Feb 24, 2020

34. Karena kau bodoh

Tong Tong mendayung dengan susah payah, sambil mengutuk Zhou You, kemudian mempertanyakan dirinya sendiri.

Zhou You memang sudah bodoh, itu wajar, ia tidak bisa mengubahnya.

Lagipula kenapa dia berpikir tentang pergi ke universitas yang sama dengan orang bodoh?

Tong Tong mencapai kesimpulan setelah satu menit. Kebodohan Zhou You menular.

Sisi perahu bergoyang, Zhou You memanjat naik, tersenyum lebar dan merona malu seperti gadis perawan.

Tong Tong memandangi giginya yang menyilaukan, menutup matanya, dan melemparkan dayung ke kakinya, "Bisakah kita membahas sesuatu?"

“Kau bicara.” Zhou You menekankan senyum di wajahnya dengan serius, tetapi gagal, kedelapan giginya masih bersinar.

Tong Tong, "............"

Dia rasanya ingin terjun ke danau.

“Bisakah kau tersenyum dengan normal?” Tong Tong berpikir sejenak, "tidak usah perlihatkan gigimu."

Zhou You merapatkan bibirnya mencoba tersenyum, namun mulutnya berkedut sehingga dia tertawa seperti orang cabul.

Tong Tong melotot, "Kau masih tertawa."

Zhou You menetralkan wajahnya, dan duduk di sebelah Tong Tong dengan malu-malu.

"... Ada rumput di kepalamu." Tong Tong bergerak secara tidak wajar ke samping.

Zhou You membungkuk, dan mengangkat tangan untuk mengusap kepalanya.

Itu tampak seperti sedang mencari rumput, tetapi sebenarnya menghindari kontak mata, berkata dengan pelan, "Sebelum aku jatuh ke air, apa yang kau katakan itu, benarkah?"

Tong Tong membeku dan mengangguk.  Berpikir bahwa Zhou You tidak bisa melihatnya saat ini, dan bersiap bicara.

“Aku tidak peduli apakah itu benar atau tidak, tetapi kau mungkin tidak tahu.” Zhou You tiba-tiba menyela, mengambil keberanian, mengangkat kepalanya, dan menatap lurus ke arah Tong Tong. “Aku selalu ingin memberitahumu sesuatu, aku malu, dan sedikit khawatir, tapi aku pikir sekarang waktu yang tepat."

"... Aku tahu apa yang akan kau katakan." Tong Tong dengan tidak nyaman, berdiri, "Kau tidak perlu mengatakan apa-apa."

“Apa yang kau tahu?” Zhou You terkejut, “Aku tidak menyalin PR bahasamu minggu ini.”

“Kau menyukaiku hanya untuk menyalin PR-ku?” Tong Tong juga terkejut.

Fokus keduanya sangat miring, tetapi untungnya, Zhou You dengan cepat menarik kembali dari jalur yang menyimpang.

“Bagaimana kau bisa tahu kalau aku menyukaimu?!” Zhou You terkejut.

“Aku sudah tahu kau menyukaiku dari awal,” Tong Tong mengerutkan kening.

"Kau tahu dari... awal?" Zhou You membeku sejenak, "Kapan kau tahu?"

“Ketika kau pindah di hari ketiga,” Tong Tong meliriknya.

“Apa saat itu aku sudah menyukaimu?” Zhou You bertanya-tanya.

“Apa kau tidak menyukaiku?” Tong Tong bertanya.

"Aku suka!" Zhou You berdiri dan menekankan, "Aku sangat menyukaimu!"

"Tunggu ..." Tong Tong mengerutkan kening dan menatap kakinya yang basah, "Apa perahu ini bocor?"

Zhou You yang disela ucapannya, tertegun untuk sesaat, lalu melihat ke bawah, "Tidak ah."

Tong Tong membungkuk dan telapak tangannya meraba lantai perahu.

Ada genangan air masuk kedalam.

"Benar-benar bocor?" Zhou You terkejut.

Danau ini tidak dalam, tetapi cukup luas.

Tong Tong melirik rembesan di perahu dan melihat ke pesisir yang masih jauh. Panik.

