh anak laki-laki dari deretan persegi sekolah bisnis untuk berlatih tinju militer.

Instruktur Meng mengarahkan matanya yang tajam ke barisan terakhir, dan kemudian mengunci Chen Shaoyi, anak tertinggi.

Chen Shaoyi menundukkan kepalanya dan bermeditasi, tidak bisa melihatku, tidak bisa melihatiku, tidak bisa melihatku.

"Chen Shaoyi."

"Lapor komandan."

Instruktur Meng melipat tangan dibalik punggung, "Ada masalah apa?"

"Siswa Chen Shaoyi berpikir dia tidak bisa melakukan tugas ini, dia masih bayi ..."

"Ini bukan kau yang putuskan," Guru Meng berkata, "Tidak apa-apa, tim kita menyambut bayi besar."

*Orang dewasa yang berperilaku kekanak-kanakan.

Chen Shaoyi, "..."

"Sudah diputuskan, kau menjadi pembawa bendera," kata instruktur Meng.

Chen Shaoyi, "..."

Dia meremas dadanya, "Sangat menakutkan ..."

Semua orang tertawa, dan wajah datar Guru Meng juga melonggarkan, menepuk bahu Chen Shaoyi.
.
.

Lu Xuzhi memesan tempat duduk untuk mereka ketika waktu makan malam, dan ketiganya dengan cepat menikmati makan.

Lu Xuzhi tersenyum dan bertanya, "Bagaimana hari ini?"

"Tidak baik! Instruktur itu berdarah dingin, kejam, dan tidak masuk akal!" Si banci menghapus air mata kepahitan, "Biarkan Hua Hua berlatih tinju militer! Bagaimana bisa membiarkan Hua Hua yang begitu imut berlatih tinju militer!"

“Hei, hei, hei?” Cheng Qi mengangkat roti kukusnya, “Teman sekamar yang sama, juga dikirim untuk berlatih makhluk hantu itu, kenapa kau tidak peduli padaku?”

"Bagaimana bisa membiarkan Qi Qi yang begitu imut berlatih tinju militer! Keterlaluan!" Chen Shaoyi segera menambahkan kalimat.

"Aku dulu juga dipilih untuk berlatih sebelumnya," kata Lu Xuzhi, "Ini sebenarnya sangat bagus, sangat menarik, dan akan mengajarkan beberapa keterampilan berkelahi."

"Tapi kami terpisah." Chen Shaoyi bahkan lebih sedih, "Aku satu-satunya di sana, dan dia memintaku untuk mengibarkan bendera di depan!"

“Ah, gadis manis dan lembut tidak boleh marah.” Cheng Qi memberikan penghiburan verbal, lalu mulai dengan gembira, “Cepat makan, kita harus berkumpul lagi jam 6:50.”

"6:50? Tidak mandi?!" Tubuh Chen Shaoyi lepek karena keringat dan dia tidak tahan untuk melanjutkan pelatihan dengan bau ini.

“Tidak ada waktu untuk mandi, dan kita hanya akan berkeringat lagi setelah mandi.” Cheng Qi menelan makanan di mulutnya sebelum berkata, “Betapa merepotkan, hanya bisa bersabar.”

Chen Shaoyi sudah tidak memiliki nafsu makan. "Tidak, aku tidak tahan. Aku akan menjadi tokoh utama dalam sejarah yang mati karena keringat.……”

"Tidak apa-apa untuk mandi sebentar," Hua Yu berkata, "Aku dengar malam ini hanya akan bernyanyi, jadi tidak perlu terburu-buru."

"Mandi bersama?" Mata Chen Shaoyi cerah.

"Oh, tidak." Hua Yu tampak acuh tak acuh, "Nona Cherry, tolong tahu diri."

Chen Shaoyi, "..."

..."Huhuhu kau tega, kau kejam, kau membuat masalah!"

Hua Yu, "Hehe."

Setelah secara menyeluruh mengklasifikasikan Chen Shaoyi sebagai tipe cabul, Hua Yu memutuskan untuk memutuskan kontak fisik yang tidak diinginkan dan menghindari semua kondisi yang menyediakan kondisi untuk kontak fisik.

Dia sangat sadar akan keamanan!
.
.

Tim yang berlatih tinju seni bela diri berada di tanah datar yang besar di luar stadion. Dikatakan bahwa ini adalah tempat di mana tim pesawat model kampus mengukur data. Secara umum, hanya sedikit orang yang datang ke sini.

Setelah bertemu di malam hari, mereka mempraktikkan gaya pertama tinju militer. Setelah mahir dalam gerakan dasar, pemimpin pleton tiba-tiba datang dan memanggil mereka. "Berkumpul disana untuk bernyanyi, atau kalian disini saja?"

"Pergi kesana!" Salah satu dari anak-anak itu berteriak, "apa gunanya semuanya pria?"

"Meskipun aku tidak setuju dengan sudut pandangnya, aku sangat setuju dengan sarannya," kata Cheng Qi kepada Hua Yu, "Lebih baik pergi ke gadis-gadis dan menghirup udara segar."

Hua Yu setuju.

Bernyanyi adalah sesi favorit Hua Yu. Selama pelatihan militer SMA, dia melewatkan sesi ini karena sengatan panas. Dia berbaring di asrama dan mendengar nyanyian nyaring di lapangan.

Sangat iri.

Dia baru bisa menebus penyesalan ini sekarang.

Yang mengecewakan mereka adalah tidak ada banyak gadis yang menjadi target lagu tersebut. Sisi militer dan tim akademi mekanik saling berhadapan dalam segi empat, kurang label nama: Kuil Shaolin.

Jurusan tidak jauh dari mereka, jadi dari waktu ke waktu, Hua Yu dapat mendengar suara Chen Shaoyi, tertawa, atau berbicara tentang sesuatu dengan para gadis.

Ponsel yang disembunyikan di sakunya berdering, Hua Yu mengeluarkan ponselnya dan menemukan bahwa itu adalah foto selfie dari Chen Shaiyi, diikuti oleh sekelompok gadis, dan salah satu wajah yang mosaik.

Si banci [ Cepat katakan, aku terlihat paling baik! ]

Hua Yu tersenyum, [ Kau terlihat paling baik. ]

Sebenarnya, yang paling ditunggu-tunggu Hua Yu adalah penampilan Lu Xuzhi dari klub dansa jalanan itu, tetapi seiring berjalannya waktu, harapan ini perlahan-lahan turun.

Mereka mungkin tidak akan datang.

Begitu dia memikirkannya, seseorang di seberangnya bersiul karena terkejut.

Semua orang menoleh untuk melihat, tidak jauh dari sana ada sederetan roda warna-warni, tetapi alih-alih datang ke sini, mereka pergi ke tim ke arah lain.

"Itu klub sepatu roda," kata Cheng Qi, "Aku mendengar klub mereka menjadi yang paling populer, dan setiap tahun pelatihan militer datang untuk memikat para gadis, jadi mereka pasti tidak akan lari ke kita."

“Begitu” Ini memang ensiklopedia baru, pikir Hua Yu.

Kemudian sorakan yang lebih keras terdengar, anak-anak di Institut Mekanik jelas bersemangat, riuh satu per satu. Dua perguruan tinggi dari tempat lain juga ramai untuk bersenang-senang.

Dua instruktur berjalan dari lorong dan di belakang mereka ada seorang gadis.

Rambut sebahu, dua anting bundar besar di telinga, pakaian hip-hop, dan denim pendek di tubuh bagian bawah. Kedua kaki lurus panjang itu kecil dan putih di bawah cahaya, dan bisa dengan jelas melihat tato di pergelangan kakinya.

"Beri kejutan semua orang." Pemimpin peleton itu berkata, "Menurut konvensi kampus yang tidak tertulis, klub hip-hop datang untuk tampil setiap tahun. Kalian sangat beruntung tahun ini karena ada banyak gadis cantik."

Orang-orang berteriak beberapa kali.

Gadis muda itu mengangkat alisnya ketika mendengar kata-kata itu, melipat tangannya dan mengangkat sudut mulutnya, masih ada beberapa orang di belakang, baik pria maupun wanita.

"Wow, dewi," kata Cheng Qi, "Aku yakin anak-anak ini akan menjadi gila."

Hua Yu tidak mendengarnya, dia terus memperhatikan gadis itu.

Kemarin mereka bertemu di pintu masuk toko bahan sehari-hari. Gadis itu juga tersenyum padanya, dan dia terlihat lebih cantik dan menarik di malam hari.

Dua sound speaker kecil ditempatkan. Nuansa hiphop yang berirama segera mendorong penonton. Beberapa orang di belakang  memilih posisi dan hanya gadis itu berjalan perlahan menuju Hua Yu.

Anak-anak lain di sini segera heboh.

Hua Yu menelan ludah dengan gelisah dan tidak tahu apa yang sedang terjadi, dia selalu merasa gadis itu mengawasinya.

Satu langkah, dua langkah, tiga langkah.

"Wow," kata Cheng Qi, "Hua Hua, bagaimana menurutku dia datang untukmu."

“Jangan bicara omong kosong,” kesombongan Hua Yu tiba-tiba naik.

Langkah gadis itu memang berhenti di depannya, dia membungkuk dan melepas topinya.

Hua Yu, "!"

“Bisakah kau meminjamkanya padaku?” Suara gadis itu lembut, jelas dan menyenangkan. Hua Yu memperhatikan serangkaian huruf Inggris tato di tulang selangka wanita itu.

"Ya," kata Hua Yu.

Gadis itu tersenyum dan berbalik ke tempatnya.

Ketika dia mengenakan topi Hua Yu, dia mengangkat tangannya dan mengangkat isyarat pistol, dan kemudian bibir merahnya membentuk mulut:

"PONG——"


9. Chen Shaoyi, sebuah gender

“Kau serius?” Hua Yu sama sekali tidak baik. Dia berharap dia berhalusinasi, tetapi berbagai fakta mengatakan kepadanya dengan jelas bahwa benar-benar mustahil untuk berhalusinasi.

Dia bahkan mulai menyesali inisiatifnya untuk memanggil Chen Shaoyi kemari berduaan.

"Aku tidak mengerti, aku benar-benar tidak mengerti. Apa kau seorang kiwi? Apa kau menyukai pria seperti Cheng Qi?" Hua Yu shock, ia menyender dipagar, mengacak rambutnya, "Apa ada kebetulan seperti itu?  Aku bisa bertemu dua orang kiwi di asrama? Mengapa kau tidak menyukainya saja? Kita baru mengenal selama dua hari."

"Aku tidak suka laki-laki!" Chen Shaoyi juga bersandar di pagar, menggosok jari-jarinya dan berkata, "Sebenarnya, aku tidak mengenal diriku sendiri. Aku hanya berpikir aku sangat menyukaimu karena, karena ... kau adalah teman baik!"

Hua Yu, "..."

"Apa kau akan terangsang pada teman baikmu?"

Chen Shaoyi seketika mengambil langkah mundur, dan berteriak, "Ah, Hua Hua! Kenapa kau terus menyebutkan hal ini!"

"Ck, pelankan suaramu," Hua Yu berkata tidak puas, "Omong kosong! Itulah intinya, oke? Tidak bisakah aku salah paham padamu seperti itu?”

“Itu karena Hua Hua sangat imut!” Chen Shaoyi bersikeras pada sudut pandangnya, dan berkata, “Itu bukan keinginanku. Ini di luar kendali!

Hua Yu, "..."

Chen Shaoyi, "..."

Mata keduanya saling memandang sementara waktu, dan Hua Yu menyadari bahwa pikirannya sama sekali tidak berada di sirkuit otak.

Dia menggosok pelipisnya dengan sakit kepala, mencoba untuk menjernihkan pikirannya yang kacau. Si banci ini menunjukkan ketertarikan padanya karena 'mungil dan imut', dan kemudian mengatakan bahwa dia di luar kendali, mengatakan dia menyukainya, mengatakan bahwa dia adalah teman baik, dan bahwa dia tidak dapat mengendalikan itu. Jadi yang sebenarnya dia sukai ... Apa mungkin?

