Jan 16, 2020

60. Apa kau yakin ingin aku melihat ini?

Setelah keduanya mencapai kesepakatan diam-diam di tempat, Shen Teng takut jika Gu Yu tiba-tiba berubah pikiran, jadi setelah Gu Yu merespon, dia segera mengeluarkan ponselnya, dan bersiap mengirim pesan pada dalao di kelas.

/ dalao disini untuk orang yang berpengalaman/berpengaruh /

Dapat membuat si famous Bo Shangyuan dari kelas A menonton film dewasa, dan bahkan menuliskannya ke dalam 800 kata.

Hal yang langka ini, tidak boleh dilewatkan.

Ketika memikirkan wajah Bo Shangyuan yang dingin dan acuh sepanjang hari sedang duduk di depan komputer dan menonton adegan tiap adegan dengan ekspresi kaku, Shen Teng merasa sangat menarik.

Ups, dia begitu senang saat memikirkannya.

Benar juga.

Semakin hardcore filmnya, semakin lebih baik.

Shen Teng berpikir dengan gembira, membuka WeChat, lalu menemukan nama yang dituju dan kemudian mengirim pesan.

[ Dalao, Dalao! ]

[ Apa kau di sana? ]

[ Mendesak, cepat balas! ]

Dalao yang dicari Shen Teng ini tidak seperti Bo Shangyuan yang nilainya bagus dan tidak normal.

Bukan juga tipe dalao yang bisa berkelahi seperti lelaki besar di kelas E.

Tapi ... sumber dayanya besar.

Adapun sumber daya, anak laki-laki di kelas bisa mengerti.

Dan mengapa itu disebut sebagai Dalao oleh Shen Teng, karena pihak lain seperti mimpi level A, sumber daya apapun semuanya ada padanya.

Mau Ozawa Maria, Tianhaiyi, ataupun Ai Iijima, di mata Qi Cailiang itu semua hal kecil, semua menumpuk di disket komputernya.

Bagi Qi Cailiang tidak ada yang dia tidak bisa didapatkan, kalian tidak akan bisa membayangkannya.

Dalao, oh ... Qi Cailiang yang duduk di baris kelompok tiga membaca pesan lalu melihat ke arah Shen Teng dengan bingung.

Kelas akan segera mulai, apanya yang mendesak?

Dia mengerutkan kening penuh tanda tanya.

Shen Teng mengedipkan mata dan tersenyum ambigu padanya.

Jawabannya jelas dalam senyum Shen Teng.

Qi Cailiang seketika mengerti.

Keduanya mencapai konsensus dalam diam.

Qi Cailiang dengan nama kontak 'Panggil Ayah' membalas.

[ Kau minta sumber daya di siang bolong seperti ini, apa kau sedang bergairah? ]

[ Kampret! Aku memintanya untuk orang lain! ]

[ Siapa? ]

[ Gu Yu. ]

[ Gu Yu juga melihat ini??? ]

Qi Cailiang sedikit terkejut.

Di mata orang-orang di kelas, Gu Yu pendek dan putih, dan mendengarkan kata-kata guru, ia disukai oleh guru, orang seperti Gu Yu biasanya hanya menonton kartun di rumah.

[ Kampret! Dia tidak melihatnya! Dia juga mencarikannya untuk dilihat seseorang! ]

[ Siapa? ]

[ Hm, kau usah tidak tahu. ]

[ Kelas akan dimulai, kau cepat kirim linknya! ]

[ Satu film 5 yuan, bayar dulu baru aku kirim. ]

[ Mati sana! ]

[ Kau beri tahu aku siapa yang ingin nonton, aku akan memberikannya gratis. ]

[ Siapa cobaaaa ... ]

[ Apa teman satu mejanya? ]

[ Bukan. ]

[ Teman satu mejamu? ]

[ Uh ... Bukan juga. ]

[ ??? ]

[ Jangan bilang itu Bo Shangyuan!!! ]

Shen Teng diam.

Melihatnya terdiam, berarti membenarkan jawabannya.

Qi Cailiang terkejut lagi.

Bo Shangyuan yang nilainya bagus, tampan, dan kaya, entah berapa banyak gadis di sekolah yang ingin menjadi kekasihnya. Dalam situasi ini, dia juga perlu melihat hal seperti ini?

Ini bukan lelucon kan?

[ exm? ]

/ singkatan dari excusme, makna interupsi karena tidak percaya/terkejut mendengar sesuatu yang tidak terpikirkan dari orang lain. /

[ Bo Shangyuan butuh untuk melihat hal semacam ini? Kau lucu. ]

[ Tidak, aku akan menjelaskannya padamu nanti. ]

[ Apa film yang paling hardcore, beri aku yang banyak. ]

Melihat kalimat Shen Teng, Qi Cailiang akhirnya mengerti kali ini.

... Ternyata untuk mengerjai Bo Shangyuan.

Qi Cailiang mengangkat alisnya dan tidak bisa menahan senyum.

Dia membuka perpustakaan sumber dayanya.

Hardcore taste ... Dapat!

Dia memilah film di perpustakaan sumber daya dan mengungkapkan seringai.

G/V, ini paling hardcore.

[ https: //pan.******.com ]

[ Paling hardcore. ]

[ ure welcome. ]

[ Aku mencintaimu! ]

[ 😘 ]

Setelahnya, Shen Teng mengirim tautan yang dikirim oleh Qi Cailiang ke Gu Yu.
Gu Yu melihat tautannya, tertegun.
Karena Gu Yu belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya, jadi dia tidak bereaksi untuk sementara waktu.

Shen Teng mengirim tautan ke Gu Yu, dan kemudian ingat sesuatu.

Shen Teng secara khusus mengirim dua pesan kepadanya.

[ Aku mencari film paling hardcore dari dalao. ]

[ Kau tidak boleh lihat! ]

Gu Yu mengerutkan kening dengan keraguan.

Hardcore?

Apa maksudnya?

[ Hardcore? ]

[ Uh... Agak tidak normal...]

[ ..... ]

[ Bagaimana tidak normal? ]

[ Aku belum melihatnya, aku tidak tahu. ]

[ Oh. ]

Dering bel kelas terdengar.

Guru matematika berjalan ke ruang kelas dengan buku pelajaran, Gu Yu dengan cepat meletakkan ponsel.

Pikirannya penuh dengan kata hardcore.
Dia belum pernah melihat film semacam ini, jadi dia tidak membayangkannya.

Hardcore taste? Bagaimana rasanya?

Disaat Gu Yu melamun, guru matematika di podium, seperti yang perkirakan oleh siswa di kelas, mulai memujinya.

Lagipula, siswa seperti Gu Yu yang meningkatkan nilai setiap bulan, guru mana yang tidak menyukainya?

Guru matematika berdiri di podium dan berbicara dengan fasih.

"Kali ini, Gu Yu adalah skor tertinggi di kelas. Kalian harus belajar darinya. Dia telah mencapai hasil yang baik tetapi masih belajar dan berkembang setiap hari. Kalian setiap hari hanya berpikir untuk bermain. Jika Gu Yu terus mengikuti tren ini, dia akan langsung pergi ke Kelas B saat tahun kedua nanti. Tapi aku melihat beberapa dari kalian ada yang tidak membuat kemajuan sepanjang hari, mungkin semester berikutnya akan bergulir ke kelas F berkumpul dengan siswa bodoh lainnya...."

Guru matematika berdiri di podium dan terus memuji Gu Yu, tetapi dia tidak tahu bahwa pikiran siswa favoritnya sekarang penuh dengan film dewasa.

Jika Shen Teng tidak secara khusus mengatakan bahwa dia tidak boleh melihat, Gu Yu tidak begitu penasaran.
Tetapi Shen Teng mengatakan ini, Gu Yu tidak tahan untuk menjadi penasaran.

Tentu saja, sebagian besar alasan bahwa Gu Yu penasaran adalah karena dia belum pernah melihat film seperti itu.

/ Gu Yu masih clueless, dia kira itu film aksi biasa. /

Di tengah kelas berlangsung, Gu Yu memikirkan dimana harus bersembunyi dan melihatnya.

Setelah 40 menit, kelas berakhir.

Gu Yu segera berdiri.

Seperti Bo Shangyuan, Gu Yu jarang keluar kelas saat rehat.

Namun, tidak seperti Shangyuan yang terlalu malas untuk bergerak, Gu Yu benar-benar suka tetap sendirian.

Shen Teng terkejut melihatnya tiba-tiba berdiri, "Xiao Yu Yu, kau mau kemana?"

Gu Yu berbohong tanpa ekspresi. "Mencari Bo Shangyuan."

Shen Teng segera bersinar.

Dia merendahkan suaranya, terkekeh jail. "Kau mau mengiriminya link?"

Gu Yu merespon samar.

Shen Teng masih dengan tawa yang sama melambaikan tangannya, "Segera kembali~"

Setelahnya Gu Yu mengambil ponsel dan meninggalkan ruang kelas.

Jin Shilong yang duduk di sisi Shen Teng, memegang wajahnya dan hatinya seperti rusa yang melompat.

Ah!!! si tokoh Wanita akhirnya mengambil inisiatif untuk menemukan si pria untuk pertama kalinya!!!!!

Gu Yu pergi ke lantai dua.

Bukan untuk mencari Shangyuan, tapi karena dia merasa tempat di lantai dua sangat aman.

Di lantai dua, ada sudut yang bersebelahan dengan ruang penelitian, karena ruang penelitian hanya digunakan selama kelas, jadi hanya sedikit orang yang akan pergi ke sana.

Karena itu, ia merasa aman.

Gu Yu berjalan melewati koridor kelas A dan kelas B lalu tiba disudut.

Gu Yu menemukan sudut dan berhenti, lalu mengeluarkan ponselnya. Tiba-tiba dia mendengar suara Shangyuan di belakangnya.

Suara dinginnya tiba-tiba terdengar di atas kepala Gu Yu.

"Apa yang kau lakukan?"

Gu Yu kaget, tubuhnya kaku dan dia dengan cepat mendongak.

Wajah Shangyuan yang luar biasa tampan langsung tertangkap penglihatannya. Dia tanpa sadar segera menyimpan ponselnya.

Tindakan itu terlihat oleh Shangyuan.
Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Serahkan."

Gu Yu tanpa bicara melangkah mundur dan menggelengkan kepalanya.

Dengan wajah tanpa ekspresi, Shangyuan mendesak, "Cepat."

Mata Gu Yu menyelinap ke belakang Shangyuan.

Dia mencari kesempatan untuk melarikan diri.

Tindakan kecil Gu Yu itu tetap terlihat.
Shangyuan tanpa bicara langsung mengurungnya dengan kedua lengan, mengunci pergerakan Gu Yu untuk kabur.

Sudut bibir Shangyuan melengkung, "Mau aku mengambilnya, atau kau serahkan."

Tubuh Gu Yu menciut, dalam diam menatap Shangyuan, lalu menyerahkan ponselnya.

Shangyuan ambil alih dan kemudian buka kunci ponsel.

Setelah terbuka, muncul tautan web didepan matanya.

Shangyuan menampakkan wajah bingung. Dia menoleh ke Gu Yu.

"?"

Apa ini?

Gu Yu berbisik, "Tadi pagi bukankah kau bilang selama aku mendapat 570 poin, kau akan memenuhi keinginanku kan?"
Shangyuan mengangkat alis, menunggunya selesai.

"Jadi aku meminta satu film dari teman sekelas. Aku ingin kau melihatnya dan menuliskannya dalam 800 kata ..."

Tidak menunggu dia selesai, Shangyuan mengangkat tangan untuk memegang dahinya.

Secara umum, rekasi orang akan berpikir untuk menyuruhnya membeli konsol game, atau membelikan sepatu, atau melakukan sesuatu yang lain untuk memuaskan dirinya sendiri. Sementara Gu Yu, keinginannya istimewa dan unik, menyuruh Shangyuan menulis 800 kata.

Walaupun sudah perkirakan akan berbeda dari orang biasa, tapi dia tidak menyangka akan jadi berbeda seperti ini.

Pada saat yang sama itu sama sekali tidak terduga, Shangyuan tidak bisa menahan diri untuk mulai merasa ...

Gu Yu terlalu imut.

Setelah Gu Yu selesai berbicara, dia segera mengulurkan tangannya.
"... Bisa tidak kembalikan ponselku?"

Tangan Shangyuan hendak mengembalikannya, tetapi setelah memperhatikan raut wajah Gu Yu tampak agak tidak wajar, dia membatalkan aksinya.

Dia bertanya kasual, "Film apa dalam link itu?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya, "... aku tidak tahu."

Karena itu dia bersembunyi di sudut dan bersiap untuk mengintip.

Ketika Gu Yu berbicara, dia menelan sedikit kengerian.

Meskipun dia tidak tahu itu film apa, dia tahu bahwa itu jelas bukan film yang 'sehat'.

Tepat ketika Gu Yu berdoa agar Shangyuan tidak membukanya, Shangyuan menekan link tersebut.

Detik berikutnya, dua pria telanjang tanpa baju muncul di depan matanya.

Tubuh Shangyuan seketika kaku. Dia perlahan mengangkat wajahnya dari ponsel, menatap Gu Yu.

Gu Yu berkedip dan ekspresinya kosong.
Jelas, dia tidak tahu film apa yang ada di tautan.

Setelahnya dia kembali mengarahkan pandangan ke layar ponsel.

Jika sekilas Shangyuan belum bisa menebak film apa ini, dalam adegan berikutnya, dia akhirnya sadar.

Setelah dua lelaki dalam film itu berbicara beberapa kata dalam bahasa Jepang, mereka perlahan berpelukan bersama, dan kemudian kedua tangan perlahan-lahan mendarat dibagian bawah.

Ekspresi Shangyuan semakin dingin.
Gu Yu tidak mengerti bahasa Jepang, jadi dia tidak mengerti arti bahasa Jepang yang terdengar dari ponsel.

Namun, dia merasa bahwa suara yang dikeluarkan sepertinya sedikit aneh ...