“Tidak apa-apa, tancapkan saja.” Zhou You membungkuk dan menginjak lubang dengan satu kaki, “Lihat, itu saja."

Satu menit berlalu.

Tong Tong semakin panik karena air yang tampaknya makin naik, "Memblokir tidak berguna, pasti ada lubang lain."

"Kalau begitu aku akan mencarinya."

"Apa yang harus dicari, ayo kembali." Tong Tong mengambil dayung, "Aku tidak bisa berenang."

Zhou You juga memegang dayung, "Aku bisa berenang, jangan takut."

Tong Tong menghela nafas lega.

Jika dia benar-benar tenggelam, dia bisa naik ke punggung Zhou You untuk membawanya kembali ke pesisir.

Setelah hening sesaat, Zhou You menambahkan, "Aku akan mati bersamamu."

Tong Tong, "............"

Zhou You dengan malu-malu duduk di sebelah Tong Tong, "Ini sangat romantis."

Tong Tong, "............"

Bacot, sialan!

Melihat air semakin banyak, Tong Tong melirik Zhou You yang mendayung perlahan-lahan, benar-benar tidak mengerti, "Mengapa kau lambat sekali?"

"Santai saja, bukankah perahu ini sudah bocor? Ada apa?"

Tong Tong tidak tahu bagaimana, tiba-tiba dia mengagumi mentalitas Zhou You.

Ini sangat stabil.

"Tunggu ..." Wajah Zhou You tiba-tiba berubah, dia mengangkat buku soal ujian Huanggang di tangannya, "Bagaimana dengan buku yang kau berikan padaku!"

Tong Tong melihat wajah cemas Zhou You, ingin membuka mulutnya, tetapi tertahan.

Zhou You semakin cemas, "Sial! Sial! Bagaimana ini?! Aku belum mulai menulis!"

Tong Tong yang tengah berjuang untuk mendayung, "............"

Apa itu fokusnya sekarang? Mereka hampir tenggelam dan Zhou You masih mencemaskan bukunya.

Zhou You membuat keputusan, dengan sungguh-sungguh berkata, "begini saja! Aku akan berenang dengan satu tangan, membawa buku ini ke tepi dan kembali untuk menjemputmu!"

Tong Tong, "?????"

Tong Tong sangat marah sehingga dia menjatuhkan dayungnya, "Brengsek!"

“Lihat emosimu itu.” Zhou You terkekeh, “Apa kau bodoh?”

Tong Tong memelototinya, belum bereaksi.

“Bagaimana aku bisa meninggalkanmu sendirian di tengah danau.” Zhou You tertawa dan menariknya untuk duduk, “Aku sudah menemukan jawabannya, sesuai dengan laju rembesan air saat ini, dan kecepatan yang kita lewati. Masih ada waktu satu jam lagi.”

...“Bukankah kau suka dengan pemandangan ini?” Zhou You berkata, “Lihat.”

Tong Tong berkedip, kepalanya kosong.

Dia menoleh pada Zhou You.

Zhou You mendayung perahu menuju tempat yang lebih padat dari cahaya biru di danau, dengan sungguh-sungguh dan penuh kesungguhan.

Angin di malam hari masih agak dingin, dan mendayung melintasi air, menyebabkan suara seperti potongan sutra.

“Ada papan horizontal." Zhou You mengeluarkan papan kayu besar dari haluan dan meletakkannya di kabin. "Kau membungkuk dan coba."

Tong Tong mencoba bersandar padanya, yang sangat nyaman.

Dari perspektif ini, dia bisa melihat cahaya lebat gedung-gedung tinggi di kejauhan, dan cahaya bintang danau.

Tong Tong mendongak dan menatap langit.

Tidak ada bulan dan tidak ada bintang hari ini. Seluruh langit gelap.

"Lihat kebawah." Zhou You juga bersandar di sampingnya, sambil tersenyum, "Aku menangkap bintang-bintang di danau."

Tong Tong mengakui bahwa saat Zhou You dalam mode yang normal, ia adalah orang yang menyenangkan.

Dia melihat ke bawah di sepanjang alis yang tajam dan dalam dari Zhou You, otot-otot dada dan perut terlalu mencolok.