Chen Shaoyi sebenarnya hanya tertarik pada tubuhnya?

Wow, ini mengerikan.

"Hua Hua ..." Chen Shaoyi memperhatikan wajahnya yang tenang dan tidak bicara, kemudian menarik-narik di sudut pakaiannya, "aku benar-benar tidak bermaksud. Jangan membenciku, oke?”

Hua Yu, "..."

Hua Yu yang ingin memahami kebenaran, mendapati dirinya benar-benar marah, tetapi malah ingin tertawa.

Bisa dibilang, dia merasa bahwa Chen shaoyi sebenarnya cukup menyedihkan.

Dia tidak bisa menjadi seperti yang dia inginkan, dan karena hobi yang berbeda, dia dianggap sebagai alien, sehingga seseorang yang baru saja bertemu untuk waktu yang lama tetapi hanya menerima kebiasaannya dianggap sebagai teman baik.

Pikirkan seperti ini dan tetap berhati-hati.

Dengan wajah yang sangat imut sehingga bisa memeras air, tertekan segera berlipat tiga kali.

"Oke." Hua Yu mengusap wajahnya, "Aku tidak membencimu, kau harus memperhatikannya nanti, jangan menakuti orang."

Chen Shaoyi segera memeluknya dengan gembira. "Huaaaaa, kau yang terbaik!"

"Ah, kau benar-benar perlu mengubah kebiasaan buruk ini! Jangan langsung main peluk-peluk!" Hua Yu merentangkan tangannya dengan bingung, dan ragu-ragu untuk sesaat sebelum mengangkat satu tangan dan menepuk punggung Chen Shaoyi yang lebar.

Dia dipeluk erat oleh seekor anjing besar, dan hanya bisa memandangi bulan putih yang cerah di langit musim gugur, sambil menghela nafas tentang dunia yang berubah-ubah, dia berpikir tentang bagaimana menuntun si banci ini kembali ke jalan yang benar.

Telinga Chen Shaoyi dekat dengan telinganya, dan emosi redup tersembunyi di mata yang membawa cahaya.
.
.

Satu hal yang sangat disayangkan bagi Hua Yu adalah dia mengalami mimpi itu lagi.  Kali ini dia tahu yang sebenarnya, tetapi masih sedikit berharap gadis itu bisa mengangkat roknya, untuk membuktikan bahwa mimpi terakhir adalah ilusinya.

Tetapi gadis itu tidak melakukannya lagi, dia hanya menempel pada Hua Yu seperti binatang kecil, mencium, menggesek dan terus mengatakan bahwa dia menyukainya.

Hua Yu mengulurkan tangan untuk menyentuh gadis itu, ingin menyentuh tubuhnya yang lembut. Tetapi ketika dia mengulurkan tangan dan mencapai gadis itu beberapa kali, dia hanya merasakan dada yang keras.

"..." Otak Hua Yu dalam mimpi itu kacau.

Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia terus mengulangi tangannya dan tetap mendapatkan dua otot dada.

Dengan frasa aku menyukaimu berulang kali.

Hua Yu bangun secara alami pagi ini. Dia tidak ingat mimpi apa yang dia impikan sebelumnya, tetapi juga tidak merasa buruk.

Dia bahkan melihat punggung besar Chen Shaoyi dengan piyama kartun, tampak menyenangkan mata.
.
.

Pelatihan militer benar-benar luar biasa, bisa sangat menyakitkan di awal, dan itu bisa membuat orang merasa kewalahan pada akhirnya.

Tetapi yang paling penting sekarang adalah mereka akan mengalami bagian yang menyakitkan.

Nama instruktur adalah Meng. Dia adalah pemuda kurus sekitar 1,7 meter. Dia disebut pemuda karena dia tidak terlihat lebih tua dari mereka. Mata besar, alis tebal, hidung tinggi. Melihatnya datang, para gadis dibarisan depan seketika saling berbisik heboh.

Suasana hati Cheng Qi juga sangat bersemangat, dia langsung bersiul.

Hua Yu berbisik, "tipemu?"

Cheng Qi mengangkat bahu, "Tidak, tapi dia terlihat tampan."

"..." ternyata warna anjing.

*menyukai seseorang dilihat dari penampilan.

“Aku suka tipe yang dingin dan dominan, kau mengerti?” Cheng Qi berkata, “Tipe yang suka mengabaikan bagaimana responku dan kemudian biarkan aku dimainkannya."

"... kau," Hua Yu tiba-tiba berpikir bahwa sirkuit otak Cheng Qi dan Chen Shaoyi mungkin sama berlikunya, "Apa yang salah denganmu ..."

Cheng Qi berkedip, matanya tampak sangat lucu. "Siapa yang tahu."
.
.

"Sekarang berbaris berdasarkan tinggi badan. Yang paling tinggi berdiri di belakang secara vertikal dan di sebelah kanan secara horizontal. Beri kalian dua menit untuk menyesuaikan secara otomatis."

Chen Shaoyi adalah yang paling tinggi dalam barisan mereka, dan dia pasti tidak akan bisa berdiri bersama Hua Yu. Dia memandang Hua Yu dengan enggan dan cemberut.

"Jangan manja, patuh jika tidak mau instruktur menghukummu."

Chen Shaoyi tidak punya pilihan selain berdiri di barisan paling pinggir dengan murung.

Setelah barisan disesuaikan, instruktur benar-benar membiarkan mereka berdiri selama setengah jam. Chen Shaoyi melirik matahari di balik setengah dari awan dan mengangkat tangannya untuk bertanya, "Kakak instruktur, aku punya pertanyaan."

Mata semua orang terfokus padanya membuat Chen Shaoyi sedikit gugup, dan tergagap. "I-itu... Apa, apa bisa kami pindah tempat?"

"Kenapa pindah tempat?” Instruktur berjalan ke arahnya dengan satu tangan tergenggam di belakang punggungnya.

“Karena kami akan terbakar matahari dalam beberapa saat.” Chen Shaoyi menemukan bahwa suasananya tidak tepat, dan mencoba bersikap imut untuk mencairkan suasana. "Kalau terbakar matahari, pasti tidak bagus, kan?"

Gadis-gadis di barisan depan tidak bisa menahan tawa.

Instruktur Meng menatap langit, lalu menatap Chen Shaoyi, dan bertanya sambil tersenyum, "Apa kau takut pada matahari?"

"Hmm ..." Chen Shaoyi menunjukkan senyum yang indah. "Tidak, tidak takut ..."

Tinggi instruktur itu sekitar sepuluh sentimeter lebih pendek darinya, dan harus sedikit mendongak, mengangkat alisnya dengan tidak senang. "Siapa namamu?"

"Namaku Chen Chen ..." Chen Shaoyi berkata tanpa sadar, berpikir bahwa ini bukan saatnya menjual lucu, dan dengan cepat menambahkan, "Chen Shaoyi!"

Hua Yu dan Cheng Qi tertawa diam-diam, ini adalah pertama kalinya mereka bisa saling memahami.

"Chen Shaoyi, benar?" Instruktur memintanya untuk mengambil langkah maju. "Waktumu ditambah selama sepuluh menit."

Chen Shaoyi, "!!!!"

"Wahh--" Seruan serentak dari barisan.

Matanya yang besar berkedip cepat, dan segera dipenuhi dengan air mata lalu tiba-tiba menangis. "Hiks."

Instruktur Meng, "..."

WTH??? dia terguncang karena keganasannya!

"Lima menit!" Instruktur Meng memalingkan kepalanya untuk tidak memandangnya, "Sudah cukup kurangi lima menit. Apa yang kalian lihat? Berdiri bersamanya selama lima menit lagi."
.
.

Chen Shaoyi hampir pingsan ketika dia beristirahat. Dia sangat lelah dan menempel pada Hua Yu, menolak untuk pergi, dengan penuh keluhan.

"Bagaimana ini, bagaimana ini, kulitku kecoklatan!"

“Tidak, kau memakai hampir setengah botol tabir surya hari ini dan percaya pada dirimu sendiri.” Hua Yu mendorong wajahnya, “Sialan, kau menjauhlah dariku!”

Chen Shaoyi benar-benar patuh, memegang sebotol air dan jatuh ke dalam kesedihan seorang diri meratapi 'kecokelatan, kecokelatan dan kecokelatan, tidak lagi seperti gadis cantik'

"Bukankah kulit coklat itu bagus!" kata Hua Yu, "kau bisa mengirimkan foto pada ayahmu."

Chen Shaoyi sangat sedih dan marah. "Tidak! Kata-kata ayah tidak penting! Aku tidak mendengarkannya!"

Hua Yu menatap ke arah Cheng Qi: kuserahkan padamu.

Cheng Chengqi menerima pandangan itu, memberi isyarat: OK.

Keduanya mencapai kesepakatan dalam sekejap.

"Ya ampun Nona Cherry, mengapa kau marah lagi? Apakah hari ini matahari terlalu kejam untuk menyinggung perasaanmu?"

Chen Shaoyi cemberut, "Ya!"

"Kecantikanmu tidak akan berubah karena warna kulit, tetapi warna yang ditinggalkan matahari akan membuatmu lebih menarik."

"Kau membohongiku," Chen Shaoyi tidak tertipu. "Kalau kulit cokelat menarik, kenapa menggunakan tabir surya?"

"Seorang wanita menggunakan tabir surya untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Tapi kau berbeda, puteriku. Ketika kau memiliki kulit putih, kau adalah kerang yang indah dan sempurna, dan setelah dibaptis oleh matahari, kau adalah seorang mutiara hitam misterius dan menawan."

Chen Shaoyi yang dibodohi oleh kata-kata manis hingga kehabisan kata-kata, "..."

Hua Yu, "..."

Siswa lain yang menyaksikan dari kerumunan, "..."

Instruktur Meng yang sedang menonton, "..."

Damn ... Idiot!

“Kau katakan yang sebenarnya, Cheng Qi.” Hua Yu hampir tidak bisa berkata-kata, “Apa kau agen rahasia yang dikirim oleh perguruan tinggi seni liberal?”

"Ck, dangkal," kata Cheng Qi, "gadis imut butuh perhatian verbal, kau mengerti?"

"Tapi bukankah Chen Shaoyi bukan seorang gadis?" Guru Meng bertanya dengan sangat ingin tahu.

Cheng Qi menyentuh kepala Chen Shaoyi, dan Chen Shaoyi segera bekerja sama dengannya seperti burung, bersandar di bahunya.

"Kau tahu, instruktur." Cheng Qi berkata, "Selain pria dan wanita di dunia ini, ada lagi jenis kelamin yang disebut Chen Shaoyi."

Instruktur Meng, "..."


8. Apa-apaan itu?

Setelah beradaptasi dengan layanan Chen Shaoyi, Hua Yu merasa cukup nyaman, dia bisa merasakan suhu tangan si banci di kulit punggungnya melalui lapisan tipis handuk mandi.

Hanya saja kekuatan tangannya menjadi semakin ringan dan lembut membuat Hua Yu sedikit tidak terbiasa. Setelah beberapa saat, Chen Shaoyi berhenti secara mendadak, Hua Yu menoleh dan bertanya, "Apa kau lelah?"

"Tidak ..."

"Kenapa kau jongkok dilantai?"

"Hua Hua ..." Wajah Chen Shaoyi memerah tidak normal, dan sepasang mata sangat basah. "Kau seharusnya tidak melihatku dulu ..."

Hua Yu yang menatapnya, "..."

“Jangan menatapku, aku tidak tahu apa yang terjadi!” Chen Shaoyi menutupi wajahnya, “Ah, ah, jangan lihat!”

"???" Hua Yu tidak mengerti, "Apa kau wasir?"

"Tidak!" Chen Shaoyi melepaskan tangannya. "Tidak! Bagaimana kau bisa mengatakan itu!"

“Kalau begitu kau berdiri dulu, orang-orang memperhatikan kita,” Hua Yu mengulurkan tangan, “Cepat.”

