Jun 30, 2020

Chapter 33, I'm not that Kind of School Beauty as You Think

Hang Ye tersedak.

    
Dia merasakan jantungnya berdetak di tenggorokannya, menghalangi semua kata yang jatuh di benaknya.

    
Matanya sedikit melebar, dan dia memperhatikan Yu Erlan mengatakan sesuatu tanpa suara: Maaf, aku tak bermaksud membuatmu basah. Kita bisa keluar dari sini ketika pengurus asrama pergi.

    
Hang Ye paham, tapi dia merasa itu tidak masuk ke pikirannya sama sekali.

    
Bibir Yu Erlan yang membuka dan menutup ketika bicara tanpa suara, seperti hembusan angin, membuat api dalam hatinya membara

    
Tenggorokan Hang Ye sedikit tergelincir, batinnya meraung: Paman! Kapan kau pergi!

    
Disisi lain, Jiao Ling yang mendengarkan suara air dari kamar mandi, perasaan cemasnya seketika mengalir pergi.

    
Dia tersenyum bangga, "Paman, kau dengar suara air! Kalau bukan Gong Hao yang ada di dalam, apakah itu berhantu?"

    
Paman itu masih tidak percaya, tetapi suara air itu nyata, tidak peduli apa, dia tidak bisa langsung mendorong pintu dan masuk ke dalam kan?

    
Jiao Ling dengan hati-hati mengamati wajah paman, dan dengan cepat membantunya mengalihkan perhatian, "Paman, kau harus terus mengunjungi asrama lain, bukan? Kau hanya tertunda di kamar kami, kalau-kalau seseorang di ruangan lain benar-benar melakukan sesuatu yang melanggar peraturan..."

    
Dia sengaja menyeret lidahnya, mengisyaratkan dengan liar.

    
Paman ragu-ragu dengan apa yang dia katakan. Masuh berdiri diam seperti ada konfrontasi dari berbagai pemikiran dalam benaknya. Kemudian dia mengangkat tangannya dan menepuk pintu kamar mandi. Dia berkata dengan keras, "Jangan mandi terlalu lama, ini dingin!"

    
Gong Hao dengan cepat menutup mulutnya dan menjawab dengan samar, "Oke!"

    
Paman tidak lagi menunda, dan berbalik untuk pergi.

    
Jiao Ling mengikuti, menarik pegangan pintu, "Paman, pergi perlahan! Bekerja keras! Beristirahatlah lebih awal di malam hari!"

    
Paman itu bergumam dan akhirnya keluar.

    
Jiao Ling menutup pintu dengan cepat, dan menghela nafas lega.

    
Dia mendengarkan dengan seksama gerakan di luar pintu dan memastikan bahwa paman telah pergi. Dia dengan cepat merangkak ke pintu kamar mandi dan mengetuknya pelan, "Keluar! Paman sudah pergi!"

    
Begitu dia berbicara, pintu kamar mandi didorong terbuka. Reaksi Jiao Ling cukup sensitif, dan menghindar dengan sempurna pada saat terakhir, menghindari tragedi hidung datar yang tertembak di pintu.

    
Tapi dia tidak menghindari trik besar Hang Ye yang telah mengisi daya untuk waktu yang lama.

    
Hang Ye keluar dari kamar mandi, ekspresinya bukan lagi badai petir, itu adalah petir sembilan hari dari penyeberangan iblis besar.

    
Jiao Ling memandang Hang Ye seperti ini dan bergidik tanpa sadar. Dia dengan cepat tertawa sambil tergagap,  "Ka-kakak Ye ... Aku ... tidak, tidak memperkirakan ..."

    
Sangat kompeten!” Hang Ye mengangkat tangan ke atas kepalanya dan menepuknya dengan sedikit kekuatan.

*sebagai makna merendahkan. Tidak tergantung pada konteks yang sebenarnya.

    
Jiao Ling menyusutkan kepalanya dan tidak berani merespon balik. Ekspresinya sangat bersalah.

    
Yu Erlan melihat adegan ini segera setelah dia keluar dari kamar mandi. Dia melirik Jiao Ling, dan kemudian melihat rambut dan pakaian Hang Ye yang basah.