Jaket Zhou You sudah terendam di kabin, dan sekarang dia telanjang dada.

Tong Tong menarik ritsleting mantelnya, melepas mantelnya, dan menyerahkannya.

"Aku tidak kedinginan," kata Zhou You, "kau pakai saja."

“Aku kepanasan,” Tong Tong dengan tidak sabar melemparkan pakaian itu.

Zhou You mengambilnya dan tersenyum tak berdaya, mengangkat tangan untuk mengenakannya.

Meskipun Tong Tong tidak pendek, dia sedikit berbeda dengannya.

Apalagi Tong Tong lebih kurus.

Setelah mengenakan pakaian itu, dengan susah payah Zhou You menarik ritsleting dan membungkusnya dengan erat di tubuhnya, otot-otot dadanya terlihat jelas.

Tong Tong meliriknya dan tidak bisa menahan tawa. Dia juga takut bahwa dia akan melepas pakaiannya dan memaksakan diri untuk menatap air untuk mempelajari apa yang bersinar.

“... Aku tidak menyangka kau menyukaiku.” Suara Zhou You datang dari kiri, sangat rendah.

Tong Tong merasa malu dan mengabaikannya ketika dia mendengar pertanyaan seperti itu.

...  Memalingkan kepalanya dan menatap pantulan sinar. Tidak ada sesuatu di bawah air.

"Kenapa kau menyukaiku?” Zhou You bertanya tiba-tiba.

"Karena kau bodoh,” Tong Tong berpura-pura acuh.

“Kurasa kau sudah salah menilai.” Zhou You memegang dadanya dengan bangga, “Aku sebenarnya—”

"Kalau begitu aku tidak suka," kata Tong Tong.

“Jangan ah! Ulangi lagi!” Zhou You terbatuk dan bertanya, “Kenapa kau menyukaiku?”

"Karena kau bodoh,” kata Tong Tong bekerja sama.

"Kau sangat akurat!” Zhou You tertawa lebar menampilkan gigi putih menyilaukannya.

Tong Tong, "………………"

Dia seketika mengiggil melihat sikap tidak tahu malu lelaki itu.

Dia ingin putus hubungan sekarang.

"Dingin?" Zhou You melihatnya gemetaran, "Ah! Aku hampir lupa."

Tong Tong menatapnya bingung.

Zhou You tiba-tiba berbalik dan entah dari mana, mengeluarkan kantong plastik hitam besar, dan menyerahkannya. "Tepat sekali, ini ... ini adalah hadiah ulang tahun untukmu."

“Apa ini?” Tong Tong mengambil alih.

“Mantel bulu.” Zhou You mengulurkan tangan dan dengan hati-hati membuka kantong plastik untuknya.

Tong Tong, "............"

Dia berpikir bahwa dia salah dengar, "Hah?"

"Ini sangat nyaman, sangat hangat dan indah." Zhou You berkomentar, "coba kenakan dan lihat apakah itu cocok."

Tong Tong mengibaskan tumpukan besar benda berbulu hitam yang berkilau dan panjang itu. Dia perkirakan panjangnya selutut.

"Cobalah," kata Zhou You.

Tong Tong melihat ekspresi mengantisipasi lelaki itu, mengertakkan gigi, dan mulai mengenakannya.

Zhou You tertegun, matanya bersinar.

Tong Tong, yang mengenakan mantel bulu, seperti anjing lucu.

Itu membuat orang ingin mengusap kepalanya.

"Ini ..." Tong Tong mengelus bulu dilengan mantelnya, "Sangat nyaman."

"Boleh aku memegang tanganmu," kata Zhou You tiba-tiba.

Tong Tong membeku sesaat, dan ada bunyi koslet di kepalanya. Sepertinya ada sesuatu yang rusak.

Suasana hatinya seketika berubah.

Kalimat ini sepenuhnya membuatnya menyadari apa yang terjadi padanya dan Zhou You hanya dalam satu jam.

Wajah Tong Tong menjadi panas dan merah dalam sekejap.

Zhou You tidak berbicara lagi, mengepal erat tangannya dan ujung telinganya menjadi merah.

Suasana tenang dan canggung menyebar.

"Lihatlah bulan ..." Tong Tong menatap langit dengan wajah memerah.