Chen Shaoyi masih mempertahankan posisi aslinya dan tidak bergerak, menggigit bibirnya dan menatapnya dengan berkaca-kaca.

Hua Yu mencebik, "Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, cepat bangun!"

"Bagaimana, bagaimana ini Hua Hua ..." Chen Shaoyi masih memutar dan menolak untuk berdiri. "Aku ... aku, aku keras ..."

Keras?

Keras?

Keras?

???

"... Kau sendiri yang menawarkan diri menggosok punggungku."

Chen Shaoyi membenamkan wajahnya di lutut, "Ini tidak disengaja, tetapi Hua Hua sangat imut ..."

WTF!

Hua Yu melihat sekeliling, orang-orang yang tadi memperhatikan sudah pergi, dan sisa seseorang di baris ini sedang mencuci rambutnya.

Dia tidak tahu harus berbuat apa, jadi hanya bisa menatap kepala Chen Shaoyi.

Ini bukan masalah untuk terus jongkok seperti itu, tapi ucapannya begitu memalukan. Akhirnya Hua Yu mengambil napas dalam-dalam dan menenangkan hatinya.

Sejujurnya, dia benar-benar tidak mengerti mengapa Chen Shaoyi yang keras sendiri tetapi play victim.

Hua Yu dongkol.

"Jadi, apa sudah tidak keras?"

Chen Shaoyi masih memeluk lututnya, "Belum."

Hua Yu tidak berbicara. Ketika lelaki terakhir yang tadi mandi, memandangi mereka, Hua Yu menghela napas dalam-dalam, menundukkan kepalanya dan menunggu orang itu pergi.

Ketika keduanya kembali ke asrama, mereka disambut berita heboh.

Lu Xuzhi, "Aku dengar ada pasangan gay yang bertengkar di pemandian?"

Cheng Qi, "Aku dengar salah satu dari mereka menderita wasir, jadi yang lain mencampakkannya?"

Chen Shaoyi, "..."

Hua Yu mengambil bantal dan akan memukul Chen Shaoyi, "Wtf, bagaimana bisa menyebar seperti ini!"

Chen Shaoyi bersembunyi di belakang Lu Xuzhi. "... Yang terakhir itu kau sendiri yang katakan!"

"Kemari, jika aku tidak membunuhmu hari ini, margaku bukan lagi Hua!"

Cheng Qi yang menikmati situasi ini merespon, "Wow, bukankah margamu Chen?"

"Cheng Qi, kau juga kemari, aku sudah lama menahan kesabaranku!"

Cheng Qi ikut bersembunyi di balik tubuh Lu Xuzhi. "Oh, aku sangat takut Hua Hua begitu ganas!"

Lu Xuzhi antara ingin menangis dan tertawa, dipaksa untuk bertindak sebagai perisai di depan, "Sebenarnya apa yang terjadi?"

"..." Hua Yu tidak bisa mengatakan kalau Chen Shaoyi keras padanya, jadi dia harus menampar tangannya, "Tidak ada, itu, Lao Chen seperti seorang gadis di pemandian."

"Jangan panggil aku Lao Chen ..."

"Kau berani memiliki pendapat?"

Si banci segera menyusut kembali.

Ah, sungguh menyebalkan.
.
.

Hua Yu memasukkan pakaian ke mesin cuci di koridor dan melemparkan dua koin dan menekan tombol mulai. Ketika dia menunggu pakaian, dia tiba-tiba menyadari masalah yang sangat serius ..

Mengapa si banci menjadi keras padanya saat mandi? Ketika para pria straight mandi, apakah dia akan keras pada teman sekamarnya?

Ah tidak, jangan katakan seribu langkah ke belakang, apakah si banci itu lurus?

Hua Yu, "..."

Dia bergegas kembali ke asrama dan meraih Chen Shaoyi yang sedang duduk di depan meja, mengocok botol skinker. "Kau, kau, kau!"

Chen Shaoyi memiringkan kepalanya, poni yang diikat juga ikut miring. "Aku, aku, aku?"

Ah, tidak bisa bertanya begitu langsung, rasanya aneh. Hua Yu menatapnya, "Kau tidak boleh tidur di tempat tidurku malam ini, mengerti?"

"Ah ..." Chen Shaoyi segera merubah wajah penuh air mata, "Bagaimana dengan aku yang takut gelap?"

Hua Yu memalingkan kepala dan memaksakan fluktuasi dalam hati. Tidak, dia tidak bisa tertipu oleh wajah ini!

"Bukan urusanku," Hua Yu berkata, "Jika kau berani menyelinap malam ini, aku akan mengebirimu!"

Chen Shaoyi, "QWQ!!!"

..."Hua Hua bajingan!!!"

Cheng Qi yang tengkurap di tempat tidur Lu Xuzhi tertawa ngakak. Disaat yang sama, dia mengirim emoji tertawa pada seseorang dengan nama akun Sweetie.

[ Ada apa, ada yang menyenangkan? ]

[ Dua teman sekamarku konyol tapi lucu, yang satu emosian dan satunya banci, begitulah. ]

[ 😂 ]

[ Pasti heboh. ]

[ Sangat berisik. ]

[ Itu bagus, anak muda harus sedikit lebih energik. ]

[ Kau membalas seperti orang tua. ]

[ Begitulah. ]

Cheng Qi mengetik .... [ Tidak masalah, bahkan jika kau tua, aku suka ... ]

Setelahnya dia merasa itu terlalu eksplisit jadi menghapusnya satu per satu.

[ Apa yang kau lakukan? ]

[ Lihat pemandangan. ]

[ Benarkah, pemandangan apa? ]

[ Chatting denganmu. ]

Cheng Qi tidak bisa menahan senyum, kemudian berbalik dan terus mengetik.

[ Apa bisa bertemu denganmu besok?

[ ..? ]

[ Ketika besok aku pergi mendaftar di klub penyiaran, apa kita bisa bertemu? ]

[ Aku ada kelas jadi tidak ada di sana. ]

[ 😐 ]

Cheng Qi mengangkat kakinya ke dinding, lalu mendongak dan memandang Lu Xuzhi yang sedang merokok di balkon. "Senior Lu Lu."

Lu Xuzhi mengetuk abu rokok. "Ada apa?"

"Seberapa padat kelas senior?"

"Tergantung, kami memiliki dua atau tiga kelas utama setiap hari, kecuali hari Sabtu dan Minggu," kata Lu Xuzhi.

"Wow, ini sangat lelah," kata Cheng Qi, "aku pikir senior bisa santai bermain?"

"Aku rasa itu bagus." Hua Yu ikut menanggapi, "Apa ada magang di tahun ketiga?"

“Tergantung jurusan.” Lu Xuzhi menjawab dengan sabar. “Biasanya kalau naik ke tingkat senior, mulai mempersiapkan magang.”

Cheng Qi tidak terlalu memikirkan masa depan, dan segera mengalihkan perhatiannya kembali ke objek obrolan.

[ Aku menunggumu saat wawancara. ]

[ Wow, aku harus menunggu lama. ]

[ Tuan stasiun master, suaramu bagus atau tidak, bagaimana kalau kau menyanyikan lagu lebih dulu, apa aku bisa mendengarkan? ]

Pihak lain belum merespon untuk waktu yang lama.

Setelah sekitar lima menit atau lebih, dia menjawab [ Sudah larut, teman sekamarku sedang tidur. ]

[ Bohong. Mana ada yang tidur sedini ini. ]

[ Benar-benar tidur, aku juga bersiap untuk tidur. ]

[ 😒 ]

[ Kalau begitu kau katakan sesuatu. ]

[ Jangan buat masalah, selamat malam. ]

Cheng Qi mengangkat tangannya dan membiarkan ponsel itu jatuh bebas.

"Ck." Dia berguling. Merasa bahwa pihak lain itu asal-asalan, membuatnya ingin menjadi jahil. Dia berteriak. "Senior Lu Lu ..."

Lu Xuzhi dengan bau asap rokok mendorong pintu. "Apa lagi?"

"Aku terlalu takut gelap~ Bisakah aku tidur di tempat tidurmu malam ini ~"

Lu Xuzhi mengangkat alis, "..."

Hua Yu memelototinya, "Kolonel Qi Qi, apa kau ingin bertarung?"

Cheng Qi memeluk dadanya, "Oh, Hua Hua bagaimana kau begitu kejam, kau seperti ini tidak akan ada laki-laki yang menyukaimu ..."

Hua Yu melonjak .. "Tidak, aku harus memukul seseorang hari ini!"

"Ah, aku takut."

Di sana, Chen Shaoyi menjadi sasaran amukan Hua Yu yang gila. Lu Xuzhi duduk diam di sebelah Cheng Qi dan berkata, "Boleh."

Cheng Qi, "..."
.
.

Pada saat lampu padam, perang akhirnya padam. Chen Shaoyi benar-benar tidak berani naik ke tempat tidur Hua Yu lagi. Dia hanya duduk diam sambil memegang bantal di lengannya, dengan ekor kecil imajiner yang menggantung, melihat ke arah Hua Yu.

Hua Yu yang berbaring, "..."

“Jangan mengira aku akan lunak." Hua Yu menyesuaikan postur tubuhnya. "Sudah kubilang aku tidak akan dibodohi."

Telinga imajiner Chen Shaoyi terkulai, "... oh."

Udara sangat tenang, tetapi Hua Yu memiliki perasaan yang sangat bising, otot tubuh telanjang Chen Shaoyi bolak-balik dalam pikirannya.

Sangat menyebalkan.

Dia bangun terduduk, dan bersuara rendah, "Kau, keluarlah denganku."

"... ah." Chen Shaoyi semangat, "Oke!"

Mereka pergi ke balkon, dan Hua Yu akhirnya tidak bisa menahan diri, dia menarik kerah Chen Shaoyi, "apa tidak ada sesuatu yang mau kau jelaskan?"

"Jelaskan apa?" Chen Shaoyi sedikit malu. "Apa yang terjadi ketika kita mandi?"

Jangan katakan hal itu dengan ambigu!

Hua Yu mengerutkan kening, bertanya, "Apa kau sendiri sadar?"

"... um." Chen Shaoyi mengangguk, menggigit bibirnya dan berkata, "Karena aku suka Hua Hua."

"Apa-apaan itu?"

"Aku benar-benar menyukaimu ...," kata Chen Shaoyi, "Tapi Hua Hua tidak menanggapi dengan serius, meskipun aku tidak tahu mengapa, tapi, tapi ada perasaan ini."

Hua Yu, "..."

Dalam 18 tahun terakhir, selain dianggap sebagai seorang gadis karena namanya, hari-hari kehidupannya sama hambarnya dengan air. Setelah melewati kesulitan, ia berhasil meninggalkan dua sampah Wang Xiong dan Xue Xing. Dia kini akhirnya datang ke kehidupan yang berbeda...

Dia masuk ke kehidupan pria gay.


7. Si banci ini ingin menjaga imej didepan umum!

"Benarkah?"

Meskipun Hua Yu takut dengan kenyataan bahwa Cheng Qi benar-benar seorang gay, namun setelah melihat Chen Shaoyi yang aneh, hatinya sudah cukup kuat, jadi hal itu tidak mengejutkan.

Tapi dia pikir dia perlu mempertanyakannya dengan sopan.

Cheng Qi hanya mengangguk dan mengangkat bahu, "Tidak berbohong padamu, itu benar."

Dia kemudian melambaikan tangan pada pelayan, "Pesanan untuk meja kami, terima kasih!"

Ketika makan, Hua Yu masih tidak bisa membantu tetapi diam-diam mengamati Cheng Qi.

Ah, ternyata dia gay.

Sejak masih lebih muda, dia sering mendengarkan dua kakak perempuannya membahas apa yang disebut Gong dan apa itu Shou. Dan kini untuk pertama kalinya melihat hal yang nyata, dia sedikit bersemangat.

Chen Shaoyi memperhatikan tatapannya dan mengulurkan tangan untuk menarik sudut bajunya. "Hua Hua, kenapa kau tidak makan."

"Mereka juga tidak makan." Hua Yu mengarahkan dagunya ke dua lelaki yang duduk di seberang meja. "Lihat, hanya bermain ponsel."