Tampaknya itu adalah suara cairan, dan itu sepertinya suara berbenturan, juga dicampur dengan suara yang nyaman dan kesakitan ... Pokoknya aneh, dia tidak tahu bagaimana menggambarkannya.

Dia mengingat kalimat Shen Teng yang melarangnya melihat, jadi dia bertanya-tanya, "Film apa itu?"

Shangyuan tidak merespon.

Setelah sekian lama, dia bertanya dalam arti yang mendalam, "Apa kau yakin ingin aku melihat ini?"

Gu Yu mendongak menatapnya, dan untuk sesaat dia tidak tahu bagaimana menjawab.

"Aku mengerti."

"?"

Ah? Apa yang mengerti?

Sebenarnya itu film apa?

59. WTF, Bo Shangyuan berhati dingin

1 Desember.

Saatnya mengumumkan hasil tes bulanan Desember.

Pagi ini, Gu Yu bangun pagi-pagi sekali.

Atau, dengan kata lain, Gu Yu tidak tidur sama sekali.

Tadi malam, pikiran Gu Yu penuh dengan Wusan ( lima atau tiga ) dan Huanggang.

Dua hal mengerikan ini terus-menerus melayang di benaknya, seperti luncuran, bermain bolak-balik di benaknya berulang-ulang. Begitu dia menutup matanya, kertas ujian itu tampak melayang di depan matanya, nama di atas kertas, setiap topik, terlihat jelas.

Lalu ... dia tidak bisa tidur.

Gu Yu hanya berkedip dan tidak tidur sepanjang malam.

Di tengah malam, malam itu sunyi. Dia berbaring di tempat tidur, tidak ada yang bisa dilakukan, tetapi takut tiba-tiba bangkit dan mengganggu tidur Shangyuan jadi dia dengan hati-hati berbalik dan menatap Shangyuan untuk menghabiskan waktu.

Begitu berbalik dan menatapnya, Gu Yu merasa semakin jengkel melihat wajah tidur Shangyuan yang semakin tampan bahkan disaat menutup mata.

Begitu menjengkelkannya sampai Gu Yu rasanya ingin menggigit wajah Bo Shangyuan untuk 'merusak keindahannya'.

Tapi Gu Yu takut membangunkannya, jadi ... pikiran ini hanya tersimpan di benak, atau sebaiknya lupakan saja.

Mata Gu Yu tetap terjaga sampai pukul enam. Dia pun bersiap untuk bangun, tetapi tiba-tiba dia memikirkan sesuatu, dan seketika tubuhnya langsung membeku.

... Hari ini pengumuman hasil.

Jika dia tidak mendapatkan skor 570, Shangyuan akan memberinya paket wusan lagi.

Memikirkan itu, Gu Yu kembali berbaring diam. M

Yah ... dia agak sakit, dan tidak bisa sekolah hari ini.

Gu Yu berpikir begitu, berbaring di tempat tidur, untuk melarikan diri dari kenyataan, tidak lagi bergerak.

Tetapi setelah beberapa saat, Shangyuan terbangun.

Jam alarm di nakas tempat tidur berbunyi, dan Shangyuan perlahan membuka mata lalu mematikan alarm, ekspresinya agak bingung.

Sebelumnya Gu Yu selalu bangun lebih awal jadi bunyi jam alarm dan membangunkannya.

Tapi hari ini dia tidak mendengar suara Gu Yu memanggilnya.

Begitu menoleh, dia melihat Gu Yu masih mengubur tubuhnya di selimut dan menolak untuk bangun.

Shangyuan menjangkau untuk membuka selimut tetapi tidak disangka Gu Yu menahan selimut agar tidak dibuka.

Shangyuan menjauhkan tangannya, bertanya pelan dengan bingung, "Ada apa?"

Gu Yu berkata dalam selimut: "... Aku tidak ingin pergi ke sekolah."

Alis Shangyuan terangkat. "Kenapa."

Mendengar Bo Shangyuan bertanya kenapa, Gu Yu tiba-tiba membuka selimut.

Dia dengan marah, "Bukankah kau harusnya yang paling tahu kenapa?"

Shangyuan terdiam sejenak.

Ujung bibirnya sedikit melengkung, dia menopang sisi wajahnya, berbaring miring menatap Gu Yu. Dia kemudian menggaruk hidungnya. Suaranya dimanjakan dan dikomplot, "Hasilnya sudah turun. Tidak ada gunanya melarikan diri."

Bagaimana mungkin kebenaran ini diabaikan?

Gu Yu memasukkan kembali kepalanya ke dalam selimut dan kemudian bergumam, "Aku pokoknya tidak mau pergi hari ini."

"Bisa jadi skormu lebih tinggi dari 570."

Gu Yu dengan cepat merespon. "Bisa jadi itu di bawah 570."

Jika kurang dari 570 poin, maka hari-hari masa depannya hanyalah hari-hari gelap.

"Kau begitu tidak percaya diri dengan guru kelas tambahanmu?"

Suara Gu Yu penuh dengan dendam, "Terlalu percaya diri ..."

Dia terlalu percaya diri tentang Bo Shangyuan, dia adalah peringkat pertama di kelas dan juga bisa mendapat nilai penuh dalam sains. Bagaimana dia bisa dia tidak percaya diri padanya?

Gu Yu yang tidak punya kepercayaan diri.

Shangyuan menoleh dan melihat waktu, lalu bangkit dan mendesak, "Bangun, terlambat."

Gu Yu masih tidak bergerak.

Shangyuan seketika membuka selimut langsung, lalu memeluknya, mengangkatnya dari tempat tidur.

Gu Yu kaget dan pikiran bawah sadar meraih leher Shangyuan.

Shangyuan menggendongnya dengan bridal style dari tempat tidur, lalu menurunkannya, tetapi Gu Yu masih memeluk lehernya, dia tidak mau melepaskannya.

Gu Yu 'humph' , masih memeluk leher Shangyuan dan bertingkah tidak tahu malu. "Kau memiliki kemampuan untuk mengangkatku dari tempat tidur, berarti memiliki kemampuan untuk menggantikan pakaian untukku."

Dia melingkari lengannya di leher Shangyuan dan mengeratkan pelukannya.

Gu Yu berpikir bahwa dia bersikap tidak tahu malu ini untuk membuat Shangyuan kesulitan, tetapi pada kenyataannya ...

Mata Shangyuan sedikit tertutup, dan batinnya mendesah: benar-benar imut.

Shangyuan tidak terlalu bisa mengerti.

Mengapa ada orang yang begitu imut di dunia ini?

Shangyuan tidak bergerak, Gu Yu pikir itu benar-benar menyulitkannya.

Dan ketika dia bersiap untuk mengatakan sesuatu lagi, Shangyuan bergerak.

Jari Shangyuan yang dingin menyentuh pinggangnya, dan kemudian jari telunjuk dengan lembut membuka ujung bajunya lalu menyentuh pinggang celananya.

Kulit mereka bersentuhan membuat Gu Yu merinding.

Gu Yu mendongak, ekspresi wajahnya seakan mengatakan: ... Kau benar-benar ingin mengganti pakaianku?

Shangyuan menatapnya tanpa ekspresi seakan mengatakan: Begitulah.

Jemari Shangyuan memegang pinggang celana Gu Yu dan perlahan-lahan menarik ke bawah.

Gu Yu tampak kaku dan dengan cepat menggenggam tangannya.

Dia cukup tertekan, "... Aku akan berganti sendiri."

"Kau yakin."

Gu Yu tidak ragu, "Ya."

Shangyuan dengan agak kecewa mengalihkan pandangannya.

Sebelumnya Gu Yu biasa berganti pakaian di depan Shangyuan, pikirnya, lagi pula, keduanya laki-laki, tidak ada yang perlu disembunyikan.

Tapi entah itu hanya karena Shangyuan akan melepas pakaiannya, Gu Yu seketika merasa malu.

Gu Yu mengulurkan tangan dan mengambil pakaian di lemari. Dia menoleh dan melihat bahwa Shangyuan masih berdiri di sana, jadi dia mendesak.

Dia berkata dengan malu. "Kau keluar dulu."

Shangyuan mengangkat alisnya, tidak ada gerakan.

Gu Yu berbisik, "... Aku harus mengganti pakaianku."

Shangyuan akhirnya mengerti.

... tapi masih diam.

Gu Yu langsung mendorongnya keluar.

Shangyuan merasa tidak puas, "Kita sesama laki-laki, memangnya kenapa?"

Gu Yu tidak ingin memikirkannya, "Kau akan mengintip."

"Apa yang harus dilihat."

"..."

Dia tidak benar-benar ingin berbicara dengan Bo Shangyuan lagi.

Setelah mendorong Shangyuan keluar dari kamar, Gu Yu dengan cepat berganti pakaian, dan kemudian membuka pintu dengan tertekan.

Shangyuan mengangkat alis menatapnya lalu mengulurkan tangannya.

Gu Yu segera dengan cepat menepis tangan Shangyuan.

Dia tidak senang, "Jangan menarik telingaku."

Setelah dua detik.

Gu Yu tertekan, "Ekor juga tidak boleh."

Setelah mencuci muka, keduanya turun, naik bus, dan berangkat ke sekolah.

Di bus, keduanya duduk berdampingan, dan ketika mereka semakin dekat ke sekolah, Gu Yu menjadi semakin gelisah.

Dia memegang erat di ujung mantelnya, merasa sangat gugup.

Shangyuan meliriknya dan dengan lembut mengambil tangan Gu Yu dan menggenggamnya.

Dia berkata tenang, "Jangan gugup, tapi itu hanya skor. Bukan masalah besar."

Gu Yu tampak kesal, "Jika kau tidak membelikanku wusan, aku tidak akan sangat gugup."

Shangyuan mengangkat alis, "Jika nilaimu tidak naik, bagaimana kau bisa pergi ke Kelas A?"

Gu Yu tidak mau berpikir, "Aku tidak ingin pergi ke Kelas A ..."

Hanya dengan pikirannya, bagaimana dia bisa pergi ke kelas A?

Untuk menuju kelas A, setidaknya 590 poin atau lebih, tetapi dia sekarang bahkan tidak bisa mencapai 570 poin.

"Jika ingin mendapat lebih dari 570 poin saat ini, aku akan menjanjikanmu satu keinginan."

Mata Gu Yu bersinar.

Dia tanpa sadar bertanya, "Apapun yang aku mau?"

"Hm "

Gu Yu tidak ragu, "Aku tidak ingin menulis Huang Gang."

Meskipun dia menulis pertanyaan setiap hari di malam hari, Shangyuan membeli satu set untuknya. Bahkan jika dia menulis satu malam, sisa kertas cukup baginya untuk menulis selama berbulan-bulan.

Shangyuan tanpa ampun membuang satu kata.

"Tidak."

Gu Yu tertegun. "Bukankah kau bilang apapun?"

"Benarkah?"

"..."

Di mata orang lain di sekolah, Shangyuan tidak pedulian, nilai sangat bagus, wajahnya dingin dan tidak mudah didekati.

Tetapi di mata Gu Yu, hanyalah abnormal ...

Dan juga suka membully orang.

Mengapa dia bisa mengenal Bo Shangyuan?

Tidak, bagaimana dia bisa mengenal Bo Shangyuan?

Gu Yu sangat memikirkan.

Setelah dua puluh menit, bus berhenti.

Gu Yu perlahan mengikuti Shangyuan turun dan kemudian memandangi gerbang sekolah, tubuhnya tiba-tiba menegang.

Gu Yu memikirkan nilainya.

Dia terdiam, tidak berani bergerak.

Jika skornya benar-benar tidak mencapai 570 poin ... dia tidak bisa berpikir.

Shangyuan yang sudah berjalan lebih dulu, berbalik melihat ekspresi Gu Yu, dia mengerti.

"Mau digendong?"

"..."

Bo Shangyuan, orang ini, jika dia bilang seperti itu, dia benar-benar akan melakukannya.

Gu Yu hanya meliriknya diam lalu berjalan ke sekolah.

Tidak jauh di belakang, Duan Lun yang melihat keduanya turun dari bus bersama dan kemudian memasuki sekolah.

Ekspresinya penuh kebingungan.

... Hah? Turun dari bus yang sama?

Sisi lain.

Setelah Gu Yu pergi ke kelas, dia duduk di bangkunya dengan tatapan kaku.

Hasilnya telah diumumkan, tepat di papan pengumuman di luar koridor.

Sebagian besar teman sekelas di kelas sudah pergi ke papan buletin untuk melihat nilai mereka. Hanya dia, duduk kaku dan tidak berani bergerak.

Shen Teng melihat ekspresi Gu Yu, mengungkapkan pengertian dan simpatinya.

Huanggang belum selesai, dan Bo Shangyuan akan membelikan Gu Yu satu set wusan. Dia khawatir di tahun mendatang, Gu Yu hanya akan menjadi kertas di samping kertas.

Para senior tahun ketiga yang akan lulus dari SMA tidak begitu buruk.

Disisi Shen Teng, tidak ada yang membelikannya wusan dan huanggang, ditambah ibu dan ayahnya tidak menuntut tentang nilainya, jadi untuk itu nilai bukan masalah besar baginya.

Shen Teng berdiri tanpa tekanan psikologis, dan tersenyum dan bertanya kepada orang yang duduk di sekelilingnya, "Aku akan pergi melihat hasil. Siapa yang mau titip?"

Jiang Zhenshan mengangkat tangannya dan berbisik, "Kau ... lihat punyaku, aku tidak berani melihatnya. Sepertinya aku gagal kali ini."

Suaranya semakin kecil saat mengatakan itu.

Tidak seperti Shen Teng, tutor Jiang Zhenshan ketat, dan sangat dihargai atas prestasinya.

Jika ujiannya buruk, dia khawatir ibunya akan mendaftarkan kelas tambahan N-nya.

Shen Teng mengiyakan kemudian berbalik untuk melihat Gu Yu.

"Xiao Yu Yu, apa kau ingin aku melihat nilaimu?"

Gu Yu mengiyakan tanpa sadar.

Namun tiba-tiba dia memikirkan sesuatu. Dia mengulurkan tangan dan meraih pakaian Shen Teng.