"... Bulan hari ini benar-benar gelap," Zhou You menjawab dengan malu.

"... Ya ... Ya." Tong Tong mengangguk.

Yang satu tidak berani berpegangan tangan, yang lain tidak berani menatap lawan bicara.

Kedua sejoli itu menatap ke bulan selama satu jam seperti ini.

Setelah satu jam.

“Kau masih ingin melihatnya,” Zhou You bertanya, masih mendongak.

“... Aku tidak mau lihat lagi.” Tong Tong juga masih mendongak.

“Aku juga.” Zhou You menghisap hidungnya.

Setelah dua menit.

"... Aku tidak bisa menggerakkan leherku ..." Suara Zhou You bergetar.

“... Aku juga.” Tong Tong terdengar menyedihkan.

Kedua lelaki memiringkan kepala dengan keras, mendayung perahu, dan kembali mendarat.

Berjalan perlahan dan canggung di trotoar.

Seekor anjing berjalan di depan tiba-tiba melirik ke arah mereka, tetapi untuk sesaat, anjing itu langsung melarikan diri dengan ketakutan.

Kenapa? Keduanya saling memandang.

Zhou You memakai pakaian olahraga yang ketat, seperti orang cabul yang terpapar.

Sementara Tong Tong mengenakan mantel bulu besar yang mencapai lutut seperti di musim panas.

Kepala kedua pria itu satunya miring ke kiri dan yang satunya ke kanan, dan tidak bisa ditegakkan. Seperti dua pasien kronis cerebral palsy.

“Aaah,” Kakek pemilik anjing itu melompat kaget menatap mereka. Dia menggelengkan kepalanya prihatin setelah mengamati sejenak.

"Benar-benar dua bocah bodoh! Aku tidak tahu apakah kalian bisa mengerti ucapanku, tapi percayalah besok akan lebih baik! Berjuanglah menghadapi kerasnya kehidupan!"


33. Dia mengatakan satu-satunya pikiran di kepalanya saat ini

“Baik!” Tong Jingshen menarik nafas panjang.

"Ayah! Cepat!" Tong Tong menjepit mulut Zhou You.

Tiba-tiba Zhou You menarik napas dan membuka matanya dengan tatapan bingung, "... Apa yang terjadi?"

Tong Tong menyaksikan dengan kaget ketika lelaki itu bangun terduduk dan mengerutkan kening, "Kau baru saja tersengat listrik. Bagaimana keadaanmu sekarang?"

Zhou You meremas tangannya yang masih mati rasa, "Tidak apa-apa, sudah sedikit membaik."

Tong Jingshen mengulurkan tangannya dengan senyum, menarik Zhou You bangkit dari lantai, "baguslah."

Zhou You merasa malu melihat Tong Tong, "Mengganti bola lampu?"

“Ya, sirkuit sepertinya rusak.” Tong Tong kembali menatap bola lampu yang masih menyala.

"Ayo kita lakukan." Zhou You mendekat ke sakelar lampu yang menyengatnya tadi, mengamati, "Apakah ada alat?"

"Tidak," kata Tong Tong.

"Aku memiliki kotak peralatan di bawah tempat tidur di kamarku. Kau tolong ambilkan." Zhou You dengan hati-hati melihat struktur di dalam sakelar, mengambil kunci dari dalam saku celana, dan melemparkannya ke Tong Tong.

Tong Tong pergi dan kembali dengan kotak peralatan ditangannya.

"Kita harus menurunkan bola lampu terlebih dahulu, kalau tidak, akan lebih buruk nanti.” Zhou You membuka kotak peralatan dan mengambil sepasang pinset untuk mematikan daya terlebih dahulu.

Zhou You memanjat tangga, dan Tong Tong membantu memegang tangga.

Setelahnya Zhou You kembali ke sakelar untuk melepas kabel, Tong Tong menyerahkan alat dari kotak peralatan.

Kerja sama antara keduanya sangat baik.

"Apa yang bisa aku lakukan ..." Tong Jingshen berpikir sejenak, "aku akan membuat jus jeruk untuk dua pekerja kecil!"