Lu Xuzhi mengangkat kepalanya dan tersenyum, meletakkan ponsel. "Seorang junior laki-laki menanyakan sesuatu."

Cheng Qi yang tampaknya belum menerima balasan juga meletakkan ponsel, beralih memindahkan sumpit didaging ikan.

"Apa kalian ingin masuk klub?" Lu Xuzhi menuangkan segelas anggur. "Organisasi kampus akan mulai merekrut besok."

"Apa ada klub street dance?" Tanya Hua Yu.

"Tidak." Lu Xuzhi berhenti sejenak, "Besok hanya tingkat organisasi kampus. Klub hobi seperti itu akan merekrut setelah pelatihan militer."

"... Oh," Hua Yu berkata, "Mungkin besok aku tidak tertarik."

“Kalian harus datang besok malam setelah pelatihan,” Lu Xuzhi berkata, “Mungkin ada orang-orang dari klub street dance yang datang untuk tampil.”

"Wow—" Reaksi Chen Shaoyi lebih antusias daripada Hua Yu, memangku dagu dikedua tangannya, "Benarkah? Kalau begitu aku akan datang besok."

Hua Yu, "..."

Aku berani berpikir bahwa kau telah berpikir untuk melarikan diri dari tiket!

"Aku benar-benar tidak ingin pelatihan militer," kata Chen Shaoyi, "Ketika aku masih di SMA, aku harus melarikan diri tetapi ketahuan ayah dan hasilnya aku dipaksa untuk berolahraga setiap hari ..."

Si banci ini memiliki air mata pahit mengingat masa lalu yang menyakitkan. "Ayah benar-benar jahat! Aku adalah gadis yang melankolis dan ramping tiga tahun lalu!"

Hua Yu yang tadinya sedikit merasa kasihan, "..."

Kata-kata penghiburan tidak bisa diucapkan.

"Kau masih beli ... beli insole sepatu yang sangat besar tadi..."

"Itu karena ayah memintaku untuk mengirim foto kepadanya besok." Chen Shaoyi mengeluh, "Aku juga harus menunjukkan postur berkeringat di bawah sinar matahari, sepuluh foto tidak dapat diulang ..."

"..."

"..."

"..."

Hua Yu merasa dia memiliki sedikit pemahaman tentang mengapa Chen Shaoyi menjadi aneh.

Pertemuan malam akan berakhir sangat awal, dan ada satu jam bagi mereka untuk mandi.

Cheng Qi tidak mau pergi ke pemandian umum. Mungkin karena dia gay, dia merasa canggung tentang tubuh telanjang antara jenis kelamin yang sama, jadi dia memilih untuk mandi di ruang air.

Sementara Hua Yu tidak masalah, dia penasaran dengan pemandian umum di wilayah utara. Ketika dia masih kecil, dia merasa iri melihat laki-laki yang mandi bersama dan saling menggosok punggung.

Dia bersikeras pergi ke pemandian umum dan Chen Shaoyi pergi bersamanya. Tadinya, dia ingin membawanya ke pemandian umum di gerbang kampus. Karena ada kamar mandi pribadi juga bisa mandi busa.

Namun, setelah membayangkan wajah gadis Chen Shaoyi yang sedang meniup gelembung membuatnya mual, jadi dia dengan tegas membuang ide ini.

“Apa kau tidak senang pergi?” Hua Yu membuka obrolan sambil berjalan. “Kau tidak senang mengikutiku ah? Siapa yang begitu lengket?”

"Aku bukan lengket padamu," gumam Chen Shaoyi. "Aku hanya hanya ingin melihat puting merah muda—"

Hua Yu berbalik dengan cakar naga menarik kedua pipinya, "Kau benar-benar buta warna ah? Milikku bukan pink, coklat muda, coklat muda! Mengerti?"

Chen Shaoyi mengangguk, "Mengerti ..."

"Kau tidak boleh memanggilku Hua Hua saat didalam nanti! Mengerti?"

"Mengerti ...," Chen Shaoyi bicara dengan susah payah. "Aku berjanji ..."

Hua Yu melepas cubitannya dengan skeptis.
.
.

Kamar mandi umum dibagi menjadi tiga lantai, di sebelah kiri adalah pemandian pria dan di sebelah kanan pemandian wanita, ada banyak orang di ruangan itu, tetapi dari waktu ke waktu, masih ada beberapa gadis dengan rambut basah yang lewat.

Hua Yy meliriknya, "Bentuk tubuh gadis di tengah sangat bagus."

Chen Shaoyi, "Ah! Piyamanya sangat lucu ..."

Hua Yu, "..."

Mereka berjalan ke depan kabinet tempat pakaian itu diletakkan, dan beberapa lelaki telanjang di aula keluar dari dalam, Hua Yu menunduk untuk membuang pandangan.

Setelahnya, dia tiba-tiba merasa bahwa dia sedikit disengaja: Mengapa dia harus menghindar? Dia juga laki-laki!

Mungkin tidak terbiasa, tidak terbiasa, ah, baru beradaptasi!

Dia menoleh untuk melihat apa reaksi si banci ini memerah namun dia tidak menyangka Chen Shaoyi telah menanggalkan semua pakaiannya. Tubuhnya penuh dengan otot yang kokoh!

Chen Shaoyi juga menatapnya dengan antisipasi, "Hua Hua, ayo lepas bajumu."

Hua Yu tiba-tiba memiliki keinginan untuk menahan diri.

“Cepat lepas, ayo lepaskan!” Chen Shaoyi merasa dia terlalu lambat dan harus datang untuk membantunya membuka pakaian!

"Berhenti! Aku akan lepas sendiri!" Hua Yu juga tidak tahu bagaimana dia tidak bisa membuka pakaiannya didepan si banci. "Aku bisa melakukannya sendiri! Kau tidak usah membantuku!"
.
.

Hua Yu berdiri di bawah pancuran, matanya berputar-putar melihat sekeliling, mendapati bahwa tidak ada orang sepertinya yang melihat sekeliling dan tengah mandi dengan santai.

Tangan setengah basah tiba-tiba diletakkan di bahunya, membuatnya kaget dan menjauh tiga langkah.

“Brengsek, apa yang kau lakukan!” Gema di kamar mandi keras, dan Hua Yu tidak berbicara dengan keras, hanya berbisik padanya, “Kau benar-benar membuatku takut!”

"Ah... Maaf, aku hanya mau bertanya padamu, apakah kau ingin memakai maske r rumput laut? Efek pelembabnya sangat bagus."

"..." Hua Yu menatap wajahnya yang dilumuri masker hijau dan suasana hatinya rumit, "WTF?"

"Apa kau ingin aku menggosok punggungmu?" Chen Shaoyi merentangkan kedua cakarnya, “Atau kau bisa membantuku! Ini sangat nyaman."

"..." Hua Yu menyilangkan kedua tangan didada, dan memiringkan matanya ke kiri dan ke kanan, membenarkan bahwa tidak ada yang perhatikan, dan kemudian mengangguk dengan hati-hati.

Chen Shaoyi mendapat persetujuan dan dengan senang hati menekannya ke dinding.

"Hei, tunggu, tunggu!" Hua Yu mengangkat tangannya dan memprotes, "Kurasa posisi ini tidak terlalu baik untuk menggosok?"

"Harus seperti ini untuk menggosok punggung!" Chen Shaoyi tertawa, lalu berbisik dekat ke telinganya, "Sayang, percayalah pada teknikku, aku akan membuatmu puas ~"

Wajah Hua Yu memerah, "..."

Apa yang salah? Mengapa saat mengatakan kalimat memalukan ini tiba-tiba terdengar normal! Si banci ini ingin menjaga imej didepan umum! Ah?!


6. Aku memang gay

Suara WeChat terus berdering.

Kakak pertama [ Hari pertama pendaftaran!  Apa kau sudah menyelesaikannya? Jangan lupa mengambil slip tagihannya! Apa kau memiliki pertemuan kelas? Apa kau sudah mengenal teman sekelas? Apakah mudah bergaul? Seperti apa guru kelasmu? ]

Kakak kedua [ Apa ada banyak gadis manis di kampusmu? ]

Kakak pertama [ Masih bocah tidak boleh berkencan. ]

Kakak kedua [ Jaman berbeda, Kakak! sekarang siswa sekolah dasar pun sudah berkencan. ]

Kakak pertama [ Memangnya sikecil kita yang imut bisa dibandingkan dengan siswa sekolah dasar? ]

Kakak kedua [ Ya, tapi Xiao Yu belum menanggapi dari tadi, berarti tidak ada masalah kan? ]

Kakak pertama [ Aku di sini untuk rapat, kau telepon dia. ]

[ ... ]

Kakak kedua [ Ah! Muncul! Tangkap! ]

[ Kalian benar-benar menganggur, apa tidak terciduk? ]

Kakak pertama [ Kapan pelatihan militer? ]

Kakak kedua [ Berapa lama pelatihan militer? ]

[ ... Mulai besok, setengah bulan. ]

Kakak pertama [ Panas! Setengah bulan!  Jangan lupa memakai tabir surya dan isolasi yang sudah kakak belikan untukmu! ]

Kakak kedua [ Juga air dan susu! Jangan lupa selipkan pembalut di sepatu pelatihan militer! ]

[ Kalian sudah mengatakan itu ratusan kali ... ]

Kakak pertama [ Berarti kau mengingatnya kan? ]

[ ... Aku mendengarmu. ]

"Hua Hua!" Chen Shaoyi tiba-tiba menyelundupkan kepala ke bawah dari ranjang atas. Rambut didahinya diikat dengan ikat rambut, dan menggantung seperti air mancur. Ini memiliki efek komedi yang cukup. "Apa kita akan pergi berbelanja di sore hari?"

“Tidak.” kata Hua Yu.

"... oh, bagaimana bisa begitu," Chen Shaoyi menggigit bibirnya, "Temani saja aku."

Hua Yu menahan diri untuk menarik ikat rambutnya. "Apa yang ingin kau beli?"

"Beli ..." Chen Shaoyi tiba-tiba memerah, "Beli beberapa kebutuhan sehari-hari ..."

"..."

Beli kebutuhan sehari-hari dan kau memerah, dasar kentut!

Dia akhirnya menarik ikat rambut Chen Shaoyi sepenuhnya.

"Oh--" Chen Shaoyi menyusutkan kepalanya ke belakang, tirai merah muda itu sedikit bergoyang, dia pasti menata rambutnya lagi.

Hua Yu tiba-tiba merasa bahwa perasaan ini juga baik, seperti membesarkan seorang adik perempuan, lengket dan halus.

Pada saat ini, lengan berotot membentang keluar. "Hua Hua, kembalikan ikat rambutku."

"..." Jika kau mengabaikan fisik orang itu.
.
.

Pada akhirnya, Hua Yu masih tidak bisa menolak Chen Shaoyi, dia tidak punya pilihan selain dipaksa pergi keluar.

Cheng Qi sedang berkumpul bersama para social flower, Lu Xuzhi tampaknya menjadi presiden suatu klub dan sedang mengadakan rapat anggota.

Yang disebut belanja itu tidak lebih dari berjalan-jalan di mal universitas, yang disebut mal universitas juga merupakan jalan pejalan kaki yang terdiri dari sebuah bungalow besar. Kampus baru mereka terletak di pinggiran kota, dan daerah perkotaan dan pedesaan dapat dilihat di mana-mana.

Di tengah jalan, Chen Shaoyi ingin merangkulnya tetapi dia merasa ini terlalu mirip interaksi orang pacaran, jadi dia dengan canggung menepisnya.

Chen Shaoyi tidak peduli, mengayunkan tangannya sendiri berjalan di sisinya. Dari waktu ke waktu, membentur tubuh Hua Yu dengan bahu, lalu cekikikan.

Hua Yu seperti ibu yang membawa anak nakal akhirnya hanya bisa membiarkan Chen Shaoyi berjalan di belakang dan meletakkan kedua tangan di pundaknya.