Dia kesal dan berkata, "Tunggu sebentar , aku akan pergi dan melihat sendiri..."

Shen Teng berbalik untuk melihat Gu Yu, berkedip dan keluar dari ruang kelas.

Tiga menit kemudian.

Shen Teng kembali ke ruang kelas dan berkata kepada Jiang Zhenshan. "Aku kembali~ aku kembali! Kau tebak berapa banyak poin yang kau miliki saat ini!"

Jantung Jiang Zhenshan terasa melonjak ke tenggorokan.

Dia berbisik, "Be, berapa ..."

Shen Teng menggelengkan kepalanya dan sedikit mendesah, berkata, "Tidak terlalu bagus ..."

Jiang Zhenshan hampir menangis. "Apa sangat buruk?"

Shen Teng menghela nafas, "Ya, dua poin lebih tinggi dari yang terakhir ..."

Jiang Zhenshan membeku.

Shen Teng melihat ekspresinya dan tertawa.

"Haha, kau tertipu!"

Baru setelah menyadari bahwa dia sedang permainkan, Jiang Zhenshan melemparnya dengan penghapus.
  
"Benci!"

Setelahnya Shen Teng mengalihkan pandangan pada Gu Yu yang kaku.

"Xiao Yu Yu, kau tahu berapa banyak poin yang bisa kau dapat saat ini?"

Gu Yu tidak ragu, "Aku tidak mau tahu."

Shen Teng memandangi tatapan putus asa dan berkata, "Jangan khawatir, kau dapat lebih dari 570 poin saat ini!"

Melihat Shen Teng yang tadi menipu Jiang Zhenshan, Gu Yu tidak percaya.

"Aku tidak percaya."

Shen Teng sedikit tertekan, "Aku tidak berbohong kali ini! Tidak percaya, kau lihat saja!"

Dia mulai meragukan.

"... Benarkah?"

Shen Teng mengangguk dengan cepat.

Gu Yu perlahan berdiri dan meninggalkan ruang kelas.

Dia pergi ke papan buletin.

Begitu melihat skornya, dia merasa lega.

Dia segera mengeluarkan ponselnya dari saku, siap untuk mengirim pesan ke Shangyuan.

Ketika membuka WeChat, dia baru saja akan mengetik, suara familiar terdengar dibelakangnya.

Suara itu dingin dan rendah. "571 poin, sangat disayangkan."

Gu Yu tertegun dan segera berbalik.

Benar saja, itu Bo Shangyuan.

Sayang sekali ...

Wajah Gu Yu seketika menggelap.

"Siswa Bo, jangan katakan padaku, kau sudah membeli wusan?"

"Hm."

"..."

Gu Yu tampak kesal dan memandang rendah.

"Sayang sekali, aku tidak bisa menggunakannya."

Mata Shangyuan tidak mengangkat, "Belum tentu."

"..."

Dia tidak ingin melanjutkan topik ini lagi.

Gu Yu menoleh ke tempat pertama di papan buletin dan melihatnya, tentu saja, masih Bo Shangyuan.

Gu Yu merasa agak aneh.

Apa mereka yang selalu peringkat pertama kali di sekolah akan melihat nilainya sendiri? Dalam hati Gu Yu, bagi mereka yang bisa menguji skor, orang yang sangat pintar seperti Bo Shangyuan seharusnya sudah mengekspektasikannya.

Gu Yu bertanya, "Bukankah kau selalu peringkat satu? Kenapa masih harus melihat hasilmu?"

Suara Shangyuan ringan, "Kau mungkin tidak berani melihatnya, jadi aku datang kesini."

Orang-orang di sekitar tidak bisa mengerti maksud Shangyuan sehingga mereka benar-benar bingung.

Tapi Gu Yu seketika mengerti.

"... oh."

Memang benar bahwa Bo Shangyuan datang untuk melihat hasil.

Tetapi untuk melihat nilai Gu Yu.

Gu Yu sekarang tidak memiliki niat untuk berbicara dengan Bo Shangyuan lagi.

Dia berkata dengan wajah kayu, "Sekarang, setelah melihatnya, kau bisa pergi."

Jika itu orang lain, Shangyuan akan tidak peduli.

Tapi Gu Yu, Shangyuan menatapnya penuh minat.

"Bukankah aku sudah bilang sebelumnya, selama kau bisa mendapat 570 poin, kau bisa minta satu keinginan? Sudah memikirkannya?"

Gu Yu tertegun.

Karena Gu Yu tidak menganggap ini serius.

Dia sekarang tinggal di rumah Shangyuan, memakai pakaian pemberiannya, juga makan dan minum, bagaimana dia bisa membuatnya memenuhi keinginannya lagi ...

Shangyuan melihat ekspresi Gu Yu, diam bisa paham.

Dia menyentuh kepala Gu Yu, dan kemudian tangan itu menyelinap kebawah lalu mencubit wajahnya.

Tindakan ini alami, dengan afinitas tak terbatas dan memanjakan.

"Berpikirlah dengan baik."

Bo Shangyuan pun berbalik dan pergi.

Setelah beberapa saat, Gu Yu akhirnya terhenyak.

Dia kembali ke kelas dan duduk dibangkunya.

Shen Teng yang duduk di depannya tidak bisa membantu tetapi berkata, "Aku sudah bilang aku tidak berbohong!"

Setelah itu, melihat ekspresi di wajah Gu agak aneh, dan Shen Teng merasa terkejut.

"Apa yang terjadi?"

Gu Yu ragu-ragu sejenak.

"Bo Shangyuan bilang selama aku telah melewati 570 poin saat ini, dia berjanji akan memenuhi satu keinginanku ..."

Shen Teng menahan napas dan berkata, "Benarkah?"

"Hm."

Shen Teng bertanya, "Apa kau sudah memikirkannya?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya, "Tidak."

Shen Teng ingin terus bersiap untuk mengatakan sesuatu, dan tiba-tiba dia mendapat ide cemerlang.

Dia berdeham dan berbisik, "Apa Bo Shangyuan melihat ... hal-hal semacam itu?"

Gu Yu bingung, "Hal apa?"

Shen Teng samar-samar berkata, "Ini adalah jenis hal yang tidak sehat ..."

Gu Yu lebih bingung, "Tidak sehat?"

Jin Shilong di samping menjelaskan, "Ini adalah film aksi cinta Jepang."

Gu Yu diam.

"... oh."

Namun, Gu Yu dengan cepat menjadi tidak mengerti.

Dia bertanya, "Kenapa kau menanyakan ini?"

Shen Teng menghindar untuk menjawab. "Kau jawab aku dulu, dia suka tidak?"

Gu Yu merenung

Dia mengerutkan alisnya, "Aku tidak tahu ..."

Shen Teng tampak aneh, "Kau dan dia hidup bersama setiap hari, bagaimana bisa kau tidak tahu."

Gu Yu tidak ingin berpikir, "Aku tidak tahu apa yang dia lihat ketika dia melihat ponselnya."

Shen Teng mengubah pertanyaan, "Apa ada majalah dewasa di rumah atau komputernya, atau poster wanita Jepang dan semacamnya?"

Jawaban Gu Yu sangat menentukan, "Tidak."

Rumah Bo Shangyuan sangat bersih, tidak ada dekorasi, tidak ada majalah, tidak ada debu ... mirip dengan hotel.

Tidak ada orang lain, dingin dan kosong.

Sejak Gu Yu tinggal, rumah itu bertambah satu orang.

Shen Teng mengerutkan alisnya, dan ekspresinya mulai terjerat.

"Jadi, apa dia diam-diam melakukan sesuatu dibelakangmu pada malam hari?"

Misalnya, diam-diam menggunakan tangannya ...

Tapi kalimat ini Shen Teng terlalu malu untuk mengatakannya.

"Tidak."

Shen Teng terkejut.

"WTF, Bo Shangyuan berhati dingin!"

/ tidak ada nafsu birahi lol /

Di usia mereka, pasti ada setidaknya satu atau bacaan yang tidak sehat di rumah dan juga film aksi cinta di ponsel atau di komputer. Tetapi Shangyuan tidak punya satupun!

"?"

Tidak ada majalah dewasa atau ponsel gadis Jepang, berhati dingin?

Gu Yu juga tidak punya.

Suara dingin Jin Shilong di samping menukas, "Apa yang kau tahu? Dia mungkin memang seperti ini. Di depan orang lain, berhati dingin. Ketika berada di depan orang yang dia sukai, itu akan langsung menjadi tujuh kali dalam semalam."

/itu emang maksudnya 7 ronde semalam😅/

Shen Teng membuka mulutnya.

Masuk akal sampai dia tidak bisa berkata-kata.

Tapi ini bukan intinya.

Shen Teng merendahkan suaranya, dan berbisik pada Gu Yu. "Jika kau benar-benar tidak bisa memikirkannya, kau suruh dia menonton film aksi cinta Jepang, dan kemudian membiarkannya menulis 800 kata."

"..."

Melihat Gu Yu, Shen Teng tertawa tengil. Dia berkata, "Aku menyarankan, hanya menyarankan."

Sebenarnya, Gu Yu akan menolak.

Namun, ketika dia berpikir untuk membiarkan Shangyuan menulis, dia tiba-tiba tergerak.

Dia juga ingin membuat Shangyuan merasakan apa yang dia rasakan selama berbulan-bulan.

"Tapi ..."

Shen Teng berpikir Gu Yu akan membantah, jadi dia berkata, "Kau tidak perlu menganggapnya serius."

"Tapi aku tidak punya situs web ..."

Shen Teng tertegun.

Dua detik kemudian, Shen Teng menunjukkan senyum aneh.

Dia berkata, "Xiao Yu Yu kau tunggu saja, aku akan segera mengirimkanmu link."

"Hm."

Shen Teng menambahkan, "Kau ingat untuk membiarkanku melihatnya begitu Bo Shangyuan selesai menulis."

"Hm."

58. Jangan kembali

Ibu Gu datang ke SMA Chengnan, dia menatap gerbang sekolah yang megah, dan kemudian aku ingat bahwa Gu Yu telah belajar begitu lama, ini pertama kalinya dia pergi ke Sekolah Menengah Chengnan.

Ketika Gu Yu mendaftar ke sekolah, dia membiarkan Gu Yu pergi sendiri.

Ketika pertama kali mengikuti ujian, dia juga membiarkan Gu Yu datang sendiri.

Ketika mengikuti pelatihan militer, dia bahkan tidak mengirimnya sekali pun.

Dia tidak bertanya bagaimana pendaftarannya, juga tidak bertanya tentang kegugupannya ketika ujian dan apakah pelatihan militer itu melelahkan atau tidak ...

Gu Yu juga tidak pernah mengatakannya.

Bahkan, pikirkan baik-baik, Gu Yu di rumah, tidak banyak kata.

Tetap di rumah sepanjang hari, tidak pernah bicara. Selain makan, dia selalu diam di kamarnya. Adapun komunikasi, itu tidak ada.

Dia selalu berpikir bahwa karakter Gu Yu terlalu pengap, canggung dan aneh, jadi dia tidak selalu berbicara banyak.

Tetapi pikirkan baik-baik, jika karakternya terlalu pengap, bagaimana mungkin keluarga di sebelahnya begitu baik dengannya, dan membiarkannya tinggal di rumahnya sendiri?

Tetangga Bo memiliki nilai bagus, populer dan tampan, dan tidak kekurangan teman sama sekali. Ini benar-benar seperti yang dia pikirkan, bagaimana bisa dua orang menjadi teman.

Jadi..

Sama sekali bukan karakter Gu Yu yang terlalu pengap.

Tidak ada yang perlu dikatakan padanya.

Saat memikirkan ini, Ibu Gu tidak bisa tidak memikirkan kata-kata yang dikatakan Bo Shangyuan.

'Bibi, kau tahu kenapa nilaiku begitu bagus?'

'Karena ibuku tidak pernah membandingkanku dengan orang lain.'

Ibu Gu sebenarnya merasa sedikit dirugikan.

Dia juga berusaha peduli, dia juga ingin memotivasinya dan membiarkannya mengembangkan semangat positif.

Pada saat yang sama, dia tidak bisa membantu tetapi mulai meragukan dirinya sendiri.

Apakah ... Membandingkannya dengan anak orang lain benar-benar tidak berguna?

Tepat ketika ibu Gu berdiri di gerbang sekolah, penjaga pintu di gerbang hanya melihatnya berdiri diam disana dan tidak masuk, jadi tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Ada perlu apa?"

Ibu Gu terhenyak, "Aku mencari anakku. Dia berada di kelas E tingkat satu dan dipanggil Gu Yu."

Penjaga itu memandang ke atas dan kebawah menatap ibu Gu, dan berkata, "Kelas akan segera selesai, kau telepon dan suruh dia keluar."

Ketika Ibu Gu mendengar ini, ekspresi wajahnya tiba-tiba menjadi sedikit malu.

"Dia baru-baru ini bertengkar dengan keluarganya. Dia tidak pulang selama sebulan, dan tidak mengangkat telepon ... Jadi bisakah kau repot-repot memanggilnya?"

Penjaga itu melihat ekspresi Ibu Gu dan paham.

Dia telah menjadi penjaga gerbang selama lebih dari 20 tahun di SMA Chengnan, dia belum pernah melihat yang seperti ini.

Melihat penampilan Ibu Gu, penjaga itu hampir menebak satu atau dua.

Penjaga itu berkata, "Baiklah, kau tunggu, aku akan memanggilnya ketika kelas sudah selesai."

"Terima kasih."

Hari ini Selasa, hanya ada satu kelas bahasa di pagi hari, atau kuartal pertama.

Karena pagi itu ada sedikit urusan, setelah kelas pertama selesai, guru kelas dari kelas E mengemas materi dan pekerjaan rumah, bersiap untuk pulang.

Yin Caihua mendorong sepeda keluar dari gerbang sekolah di tempat parkir dan melihat seorang wanita paruh baya berdiri di gerbang sekolah. Seperti menunggu seseorang, dia bertanya dengan santai, "Siapa yang kau tunggu?"

Ibu Gu mendengar suara itu dan tanpa berpikir merespon, "Halo guru, aku adalah orangtua dari kelas E, Gu Yu."