Tong Tong menatap Zhou You yang tidak membutuhkannya lagi. Dia mengikuti ayahnya, "Aku membantumu."

Tong Jingshen membuka kulkas dan mengeluarkan dua jeruk, "hubungan kalian sangat baik."

Tong Tong tidak tahu bagaimana merasa bersalah, melirik Zhou You yang memperbaiki saklar, "... Biasa saja."

“Biasa saja?” Tong Jingshen mengangkat alis.

Watak macam apa yang dimiliki putranya, Tong Jingshen jelas, Tong Tong sedikit rapuh, tapi ia juga dapat menanggung kesulitan. Sikapnya canggung tapi sangat tulus.

Di permukaan, itu membuatnya tampak susah untuk bergaul, bahkan tidak disukai.

Karena itu, Tong Tong tidak punya banyak teman dari kecil hingga besar, dan Zhuang Qian adalah orang yang memiliki perasaan terdalam sejauh ini melalui fenomena untuk melihat esensi.

Zhuang Qian dan Tong Tong masih muda dan sudah saling kenal sejak lahir.

Tapi Zhou You ini, sejauh yang dia tahu, baru saja pindah selama satu bulan.

Tong Jingshen memotong jeruk, "Jarang melihatmu begitu peduli dengan seorang teman."

"Dia ... dia sangat antusias." Tong Tong mengambil potongan jeruk dan memasukkannya ke dalam juicer. "Bodoh, pemarah."

Tong Jingshen mendengarkan deskripsi putranya, tersenyum, dan menggelengkan kepalanya, "Dia tidak bodoh."

“Mungkin hanya karena dia tidak terlalu memperhatikan hal-hal tertentu, seperti apa yang orang lain pikirkan tentangnya, seperti ikatan tak terlihat dari dunia ini, dan dia hidup bebas.” Tong Jingshen berhenti dan melirik putranya, “Kalian adalah dua karakter yang berbeda, kau terlalu sadar akan dunia ini. Semakin kau memikirkannya, semakin besar batasannya. Ini bukan tampak seperti anak berusia 17 tahun."

"Selesai." Suara Zhou You datang dari luar.

"Ayah, kau terlalu banyak berpikir." Tong Tong membawakan jus jeruk, "Dia memang bodoh."

"Lihat!" Zhou You menekan tombol, lampu menyala, dan segera menutup matanya, "Oh, mataku! Silau!"

Tong Tong menghela napas tidak berdaya, ini kalau bukan disebut bodoh lalu apa...

Dia menaruh jus jeruk di atas meja di sebelah Zhou You. Jongkok dan membereskan alat yang tersebar.

Tong Jingshen tersenyum, "Zhou You, tetap di sini untuk makan malam."

"Maaf, paman, ibuku masih menungguku di lantai bawah."

“Ah, kalau begitu cepatlah, kenapa kau tidak mengatakan sebelumnya? Malah bantu kami memperbaiki lampu,” kata Tong Jingshen.

“Sampai jumpa, paman.” Zhou You tidak mengatakan alasannya kalau dia sangat cemas ketika melihat Tong Tong memanjat tangga tadi.

“Minumlah ini.” Tong Tong menyerahkan jus jeruk padanya.

Zhou You minum, membelakangi Tong Jingshen dan berkedip dua kali, "Sampai jumpa, Tong Tong."

"Sampai jumpa," Tong Tong mengirimnya keluar.

Setelah Tong Tong kembali, dia melihat Tong Jingshen berdiri di samping meja makan dan memilah banyak informasi.

Dia mengambil selembar kertas dan meliriknya. Ada banyak istilah profesional, dan dia tidak bisa mengerti, "Ayah, apa ini?"

“Paman Zhuang meminta asistennya untuk membawakannya kepadaku.” Tong Jingshen tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Keluarga kita ... Dibantu Paman Zhuang." Tong Tong menebaknya.

"Paman Zhuang membantu kita dan bulan depan, ketika kondisi ayah sedikit lebih stabil, ayah harus bekerja untuknya." Tong Jingshen menghela napas sambil tersenyum, "tetapi kami berdua kerabat baik, tidak ada yang saling membebani."