"Aku memberitahumu sesuatu," Hua Yu berkata ketika Chen Shaoyi mendorongnya berjalan maju, "Tiga aturan."

"Hmm?" Chen Shaoyi memiringkan kepalanya. "Apa itu?"

"Yang pertama, jangan panggil aku Hua Hua diluar." Hua Yu berkata, "Terutama di kelas."

"Kenapa..." Chen Shaoyi memprotes, "Hua Hua sangat indah dan imut."

"Yang kedua, lain kali kau tidak boleh memelukku seperti ini, kalau dilihat orang, mereka akan berpikir aneh."

Chen Shaoyi tidak mengatakan apa-apa sejenak, hanya bergumam dari hidung. "Hm..hm..."

“Tidak boleh manja!” Hua Yu langsung menghentikannya.

"... oh." Chen Shaoyi menggantung kepalanya.

"Dan kemudian tidak—"

"Katamu tiga aturan! Sudah ada tiga!"

"..."

Hua Yu tiba-tiba lupa apa yang akan dia katakan tadi.

Dia kemudian berkata lagi, "Apa kau mengerti?"

"Mengerti," Chen Shaoyi menjawab dengan patuh.

Mereka masuk ke toko perlengkapan harian, dan Chen Shaoyi langsung berjalan ke area produk wanita, dan kemudian mengambil dua bungkus pembalut wanita yang tebal dan mencolok.

Hua Yu terkejut, dia ingin kesana untuk menghentikan tetapi khawatir dianggap sebagai orang cabul. Si banci ini benar-benar akan membeli ini!

Chen Shaoyi kembali ke depannya, wajahnya diwarnai dengan cahaya merah yang bersemangat, dan dia dengan antusias memasukkan dua bungkus pembalut itu ke dalam lengan Hua Yu. "Beruntung! Ini sangat tebal!"

Hua Yu seperti memegang kentang panas di tangannya. "Fccccck, kenapa kau memberiku ini!"

“Karena harus menggunakannya besok saat mengikuti pelatihan militer, inilah yang diajarkan oleh kakak senior hari ini.” Chen Shaoyi lanjut berkata, "Ini tidak akan melukai telapak kakimu."

“Ah, begitu.” Dia ingat bahwa kedua kakak idiotnya tampaknya juga mengajarinya seperti ini, jadi dia tetap memegangnya sambil mengikuti Chen Shaoyi berjalan ke kasir.

Semua orang tahu yang sebenarnya, tetapi ketika kakak kasir tersenyum melihat mereka, rasa malu di hatinya masih melekat.

Chen Shaoyi lebih terbuka daripada dia. Dia tersenyum manis dan membual bahwa senyum kakak itu sangat indah. Si kakak kasir senang dan memberinya kartu keanggotaan.

Hei, moral publik semakin merosot seiring berlalunya waktu (idiom).

Hua Yu menghela nafas dan melarikan diri ke pintu toko, menatap awan di langit dengan wajah dalam.

Seorang gadis melewatinya, Hua Yu beralih memandangnya, kebetulan gadis itu balas menatapnya dan tersenyum padanya.

Gadis itu sangat cantik, dua alis panjang dengan sepasang mata besar, terkesan ramah saat tersenyum. Diberi senyum oleh seorang gadis cantik, Hua Yu merespon dengan senyum manly.

"Hua Hua." si pihak ketiga yang tidak inginkan, Chen Shaoyi muncul di depan matanya lalu menariknya pergi, "Ayo belanja sepatu."

"Lepaskan!" Gadis cantik dibelakang pasti masih memperhatikan, dan Hua Yu bergegas untuk menarik kembali tangannya. "Jalan saja, jangan menarikku."

Chen Shaoyi bergumam lalu melepasnya. Hua Yu melihat kebelakang, gadis itu tidak lagi di pintu.

Chen Shaoyi sangat pilih-pilih tentang sepatu, dan pasti glamor. Dia menilai sepatu dari beberapa toko sepatu dengan estetika klip kertas yang ditekuk sendiri, dan akhirnya memutuskan bahwa semua sepatu di ruangan itu adalah sampah.
Ketika pergi, Hua Yu melihat bahwa pemilik toko sangat marah.

Setelah mengunjungi toko sepatu, si banci mengajaknya membeli makanan ringan. Setelah membeli makanan ringan, dia terpana dengan perabotan kecil di rumah butik. Jika bukan karena telepon Cheng Qi, mereka mungkin tidak akan bisa keluar dari jalan ini.

"Kalian dimana? Tidak ada orang di asrama. Aku baru saja menginjak-injak seekor kecoak. Mari kita pergi ke ikan beancurd di Gerbang Selatan untuk makan malam, katanya makanan disana sangat enak. Setelah makan malam kita ada rapat jam 8: 00 di gedung bisnis."

"Oke, kami di Gerbang Selatan." Hua Yu melihat sekeliling, tidak melihat Ikan beancurd, dia bertanya, "Dimana lokasi Ikan beancurd."

"Ada tiga distrik, ABC. Kalian tunggu di gerbang area B. Aku dan kakak Lu akan tiba sebentar lagi."
.
.

Cheng Qi yang entah meminjam sepeda darimana, tiba dalam beberapa menit.  Pada saat ini, Hua Yu sedang berusaha membujuk Chen Shaoyi untuk menyerahkan boneka beruang jumbo, karena terlalu tidak nyaman bagi lelaki besar untuk makan sambil boneka besar.

Namun, Cheng Qi bisa memecahkan masalah dengan beberapa kata.

"Oh, Nona Cherry sayangku, warna beruang ini tidak cocok untukmu. Kita bisa kembali dan memilih yang lebih baik nanti, biarkan marmut ini pergi ke neraka."

"Oh, Kolonel Kiki." Chen Shaoyi berkata, "Kau benar."

Cheng Qi memberi isyarat 'beres' ke Hua Yu.

"..."

Sangat menakjubkan.
.
.

Lu Xuzhi mengatakan bahwa dia masih memiliki sesuatu untuk dilakukan, biarkan mereka yang mereservasi meja. Ketiga orang itu memilih meja persegi atas keputusan Chen Shaoyi.

"Dalam perjalanan tadi, aku menerima brosur dari klub." Cheng Qi berkata sambil membuka brosur itu. "Ini klub penyiaran, dan akan merekrut calon anggota baru di alun-alun besok."

"Sangat awal?" Hua Yu sangat tertarik dengan klub universitas. "Apa ada yang lain?"

Cheng Qi menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu, seharusnya begitu. Lagi pula, aku hanya ingin masuk ke klub penyiaran dan aku sudah dipilih langsung."

“Benarkah?” Hua Yu menganggap Cheng Qi sebagai standar bunga sosialis tetapi juga sangat terkesan dengan mobilitasnya.

"Ya." Cheng Qi mengedipkan matanya ambigu, dan tahi lalat kecil di bawah sudut kanan matanya ikut bergoyang. "Aku ... berhubungan dengan stasiun master mereka."

“Kau sangat gay.” Hua Yu mengambil kesempatan untuk mengambil kata-kata yang Cheng Qi katakan padanya di pagi hari.

"Aku memang gay," Cheng Qi mengangkat bahu. "Dari awal."

Hua Yu terdiam. "..."

WTF? Jawaban ini tidak sesuai ekspektasinya.


5. Hei, si banci ini!

Keributan mereka akhirnya membangunkan dua orang lainnya diranjang sebelah. Cheng Qi bertanya dengan malas, "Siapa yang korban ah?"

Lu Xuzhi juga bangun dan bertanya setelah menguap. "Hua Hua, kau ..."

"Aku tidak!"

Kata-kata Lu Xuzhi tidak selesai, "Kau ..."

"Aku tidak!"

Lu Xuzhi, "..."

Chen Shaoyi menyusut di kaki tempat tidur. "Hua Hua, aku minta maaf."

Hua Yu berusaha menenangkan suasana hati yang tidak tahu emosi apa itu. Dia merasa bahwa dia seharusnya tidak marah, dan dia tidak tahu mengapa dia tidak harus marah. Masuk akal bahwa laki-laki mengibarkan bendera dipagi hari, jelas itu hal yang biasa.

Namun, itu sangat berbeda saat mendapati itu mengibar disela bokongnya, tentu dia tidak tahan.

Dikombinasikan dengan mimpi itu, tidak ada yang salah, itu mimpi yang baik, namun pada akhirnya akan seperti ini, sangat mengecewakan.

Ketika dia menatap Chen Shaoyi lagi, pria itu dengan malu-malu membenamkan wajahnya di antara kedua kakinya, seperti seorang gadis. "Aku akan bertanggung jawab."

Hua Yu tampak ketakutan. "Kau bertanggung jawab atas apa?"

Chen Shaoyi agak kusut, dengan hati-hati berkata. "Itu, jadi kau yang bertanggung jawab?"

Cheng Qi diranjang sebelah mulai mencemooh. "Oh, oh, ini mengerikan ..."

Lu Xuzhi berlagak sebagai wakil orang tua. "Hua Hua, kami serahkan keluarga kami Chen Chen kepadamu."

"Kami tidak ada apa-apa. Anak ini begitu energik di pagi hari jadi aku takut..." Hua Yu bergegas menjelaskan, namun Cheng Qi memotong.

"Kenapa kau begitu cemas?" Kata Cheng Qi sambil tersenyum, "Ini lelucon biasa antar gay kan?"

"Aku--" Hua Yu terdiam.

Siapa juga yang gay?

Hua Yu yang putus asa memandangi papan tempat tidur di atas kepalanya dan menyeka wajahnya. "Ya Tuhan—"

Beri dia istirahat.
.
.

Pada tanggal 1, tanggal pendaftaran resmi, para siswa baru memasuki gerbang kampus dengan antusiasme tinggi, dan setiap tenda penuh sesak dengan orang-orang.

Lu Xuzhi membawa mereka untuk mendaftar lebih awal alhasil para kakak senior dengan antusias mendesak mereka untuk tetap tinggal.

Hua Yu ingin kembali dan tidur, tetapi ketika melihat Cheng Qi belum bergerak, dia malu untuk pergi, dan tetap berdiri tanpa daya didepan meja dan melihat daftar di tangannya.

Pada pukul 10, ada semakin banyak orang, dan beberapa orang sibuk bergegas mengejar pagi. Satu-satunya hal yang membuat Hua Yu merasa bersyukur adalah bahwa ada lebih banyak gadis di jurusan bisnis, dan banyak yang cantik, setidaknya bisa menyegarkan mata.

Menjelang tengah hari, jumlah orang semakin sedikit, mungkin matahari semakin besar, dan mereka tidak mau berlarian di bawah terik matahari.

Di sisa waktu, beberapa gadis meminta kontak Hua Yu. Salah satu gadis yang berani berkata langsung. "Kau terlihat sangat tampan."

Chen Shaoyi mendengarnya. Dia merasa sangat tidak nyaman di hatinya. Dia mendekat untuk menutupi Hua Yu di belakangnya, "Kenapa kau tidak memujiku?"

“Kau juga terlihat tampan.” Gadis itu tertawa, “Tapi kau terlihat seperti gay.”

Gadis-gadis di sekitarnya tertawa dan Hua Yu juga tertawa.

Sampai para gadis itu pergi, Chen Shaoyi masih tidak mampu untuk ceria. Dia cemberut dan mengatur diagram alir di atas meja.

“Kenapa?” Hua Yu memandangnya dan bertanya, “Mereka memujimu, kenapa kau tidak bahagia?”

"Kau memberinya nomor ponselmu." Chen  Shaoyi marah, "Kau tidak memberikannya padaku."

"Kau tidak bertanya."

Chen Shaoyi ngambek lalu mendorong Cheng Qi agar berpindah ke sebelah Hua Yu dan kemudian ketika melihat Hua Yu masih mengawasinya, dia memalingkan wajahnya.

Hua Yu, "..."

Hei, si banci ini.
.
.

Setelah makan siang, Hua Yu bertanya kepada Lu Xuzhi, "Senior, ke mana arah kantor bisnis? Aku ingin menemui penasihat."