Saat mendengarkan orang tua dari Gu Yu, dan mata Yin Caihua melebar karena terkejut.

Karena Yin Caihua pertama kali melihat orang tua Gu Yu.

Dia berhenti dan berkata, "Oh, apa kau orang tua dari anak itu?"

Ibu Gu ragu-ragu dan bertanya, "Kau ..."

Yin Caihua tersenyum gembira, "Aku adalah guru kelas dari kelas E."

Ibu Gu buru-buru berkata, "Halo!"

Setelah itu, reaksi pertama ibu Gu adalah, "Apa anakku tidak mengalami masalah di sekolah?"

Yin Caihua segera menyangkal, "Tidak, anakmu bisa menjadi luar biasa!"

Ibu Gu tertegun.

Berbicara tentang Gu Yu, Yin Caihua, yang telah berusia empat puluh tahun, tersenyum begitu lebar.

Dia berkata, "Hasil tes simulasi anakmu dan tes bulanan pertama tidak terlalu memuaskan. Setelah kau mendaftarkannya mengikuti kelas tambahan, hasilnya tiba-tiba meningkat. Tes bulanan oktober lalu dan november ini dia selalu pertama satu dikelas, dan hasilnya semakin baik. Untuk mengikuti situasi ini, dia bisa saja masuk ke Kelas B di tahun kedua ..."

Yin Caihua berkata dengan antusias, ekspresi ibu Gu salah.

"Aku tidak mendaftarkannya ikut kelas tambahan, apa kau membuat kesalahan ..."

"Eh tidak? Tetapi anakmu bilang bahwa ia berada di kelas tambahan. Pada tujuh hari Hari Nasional, ketika siswa lain bermain di luar, anakmu bilang pada guru kelas dia membentuk kelas."

Setelah Yin Caihua selesai berbicara, dia tidak bisa membantu tetapi menambahkan kalimat.

"Guru lesnya mengajar dengan baik. Gagasan untuk memecahkan masalah sangat mudah dimengerti ..."

Ibu Gu benar-benar terpana.

Tujuh hari Hari Nasional ... Gu Yu selalu keluar dengan buku tugasnya, pergi lebih awal dan pulang terlambat. Dia berpikir bahwa Gu Yu akan keluar untuk bermain-main dengan teman-teman sekelasnya. Bahkan walaupun buku tugss berada dalam pelukannya, dia merasa bahwa Gu Yu hanya bermain-main dan menggunakan itu sebagai cover.

Dia juga mengatakan bahwa nilainya sangat buruk, dia tidak belajar di rumah setiap hari, pergi ke teman sekelas untuk bermain game ...

Juga biarkan dia melihat Shangyuan yang cerdas, nilai baik, luar biasa, semuanya lebih kuat darinya ...

Adapun guru kelas tambahan... jika tidak salah menebak, itu pasti Bo Shangyuan.

Tapi dia berbicara tentang kata-kata itu, membiarkan Gu Yu pergi untuk membuat hubungan yang baik dengan Bo Shangyuan. Ketika sudah menjadi teman, Gu Yu tidak mengatakan apa-apa.

Bahkan pada hari pertama, dia bertanya pada Gu Yu apa yang diablakukan, Gu Yu menjawab: bermain game.

Dia tiba-tiba tahu ...

Kognisinya benar-benar berbeda dari Gu Yu yang sebenarnya.

Ibu Gu terdiam lama.

Guru kelas masih terus memuji lalu tiba-tiba dia ingat ada urusan lain

Yin Caihua menjerit dan berkata, "Ah tidak, sudah terlambat. Kau tunggu saja di sini, aku pergi dulu."

Setelah itu, dia mengendarai sepeda tuanya dan pergi.

Gu Yu tidak tahu tentang ibu Gu yang berdiri di gerbang sekolah dan mengobrol dengan guru kelas mereka.

Dia berbaring di atas meja, dan hanya ada tiga kata di benaknya: kertas ujian Huanggang.

Oh, ada satu lagi.

Ya...

Bo Shangyuan benar-benar menyebalkan.

Setelah pulang ke rumah tadi malam, Bo Shangyuan tidak pernah benar-benar mengingkari kata-katanya. Setelah sampai di rumah, dia mengeluarkan satu set kertas Huanggang dari ruang belajar.

Gu Yu melihat kata Huanggang di sampul kertas tes dan diam.

Lalu dia bertanya kepada Bo Shangyuan, "Kapan kau membelinya."

"Sebelum ujian."

Gu Yu tidak bisa tidak bertanya kepada Bo Shangyuan, "Apa kau menungguku untuk mendapat 560 atau kurang saat ini?"

"Jika kau mendapat 570 poin atau kurang di bulan berikutnya, aku akan membeli satu set lima atau tiga."

Lalu ... tidak ada lagi.

Karena dia tidak benar-benar ingin berbicara dengan Bo Shangyuan.

Disaat Gu Yu mengingat adegan tadi malam, dan dengan tertekan menggambar lingkaran di atas meja, tiba-tiba dia mendengar seseorang memanggilnya di kelas.

"Gu Yu, seseorang di gerbang sekolah sedang mencarimu!"

Gu Yu tertegun, perlahan mengangkat kepalanya.

"Siapa yang mencariku?"

Bocah itu menggaruk kepalanya dan berkata, "Tidak tahu, aku hanya diminta menyampaikannya padamu."

Gu Yu berdiri dan berjalan keluar dari ruang kelas.

Shen Teng yang tidak ada kerjaan, ikut berdiri dan berkata, "Xiao Yu Yu, aku akan menemanimu!"

Dikatakan menemani, sebenarnya, Shen Teng juga ingin melihat siapa itu.

Kedua lelaki itu berjalan ke arah gerbang sekolah, tetapi belum mencapai gerbang, mereka melihat sosok ibu Gu di luar gerbang sekolah.

Tubuh Shen Teng kaku dan kakinya seketika berhenti.

Dia tertawa kaku dan berkata, "Xiao Yu Yu, aku pergi dulu."

Setelah itu, dia menyelinap pergi.

Bagi Shen Teng, ibu Gu lebih mengerikan daripada zombie di thriller game.

Sementara Gu Yu terdiam, melihat ibunya yang tidak jauh.

Dia kemudian mendekat dan bertanya sopan seakan tidak terbiasa. "Apa kau ada perlu denganku?"

Dia berdiri setengah meter dari ibu Gu, tidak terlalu jauh, juga tidak dekat.

Secara umum, ini bukan sesuatu yang patut diperhatikan.

Tapi masalahnya adalah mereka adalah ibu dan anak, mereka belum bertemu selama hampir sebulan, dan mereka bahkan belum berbicara lewat telepon sekalipun... Akhirnya begitu bertemu, sikapnya begitu asing, dia tidak ingin dekat dengannya.

Melihat ekspresi Gu Yu yang memandangnya seperti orang asing, dia tiba-tiba tidak tahu harus berkata apa.

Tertegun sejenak, dia akhirnya bertanya, "Bagaimana kabarmu selama tinggal di rumah Shangyuan?"

Gu Yu tidak bisa bicara dengan ibu Gu, dan tidak ingin mengatakan lebih banyak.

Bukan karena pemberontakan, tetapi karena tidak peduli apa yang dia katakan, ibu Gu akhirnya bisa salah menafsirkan maknanya dan kemudian membahas tentang nilai.

Tidak baik untuk mengatakan lebih banyak, tetapi lebih baik untuk mengatakan lebih sedikit atau tidak sama sekali.

Gu Yu menjawab singkat. "Baik."

Lalu dia tidak berbicara lagi.

Ibu Gu tampak rumit dan bertanya, "Apakah kau masih punya uang saku ... jika ..."

Gu Yu langsung memotong, "Terima kasih, bu, tidak perlu."

Ibu Gu tidak tahu harus berkata apa lagi.

Gu Yu tidak berbicara, hening.

Adegan itu menemui jalan buntu.

Ibu Gu tiba-tiba teringat akan guru kelas tadi dan berkata, "Aku baru saja bertemu guru kelasmu. Dia bilang pencapaianmu baru-baru ini adalah yang terbaik ..."

"Oh."

Ibu Gu berpikir bahwa Gu Yu akan berbicara dengannya, misalnya, dia biasa menatap prestasinya, misalnya, dia berkata bahwa dia bahkan tidak dapat menguji 500 poin ... tetapi Ibu Gu tidak menyangka Gu Yu tidak mengatakan apa-apa, selain hanya 'oh'.

Mungkin karena ... Gu Yu memang tidak pernah mengatakan bicara banyak padanya.

Memikirkan hal ini, senyum di wajah ibu Gu tidak bisa membantu tetapi menjadi sedikit kaku.

Ibu Gu mengubah topik, "Guru kelas bilang kau membuat kelas selama tujuh hari Hari Nasional. Apa kau di rumah sebelah selama tujuh hari?"

Gu Yu masih hanya memiliki satu kata.

"Hm."

Ibu Gu tidak bisa membantu tetapi berkata, "Kenapa kau tidak memberi tahu ibumu? Ibu mengira kau pergi ke teman sekelas untuk bermain game pada saat itu ..."

Wajah Gu Yu sangat tenang dan suaranya tidak berfluktuasi secara emosional.

"Tidak ada yang bisa dikatakan."

Ibu Gu tiba-tiba terdiam.

Dia sekarang tidak tahu harus berkata apa.

Lalu berkata lagi, "Kau belum pulang selama sebulan, Ayah merindukanmu ... Jika kau ingin pulang ..."

Gu Yu memotong tanpa ragu, "Aku tidak ingin kembali."

Ibu Gu tertegun.

Dia kemudian perlahan menjelaskan, "Ibu tidak bermaksud seperti itu, Ibu ingin bilang, Ibu tidak akan mengeluh tentang nilaimu lagi, dan tidak akan mengoceh di rumah setiap hari. Selama kau mau kembali, ibu tidak akan memarahimu lagi. Bagaimanapun juga, tidak baik tinggal di rumah orang lain begitu lama ... Meskipun Shangyuan tidak berpikir itu merepotkan, bagaimana mungkin itu tidak merepotkan ..."

Gu Yu menunduk dan menatap jari-jari kakinya, tidak berbicara.

Dia tidak tahu harus berbuat apa.

Dia sudah terbiasa dimarahi, dia bahkan ingin pulang, tetapi kali ini, ibu Gu tiba-tiba mengatakan padanya bahwa selama dia pulang, dia tidak akan pernah dimarahi lagi.

Dia sedikit ... tidak terlalu terbiasa.

Dia bahkan berpikir bahwa mungkin dia salah dengar.

Ibu Gu menunggu sebentar, masih tidak ada jawaban dari Gu Yu, jadi mendesah pelan.

"Kelas akan dimulai lagi, kau kembalilah."

Gu Yu bergumam, dan ibu Gu mengucapkan selamat tinggal, lalu dia berbalik dan pergi.

Ibu Gu melihat kepergian Gu Yu sampai hilang dari pandangan sebelum akhirnya dia pulang.

Gu Yu kembali ke kelas, dan dia tampak jauh lebih diam daripada ketika meninggalkan kelas.

Shen Teng yang melihat itu memutuskan untuk menutup mulut dan diam.

Gu Yu duduk di posisinya dan mulai linglung.

Dia sedang memikirkan kata-kata yang baru saja dikatakan ibu Gu.

'Meskipun Shangyuan tidak berpikir itu merepotkan, bagaimana mungkin itu tidak merepotkan'

'Selama kau mau kembali, ibu tidak akan memarahimu lagi.'

'Ayah merindukanmu ...'

Kata-kata ini telah diulang dalam benaknya.

Bagaimana mungkin Gu Yu tidak tahu bahwa ia sebenarnya membawa banyak masalah ke Bo Shangyuan, dia tahu tetapi ia tidak pernah menolak untuk menghadapinya.

Shangyuan tidak pernah mengatakan itu, Gu Yu juga pura-pura tidak tahu.

Tetapi tidak peduli bagaimana cara melarikan diri, fakta masih ada di sini.

- Dia merepotkan.

Tapi Gu Yu benar-benar tidak ingin pulang.

Ketika dia berpikir untuk berada di rumah, dia akan selalu dimarahi, jadi dia sangat menentang kata-kata pulang.

Tetapi ibu Gu tadi sudah berjanji selama mau pulang.

Namun, ia benar-benar suka tinggal di rumah Shangyuan ...

Hati Gu Yu rumit, dia bahkan tidak memperhatikan bel berbunyi.

Guru matematika berjalan ke kelas dengan buku teks.

Kemudian ketua tim segera berdiri dan berteriak, "Halo guru!"

Teman sekelas lainnya di kelas juga berdiri dan ikut berteriak.

Selain Gu Yu.

Gu Yu selalu menjadi murid yang penurut dan patuh. Karena itu, Guru matematika yang selalu memiliki temperamen yang buruk melihat bahwa dia tidak berdiri dan memberi salam. Reaksi pertamanya tidak marah, tetapi bersuara. "Gu Yu?"

Gu Yu terhenyak. Dia mendongak dan melihat bahwa teman sekelas di kelas berdiri. Dia segera mengikuti bangkit dari bangku.

Gu Yu segera meminta maaf kepada guru matematika yang berdiri di podium, "Aku minta maaf untuk guru, aku tidak mendengar ..."

Salah satu siswa favorit guru matematika adalah Gu Yu.

Terampil, serius, bersemangat untuk belajar, termotivasi ...

Dia secara alami tidak akan ambil hati.

Guru matematika itu melambaikan tangannya dan berkata, "Lain kali lebih perhatikan, duduklah."

Gu Yu berbisik, "... terima kasih, guru."

Gu Yu duduk dan tidak berani linglung lagi.

Di akhir empat kelas di pagi hari, begitu jam pulang sekolah, Shangyuan pergi ke kelas kelas E untuk pulang bersama seperti biasa.

Meskipun semua orang di kelas E telah lama tidak merasa aneh, tetapi pada saat melihat Shangyuan, siswa laki-laki di kelas tidak dapat membantu tetapi cukup tertekan.