"Paman Zhuang sangat baik. Ayah dulu menuangkan air ke mobilnya ketika menyirami halaman dan dia tidak marah." Tong Tong tertawa, batu besar yang mengganjal di hatinya akhirnya terlepas.

“Bukankah ulang tahunmu lusa?” Tiba-tiba Tong Jingshen bertanya, “Berencana untuk tinggal di rumah atau pergi bersama teman-teman sekelasmu?”

"Hanya di rumah." Tong Tong memikirkannya, "Biarkan teman datang ke rumah kita untuk makan malam."

Tong Jingshen menatapnya dengan heran, lalu tersenyum tanpa bertanya apa-apa.

Tong Tong yang sendirian, akhirnya telah mulai berubah.

Temannya tidak banyak yang bisa diundang kerumah untuk makan.

Dia menghitung dengan jari-jarinya, Zhuang Qian, Chen Chunyu, dan Zhou You.

Pada sore hari ulang tahunnya, Pei Yun mulai membuat hidangan. Zhuang Qian dan Chen Chunyu bertemu didepan runah dan mengetuk pintu.

Tong Tong membuka pintu.

Zhuang Qian meliriknya dengan tatapan rumit, dan merogoh sesuatu dari sakunya sebelum ia menemukan satu amplod, dengan sungguh-sungguh meletakkannya di telapak tangannya, "ini saja yang bisa kakak berikan."

“Kakak yang baik.” Tong Tong menerimanya, meraba isinya yang berisi uang dengan cukup bernilai lalu dengan cepat menyimpannya ke dalam saku mantelnya.

"... Tanganmu sangat cepat," Zhuang Qian mendengus dingin, berjalan melewatinya dan memasuki ruangan, "Bibi Pei! Apa yang kau masak hari ini!"

“Zhuang Qian sudah datang?” Pei Yun menyapa sambil tersenyum.

Chen Chunyu, yang masih berdiri di pintu, mengulurkan telur yang dibawanya dan seekor kepala ayam, "Ibuku memintaku untuk membawanya."

“Terima kasih.” Tong Tong mengigit giginya memandangi kepala ayam, siap mengambilnya.

Chen Chunyu menyembunyikan ayam di belakang punggungnya, dan menyerahkan sekantong telur, "... Mudah tersinggung."

Sebelum makan bersama, Tong Tong menelepon Zhou You.

Lelaki itu tidak menjawab.

Sebenarnya, dia belum melihat Zhou You sejak sore itu.

Jelas, dia akan datang dan bertanya kepadanya tentang PR bahasa di akhir pekan.

Suasana hati Tong Tong tidak terlalu baik selama makan sampai jam 8 malam.

Tong Jingshen memandang Tong Tong yang jelas sedang bad mood, bisa menebak, "Kenapa Zhou You tidak datang hari ini?"

“Siapa Zhou You?” Tong Tong menekan remote control, “tidak kenal, tidak pernah dengar.”

“Si picik ini.” Tong Jingshen tertawa, “Mungkin ada sesuatu yang tertunda.”

“Aku tidak berharap dia datang,” Tong Tong mendengus, terus mengganti channel TV dengan bar-bar.

"Hei! Sayang, mata ayah pusing." Tong Jingshen tidak berdaya.

Ponsel berdering, Tong Tong hendak meraihnya namun melihat nama yang ditampilkan di layar, dia dengan cepat menarik kembali tangannya.

"Jawablah, turuti ayah." kata Tong Jingshen.

Tong Tong menunggu sebentar sebelum menjawab telepon dan berkata dengan dingin, "Kenapa."

“Kau turun dan datang ke parit.” Suara Zhou You agak kabur.

Begitu Tong Tong ingin bertanya mengapa, telepon diputuskan sepihak.

Dia ragu-ragu sejenak, dan berdiri dengan tajam, "Ayah, aku akan turun dulu."

Melihat serangkaian reaksinya, Tong Jingshen yang berbaring di sofa tertawa dan melambaikan tangannya. "Cepatlah, kau tampak bersemangat."

Tong Tong mengambil tas sekolah dan melemparkannya ke punggungnya, berkata dengan keras, "... Aku akan mengerjakan PR."