"Biarkan Cheng Qi membawamu ke sana. Dia sudah mengenal kampus dengan baik." Lu Xuzhi berkata, "Apa yang kau cari?"

“Ah, tidak ada apa-apa.” Dia malu mengatakan bahwa dia ingin mengganti kamar asrama, dan sambil menggaruk rambutnya, pergi ke Cheng Qi.

Cheng Qi, "Ayo, pergi."

“Tidak, kau beritahu saja arahnya." kata Hua Yu, “Aku bisa kesana sendiri."

"Oh ..." Tepat pada waktunya, ada pesta di sore hari, jadi Cheng Qi tidak perlu membawanya. "Dari alun-alun ini, pergi ke barat dari pintu keluar kedua, lalu ke selatan di sepanjang jalan siswa sekitar satu atau dua ratus meter, disana ada Gedung Yifu dan ada sebuah patung di depan Gedung Yifu, kau lewati patung itu dan kemudian pergi ke arah barat ... "

"Tunggu, tunggu, tunggu!" Hua Yu memotongnya, "Aku orang selatan."

"Ah, kenapa dengan orang selatan?"

"Aku tidak pernah paham arah mata angin!" Kata Hua Yu. "Kau tidak bisa mengatakan ke kiri dan ke kanan?"

Tiba-tiba sebuah tangan menariknya, "Aku akan membawamu ke sana."

Itu Chen Shaoyi.

"Aku akan pergi sendiri." Hua Yu berjuang, tetapi pria sialan ini terlalu kuat. Dia mencoba dua kali dan menyerah. "Aku akan pergi denganmu, tapi bisa tidak lepaskan aku dulu?"

Chen Shaoyi melirik ke arahnya, kemudian melepaskan tangannya dan mengambil payung untuk membukanya, lalu mengipasi angin dengan tangannya.

Hua Yu diam-diam menatap renda merah muda cerah yang tergantung dari payung.

Dia ingin bertanya apakah tidak bisa pria kokoh jangan menggunakan sesuatu yang berwarna pink, namun mengingat ucapan Chen Shaoyi tentang dirinya yang tidak memandangnya aneh seperti orang lain, Hua Yu mengurungkan niatnya.

“Kenapa kau tidak bicara?” Chen Shaoyi tiba-tiba bertanya.

“Ah, apa yang harus kukatakan,” Hua Yu berkata, “Kau masih marah padaku?”

“Aku tidak marah,” Chen Shaoyi mengabaikan mata yang dilemparkan oleh orang lain dan berbisik, “Aku selalu ingin memberitahumu bahwa kau sangat tampan, tetapi aku sudah didahului oleh orang lain.”

Hua Yu, "..."

Untuk hal ini, Hua Yu tidak bisa menahan senyum. Dia sedikit senang di dalam hatinya. Lagipula, bukankah dia dipuji?

"Dan nomor ponselmu." Chen Shaoyi memandangnya, "Berikan padaku."

Ini juga diingat. "... oh."

Mereka bertukar informasi kontak.

Setelah beberapa saat, hampir mendekat ke Gedung Yifu, dan mereka bisa melihat patung yang dikatakan Cheng Qi.

Chen Shaoyi memandangnya beberapa kali, entah bagaimana terlihat cemas.

“Ada apa?” ​​Tanya Hua Yu.

"Hua Hua, kau ...," ucapan Chen Shaoyi terhenti, menatapnya dengan ekspresi kesal, dan kemudian melihat ke bawah ke jari kakinya. "Tidak ada apa-apa."

Hua Yu berpikir bahwa dia menebak-nebak tujuannya menemui konselor dan hatinya dipenuhi dengan rasa bersalah yang tak dapat dijelaskan.

Aneh, itu sangat aneh.

Chen Shaoyi tidak mengklarifikasi, dia berpura-pura tidak terjadi apa-apa, dan terus berjalan dengan santai.

Si banci ini sebenarnya cukup sensitif di dalam, pikir Hua Yu.
.
.

Kantor Penasihat ada di lantai pertama, dia mengambil keuntungan dari Chen shaoyi di luar untuk melihat sejarah kampus dan mengetuk pintu kantor.

"Silakan masuk." Suara wanita merespon.

Hua Yu membuka pintu dan masuk. Dia merasakan kesejukan AC yang nyaman, dan bertanya, "Apa ada Guru Liu?"

"Aku." Kata wanita berusia tiga puluhan. Dia mengenakan kacamata dan tidak terlihat terlalu bagus. "Apa kau mahasiswa baru?"

"Ya." Hua Yu menunduk kepalanya dan berjalan ke mejanya. "Aku ingin memberitahumu, apa aku bisa mengganti kamar asramaku?"

"Kenapa kau ingin mengganti kamar asrama?" Konselor bertanya sambil mendorong kacamatanya.

"Ah, itu itu, itu..." Hua Yu mudah bersumpah ketika dia bertemu dengan seorang wanita yang lebih tua. Ini adalah efek dari kedua saudara perempuannya. "Aku pikir aku tidak bisa bergaul dengan teman sekamarku ..."

“Perguruan kami telah menambah jumlah orang tahun ini, jadi tidak akan ada tempat tidur kosong di asrama lain.” Konselor berkata, “Jika kau ingin mengganti, kau bisa berkomunikasi dengan siswa lain dan jika mereka bersedia, kau bisa menemuiku. Tapi aku sangat ingin tahu, kau baru tinggal sebentar dengan teman sekamarmu, bagaimana kau tahu kalian tidak bisa bergaul?"

"Aku, aku pikir itu seharusnya tidak ..."

"Kau..." Konselor itu menghela nafas. "Kau sudah menjadi mahasiswa. Cara belajar berurusan dengan hubungan antarpribadi juga merupakan kursus wajib. Jangan menghindari masalah ketika kau memiliki masalah. Sekarang kau merasa kalau kau tidak rukun dengan mereka dan ingin mengganti kamar tidur, jika bekerja nanti, apa kau akan meminta atasanmu untuk mengganti rekan kerjamu karena kau tidak puas?"

"..."

Siswa Hua Yu sekali lagi tidak bisa berkata-kata.
.
.

Dia berjalan keluar dari kantor dalam suasana hati yang cemberut, dan merasa bahwa penasihat itu terlalu sulit untuk diajak bicara, dan apa yang dikatakan wanita itu juga agak masuk akal.

Chen Shaoyi masih melihat foto-foto karyawan yang luar biasa, rambut setengah panjang di sepanjang leher ikut berayun saat dia bergerak. Si pria besar dengan 188 meter ini gerakannya sangat lucu sehingga Hua Yu berpikir itu adalah semacam bakat.

"Ayo pergi," kata Hua Yu."

"... oh." Ekspresi Chen Shaoyi tidak senang. Dia menundukkan Hua Yu, tidak tahu apa yang dia pikirkan.

“Tidak bisa makan barbekyu, apa yang ingin kau makan?” Tanya Hua Yu.

“Ah?” Chen Shaoyi terlihat bingung.

“Bukankah kita akan makan malam bersama di asrama?” Hua Yu meliriknya. “Kami bisa makan apapun, jadi kau mau makan apa?"

Wajah Chen Shaoyi perlahan berubah dari rendah menjadi tidak bisa dipercaya, dan pada kecepatan yang terlihat itu menjadi kegembiraan yang tak terkendali.

"Hua Hua!" Teriaknya.

"Ah." Hua Yu telinganya, "Aku tidak tahu apa kau memiliki pengeras suara di tenggorokanmu."

“Hua Hua Hua Hua!” Chen Shaoyi dengan sangat bahagia memeluknya dari belakang.

"Panggil sekali saja, kau menyebalkan."

"Hua Hua Hua Hua," Chen Shaoyi tidak mendengarkan sama sekali, dia masih menempel padanya, "Aku sangat menyukaimu."

"Oh."

"Sangat suka."

"..."

"Sangat super duper suka!"

"Aku tahu, aku tahu."


4. Aku sangat menyukaimu

Ada sebuah pepatah yang disebut lengan yang tidak dapat diputar, dan Siswa Hua Yu dapat dianggap sedang mengalaminya saat ini.

*kekuatan Anda tidak cukup kuat untuk melawan kerabat

Karena si pria berotot nan gemulai ini benar-benar terlalu feminin, maka ia secara tidak sadar mengabaikan fakta bahwa pihak lain adalah King Kong Barbie yang sangat kuat. Karena itu, ketika Chen Shaoyi memaksa naik ke tempat tidurnya, dia merasa sulit untuk mendorong, itu membuatnya frustrasi dan sedikit panik.

Dia selalu merasa dia adalah pria dengan tipe dan kekuatan normal dengan sedikit otot di lengannya, tetapi tidak terlalu menonjol. Dia juga memiliki kemampuan menahan beban yang normal. Singkatnya, dia tidak merasa tidak berdaya.

Sampai sekarang, ketika dia bertemu Chen Shaoyi, orang ini telah menumbangkan tiga pandangannya bahwa dia telah mampu membentuk otot dalam 18 tahun terakhir.

"Aku tidak tahan gerah." Hua Yu berbisik, mencoba menolak. "Sekarang cuaca panas, dua kipas tidak hidup, kau masih lebih dingin di tempat tidur atas."

“Tidak masalah." Chen Shaoyi mengeluarkan kipas kecil bersamanya. "Aku membelinya hari ini!"

"..." Hua Yu beralih bertanya, "Bagaimana kau tidur sebelumnya jika kau takut gelap?"

"Aku biasanya tidur dengan lampu menyala ..." Chen Shaoyi tampak sangat menyedihkan, bahkan memeluk lutut dan berusaha menyusut menjadi bola.

Dalam kegelapan, cahaya redup di luar jendela memantul di matanya yang tergenang air mata, membuatnya tampak seperti binatang kecil yang tak punya rumah.

Ya, siswa Hua Yu dengan memalukannya begitu lembut. Tidak mungkin menjadi pria straight bergaya buku teks yang tidak tahan terhadap wajah seperti gadis imut!

"Aku super baik," Chen Shaoyi memiringkan kepalanya dan mengerjap, "Jangan mengacaukan selimut, nendengkur, menggertakkan gigi atau mengigau."

Fck...

Hua Yu tidak berani melihat wajahnya. Dia selalu merasa bahwa dia sekarang tergoda oleh hantu perempuan Xiao Qian, dan begitu dia menerima undangan, dia akan jatuh ke dalam jurang yang tidak dikenal.

"Kau sialan jika kau berani melakukan hal-hal aneh." Hua Yu mengancam, "Aku akan membunuhmu!"

Chen Shaoyi tiba-tiba memerah, untung kegelapan menutupi segalanya. Dia berbaring dalam diam di sebelah Hua Yu dan tersenyum lembut.

"Apa yang kau senyumkan?"

"Tidak, aku merasa sangat beruntung," kata Chen Shaoyi lembut, mengangkat tangannya dan menggosok rambutnya yang setengah panjang, "Kau sangat lembut dan tidak menatapku dengan mata aneh seperti orang lain."

"..."

Sebenarnya, aku juga ... Kalimat ini tak bisa dikatakan, tapi sulit untuk tetap di dalam dan hanya dapat diubah menjadi. "Aku tidak bersikap baik."

“Tidak, Hua Hua adalah orang yang sangat lembut, sangat toleran terhadapku.” Chen Shaoyi tersenyum lagi, “Kau orang yang sangat baik, aku sangat menyukaimu.”

"..." Laozi melihat itu sebagai seorang gadis.

Namun, dia tidak bisa mengatakan ini. Dia ingin bertanya kepada Chen Shaoyi bagaimana hidup dalam kebajikan ini. Dia merasa bahwa hubungan antara keduanya tidak begitu dekat, dan dia sangat terhuyung-huyung.

Dia mengeluarkan ponsel dan berencana untuk membaca novel digital.

Suara Chen Shaoyi berdering pelan, "Tidak baik bagi kulit untuk begadang. Tidurlah lebih awal."

Hua Yu tampaknya merasakan kembali rasa takut akan didominasi oleh dua kakak perempuannya. "..."