Shangyuan hanya berdiri di sana dan tidak melakukan apa-apa, tetapi dapat langsung menarik perhatian semua gadis di kelas.

Untungnya, Shangyuan tidak seperti Duan Lun. Jika tidak, mungkin para gadis di kelas ini sudah akan menjadi kekasih Shangyuan.

Shangyuan berdiri di pintu ruang kelas dan menunggu dengan sabar.

Namun, kesabaran Bo Shangyuan umumnya hanya lima menit.

Jika lebih dari lima menit, dia akan mendesak Gu Yu dan menyuruhnya bergegas.

Kali ini, setelah menunggu selama lima menit, Bo Shangyuan bersiap untuk membuka mulutnya.

Namun, ketika dia mendongak, Gu Yu masih berdiri dibangkunya dan menatapnya, tidak bergerak untuk waktu yang lama.

Sadar ada yang tidak beres, Shangyuan bertanya, "Apa yang terjadi?"

Gu Yu terhenyak, "Ah ... tidak ada."

Setelah itu, dia menundukkan kepalanya dan mulai dengan cepat membereskan pekerjaan rumahnya.

Menatapnya, Shangyuan mengerutkan alis.

Mencoba tidak ada yang pernah terjadi, Gu Yu berhenti didepan Shangyuan dan berkata, "Ayo pergi."

"Katakan."

Gu Yu tertegun lalu menundukkan kepalanya.

... Benar saja, tidak ada yang bisa disembunyikan dari Shangyuan.

Gu Yu ragu-ragu sejenak dan berbisik.

"Ibuku tadi datang ke sekolah untuk menemukanku ..."

Ekspresi Shangyuan merosot.

"Dia bilang selama aku pulang, dia tidak akan memarahiku lagi ..."

Shangyuan mengepalkan lima jemarinya, ekspresi wajah lebih kencang dan entah mengapa, raut wajahnya lebih dingin daripada sebelumnya.

Tapi Gu Yu tidak memperhatikan.

"Jadi kau ingin kembali?"

Gu Yu seketika bingung. "Aku tidak tahu ..."

Gu Yu tidak tahu apakah dia harus kembali.

Menurut akal sehat, bagaimanapun, dia sudah tinggal dirumah orang lain begitu lama, dia harus kembali ke rumahnya.

Namun, dia takut bahwa setelah kembali, dia hanya akan dimarahi dan mendengar keluhan yang tak ada habisnya.

Dia tahu dia harus kembali, tetapi dia tidak ingin kembali.

Dia secara tidak sadar ingin tinggal di rumah Shangyuan, tetapi secara rasional mengatakan kepadanya bahwa dia tidak ada gunanya selain menyusahkan.

Meski Shangyuan sebelumnya biarkan dia yang mencuci pakaian dan memasak ...

Namun, Shangyuan masih yang memasak, meskipun Gu Yu yang mencuci pakaiannya, tetapi dia hanya membuang pakaiannya ke mesin cuci, dan kemudian dia akan mengeluarkannya lagi.

Karena itu, ia hanya makan dan inum dirumah Shangyuan dan tidak melakukan apa pun.

Shangyuan yang melihat ekspresi, sedikit mendesah.

Dia secara alami tahu apa yang dipikirkan Gu Yu.

"Jangan kembali."

Gu Yu menggosok bibirnya dan ragu-ragu, "Tapi aku ..."

"Bukankah kau bilang, aku membiarkanmu tinggal di rumahku, hanya untuk melihatmu memakai pakaian aneh itu?!"

Gu Yu tertegun, dia mendongak.

Ekspresinya aneh. "?"

Shangyuan melanjutkan. "Pakaian itu sudah dibeli. Jika kau pergi, siapa yang akan memakainya."

"..."

"Ada juga kertas ujian Huanggang. Jika kau pergi, siapa yang akan menulis."

"..."

Gu Yu benar-benar ingin pulang sekarang.

Setelah Gu Yu bertanya samar, "Apa lagi?"

Ekspresi Shangyuan serius, "Aku belum memikirkannya."

Gu Yu dengan emosi terpendam memandangnya dan berkata, "Bisakah kita pulang sekarang?"

Shangyuan bergumam mengiyakan.

Detik berikutnya, Gu Yu berbalik dan pergi.

Hati Gu Yu tercekik.

- Kenapa dia bisa sangat menyebalkan!

Melihat Gu Yu sudah berjalan lebih dulu. Shangyuan akhirnya melepaskan hati.

Ekspresinya agak jelek.

Dia tidak menyangka ibu Gu akan datang langsung ke sekolah.

Untuk memisahkan Gu Yu dari keluarganya, tidak peduli bagaimana pihak lain mengetuk pintu, dia tidak mendengarnya.

Diluar perhitungan, tidak menyangka pihak lain tiba-tiba menemui Gu Yu di sekolah.

Perasaan Shangyuan tidak terlalu baik.

Atau apa sebaiknya dia pindah saja agar bisa menghindar dari keluarga Gu Yu?

Shangyuan merenung.
.
.

Shangyuan masih belum menemukan rumah baru yang sempurna hingga tiba ujian bulanan desember.

Untuk ujian bulanan desember yang akan segera dihadapi, Gu Yu dapat dikatakan gugup.

Karena si abnormal mengatakan bahwa jika ujian bulanan pada bulan Desember kurang dari 570 poin, maka dia akan dibelikan satu set lima atau tiga.

Memikirkan ini, Gu Yu rasanya ingin mengutuk.

Dalam dua bulan terakhir, selain kelas, Gu Yu menghabiskan sisa waktu di himpunan Huanggang yang Shangyuan beli untuknya.

Oh tidak, 'hadiah'.

Setiap hari, dia harus melakukan pertanyaan, dan harus menyelesaikannya di malam hari.

Setelah selesai Shangyuan akan memeriksanya.

Jika ada yang salah, pertama-tama biarkan dia menyalin rumus dasar dari pertanyaan yang salah dua puluh kali selama kelas siang hari, dan kemudian pada malam berikutnya, dia akan membuat topik yang sama dengan jenis pertanyaan yang salah, dan biarkan dia menulisnya.

Setiap malam dan berulang kali ... Gu Yu bahkan sampai memimpikan pertanyaan yang salah saat tidur malam.

Gu Yu dengan skeptis mengubah nama Bo Shangyuan, dengan marga Bian dan nama panggilanTai.

Lengkapnya dibaca Biantai ( abnormal ).

Karena set tiga atau lima, Gu Yu tidak berani mengabaikan tes bulanan desember. Sehari sebelum tes bulanan, bahkan ketika dia berada di kelas, dia meningkatkan ulasannya.

Shen Teng melihatnya belajar giat, tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Xiao Yu Yu, kau melakukan ini lagi?"

Dia tidak mengangkat kepalanya, "Bo Shangyuan bilang, jika hasil tes bulanan kurang dari 570, dia akan membelikanku satu set lima atau tiga."

Shen Teng seketika terdiam.

Setelah beberapa saat, dia akhirnya menepuk bahu Gu Yu dengan tenang dan berkata, "Hati-hati, bro."

57. Karena ada uang

Setelah waktu yang lama masih belum mendapat balasan, begitu kelas pertama berakhir, Shangyuan bersiap untuk pergi mencari-- tidak, menangkap Gu Yu.

Shangyuan tidak merasa senang.

Malam sebelum ujian bulanan, Gu Yu sangat begitu cepat membalas pesan Shen Teng, tetapi untuk pesannya, dia abaikan.

Wajah Shangyuan gelap dan suram, tercetak jelas raut tidak bahagia.

Pada saat yang sama, Shen Teng di lantai pertama tiba-tiba bersin dan punggungnya dingin.

Dia melihat sekeliling dan menyentuh lengannya.

... Kenapa dia merinding?

Begitu bel kelas baru berdering, Shangyuan langsung berdiri dengan wajah dingin dan bersiap mengangkat kakinya keluar kelas.

Seperti yang diketahui, kecuali ada hal penting, Shangyuan tidak pernah beranjak dan tetap duduk diam. Karena itu, siswa lain di kelas A terkejut dan penasaran melihat Shangyuan akan pergi keluar kelas.

Disisi lain Duan Lun bertanya, "Kenapa?"

Shangyuan merespon singkat. "Tangkap orang."

Duan Lun sedikit tertegun, kemudian dengan cepat memikirkan sesuatu, "Oh ... apa kau pergi ke kelas E untuk menangkap kekasihmu yang tidak mau membalas pesan?"

Saat memikirkan hal ini, Duan Lun merasa bahwa kekasih Shangyuan itu mengagumkan. Dia saja tidak berani mengabaikan pesan Shangyuan.

Shangyuan tidak merespon dan langsung melangkah keluar kelas.

Matanya fokus ke kedepan, seakan pemandangan, benda, dan orang-orang di sekitarnya hanyalah ruang hampa dan tidak bisa masuk ke matanya.

Singkatnya, seolah-olah tidak ada apapun disekitarnya.

Presence Shangyuan sangat kuat, dia tidak bicara dan tak suka didekati. Begitu Shangyuan lewat, semua orang tidak bisa menahan diri untuk melihat kepergiannya. Dalam hati diam-diam menebak bahwa dia akan menemukan seseorang.

Duan Lun yang masih berada di ruang kelas A, tiba-tiba menyadari sesuatu.

Duan Lun berpikir, dia bodoh! Shangyuan pasti menemui kekasihnya, mengapa dia tidak pergi melihat siapa gadis yang dengan beraninya tidak membalas pesan itu?

Setelah memikirkannya, Duan Lun berdiri dengan tegas dan mengikuti Shangyuan.

Disisi lain, Shangyuan pergi ke kelas E, dia langsung pergi ke jendela tepat disebelah bangku Gu Yu, kemudian mengulurkan jari telunjuk dan mendorong belakang kepala Gu Yu.

Gu Yu yang tengah berbaring di meja seketika kaget, kembali duduk dan menoleh.

Tentu saja, itu Bo Shangyuan.

Gu Yu seperti biasa akan mendelik padanya tetapi setelah mendengar kata-kata Jin Shilong, begitu sekarang melihat Shangyuan, suasana hatinya rumit.

Ya!

Dia dan Shangyuan paling baik hanya hubungan antara teman sekolah dan tetangga. Karakternya tidak baik, keluarganya tidak kaya, nilainya tidak bagus, dan mengetahui dia tidak dapat membawa manfaat apa pun untuk Bo Shangyuan ... Kenapa Shangyuan begitu baik padanya?

Gu Yu tidak bisa mengetahuinya.

Shangyuan tadinya ingin bertanya tentang pesan yang tidak dibalas, tetapi melihat ekspresi Gu Yu, dia beralih bertanya. "... Apa yang terjadi."

Gu Yu menggigit bibirnya dan ingin bertanya tetapi ketika dia membuka mulutnya, tidak ada yang bisa dikatakan.

Mungkin ... ini hanya kesalahpahaman. Shangyuan baik pada semua orang. Mungkin jika yang tinggal di sebelah rumah Shangyuan adalah orang lain, dia pasti akan berbuat baik pada orang itu seperti yang dia lakukan padanya.

Jika dia dengan muka tebal bertanya, sepertinya itu terlalu percaya diri.

- Karena Gu Yu benar-benar tidak bisa memikirkannya, apa yang ada diimajinasinya adalah alasan yang bagus sehingga itu bisa membuatnya jauh lebih baik.

Dia berpikir ...

Selain Shangyuan suka membantu orang lain, atau hanya menjadi iseng membantunya, dia tidak bisa memikirkan kemungkinan lain.

Memikirkan ini, kepalanya semakin rendah dan rendah.

Gu Yu berpikir, tidak heran Bo Shangyuan mengatakan bahwa dia tidak ingin berteman dengannya, karena dia tidak memenuhi syarat untuk menjadi teman.

Melihat ekspresi Gu Yu, Shangyuan akhirnya menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres, dia dengan wajah sangat dingin berkata, "Keluar."

Gu Yu berdiri, dengan patuh berjalan keluar dari ruang kelas, dan akhirnya sampai ke depan Shangyuan.

Gu Yu menunduk dan menatap ujung kakinya.

Dia tidak berani melihat Shangyuan.

"... Angkat wajah."

Gu Yu tertegun tetapi kepalanya tidak bergerak.

Tiga temannya di jendela melihat pemandangan di depan mereka dan tampak penasaran.

Mata Jin Shilong berbinar dan bersinar terang.

Shen Teng mengunyah stik pedas dan juga memegang buah melon.

Jiang Zhenshan dengan hati-hati memandang keduanya, tidak berkedip.

Sudut mata Shangyuan secara tidak sengaja menangkap figur tiga orang itu di jendela, dia mengerutkan kening.

Dia kemudian meraih pergelangan tangan Gu Yu dan menariknya pergi.

Tidak jauh dari sana, Duan Lun yang baru saja turun dari lantai dua dan belum mencapai kelas E, melihat adegan ini seketika berhenti.

Tunggu sebentar.

Bukannya datang untuk menangkap kekasih? Bagaimana dia bisa melihat pemandangan di mana Xing Bo menarik kurcaci kecil pergi?

What???

Sisi lain.

Shangyuan berhenti disudut dimana tidak ada orang lain.

Dia menatap Gu Yu, "Katakan."

Gu Yu menggosok bibir dan meremas ujung bajunya.

Shangyuan menghela nafas dan bertanya, "Apa kau diganggu?"

Gu Yu menggelengkan kepalanya.

"Nilai turun?"

Gu Yu terdiam dan menggelengkan kepalanya lagi.

Shangyuan membungkuk, mensejajarkan matanya dengan tinggi Gu Yu, lalu dengan sabar bertanya, "Lalu apa?"

Shangyuan selalu memiliki sedikit kesabaran.

Dan semua kesabaran dalam kehidupan Bo Shangyuan ini mungkin digunakan dalam tubuh Gu Yu.

Gu Yu ragu-ragu.

Dia ingin bertanya mengapa Shangyuan begitu baik padanya.

... tapi dia tidak berani bertanya.

Dia takut ini adalah kesalahpahamannya.