Setelah berbicara, Tong Tong dengan tenang berjalan keluar dari pintu dan menutup pintu dengan tenang.

Kencangkan tali tas sekolah di tangga sempit, turun tangga selangkah demi selangkah, dan berjalan keluar dari gang.

Dia tidak tahu mengapa, langkahnya secara bertahap dipercepat dan napasnya menjadi berat.

Hanya ada satu lampu jalan di tepi danau, dan cahaya redup membuatnya tidak bisa melihat situasi di bawah sama sekali.

Sebuah cahaya melintas di depan mata Tong Tong, dan dia menyipit untuk melihat.

Zhou You berdiri di atas lumpur di bawah sana dan melambai, "disini!"

“Kenapa kau tinggal di bawah!” Tong Tong mengerutkan kening dan mengangkat kakinya melintasi pagar rendah.

“Kau pergi ke sana, aku mendorong tangga di sana.” Zhou You menunjuk ke kiri.

Tong Tong perlahan turun ke bawah dengan cahaya senter di tangan Zhou You.

Lumpur di bawahnya kering, hanya basah di dekat tepi air.

“Berdiri dan tunggu aku.” Zhou You melepas jaketnya, menggulung celana panjang dan masuk ke air. Membungkuk menyeret sesuatu yang keras.

Tong Tong kaget setelah melihat dengan jelas, "Kau punya perahu?"

“Naiklah.” kata Zhou You setelah menyeretnya ke tepi.

Tong Tong melihat sekeliling dengan ragu, penasaran, "Perahu siapa ini? Tidak apa dinaiki?"

"Milikku." Zhou You dengan hati-hati membantunya naik, "Kau pergi tengah dan duduk."

Tong Tong pergi ke tempat yang ditunjuknya dan melihat danau gelap di depannya. Dia sedikit gelisah.

“Duduk.” Zhou You mengambil dayung dan mulai mendayung ke depan.

Perahu berguncang sangat ringan, dan kemudian dengan cepat bergerak ke tengah danau.

Ujung perahi memotong melintasi air danau dan berdesir.

Disisi lain, Tong Tong kaget dan hanya ingin berbicara.

Namun suara air yang meledak di depan matanya membuat Tong Tong tiba-tiba kehilangan akal.

Setelah mendayung diujung perahu, Zhou You bangkit dan berjalan ke tengah perahu.

Tong Tong menelan, "Kau--"

"Hush." ​​Jari telunjuk Zhou You ditempatkan di depan mulut, tersenyum, "Jangan bicara."

Tong Tong memandangi pesisir yang memudar dengan ragu, dan kemudian memiringkan kepalanya untuk menyaksikan Zhou You yang sudah duduk di sampingnya.

Gigi putihnya yang menyilaukan karena senyuman lebar sangat jelas dalam gelap.

Perahu itu perlahan bergerak ke tengah danau.

Tong Tong melihat kegelapan di sekitarnya, dan sedikit gugup, tetapi lebih ingin tahu.

Zhou You menurunkan dayung, berjalan di belakangnya, dan meletakkan tangannya perlahan di depan matanya, "Tutup matamu."

“Apa?” Tong Tong membeku sesaat dan tidak melawan.

Tangan Zhou You besar, itu menutupi hampir separuh wajahnya.

Ada kegelapan di depan matanya.

Setelah sekitar satu menit, dia mendengar suara seperti menekan tombol.

“Oke.” Zhou You perlahan menjauhkan tangannya.

Tong Tong mengepalkan tangan dan perlahan membuka matanya, Setelah melihat dengan jelas, matanya terkejut.

Danau gelap di sekitarnya memancarkan sedikit cahaya biru hanya dalam satu menit, dan anehnya ditaburi bubuk berlian.

Tong Tong berdiri dengan takjub dan melihat sekeliling, dia pikir dia melihat Bima Sakti.

"Selamat ulang tahun," suara Zhou You datang dari belakang telinganya.

Tong Tong sangat terkejut dan takjub. Dia membungkuk dan mengulurkan tangannya untuk menangkap ikan di air, namun tidak ada apa-apa. "... apa ini?

"Rahasia." Kata Zhou You dengan bangga.

"Seperti Bima Sakti ..." Tong Tong menghela nafas.