Dia terus bicara.

"Hua Hua sangat lucu!" Poin lucu Chen Shaoyi sangat rendah, dia memeluk Hua Yu, "Ah, tubuhnya juga tipis dan lembut ..."

Hua Yu menggigit giginya dan menendangnya dari tempat tidur.

Fck, dia sempat baik dengan idiot ini!  Benar-benar idiot!

Chen Shaoyi yang jatuh di bawah tempat tidur, cemberut. "Aku hanya mengatakan yang sebenarnya ..."

Cheng Hao diranjang seberang dari tadi menahan tawa, dan tidak bisa menahannya lagi. "Ha ha ha ha ha ha ha ha~"

Lu Xuzhi mengikuti, "Ha ha ha ha ha ha~"

Hua Yu merentangkan kakinya dan menendang Chen Shaoyi lagi. "Aku tidak tahan, kau pergi lecehkan mereka! Jangan keras kepala padaku!"

"Itu tidak akan berhasil." Cheng Hao penuh tawa. "Chen Chen bilang menyukaimu, karena Hua Hua sangat lembut, Chen Chen mana mungkin bisa tahan untuk melecehkan orang lain selain Hua Hua?"

Lu Xuzhi, "Setuju."

Cheng Hao, "Ha ha ha ha ha ha ha ha ha -"

Hua Yu, "..."

Chen Shaoyi, "..."

Hua Yu menyerah, dan berbaring langsung di tempat tidur menghadap ke dinding, berpikir dalam-dalam tentang menerapkan untuk kamar asrama adalah masalah serius dan menguras batin.  

Duo haha ​​di sana akhirnya berhenti, dan kini getaran obrolan WeChat terdengar dari waktu ke waktu.

Chen Shaoyi bertanya dengan lemah, "Hua Hua, apa aku bisa tidur denganmu?"

Hua Yu, "..."

Chen Shaoyi mulai memanjat tempat tidur lagi, dan aroma susu body lotion di tubuhnya menguar ke hidung Hua Yu. "Hua Hua, aku datang ..."

Hua Yu, "..."

Chen Shaoyi tidak berani memeluknya kali ini. Dia berbaring miring dengan lengan memeluk bantal dan memandangi tato halus di leher Hua Yu dengan cahaya redup. Dia tidak bisa melihat dengan jelas dalam gelap dan nyaris tidak bisa mengenali bentuknya.

Dia tiba-tiba memiliki keinginan untuk menciumnya.

Tentu saja dia tidak berani melakukan ini, dia takut. Jadi dia hanya menggeser sedikit lebih dekar, lalu membisikkan sebuah kalimat. "Selamat malam."

Selama dia tidak berlagak imut, suaranya masih seperti pria normal, dan terdengar sangat magnetis dan nyaman. Hua Yu tertegun mendengar suara normalnya.

"... Selamat malam," Dia menjawab dengan canggung.

Bagaimanapun, dia memutuskan untuk pindah kamar asrama.

Hua Yu malam ini membuat mimpi yang sangat indah, seperti ketika mimpi saat pertamanya, dia membuat musim semi yang indah.

Dia tidak bisa melihat wajah orang itu. Dia hanya tahu bahwa itu adalah seorang gadis dengan leher pendek dan rambut pendek. Bibir tipis dan lembut menempel di tenggorokannya. Lidah kecil perlahan turun, nakal, melintasi tulang selangka, dada, dan kemudian mengisap dan mencium pusar.

Ketika gadis itu berhenti, dia tersenyum lembut, lalu melangkah mundur dua langkah, duduk di tulang kering Hua Yu, perlahan dan perlahan mengambil rok pendeknya ...

Tenggorokan Hua Yu bergulir sedikit, matanya tertuju padanya, dan dia tidak bergerak.

Gadis itu masih berjongkok di atas roknya, dan gerakan yang lambat dari aksinya membuat Hua Yu berkeringat.

Cepat, cepat, cepat.

Bahkan jika dia sangat cemas, dia tidak bisa menjangkau untuk membantu gadis itu sendiri, ini membuatnya terlihat lebih cemas.

“Jangan khawatir.” Gadis itu berkata sambil tersenyum, tetapi suara itu bukan jenis suara wanita feminin yang dia bayangkan, tetapi sebagian netralitas.

Tapi Hua Yu tidak berpikir jauh dan pikirannya hanya penuh dengan rok gadis itu.

Gadis itu akhirnya mengangkat bagian bawah roknya.

Apa yang dilihat Hua Yu?

Tatapannya pertama-tama melihat ke garis yang telanjang, kemudian bulu yang lebat, kemudian sesuatu yang berdiri diantara bulu...

Segera ini tampak di depan matanya, pinggulnya terasa terbakar panas dan agresif.

Hua Yu, "Ah--" dibangunkan oleh desah lega, banjir dengan keringat, terengah-engah.

“Hua Hua, apa yang terjadi?” Chen Shaoyi juga terbangun oleh suaranya, dia menggosok mata dan menguap.

"Apa yang kau katakan!" Hua Yu masih dalam situasi mimpi musim semi. Mimpi berubah. Dalam ketakutan mimpi, jantungnya melompat kencang, dan segera membuka membuka selimut.

Benar saja, Chen Shaoyi masih keras, dan dapat dikatakan bahwa itu penuh energi dan tidak sabar untuk keluar dari pakaian dalamnya.

Hua Yu, "..."

Chen Shaoyi juga bereaksi. Dia memeluk dirinya sendiri dan melihat Hua Yu dengan wajah merah. Ujung telinganya juga memerah.

Hua Yu, "..."

Whoa, whoa, apa yang terjadi?!!! Jelas, itu adalah kau sialan, senjata mematikanmu yang menyodok pantat Laozi, bagaimana kau bertingkah seakan Laozi yang memperkosamu?

"Ekspresi macam apa itu! Aku korbannya!"


3. Aku takut gelap

"..."

Siswa Hua Yu tidak bisa berkata-kata.

Hanya menampakkan wajah dingin.

"Wow, tipe sangat dingin." Cheng Qi menjentikkan jarinya, "Imut!"

Hua Yu, "..."

Cheng Qi jelas merupakan si idiot genit. Setelah mengangkat dagu Hua Yu, dia beralih merangkul bahu pria berotot nan gemulai.

"Main wilderness action!" Cheng Qi berkata, "Kau harus mati untukku."

"Tapi aku tidak mau bermain Arthur ..." gumam Cheng Shaoyi. "Kakak perempuan lebih baik."

"Kau bisa menggunakan Sun Shangxiang, tangannya panjang. Atau Xiao Qiao membantu, toh, kau lebih baik daripada aku." Cheng Qi sudah bergegas mengeluarkan ponsel, "Mulan juga bagus!"

"Tapi Mulan terlihat sangat ganas," kata Cheng Shaoyi, "Hua Hua juga ganas."

"Siapa Hua Hua?"

Hua Yu mengangkat tangan dengan menekan amarah dan memberi Cheng Qi pandangan tenang.

"Oh ... hahahahahaha!" Cheng Hao tertawa terpingkal, memegang perutnya, game yang tadi ingin dimainkan, dia abaikan. "Oh, ini Hua Yu kan? Lao Chen kau terlalu buruk!"

Chen Shaoyi, "... Jangan panggil aku Lao Chen."

"Ah." Cheng Hao segera meralat "Ya ampun, Nona Cherry, tolong maafkan aku karena bersikap kasar. Kecantikanmu benar-benar hebat."

"Oh, terima kasih, Kolonel Qiqi tersayang, kau tampan hari ini."

Hua Yu, "..."

Kedua orang ini baru saja bertemu hari ini kan?!

"Aku biasanya bermain Li Bai." Hua Yu merasa bahwa dia harus mengalihkan pembicaraan dan mencoba untuk membawa perhatian kedua makhluk idiot ini kembali ke bahasan game. "Tolong invite aku! Aku bisa output tambahan ah!"

Betapa sulitnya bagi seorang lelaki straight untuk bertahan hidup di tempat berkumpulnya kaum gay.

Ketika Chen Shaoyi memenangkan MVP untuk kelima kalinya, Hua Yu akhirnya mengubah sedikit pandangannya. Namun, proses perubahan ini agak menyakitkan, karena Chen Shaoyi akan berbisik setiap kali dia membunuh seseorang, "Aaah, maaf, maafkan aku~"

Meskipun orang tidak bisa mendengarnya.
Diperkirakan mereka tidak akan merasa bahagia ketika mendengarnya.

"Kau jangan minta maaf," kata Hua Yu. "Jika orang tahu, mereka akan ingin membunuhmu lebih banyak."

“Aaah, maafkan aku." Chen Shaoyi tidak mendengar kata-katanya. "Aku tidak ingin membunuhmu, tetapi kulit pahlawanmu benar-benar jelek."

Hua Yu, "..."

Apa kau terpancing karena penampilannya?

Karena mereka kecanduan permainan, ide makan malam yang tadi direncanakan, terabaikan jadi empat orang itu memesan takeaway.

Ketika takeaway tiba, Hua Yu mati lagi, sehingga dia harus turun untuk mengambilnya sebagai hukuman.

Hua Yu sangat enggan. "Kenapa? Aku mengambil semua darahku."

Chen Shaoyi mendongak. "Hua Hua."

Cheng Qi mengikuti, "Hua Hua."

Lu Xuzhi mengikuti formasi, "Hua Hua."

Hua Hua kakekmu! Hua Yu keluar dari kamar. "Aku, aku, aku!"

Persetan kalian, aku harus ganti asrama! Aku tidak bisa hidup seperti ini!

Kemudian, ketika makan, Chen Shaoyi meletakkan daging babi rebus kedalam mangkuknya. "Untukmu, aku sedang diet."

Hua Yu merespon, "Jangan kira satu iris babi rebus bisa menyuapku ..."

Chen Shaoyi kembali menambahkan beberapa iris padanya.

Hua Yu segera memutuskan untuk pindah kamar asrama setelah makan.

Setelah makan, jam biologis Hua Yu secara otomatis mengingatkannya: Sudah waktunya untuk mandi.

Jam biologis ini dilatih secara paksa oleh dua kakaknya, sangat teratur dan tidak dapat dilawan.

Jadi dia berdiri dan bertanya apa dia bisa mandi sekarang.

Chen Shaoyi juga berkata. "Ah ya, kartu kampus tidak ada saldo, apa bisa mengisi ulang secara online?"

Cheng Qi dan Lu Xuzhi menatap mereka dengan tatapan kecil, kasihan.

Lu Xuzhi, "Apakah kalian tidak melihat akomodasi kampus sebelum masuk?"

Cheng Qi, "Setelah memasuki kamar, apa kalian tidak lihat tidak ada toilet tunggal?"

Lu Xuzhi, "Tentu saja tidak ada tempat pemandian umum."

Cheng Qi, "Pemandian itu masih ditutup sekarang."

Lu Xuzhi, "Hidup dengan tangguh, bisa pergi ke ruang air untuk menyelesaikannya."

Cheng Qi, "Sangat praktis."

Kali ini, Chen Shaoyi runtuh, dan wajahnya yang tampan berkerut menjadi roti kukus, "Apa tidak ada yang namanya toilet pribadi!!!!"

Jam biologis Hua Yu tidak memungkinkannya untuk tidak mandi, dan Chen Shaoyi juga.

Jadi, untuk sementara mereka membahas sebagai sesama korban.

"Hua Hua," Emosi Chen Shaoyi yang rendah dan pedih berbicara dengan malu, "Setelah beberapa saat, aku mandi lebih dulu, kau tidak boleh melihatnya."

"..." Hua Yu sangat lelah. "Untuk apa aku lihat sesuatu darimu yang aku juga punya."

"Kau tidak punya abs," kata Chen Shaoyi.

Hua Yu, "..."

Sialah, salah perhitungan.

"Cuih! Abs doang! Jika aku tidak dipaksa menjadi kutu buku setiap hari, aku juga bisa membentuknya!"

Harga dirinya tidak memungkinkannya untuk menundukkan kepalanya!