Dia takut bahwa pada kenyataannya, tidak peduli siapa itu, selama orang itu tinggal di sebelah rumah Shangyuan, ketika meminta bantuan dan Shangyuan akan sangat baik kepada orang tersebut.

Tapi ... Gu Yu masih ingin tahu jawabannya.

Gu Yu mengubah pertanyaan yang lebih halus.

"Kenapa kau membeli pakaian untukku?"

"?"

Shangyuan tidak menyangka Gu Yu akan mulai berbicara dengan pertanyaan ini.

"Aku tahu harga satuan adalah euro, 800 sebenarnya beberapa ribu."

Shangyuan mengangkat alis, "Bagaimana kau tahu."

"Ada siswa di kelas yang tahu merek ini, dan kemudian dia memberi tahuku."

"Karena ada uang."

"..." Gu Yu kemudian bertanya. "Bagaimana dengan makanan ringan?"

Meskipun Gu Yu bilang dia tidak makan makanan ringan, Bo Shangyuan selalu suka membelikannya. Sekarang di lemari es di rumah dipenuhi makanan ringan untuk Gu Yu.

"Karena ada uang."

"..."

Pikirkan tentang hal ini, dia tidak berbohong.

Shangyuan sangat kaya.

Um ... orang kaya benar-benar menyebalkan.

Gu Yu akhirnya bertanya, "Bagaimana dengan kertas ujian Huanggang?"

Kali ini, Shangyuan mengangkat alis. "Tidak dapat 560 poin?"

Gu Yu terdiam.

"... um."

Shangyuan seketika mengerti.

"Apa karena ini kau tidak balas pesanku?"

"..."

Gu Yu tidak mengatakan apa-apa.

Menganggap itu adalah jawaban, Shangyuan kemudian berkata. "Skor ada di sana, tidak ada gunanya untuk melarikan diri."

"..."

Shangyuan dengan dingin dan kejam melanjutkan. "Aku sudah membelikanmu kertas Huanggang, kau akan melihatnya ketika pulang."

"..."

Gu Yu terdiam, dan kemudian pergi tanpa mengatakan apa-apa.

Gu Yu takut dia terlalu banyak berpikir. Dia tidak berharap terlalu banyak berpikir.

Bahkan skornya belum turun, kertas ujian Huanggang sudah dibeli dengan baik, apanya yang baik, Shangyuan hanya ingin menyiksanya.

Gu Yu kembali ke ruang kelas dengan wajah gelap.

Melihat itu, Shen Teng tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Apa yang salah? Apakah itu tidak begitu baik?"

Gu Yu berkata dengan wajah tenang, "Aku baru saja bertanya."

Shen Teng tidak bisa memahaminya. Dia belum bereaksi untuk sesaat, "Apa yang kau tanyakan?"

Sementara Jin Shilong yang entah sudah berapa banyak membaca komik gadis langsung menyadari. "Kau baru saja bertanya pada Bo Shangyuan kenapa dia begitu baik padamu?"

"Hm."

Shen Teng akhirnya mengerti, lalu bertanya, "Shangyuan jawab apa?"

"Dia bilang karena ada uang."

Shen Teng tiba-tiba terdiam.

Jin Shilong merasa ada yang aneh. Dia mengerutkan alisnya, "Bagaimana dengan kertas ujian Huanggang?"

Gu Yu tampak kesal, "Kertas itu dibeli sebelum ujian bulanan. Dia hanya ingin menyiksaku. Apanya yang kurang dari 560 poin baru membeli kertas Huanggang  ... Itu hanya tipuan."

Tapi Jin Shilong masih merasa ada yang aneh.

"Kenapa dia hanya membelikannya untukmu, bukan untuk orang lain?"

Gu Yu tidak mau berpikir. "Karena hanya aku tetangganya dan terlihat sangat buruk."

Shen Teng menundukkan kepalanya dan berkata, "Hm, benar juga."

Jin Shilong terdiam.

Sedangkan Jiang Zhenshan sangat bersimpati dengan Gu Yu.

Dia berkata, "Aku pernah dengar bahwa para genius dengan IQ yang sangat tinggi tampaknya memiliki beberapa hobi aneh ..."

Pada saat bersamaan.

Kelas A.

Setelah kembali ke ruang kelas, kalimat pertama Duan adalah pembukaan yang kusut. "Apa kau tidak menangkap kekasihmu? Kenapa aku melihat kau membawa kurcaci kecil itu pergi?"

Duan Lun tidak tahu apa yang dia pikirkan.

Ekspresi Shangyuan dingin, dan suaranya tidak memiliki fluktuasi emosional.

"Menurutmu?"

"???"
.
.

Sejak Gu Yu meninggalkan rumah dan tinggal di rumah Shangyuan, itu sudah hampir sebulan.

Keduanya berpikir, meskipun mereka selalu memarahinya di rumah, mengatakan bahwa nilai Gu Yu tidak baik dan karakternya tidak baik, tetapi dia bahkan tidak pulang ke rumah sekalipun hampir sebulan ini.

Bahkan tidak pernah menelepon.

Dalam hal ini, kedua orang tuanya tidak menyangka.

Mereka pernah berpikir untuk pergi ke pintu sebelah, bertanya pada Shangyuan bagaimana kabar Gu Yu sekarang, tapi tidak peduli bagaimana mereka mencarinya, pintu sebelah selalu tertutup.

Meskipun keduanya adalah tetangga, sulit untuk berpapasan.

Gu Yu tinggal di rumah selama 16 tahun, dan sekarang tiba-tiba dia tidak pulang. Ayah Gu dan Ibu Gu tidak terbiasa dengan itu. Rumah itu bahkan seketika menjadi jauh lebih dingin.

Pada saat ini, ayah Gu duduk di sofa, meskipun matanya melihat TV, tetapi pikirannya benar-benar berada di tempat lain.

Ayah Gu melihat kalender di dinding dan berkata, "Bulan November, nilai Yu Yu pasti sudah keluar."

/ini sebenarnya Gu Yu dirumah dipanggil Yu Yu sama ortunya sama kek Shangyuan dipanggil Yuan Yuan, ngedit chap yg dah lewat keknya berat, wk. Jadi gausah bingung. Ini bukan typo. /

Ibu Gu yang berada di samping merespon. "Sepertinya begitu."

Sejak Gu Yu pindah, ibu Gu saat ini berbicara jauh lebih sedikit daripada biasanya.

Ibu Gu secara bertahap mulai menyadari masalahnya sendiri. Dia menemukan bahwa dia adalah orang yang sangat tidak memenuhi syarat sebagai seorang ibu. Selain mengeluh tentang prestasinya di rumah setiap hari, dia tidak bisa mengingat kapan terakhir dia memujinya.

Ayah Gu bertanya, "Apa kau pikir Yu Yu akan pulang hari ini?"

"Entahlah."

Ayah Gu menghela napas, berbicara pelan. "Tetangga Shangyuan lebih memahaminya, mereka seusia, dan pasti banyak hal yang dibicarakannya dengan Yu Yu setiap hari. Tidak seperti kita, selain hanya menyuruhnya belajar, hanya membandingkannya dengan yang lain. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan."

Ibu Gu menatap TV dan tidak berbicara.

Ayah Gu lanjut bertanya, "Apa pintu rumah Shangyuan hari ini masih ditutup?"

"Hm."

Ayah Gu menghela nafas lagi dan berkata, "Kau pergi ke sekolah besok dan bertemu Yu Yu, tanyakan apa dia masih punya uang dan bagaimana kabarnya selama tinggal dirumah Shangyuan."

"Hm."

Ayah Gu ragu-ragu, dan akhirnya berkata, "Saat bicara padanya, kau jangan memarahinya lagi tentang nilai atau apapun. Jika dia ingin pulang, dia bisa pulang kapan saja."

"... Baik."

56. Jika kurang dari 560 poin, aku akan membelikanmu hadiah

Melihat wajah Gu Yu yang serius, Shangyuan terdiam.

Yang disebut kayu putih tidak dapat diukir, mungkin Gu Yu saat ini.

/situasi telah ditetapkan tidak dapat ditarik kembali./

Gu Yu melihat ekspresi Shangyuan berubah jelek jadi dengan ragu bertanya, "Apa yang terjadi?"

Apakah dia salah?

Shangyuan mengangkat tangannya dan menekan alisnya, membatin: jangan terburu-buru.

Hm, tidak perlu terburu-buru.

Dia merespon, "... Bukan apa-apa."

Namun, sejak itu, Shangyuan tidak pernah bertanya tentang ini lagi.
.
.

Sehari sebelum ujian bulanan.

Malam hari.

Karena tidak ada ibu Gu di sekitar, jadi Gu Yu tidak terlalu gugup tentang ujian bulanan. Memikirkan hal ini, Gu Yu merasa senang tinggal dirumah Shangyuan.

Namun, untuk hasilnya, Gu Yu tidak memiliki ketegangan seperti sebelumnya.

Tentu saja, sebagian besar alasan disebabkan oleh kenyataan bahwa Shangyuan selalu membantunya mengerjakan pekerjaan rumahnya dan membantunya membuat kelas. Oleh karena itu, Gu Yu percaya diri dalam ujian bulanan.

Tidak berharap tentang 600 poin, tetapi Gu Yu dapat menjamin bahwa skor tes bulanannya pasti akan di atas 500 poin.

Meskipun 500 poin tidak layak disebut untuk Bo Shangyuan, sudah cukup tinggi untuk Gu Yu, seorang siswa seni yang hanya mampu mendapat lebih dari 400 poin.

Gu Yu adalah siswa seni, meskipun Gu Yu tidak suka seni.

Pada awalnya, ibu Gu yang melihat prestasi Gu Yu takut dia tidak bisa masuk SMA, jadi dia memaksa Gu Yu mendaftar sebagai siswa seni.

Alasannya ... secara alami adalah karena nilai siswa seni jauh lebih rendah daripada nilai rata-rata.

Untungnya, Gu Yu masih sedikit berbakat dalam hal melukis, jika tidak, pencapaian artistik Gu Yu mungkin tidak konsisten.

Jika tidak seperti itu, Gu Yu mungkin tidak bisa masuk ke SMA Chengnan.

Gu Yu tidak memiliki banyak ambisi, dia merasa bahwa mendapat lebih dari 500 poin saja sudah cukup. Oleh karena itu, gagasan meninjau pelajaran sebelum ujian benar-benar tidak ada.

Karena itu malam sebelum ujian, Gu Yu bahkan siap untuk bermain game dengan Shen Teng.

[ Apa kakak ingin diundang? ]

[ 🙏 ]

[ Oke. ]

[ Ah, ah, ah, ah, aku akan segera membuka ruang! ]

[ Tunggu aku. ]

[ Hm. ]

Gu Yu membalas pesan, dia berbaring di tempat tidur, menunggu Shen Teng mengirim undangan permainan.

Meskipun Gu Yu tidak suka bermain game, dia baru selesai mandi, tidak bisa tidur, dan tidak mau mendengarkan cerita hantu yang diceritakan Shangyuan padanya. Dia benar-benar bosan, jadi dia harus mencari permainan untuk dimainkan.

Tepat ketika Gu Yu menunggu Shen Teng untuk mengirim undangan permainan, Shangyuan yang duduk di sisi lain tempat tidur, juga memegang ponsel, tetapi tampaknya sedang melihat gambar kurva, tiba-tiba bertanya. "... Siapa yang mengirim pesan."

"Shen Teng."

Mendengar itu, Shangyuan diam.

Shangyuan sudah tidak suka pada Shen Teng untuk waktu yang lama.

- Tapi Gu Yu tidak tahu.

Dia kemudian bertanya dingin. "Review?"

Gu Yu tertegun. Dia mendongak dan memandangnya.

Um ... Re, review?

Tidak menunggu Gu Yu menjawab, Shangyuan melanjutkan, "Perkirakan berapa banyak poin yang aku ingin kau dapat."

Gu Yu berpikir sejenak dan berkata pelan. "Lebih dari lima ratus ..."

"Hm."

Melihat ekspresi Shangyuan yang dingin, perasaan Gu Yu tiba-tiba tidak enak.

Benar saja, Shangyuan berbicara tanpa mendongak dari ponselnya. "Jika kurang dari 560 poin, aku akan membelikanmu hadiah."

Tentu saja, hadiah ini bukan hadiah.

Ekspresi Gu Yu kaku dan ragu-ragu bertanya, "Jangan bilang hadiah yang kau maksud...

Shangyuan langsung memotong, "Ya."

Ini adalah kertas Huanggang yang dia pikirkan dalam benaknya.

Gu Yu seketika membeku.

Pada saat ini, Shen Teng baru saja mengirim undangan permainan ke Gu Yu.

[ Shen Teng mengundang Anda untuk bermain game. ]

[ Xiao Yu Yu, ruangku terbuka! ]

[ Ayo terima! ]

[ Aku merasa sangat baik hari ini, aku pasti tidak akan curang! ]

[ 😕 ]

Tidak ada yang merespons.

[ Xiao Yu, kau disana? ]

[ Yu Yu ah ~~~~]

[ Yingyingyingying~ apa ada orang? ]

Nada dari pesan WeChat telah berdering setiap saat, Gu Yu tampak seolah tidak mendengarnya dan tidak memiliki respons.

Pikiran Gu Yu sekarang penuh dengan kata Huanggang.

Memikirkan itu, bulu kuduknya merinding. Ini lebih mengerikan dari pada mendengarkan cerita hantu.

Gu Yu diam-diam menatap figur Shangyuan sejenak.

Sisi wajahnya, dagu dan lehernya begitu sempurna. Kelopak matanya rendah dan bulu mata yang panjang membentuk bayangan di bawah matanya. Dia mengenakan piyama, duduk santai di sisi tempat tidur, kerahnya yang sedikit terbuka memperlihatkan tulang selangka putihnya.

Pemandangan seperti itu, jika dilihat oleh orang lain, mereka mungkin akan mengeluarkan ponsel dan mengambil foto.

Di mata Gu Yu, hanya ada satu kata.

- Mengerikan.

Gu Yu tidak tahan untuk bertanya. "... Siswa Bo."

Shangyuan mengangkat kelopak mata, dan menatapnya.