    
Tidak tahan untuk mengungkapkan bahwa wajah orang ini memiliki daya tarik yang begitu menonjol, rambutnya basah dan berantakan, tetapi wajahnya dengan garis-garis yang marah dan dingin lebih sedikit dipaksakan, dan itu membuat orang yang melihat menumbuhkan perasaan tunduk dan bergantung.

    
Tapi yang jelas, Jiao Ling saat ini tidak punya waktu untuk merasakan daya tarik Hang Ye.

    
Yu Erlan mengerutkan bibirnya dan berbicara dengan lembut, mencoba mengalihkan perhatian Hang Ye, "Hang Ye, ayo kembali ke kamar tidur dengan cepat, mungkin paman memikirkannya dan akan kembali untuk memeriksa lagi. Dan juga ..."

    
Dia menarik sudut pakaian Hang Ye dan berkata, "Bajumu basah kuyup, sudah larut malam, jangan masuk angin ..."

    
Tindakannya sangat alami, tapi entah bagaimana, Hang Ye tersentak, dan merah yang mencurigakan tiba-tiba muncul di wajahnya.

    
Yu Erlan tertegun, tetapi kemerahan di wajah Hang Ye menghilang sebelum dia bisa bereaksi. Hang Ye menatap Yu Erlan dengan ekspresi serius, dan berkata, "Kau masih memperingkatku, Xiaobai! Kau sendiri baru sembuh dari sakit, dan sekarang pakaianmu basah kuyup, apa kau ingin masuk angin lagi?"

    
Dia merangkul bahu Yu Erlan dan mendorongnya keluar, berkata, "ayo pergi! Cepat kembali, mandi air panas dan tidur!"

    
Jiao Ling mengikuti di belakangnya, membuka pintu untuk mereka, mengambil inisiatif untuk menyelidiki situasi diluar, dan memutuskan bahwa tidak ada seorang pun di koridor. Dia dengan cepat melintas ke dinding dan mengangguk pada Hang Ye, "Kakak Ye, sekarang saatnya!"

    
Hang Ye bergegas membawa Yu Erlan keluar, sambil menunjuk Jiao Ling dengan sengit, "Aku akan mengurusmu lagi besok!"

    
Jiao Ling mengerjap dengan liar, tidak berani mengatakan apa-apa, tetapi hanya menyengir.

    
Gong Hao juga keluar dari lemari dan menempel ke pintu, mengarahkan Hang Ye dan Yu Erlan untuk kembali ke asrama, dan kemudian berbalik untuk menutup pintu asrama.

    
Dia memelototi Jiao Ling dan berkata, "kau sudah lihatkan? Aku sudah mengingatkanmu untuk jangan membuat masalah, kalau tidak kakak Ye Ge pasti akan mengajarimu! Sekarang kau lihat kekacauan yang kau buat!"

    
Jiao Ling mengangguk kepalanya dua kali, dan akhirnya bergumam menolak mengakui, "Tapi kupikir Yu Erlan sangat menyukai hadiah ulang tahunku ..."

    
"Ladao!" Gong Hao mengejek, "dia hanya bersikap baik  padamu!"

*拉倒 adalah dialek Cina Timur Laut, yang memiliki arti yang sama dengan Lupakan saja, tetapi itu sedikit lebih dalam dari Lupakan saja, dan itu berarti sedikit lebih dihina daripada Lupakan saja.

    
Jiao Ling melengkungkan bibirnya dan berbalik untuk berjalan kedalam.

    
Setengah jalan, dia tiba-tiba teringat sesuatu dan berbalik kepada Gong Hao dengan penuh semangat, "Ya! Gong Hao, apakah kau menemukannya! Aku pikir kakak Ye mendengarkan kata-kata Yu Erlan! Hei ... Aku merasa agak salah untuk berpikir begitu. Kakak Ye orang yang dogmatis, dan tidak mau menerima masukkan orang lain! Mengapa orang itu mengatakan sesuatu, Kakak Ye langsung menjadi lunak?"

*Memiliki pandangan kuat sendiri.