"Ah." Chen Shaoyi tampak sedikit bersemangat. "Apa aku bisa melihatmu mandi?"

“Tidak!” Hua Yu membanting pintu ruang air dan berkata dengan keras, “Aku akan mandi lebih dulu! Kau harus antri!”

Chen Shaoyi menggaruk pintu. "Tidak, tidak, kau tidak bisa meninggalkanku! Aku takut!"

Hua Yu sarkas, "... Lampu terang dan kau takut hantu?"

"Ah, benar. Aku takut pada hantu. Huhuhu, aku sendirian sekarang!" Chen Shaoyi merengek sampai menangis sambil dua tangannya yang kokoh menepuk-nepuk pintu. "Hua Hua, biarkan aku masuk ..."

Hua Yu menghela napas dalam-dalam.

"Hua Hua..."

"Panggil Hua Hua lagi, aku benar-benar tidak akan membiarkanmu masuk," Dia menarik baut.

"Baik, baik!" Chen Shaoyi masuk ke dalam bilik dan melihat sosok Hua Yu yang topless, matanya berbinar, "wow ..."

Hua Yu kaku dan memiliki firasat buruk.

"Dada pink!" Mata Chen Shaoyi 😍, "Wow, wawawa, aku iri, aku ingin!"

Wajah Hua Yu menghitam dan menendangnya si cabul terkutuk ini tanpa ampun untuk keluar.

Malam itu, siswa lain yang sudah tinggal di asrama pada hari yang sama mendengar teriakan 'Jangaaaan ah~~' bergema nyaring untuk waktu yang lama.
.
.

Setelah susah payah menyelesaikan masalah mandi, Hua Yu kembali ke kamar asrama dengan seekor anjing besar yang bersedih di belakangnya.

Dia jatuh ke tempat tidur.

Asrama memiliki total empat tempat tidur, terdiri dari dua ranjang susun. Dua meja luas yang berjajar dengan jendela, dan balkon kecil di luar jendela. Ada lemari dan rak buku di dekat pintu, dan empat lemari besi di balkon saling berseberangan.

Tempat tidur bawah tempat HuanYu dan Lu Xuzhi tidur, Chen Shaoyi dan Cheng Qi berada di tempat tidur atas. Jadi Hua Yu memandang ke atas dan melihat tirai merah muda di atas kepala, dan dua kaki panjang Chen Shaoyi yang diayunkan membuatnya putus asa.

Waktu belum mencapai jam dua belas, Lu Xuzhi menyuruh mereka pergi tidur lebih awal karena besok akan resmi mendaftar jadi harus bangun pagi, dan kemudian dia mematikan lampu.

Hua Yu berbaring dibawah selimut dan mendengar suara datang dari atas, lalu dia merasakan monster besar perlahan naik ke tempat tidur dan perlahan mendekatinya.

"WTF!!!" Hua Yu mengumpat, "Sialan, apa yang kau lakukan?!"

"Aku ..." Chen Shaoyi memeluk bantalnya sambil menggigit bibir, sangat menyedihkan, "Aku takut gelap..."


2. Hua Hua~~

Hua Yu duduk di satu-satunya tempat tidur bawah yang masih kosong di dalam kamar asrama. Ranjang diatas kepalanya ada tirai anti-nyamuk merah muda besar dengan motif kelinci Dada. Dia ingin tahu siapa pemilik ranjang itu.

Tetapi sekarang tidak ada waktu untuk mengocehkan ini. Dia memandang pria berotot nan gemulai yang baru saja terbang padanya karena kecoak. Dia tersenyum mengejek, masih bertingkah seperti pria tangguh. "Aku baru lihat ada pria yang takut kecoak."

Pria berotot nan gemulai itu menatapnya dengan wajah lemah, sepasang mata yang terlihat tampan berkedip sedih.

Melihat itu, Hua Yu merasa dia sudah berbicara keterlaluan, sehingga dia menghibur. "Untungnya, kau tidak tinggal di daerahku, disana kecoaknya besar, kecoak amerika. Besarnya bisa seperti jari kelingkingku, bisa terbang ..."

Pria berotot nan gemulai itu jelas membayangkannya dan ketakutan. Dia segera memeluk lengan Lu Xuzhi, tetapi matanya terus menatap wajah Hua Yu. "Lu Lu, bagaimana kau membawa kembali orang jahat ini~ wuwuwuwu."

Lu Xuzhi tidak tahu harus tertawa atau menangis. Dia mengangkat tangannya dan menepuk-nepuk kepalanya, lalu bergegas berkata pada Hua Yu. "Bagaimana kau begitu menghibur?"

Hua Yu tidak menanggapi kesalahan ini dengan serius, dia lebih mementingkan nama gadis dari Lu Xuzhi. "Dia memanggilmu apa?"

"Lu Lu!" Pria berotot nan gemulai itu merespon, menatapnya dengan sepasang mata berair, dan bertanya, "Siapa namamu?"

Intuisi memberi tahu Hua Yu bahwa dia seharusnya tidak memberitahukan namanya kepada makhluk itu, tetapi sepasang matanya yang tampan tidak dapat memisahkan mulutnya dari kendali otak. "Hua Yu."

"Hua Yu." Pria berotot nan gemulai itu mengulanginya, dan kemudian tersenyum. Seakan diterpa angin musim semi. "Aku akan memanggilmu Hua Hua."

"..." Hua Yu speechless. Dia sangat marah pada mulutnya sendiri sehingga dia tidak bisa berbicara.

"Hua Hua Hua Hua ~" Pria berotot nan gemulai itu terlihat sangat menyukainya dan semakin bersemangat, "Hua Hua ~"

Hua Yu mendelik, "Diam!"

Pria berotot dan gemulai itu tiba-tiba mundur, "Kenapa begitu sengit? Kau membuatku takut ..."

"..."

Hua Yu tidak bisa berkata-kata lagi. Jika pria berotot nan gemulai itu bertingkah imut dengan wajah ini, ia masih dapat menerimanya, tetapi ketika ia melihat bentuk tubuhnya, itu membuatnya merinding dan ingin melarikan diri.

Hua Yu memilih untuk tidak mempedulikannya lagi, dan mulai bersiap untuk mengatur tempat tidur. Pada saat ini, si pria berotot nan gemulai yang diabaikan berinisiatif membantunya memegang bantal saat dia akan memasang sprei.

"Kau jangan marah," katanya. "Kau juga bisa memanggilku Chen Chen."

Hua Yu meletakkan seprai dan mendongak, "Siapa namamu?"

Si pria berotot nan gemulai berkedip, masih memeluk bantal Hua Yu. "Chen Chen."

"..." Hua Yu mengambil napas dalam-dalam, "Aku tanya nama lengkapmu."

"Namanya Chen Shaoyi." Lu Xuzhi, yang sedang mendengarkan, tidak bisa mendengarkan lagi. Dia tertawa terbahak dan jatuh di tempat tidur, kembali berkata dengan suara bergetar. "Kau juga bisa memanggilnya Chen Chen."

Hua Yu, "..."

Penalaran, nama panggilan yang sama, tetapi mengapa dia terdengar seperti anak anjing?
.
.

Bagaimana cara mengatur sprei merupakan suatu masalah.

Hua Yu dari kecil sampai besar selalu dimanja oleh dua kakak perempuannya. Selain memakai pakaian dan makan dengan tangan sendiri pada dasarnya keterampilan hidupnya nol. Kali ini dia tidak membiarkan kedua kakaknya itu mengirim kesini, mereka benar-benar melakukan mogok makan untuk memprotes.

Hasil dari protes itu tentu saja tidak efektif, jadi kakak tertua itu memberinya 3.000 yuan dan membuat dirinya menangis. Kakak kedua khawatir bahwa dia akan kehilangan itu jika dia tidak memperhatikan jalan, dan mengambil kembali tiga ribu yuan untuk memasukkannya ke dalam kartu.

Hua Yu si idiot kehidupan memandang sprei dengan sangat khawatir, tetapi dia tidak ingin orang lain tahu bahwa dia adalah idiot.

Jadi dia berdiri di samping tempat tidur dan mematung menatap gumpalan sprei. Dia merasa bahwa dia harus menunggu kesempatan saat mereka tidak perhatikan, dan kemudian perlahan-lahan berurusan dengan sprei ini.

Chen Shaoyi memiringkan kepalanya dan bertanya, "Hua Hua, apa kau tidak bisa mengatur sprei?"

"Diam! Aku akan memukulmu kalau masih memanggilku seperti itu."

Setelah itu, ia menambahkan satu kalimat lagi. "Siapa bilang Laozi tidak bisa melakukannya."

"Tidak masalah, aku akan melakukannya." Chen Shaoyi mengambil bed cover dengan antusiasme khusus. "Aku akan membantumu."

Hua Yu tetap berdiri seperti patung, menyaksikan Chen Shaoyi mengguncangkan sprei dan dengan telaten mengaturnya hingga terpasang rapi.

Hua Yu, "..."

Pertama-tama, dia tegaskan bahwa dia sebenarnya bukan benar-benar tidak menyukainya. Pria berotot nan gemulai ini terlalu semangat membuatnya dalam suasana hati yang sulit.

Chen Shaoyi kembali berbalik dengan raut wajah pujilah aku. Mungkin itu karena dia terlihat seperti Satsuma yang berperilaku baik dan sudah membantunya mengatur sprei, Hua Yu berpikir pria berotot nan gemulai ini sebenarnya sedikit manis.

Chen Shaoyi mengangkat tangan dan mencubit lengannya. Dia berkata dengan lembut, "Lengan Hua Hua tipis dan halus ah, sangat imut."

"..."

Katakan bagaimana ini bisa disebut lengan tipis!

“Aku sangat menyukai lengan tipis ini, tetapi ayah memaksaku untuk membentuk otot.” Chen Shaoyi tenggelam dalam kenangan pahit masa remajanya. ”Ayah juga bilang pria harus memiliki otot, jangan mencukur bulu kaki, jangan perawatan. Ayah benci itu."

"..."

Bagaimana ayahmu, orang yang normal bisa membesarkan putra yang abnormal sepertimu! Apakah ini biologis?

Hua Yu tidak tahan, dia rasa otaknya baru saja kemasukan air sampai berpikir manusia ini manis.

Fcking Idiot!
.
.

Tiga orang dikamar itu mulai membahas masalah makan malam bersama.

Hua Yu mengusulkan. "Bagaimana kalau makan barbekyu, lalu minum bir -"

Chen Shaoyi segera memotong. "Tidak, tidak! Barbekyu tidak bagus untuk kulit!"

Hua Yu meliriknya lalu mendengus, tidak bicara.

Chen Shaoyi mendekat pada Lu Xuzhi, lalu berkata dengan lemah. "Itu tidak baik untuk perut ..."

Lu Xuzhi menepuk pundaknya dan berkata kepada Hua Yu. "Hua Hua jangan begitu sengit, kau harus lembut pada Chen Chen."

Hua Yu meraung marah, "Jangan panggil aku Hua Hua!"

Fck, dia saat ini menantikan teman sekamarnya yang lain adalah orang normal, selamatkan pria lurus ini dari jurang penderitaan!

Sangat putus asa.

Cheng Qi kembali saat hari sudah petang, ia masuk ke kamar dengan tas kecil ditangannya, melepas sepatu lalu mengenakan sandal jepit.

Tindakan ini membuat Hua Yu sangat bersemangat, dia hampir melompat dan segera ingin memberi pelukan hangat pada rekannya yang paling masuk akal.

Yang paling penting, ini adalah satu-satunya orang yang paling normal menurut pandangannya!

Dia percaya diri untuk menjadi teman baik dengan orang ini!

Cheng Qi juga melihatnya, memandang ke atas dan ke bawah padanya, lalu bersiul dan merangkul bahunya.

"Yo, teman baru sudah datang." Cheng Qi tampak lebih bersemangat dan mengangkat dagunya, bertanya, "Apa pria kecil yang tampan ini sudah punya kekasih gadis? Atau kekasih pria?"