"Apa kau adalah iblis di kehidupan sebelumnya?"

Shangyuan mengerutkan alis.

Gu Yu pun bangkit dari tempat tidur dengan perasaan depresi.

Dia membalas pesan ke Shen Teng.

[ Aku tidak datang. ]

[ Mau review. ]

[ ?  ?  ? ]

[ What??  ]

[ Review?? ]

Gu Yu tidak lagi melihat ponsel.

Dia berjalan keluar dari kamar tidur, datang ke ruang tamu, mengambil buku teks dari sofa di ruang tamu, dan mulai meninjau.

Gu Yu duduk di sofa dan melihat buku pelajaran dengan ekspresi tertekan.

Melihat konten 'menyenangkan' di buku teks, Gu Yu menghela nafas.

Ah ... dia benci belajar.

Gu Yu mengulas sekitar satu jam ketika waktunya sudah dekat jam 11:00 malam, Shangyuan memanggilnya dari kamar, "Jam sebelas, waktunya tidur."

Gu Yu menutup buku teks di depannya dan kemudian kembali ke kamar tidur.

Dia masuk ke selimut dan berbaring di tempat tidur, ekspresinya penuh kebencian, "Aku membencimu."

Shangyuan tetap tenang, tidak tampak kaget.

"Aku tidak membencimu."

Gu Yu mengeluh dengan depresi, "Aku dulu mendapat lebih dari 400 poin, dan mendapatkan lebih dari 500 poin itu sudah bagus ..."

"500 poin terlalu sedikit."

Dengan 500 poin bahkan tidak bisa masuk kelas B.

Gu Yu merasa tidak adil, "Aku bukan kau, kau sangat pintar, bagaimana aku bisa dibandingkan denganmu ..."

Gu Yu terus bergumam dan mengeluh, lalu tertidur tanpa sadar.

Tepat ketika dia tertidur, wajahnya masih tertekan.

Shangyuan melihat ekspresi Gu Yu yang agak tertekan, matanya redup.

Bagaimana ini...

Semakin dilihat, Gu Yu semakin lucu.
.
.

Larut malam.

Gu Yu mengalami mimpi buruk.

Dia memimpikan Huanggang.

Kertas ujian Huanggang berubah menjadi orang dan mengejarnya di belakang.

Pakaian yang dikenakannya adalah kain yang menjadi selembar kertas. Setiap sudut bahan diisi dengan pertanyaan dan grafik yang padat.

Kertas ujian Huanggang terus mengejarnya. Dia berkata sambil tersenyum, "Jangan lari, aku tidak akan melakukan apa pun padamu ~"

Gu Yu tidak percaya, dia berusaha terus berlari maju.

Tapi di mana pun dia berlari, kertas ujian Huanggang dengan figur orang dewasa dapat dengan mudah menyusulnya.

Pada akhirnya, Gu Yu terengah-engah, benar-benar tidak ada kekuatan untuk berlari, ia jatuh ke tanah dan menyerahkan hidupnya.

Kemudian, dia melihat kertas ujian Huanggang berbentuk orang dewasa perlahan datang kepadanya, berlutut, tersenyum dan menatapnya yang tergeletak ditanah sambil terengah-engah.

Canggung, senyum di wajah kertas-kertas Huanggang tiba-tiba menjadi sangat mengerikan.

Dia menyeringai dan matanya kosong, tidak ada bola mata. Ada pena di tangannya yang tidak tahu kapan itu keluar, dan itu terselip di tangannya.  Segera, kertas yang menjadi pakaian terlepas dan mengurung Gu Yu.

Pada saat yang sama, lingkungan di sekitar Gu Yu tiba-tiba menjadi sangkar.

Kertas ujian Huanggang berdiri di luar kandang dan tersenyum, "Ingatlah untuk menyelesaikannya."

"..."

Nada kertas ujian Huanggang sangat lembut, "Jangan pikir kau bisa keluar jika tidak menyelesaikannya."

"..."

Setelahnya, kertas ujian Huanggang teringat sesuatu. "Oh, ya. Satu pertanyaan tidak boleh salah ~"

"..."

Kertas ujian Huanggang sedikit membungkuk dan berkata, "Jika salah, salin seratus kali ~"

Saat mengatakan itu, nada kertas ujian Huanggang dari lembut berubah sangat keras.

Gu Yu tiba-tiba membuka matanya dan bangun terduduk ketakutan.

Dia merinding dan penuh keringat dingin.

Mimpi ini benar-benar mengerikan.

Setelah waktu yang lama, Gu Yu akhirnya tenang.

Gu Yu mengambil ponsel di tempat tidur dan memandangnya. Dia menemukan itu baru jam lima lewat, jadi dia berbaring lagi namun tetap tidak bisa tidur.

Dia sekarang penuh dengan Huanggang dalam benaknya.

Gu Yu berbaring di tempat tidur dan menatap kosong. Ekspresinya sudah mati.

- Dia benci Bo Shangyuan.

Gu Yu masih berkedip hingga jam enam, dia kemudian segera melepas lengan Shangyuan yang melingkar dengan erat di pinggangnya, lalu bangkit dari ranjang dan mulai berganti pakaian.

Mungkin karena tindakan Gu Yu agak kasar jadi Shangyuan terbangun.

Shangyuan membuka mata dan melihat ekspresi wajah Gu Yu yang tidak terlalu baik.

"Apa yang terjadi?"

Gu Yu balik bertanya samar. "... Menurutmu?"

Shangyuan bingung.

Setelahnya Gu Yu masih dengan wajah kaku melanjutkan. "Ngomong-ngomong, kau sudah bangun sekarang, jadi aku tidak perlu memintamu untuk bangun."

Setelah itu, dia keluar dari kamar tidur dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi.

Shangyuan mengerutkan kening.

Hm?  ... Apa periode pemberontakan sudah tiba?

Kedua lelaki itu bersiap lalu pergi ke sekolah seperti biasanya.

Tapi bedanya adalah wajah Gu Yu tidak terlalu baik hari ini.

Sepanjang jalan, Shangyuan bertanya berapa kali, tapi Gu Yu selalu punya satu jawaban... Menurutmu?

Setelah tiba di sekolah, reaksi pertama Gu Yu adalah mengeluarkan buku teks di laci dan mulai mengulas.

Meskipun ujian bulanan hari ini, selama diluar jam ujian, Gu Yu dapat mengambil buku teks untuk ditinjau kapan saja.

Shen Teng yang melihat pemandangan ini, sangat terkejut.

Sudah saling kenal begitu lama, ini adalah pertama kalinya dia melihat Gu Yu suka belajar.

Shen Teng terkejut, "... Xiao Yu Yu, kenapa tiba-tiba kau menjadi begitu giat? Ini tidak seperti gayamu."

Gu Yu merespon samar. "Kau tebak."

Ekspresi Shen Teng kusut, tanda tanya hitam di wajahnya.

?  ?  ?  ?

Jiang Zhenshan yang melihat Gu Yu begitu giat belajar, dia terinfeksi dan mulai meninjau dengan serius.

Jiang Zhenshan berpikir: Sekarang kinerja Siswa Gu sangat baik, dan masih bekerja sangat keras, dia harus belajar darinya.

Namun, Jiang Zhenshan tidak tahu ...

Gu Yu begitu giat agar Shangyuan tidak membelikannya kertas ujian Huanggang.

Gu Yu mengulas sampai bel masuk berbunyi baru dia menyimpan buku teks itu kembali.

Setelah ujian, Gu Yu mengeluarkan kembali buku pelajaran dan mulai meninjau.
  
Lalu seperti ini terus menerus hingga akhir tes bulanan tiga hari.
.
.

Tiga hari kemudian.

Akhirnya hari ketika hasilnya diumumkan.

Gu Yu sebenarnya tidak gugup soal skor.

Skor sama sekali tidak berarti.

... tapi itu sebelumnya.

Ketika memikirkan jika nilainya lebih rendah dari 560 poin dan Shangyuan akan membelikannya kertas ujian Huanggang, Gu Yu merasa tertekan.

Dia membayangkan mimpi buruknya itu tiba.

Sepanjang hari hanya akan mengisi pertanyaan, pertanyaan dan pertanyaan.

Itu benar-benar tidak manusiawi.

Gu Yu tidak berani melihat hasilnya, jadi biarkan Shen Teng membantunya.

"Aku tidak berani melihat hasilnya, tolong bantu aku melihatnya."

Shen Teng tidak mengerti. "Kenapa kau tidak berani lihat?"

Dia selalu mengulas dikelas dan hasilnya pasti tidak akan buruk, bagaimana mungkin dia tidak berani melihat hasilnya.

Ekspresi Gu Yu berat, "Ayo bantu aku dulu."

Meskipun Shen Teng tidak mengerti, tetapi masih mengikuti kata-kata Gu Yu, dia pergi ke kolom pengumuman dan melihat hasilnya.

Shen Teng melihat langsung ke arah peringkat satu di kelas E. Setelah melihat nama Gu Yu, dia mengangkat alisnya tanpa sengaja. Dia tahu bahwa itu pasti Gu Yu.

Shen Teng kembali dengan senyum. "Jangan khawatir, kau masih peringkat satu!"

Gu Yu menghela nafas lega.

"Berapa banyak poin?"

Shen Teng mengenang, "Aku rasa... sepertinya 551 poin."

Gu Yu membeku dalam sekejap.

Melihat itu, Shen Teng merasa aneh dan tidak tahan untuk bertanya, "Ada apa?"

Ekspresi Gu Yu putus asa, "Bo Shangyuan bilang jika ujian bulanan kurang dari 560 poin, dia akan membelikanku kertas ujian Huanggang ..."

Shen Teng mengumpat, "Hewan buas! Dia membelikanmu kertas ujian Huanggang!"

/mengumpat pada orang yang keterlaluan, kejam, tidak manusiawi/

Tidak mengherankan bahwa Gu Yu belajar dengan sangat giat sebelumnya, ternyata karena ini.

Gu Yu mengangguk.

Kata itu sangat cocok untuk Bo Shangyuan!

Jin Shilong yang duduk di depan tidak bisa menahan diri untuk berbisik, "Gu Yu, apa hubungan antara kau dan Bo Shangyuan?"

Gu Yu tidak mengerti mengapa Jin Shilong tiba-tiba mengajukan pertanyaan ini.

"Tentu saja hubungan antar teman sekolah dan tetangga ..."

Jin Shilong mendengarkan dan berkata, "Itu ... Gu Yu, apa menurutmu Shangyuan terlalu baik padamu?"

Gu Yu tidak mau berpikir, "Dia mau membelikanku kertas ujian Huanggang bagaimana kau...

Jin Shilong langsung memotongnya. "Kau dengarkan penjelasanku. Kau menganggap hubungan kalian hanya sebatas tetangga dan teman satu sekolah, tapi Bo Shangyuan membiarkanmu tinggal di rumahnya, dan menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli pakaian, dan juga masih membeli makanan ringan untukmu ... Dia bahkan peduli dengan skor mu dan membeli kertas ujian Huanggang untukmu... Apa kau tidak berpikir kalau dia terlalu baik padamu?"

Gu Yu tertegun.

Jin Shilong bertanya, "Saat dia membelikanmu kertas ujian Huanggang, dan jika kau sulit menyelesaikan pertanyaan, apa dia akan mengajarimu?"

Gu Yu mengangguk.

"Lihat, Shangyuan membelikanmu kertas ujian Huanggang dan dia juga mengajarimu, tetapi itu semua agar nilaimu naik."

Gu Yu terdiam.

"Jadi bukankah dia terlalu baik padamu?!"

Gu Yu menatap kebawah.

Dia sadar Shangyuan sangat baik padanya.

Sheg Teng menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Dia menggaruk kepalanya dan bertanya-tanya, "Ya, kenapa dia begitu baik pada Xiao Yu Yu? Dia juga membelikan makanan ringan, dan menghabiskan puluhan ribu yuan untuk membeli pakaian ... Kalau hanya teman satu sekolah atau tetangga, tidak mungkin sampai seperti ini."

Karena itu, Jin Shilong bertanya apa hubungan antara keduanya di awal.

Pada saat ini, Bo Shangyuan mengirim pesan ke Gu Yu.

[ Berapa banyak poin. ]

Gu Yu melihat pesan WeChat yang ditampilkan di layar dan diam.

Ya ...

Mengapa Bo Shangyuan begitu baik padanya?

Pada saat bersamaan.

Kelas A.

Shangyuan mengerutkan kening menatap layar ponsel.

... Kenapa tidak dibalas?!

Ekspresi wajahnya jelek.

Duan Lun baru kembali dari melihat hasil ujian dan memberi selamat padanya, "Xing Bo kami yang tampan memang terbaik, masih jadi yang pertama."

Begitu dia memikirkan wajah guru kelas yang tersenyum dan bahagia, Duan Lun hanya bisa mencebik.

Duan Lun memperhatikan bahwa wajah Bo Shangyuan tidak terlalu baik.

Kelopak matanya berkedut dan bertanya, "... Apa yang terjadi?"

Shangyuan tanpa ekspresi, tidak ada respons.

Duan Lun melirik ponsel di tangannya, dia menebak dengan wajah sulit dipercaya, "Apa ... Kekasihmu tidak membalas pesan?"

"Hm."

Duan Lun diam.

Jadi, siapa sebenarnya kekasih Bo Shangyuan dari kelas E yang berani mengabaikannya?

55. Karena kau ingin melihatku memakai pakaian aneh ini?

Shen Teng yang mendengar kata-kata Jin Shilong seketika melebarkan matanya, dia kemudian bersiap untuk bertanya pada Gu Yu apakah ini benar.

Namun Shen Teng tiba-tiba merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Dia dengan bingung bertanya. "Tunggu ... Bukankah Xiao Yu Yu bilang dia tinggal di rumah paman yang baru pindah di sebelah rumahnya? Kenapa tiba-tiba menjadi Bo Shangyuan?"

Jika Shen Teng tidak mengingatkan, Jin Shilong hampir saja melupakan itu.

Jin Shilong berpikir sejenak dan berkata, "Itu tidak mengejutkan jika paman di sebelah mungkin saja Shangyuan."