    
Wajah Gong Hao bercampur antara bersyukur dan ketidakberdayaan, menatapnya seperti menatap pohon besi mekar (idiom): kejadian yang sangat mustahil atau sangat jarang, "Kau baru saja menemukannya ah!"

    
"Ah ..." Jiao Ling menatapnya, mengerjap lagi, mengerjap lagi, dan tiba-tiba sebuah kalimat keluar, "Apakah mungkin... Kakak Ye akhirnya sadar pada periode terakhir tahun ketiga sekolah menengah ini, berpikir dia harus mengakui si Xueba sebagai Kakak? Lalu apa kita juga seharusnya mendengarkan Yu Erlan?"

*xueba: top student, Ge: elder brother, kakak.

    
Gong Hao, "..."

    
Dia menghela napas panjang, membenci besi karena tidak menjadi baja: merasa kesal terhadap seseorang karena gagal memenuhi harapan dan tidak sabar untuk melihat peningkatan (idiom) dan menepuk kepala Jiao Ling, mengatakan: "Tidak peduli bagaimana kau sampai pada kesimpulan ini di kepalamu ... Pokoknya, hasilnya benar, jadi itu."

    
Jiao Ling tampak bodoh.
.
.

Di asrama sebelah, Yu Erlan didorong ke kamar mandi oleh Hang Ye dan mandi air panas dengan tergesa-gesa.

    
Dia berpikir bahwa pakaian di tubuh Hang Ye juga basah, dan dia tidak bisa menunda banyak. Dia cepat-cepat mengenakan piyamanya dan pergi.

    
Begitu dia keluar, dia melihat Hang Ye memunggunginya, dan jaketnya telah dilepas. Yu Erlan memperhatikan selama lari jarak jauh bahwa Hang Ye memiliki kekuatan fisik yang baik dan harus memperhatikan kebugaran. Garis-garis otot di punggungnya membuktikan hal ini, pakaiannya tipis, menampakkan otot yang tidak berlebihan, itu semacam sosok yang menyenangka untuk dilihat.

    
Mungkin sosok ini juga sangat menyenangkan bagi kucing. Hang Xiaohei dengan cekatan melompat dari tempat tidur Hang Ye dan mendarat di bahu Hang Ye. Keempat kakinya duduk bersama dengan rapi, dan ekornya yang panjang menempel di leher dan punggung Hang Ye, menyapu.

    
Hang Ye takut gatal, dan dia tidak tahan lagi. Dengan tangan di ekornya, dia mendengus, "Hang Xiaohei, tolong jangan main-main denganku! Aku seperti ember obat kebakaran sekarang ... "

    
Seketika, beban di bahu terasa ringan. Hang Xiaohei dengan lembut mengeong, Hang Ye berbalik, melihat Yu Erlan memeluk Hang Xiaohei sambil berkata, "Pergi mandi."

    
Hang Ye menghindari matanya tanpa sadar, matanya terkulai, dan mengangguk, "Um ..."

    
Dari sudut ini, dia melihat celana Yu Erlan menempel di pergelangan kaki putihnya, bergoyang dengan lembut (seperti angin). Yang secara harfiah berarti memprovokasi.

    
Tenggorokan Hang Ye mandek.

    
Pergelangan kaki Yu Erlan benar-benar indah, dan dengan cepat mengaktifkan ingatan Hang Ye menggambarkan kaki Yu Erlan.

    
Panjang, lurus, putih, ramping, tidak bisa tidak berpikir untuk ...

    
Hang Ye panik dan berbalik ke kamar mandi, tetapi dia tersandung.

    
Yu Erlan menatapnya dengan terkejut, mengangkat tangannya untuk membantu, tetapi Hang Ye dengan cepat berdiri teguh tanpa mengatakan apa pun dan memasuki kamar mandi.

    
Setelah beberapa saat, suara air terdengar.

    
Yu Erlan merasa lega. Dia memeluk Hang Xiaohei ke tempat tidur dan menonton jam di atas meja melewati nol.

    
Ulang tahunnya yang ke-18 di kartu identitasnya berlalu seperti serangan.

    
Yu Erlan tanpa sadar membuat senyum.  Dia menggosok kelinci kecil yang tergantung di lehernya dan mengira itu adalah ulang tahun terbaiknya.