Zhou You tertawa lebih bahagia, "Aku tahu kau akan menyukai hal ini."

Tiba-tiba Tong Tong menyadari apa yang ingin dilakukan Zhou You.

Benar saja, detik berikutnya.

"Bulan gelap dan angin tinggi." Zhou You berbisik, "Aku ingin memberitahumu sesuatu dengan sangat serius."

Zhou You akan mendahuluinya.

Alarm ini dengan cepat terdengar di telinga Tong Tong.

“Aku juga ingin memberitahumu sesuatu!” Tong Tong dengan cepat merespon.

"Biarkan aku bicara dulu."

"Tidak! Biarkan aku katakan dulu." Jantung Tong Tong mulai tidak karuan.

“Oke, kau bicara dulu.” Zhou You berkompromi.

Tong Tong berdiri dan mulai mengambil napas dalam-dalam.

Seperti ini untuk sementara waktu, pikirannya bolak-balik.

Zhou You telah membuat danau bima sakti yang sangat besar. Jika dia tidak memberikan sesuatu kepada Zhou You, sama saja dia kalah.

Setelah berpikir dan berpikir, Tong Tong merasa kesulitan seperti hendak menyerahkan sesuatu yang berharga.

Zhou You menatap Tong Tong dengan wajah kusut dan bertanya-tanya, "Ada apa? Atau aku akan bicara dulu, aku tidak tahan lagi."

Tong Tong mendengar apa yang dia katakan, dan buru-buru menyerahkan sesuatu dari tasnya, "Ini adalah buku soal ujian Huanggang edisi terbaru."

Zhou You, "???"

"Aku memberikan ini kepadamu, aku hanya ingin mengatakan ..." Tutur kata Tong Tong yang gugup menjadi tidak terkendali. "Jika kau bisa menyelesaikan semua pertanyaan ini, mungkin ... kita bisa ..."

Zhou You memandangnya dengan tenang dan kosong, menunggunya selesai.

Tong Tong menatap matanya dan tiba-tiba dia tidak begitu gugup.

Karena mata Zhou You dipenuhi cahaya bintang biru dan dirinya.

Batin Tong Tong berdetak liar juga was was, dia tidak sadar dia hanya ingin menyatakan cinta terlebih dahulu.

Namun bukan ini di dalam pikirannya.

“Tong Tong?” Zhou You bertanya-tanya mengapa dia tiba-tiba berhenti berbicara.

"Mungkin ... mungkin kita bisa pergi ke universitas yang sama bersama," kata Tong Tong pelan.

Dia mengatakan satu-satunya pikiran di kepalanya saat ini.

Zhou You tertegun sejenak. Setelah melihat muka Tong Tong memerah, dia baru sadar apa maksud Tong Tong.

Zhou You tidak bisa percaya apa yang didengarnya, dia tidak bergerak. Dia bahkan tidak berani bernapas, dia takut untuk mematahkan momen ini.

Dia menyaksikan bulu mata Tong Tong yang gelisah karena ketegangan.

Hatinya berdesir dan udara disekitar terasa panas.

Tong Tong mengeratkan pegangan tangannya pada buku itu. Dia tidak tahu kenapa Zhou You hanya diam.

Ketenangan danau dan angin sepoi-sepoi yang bertiup melintasi telinganya membuatnya bingung.

Suasana menjadi aneh dan kohesif.

Tong Tong menundukkan kepalanya, tangannya mengencang dan longgar, melonggarkan dan mengencangkan, dia mengangkat kepalanya, "Aku--"

Tiba-tiba Zhou You berdiri, perahu oleng.

Tong Tong menatapnya dengan kaget.

Mulut Zhou You seperti terbakar, "Kau ... kau ... aku ... aku ..."

Tong Tong mengerutkan kening.

“Ahhhhhh!” Zhou You berteriak dengan ekspresi terdistorsi, oleng dan jatuh ke air.

Percikan air memercik ke wajah Tong Tong.

Tong Tong, "............"

Ini bukan bodoh, keparat ini memang kekurangan IQ.

Tong Tong menyeka wajahnya dengan acuh, mengambil dayung dan dengan cepat mendayung ke tepi.