Shen Teng tampak bodoh. "???"

Dia berbalik untuk melihat Gu Yu yang hanya diam, dan kemudian mengalihkan pandangannya ke Jin Shilong, pikirannya rumit.

Paman, Bo Shangyuan, tetangga baru ... Apa-apaan ini?

Jin Shilong memandang Gu Yu, dia melanjutkan. "Aku juga lihat pakaian yang kau pakai belakangan tidak seperti sebelumnya. Kau tidak pernah memakai merek kelas atas, tapi tiba-tiba kau mengenakan Cl&Ol ..."

Gu Yu tanpa berpikir bertanya "Bukankah itu hanya beberapa ratus yuan? Kenapa kau sebut merek kelas atas?"

Jin Shilong tertegun dan sedikit terkejut. Dia berkata, "Apa Bo Shangyuan tidak memberi tahumu? Harga semua pakaian di toko Cl&Ol adalah euro."

Jiang Zhenshan yang duduk di sebelah Gu Yu, menahan napas dan berkata, "E.. Euro ..."

Beberapa ratus euro sama dengan beberapa ribu yuan.

Gu Yu terdiam, ekspresinya berat.

Pada hari itu ketika dia melihat harga pakaian yang 'hanya' 800 dia berkata pada Shangyuan: itu hanya 800 yuan, jauh lebih murah daripada pakaian di lemarinya!

800 euro, lebih dari 6.000 yuan.

... Apa dia masih bisa mengembalikannya sekarang?

Oh, tidak, fokus saat ini bukan itu.

Ekspresi Gu Yu semakin berat.

Jin Shilong belum selesai. Dia melanjutkan, "Jadi aku merasa ada yang aneh pada saat itu. Tetapi aku pikir mungkin kerabatmu yang membelikannya jadi aku tidak mengatakannya. Tetapi hari ini kau bilang Shangyuan yang membeli pakaianmu, jadi aku pikir itu benar karena Shangyuan juga memakai merek Cl&Ol."

"..."

Jin Shilong mengurai ingatan, "Jika aku ingat dengan benar, pada hari kau mengenakan Cl&Ol, kau baru saja bilang telah pindah dari rumah ... Jadi, jika aku tidak salah menebak, kau saat ini pasti tinggal dengannya."

"..."

Suara Jin Shilong penuh semangat, "Dan yang disebut paman juga Bo Shangyuan."

"..."

Gu Yu membisu.

Setelah mendengarkan itu, Shen Teng akhirnya mengerti.

Apa yang disebut paman, sebenarnya, hanya untuk menutupi, Gu Yu sebenarnya tinggal di rumah Bo Shangyuan.

Tidak heran ketika dia bertanya pada Gu Yu apa dia bisa datang dan Gu Yu bilang dia tidak yakin dan ternyata pemiliknya adalah Bo Shangyuan! Dan juga dia meminta Gu Yu untuk berhati-hati pada paman ini, takut akan hobi khusus, tetapi Gu Yu berkata tidak perlu ... Sekarang setelah mengetahuinya, dia tidak heran, karena itu Bo Shangyuan!

Ekspresi Shen Teng kaku dan bertanya, "Xiao Yu Yu, apa ini benar? Kau benar-benar tinggal di rumah Bo Shangyuan? Paman yang kau maksud itu ... apa itu benar-benar Bo Shangyuan?"

Karena telah benar-benar dibongkar sekarang, tidak masuk akal untuk terus berbohong.

Selain itu, Gu Yu merasa bahwa dia akan terciduk suatu hari cepat atau lambat, dan tidak ada bedanya untuk memberi pengakuan yang terlambat. Lebih baik mengakuinya lebih awal, agar tidak berbohong lagi di masa depan.

"Hm."

Shen Teng sempat masih tidak yakin, tetapi setelah Gu Yu mengiyakan, dia tertegun.

Shen Teng merasa rohnya melayang saking terkejut.

Ekspresi Shen Teng sulit percaya, "WTF, kau sekarang tinggal satu rumah dengan Bo Shangyuan ..."

Gu Yu dan pria yang tampaknya tidak memiliki kemanusiaan, tidak suka didekati, dan wajah dingin itu! What the Fck! Ini bahkan lebih mengejutkan daripada matahari terbit dari barat!

Shen Teng mengira keduanya hanya sedikit lebih baik daripada sekedar teman satu sekolah biasa, dia tidak menyangka mereka hidup bersama!

Tunggu, tidak.

Fokusnya sepertinya bukan di sini.

Menyadari sesuatu, akhirnya dia bereaksi.

Bibir Shen Teng melengkung kebawah, ekspresi wajahnya dipenuhi dengan keluhan. Dia berkata sambil terisak, "Xiao Yu Yu, kita sudah saling kenal begitu lama, kau berbohong padaku demi Shangyuan ... Aku dibohongi begitu lama. Kau sama sekali tidak memiliki rasa sakit di hati nuranimu saat membohongiku tentang paman berusia empat puluh tahun!"

"..."

Kapan dia bilang empat puluh tahun?

Namun, pada kenyataannya, selain hanya dalam aspek Bo Shangyuan, hal lainnya Gu Yu tidak membohongi Shen Teng.

Tapi Gu Yu tidak mengatakan apa-apa.

Shen Teng terus mengeluh, masih terisak. "Kita sudah saling kenal selama lebih dari tiga tahun, tetapi kau lebih memilih Shangyuan yang baru kau kenal selama beberapa bulan. Bukankah dia membelikanmu pakaian seharga ribuan yuan? Aku ... Aku tidak mampu membelinya."

"..."

Shen Teng seketika meninggikan volume suaranya. "Meskipun aku tidak mampu, tetapi persahabatan kita selama tiga tahun di sekolah menengah pertama, bernilai ribuan yuan! Sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan ... ribuan, tidak, puluhan ribu ......!"

Ketika sampai pada puluhan ribu, suara Shen Teng melemah.

Puluhan ribu yuan, dia tidak berani memikirkannya.

—— Sebenarnya Shangyuan seberapa kaya.

Suara tangisan Shen Teng perlahan menarik perhatian orang lain di kelas. Mereka menoleh penasaran apa yang terjadi.

Gu Yu sadar menjadi pusat perhatian seisi kelas, dia mengangkat suara, "Itu ..."

Shen Teng langsung memotong sambil mendengus, "Kau baru berpikir untuk meminta maaf padaku sekarang? Sudah terlambat! Jika kau tidak membelikan cemilan, aku tidak akan memaafkanmu!"

Setelah itu, dia menambahkan kalimat khusus.

"Aku tidak akan memberi tahumu makanan yang paling aku tidak suka adalah roti iris. Tidak ada yang bisa dimakan kecuali aroma dan rasa yang enak dan lembut."

"..."

Shen Teng akan mengatakan sesuatu lagi, dan diinterupsi oleh Gu Yu.

"Bukan itu maksudku."

"?"

"Aku ingin bilang, tolong kecilkan suaramu."

Gu Yu merasa bahwa tentang dirinya dan Shangyuan yang tinggal bersama, lebih baik tidak diketahui banyak orang.

Shen Teng terdiam.

Dia kembali ke posisi semula, berbaring di atas meja, dan mengeluh sendiri.

Dia tampak kesal dan menggunakan jari-jarinya untuk menggambar lingkaran di atas meja perlahan-lahan. Dia bergumam dalam mulutnya, "Aku benci Bo Shangyuan ..."

Huhu, Xiao Yu Yu tidak mencintainya lagi...

Bagaimanapun, Shen Teng telah menjadi temannya begitu lama. Mustahil untuk tidak meminta maaf pada Shen Teng.

Gu Yu berpikir sejenak. Dia lalu mengulurkan tangan dan menepuk punggungnya.

Shen Teng merespon tanpa berbalik, "Huh, kita putus."

Gu Yu tidak peduli, dia perlahan-lahan menjelaskan, "Maaf, karena kau selalu bilang tidak suka Bo Shangyuan, jadi aku tidak cerita tentang Shangyuan yang baru pindah di sebelah rumahku. Dan karena sejak awal aku sudah berbohong, aku harus terus berbohong."

Shen Teng bangun dari meja, menyipitkan mata, dingin, dan tampak serius. "Apa kau pikir aku akan memaafkanmu?"

"Itu ..."

Shen Teng seketika merubah ekspresinya menjadi ceria. "Oke, aku memaafkanmu!"

Namun, pada kenyataannya, penjelasan Gu Yu barusan juga bohong.

Alasan sebenarnya di awal adalah...

Gu Yu merasa rendah diri dan memiliki hati yang suram. Dia tidak ingin memiliki hubungan dengan Bo Shangyuan. Oleh karena itu, Gu Yu juga berbohong tentang yang tinggal di sebelah rumahnya adalah seorang paman, bukan Shangyuan.

Kemudian, karena pada awalnya berbohong, dia harus terus berbohong.

Sampai terciduk.

Shen Teng kemudian dengan penasaran bertanya, "Seberapa kaya Bo Shangyuan? Apa karpetnya bernilai ratusan ribu? Dia pasti sangat kaya sampai membelikan pakaian untukmu seharga ribuan yuan. Apa dia menaruh puluhan ribu yuan di salah satu laci rumah?"

"..."

Jin Shilong ikut bersuara. Dia memegangi wajahnya dan 'bersemangat' bertanya. "Kenapa kau tinggal bersamanya? Apa dia yang mengajakmu, atau kau lakukan atas inisiatifmu sendiri? Apa yang biasanya kalian lakukan di rumah? Apa kalian juga tidur bersama?"

"..."

Tidak hanya Jin Shilong dan Shen Teng, Jiang Zhenshan juga tidak bisa menahan diri untuk bertanya. Dia berbisik di sebelah Gu Yu,  "Buku apa yang ada dirumahnya? Apa dia benar-benar terlahir begitu cerdas? Apa dia diam-diam mengulas di rumah?"

"..."

Dan N pertanyaan lainnya.

Ketiganya seperti bayi yang ingin tahu, dan mereka terus bertanya. Karena Shangyuan itu terlalu misterius, entah itu nilai atau dari perilaku tidak manusiawi, itu membuat penasaran.

Gu Yu dengan singkat menjawab beberapa pertanyaan dan menemukan bahwa pertanyaan mereka tidak pernah berakhir, dia dengan wajah kaku akhirnya pura-pura tidak mendengar.

Untungnya, tidak butuh waktu lama bagi guru untuk datang.

Saat guru muncul di ruang kelas, ketiganya segera menutup mulut mereka.

Gu Yu pun menghela nafas lega.

Pelajaran pertama adalah pelajaran bahasa.

Efek hipnosis dari kelas Cina selalu baik. Setelah kelas, Gu Yu berbaring di atas meja.

Disaat bersamaan, dia mendengar seorang gadis dari tim deret kedua bercerita dengan gadis lain. Dia dengan malu-malu berkata, "Ketika aku kembali ke ruang kelas, aku tidak sengaja menabrak Bo Shangyuan.... "

Gadis lain dengan penasaran bertanya, "Lalu apa?"

Gadis itu berbisik, "Aku, kupikir dia akan marah ..."

Gadis lain menebak jawabannya, "Tidak marah?"

"Ya ... Dia hanya melirikku dan kemudian pergi."

Gadis lain mendesah kecewa. "Peluang besar barusan, kau harusnya minta QQ atau WeChatnya!"

"Ini tidak baik ..."

Gadis lain merespon. "Apa salahnya? Hanya ingin QQ atau WeChat, itu bukan apa-apa kan? Selain itu, menurut yang lain, watak Shangyuan tidak terlalu baik. Kau tadi menabraknya dan dia tidak marah. Itu berarti ... Kau punya kesempatan."

Gadis itu tersenyum samar.

Dia pada awalnya masih sedikit malu, tetapi setelah mendengar itu, hatinya tergerak. "Kalau begitu ketika berpapasan dengannya lagi lain kali. Aku akan memintanya."

Suara kedua gadis itu tidak besar, tetapi dalam kelompok Gu Yu, mereka dapat mendengar dengan jelas.

Tidak hanya Gu Yu, Shen Teng dan Jin Shilong yang duduk di depan Gu Yu, dan Jiang Zhenshan di sebelah Gu Yu juga mendengar dengan jelas.

Jin Shilong mencibir pelan, "Itu hanya menabrak, terus kenapa? Gu Yu bahkan bisa tinggal dengan Shangyuan dan dibelikan pakaian puluhan ribuan yuan!"

Cl&Ol seharga beberapa ribu yuan, dan Shangyuan telah membeli lebih dari lima potong, jadi bernilai puluhan ribu yuan.

- Tapi bukan itu intinya.

Intinya adalah, setelah Jin Shilong selesai berbicara, Shen Teng dan Jiang Zhenshan bergumam. "Benar!"

"..."

Dia memutuskan untuk lanjut tidur.

Waktu berlalu, dan dalam sekejap mata, keempat pelajaran di pagi hari telah berakhir.

Ketika jam pulang kelas pagi berakhir, sama seperti tadi malam, Bo Shangyuan berdiri di pintu kelas E, menunggu Gu Yu.

Ketiga temannya sekarang tahu bahwa Gu Yu dan Bo Shangyuan hidup bersama, jadi mereka tidak lagi terkejut dengan pemandangan ini.

Gu Yu dengan cepat mengemasi buku-buku di atas meja dan pergi dengan Shangyuan.

Dalam perjalanan pulang, Gu Yu bercerita padanya tentang kebohongannya yang terekspos.

Gu Yu takut Shangyuan marah jadi setelah selesai berbicara, dia segera berkata. "Maaf ..."

Shangyuan merespon tenang, "Jangan minta maaf padaku."

Shangyuan sudah terlambat untuk bahagia mendengar perkataan Gu Yu.

Setelahnya langkah kaki Shangyuan berhenti, dia menoleh untuk melihat Gu Yu. "Jadi, menurutmu ... Kenapa aku ingin kau tinggal bersamaku?"

Gu Yu menunduk, mengerutkan alisnya dan berkata dengan serius, "... Karena kau ingin melihatku memakai pakaian aneh ini?"

"..."