    
“Oke, tidurlah.” Yu Erlan menundukkan kepalanya dan dengan lembut meniup ujung telinga Xiaohang Hei, “Ayahmu takut gatal. Kau bisa tidur denganku di malam hari.”

    
Dia meletakkan tangannya di sekitar Hang Xiaohei, menggosok perutnya yang lembut, dan mendengarkan gerutuannya yang bahagia, Yu Erlan tiba-tiba menyadari bahwa dia dalam suasana hati yang baik baru-baru ini, dan dia juga tidur nyenyak. Sepertinya dia tidak merasakan depresi untuk waktu yang lama. Rasa sakit karena ketidakmampuan untuk berjuang mati rasa ketika penyakit itu menyerang.

    
Semua ini dibawa kepadanya oleh Hang Ye. Yu Erlan berpikir.

    
Dalam arti tertentu, Hang Ye adalah dermawan penyelamat hidupnya.

    
Yu Erlan merasakan darahnya mengalir ke raga dan jiwanya, membanjiri wajahnya, membuatnya merasa hangat.

    
Dia menarik kepalanya ke dalam selimut, menggosok wajah Hang Xiaohei, dan berbisik kepadanya dengan lembut, "Xiaohei, mungkin Hang Ye benar... Namanya semacam dasi. Baginya, bagiku... hal yang sama juga benar."

Di kamar mandi, Hang Ye mematikan pancuran.

    
Dia mandi air dingin, tapi sama sekali tidak dingin. Karena seluruh tubuh terasa panas dan kering.

    
Panas dari pemandian Yu Erlan masih ada di ruangan itu, dengan aroma sampo mint yang digunakannya.

    
Kemauan Hang Ye membentang sepanjang malam dan runtuh pada saat memasuki kamar mandi. Dengan mandi, masih tidak bersih, dan dia hanya bisa menyelesaikan masalah dengan tangan.

    
Dia membalikkan badan ke dinding kamar mandi yang dingin, tidak tahu bagaimana harus pergi menghadap Yu Erlan.

    
Sebelum bertemu Yu Erlan, Hang Ye merasa seperti "prajurit".  Dalam beberapa tahun terakhir masa remajanya, ia menghabiskan semua jenis pertikaian yang kacau balau, ia tidak punya niat untuk jatuh cinta, juga tidak memikirkan apa yang disebut tipe ideal. Ketika ada impuls fisiologis yang perlu dipecahkan sendiri, tidak ada objek fantasi tertentu dalam benaknya.

Tapi sekarang semuanya berbeda.  Ada Yu Erlan di hati Hang Ye.

    
Tapi ini membuatnya bingung lagi.

    
Dia menyadari bahwa dia memiliki kasih sayang khusus untuk Yu Erlan karena mimpi, dan mengkonfirmasi bahwa Yu Erlan akan menyebabkan dorongan hatinya dalam situasi kacau hari ini.

    
Tetapi semua ini ... Apakah itu karena kegelisahan alami masa remajanya, atau apakah itu emosi yang lebih dalam?

    
Hang Ye bingung.

    
Dia meletakkan tangannya yang dingin di dahinya yang panas, mencoba mendinginkan otaknya yang bergerak cepat, menenangkan dirinya, dan memilah-milah segalanya.[]


Jun 25, 2020

67. Kita sudah terikat -EPILOG III-

Dengan bunyi 'ding', pintu lift terbuka. Tong Tong berjalan keluar dari lift dan melangkah maju.

"Tuan Xiao Tong."

"Halo, Tuan Xiao Tong."

"Tuan Xiao Tong pulang kerja?"

Tong Tong balas menyapa rekan-rekannya yang menyambutnya satu per satu, dan pada saat yang sama mempercepat langkahnya.

Zhou You sudah menunggunya, dan dia baru saja selesai mengikuti rapat ayahnya.

"Tuan Zhou telah menunggu di luar." Gadis resepsionis perusahaan melihatnya keluar dari lift, sambil tersenyum berkata, "Dia memakai bulu hitam besar hari ini, terlihat keren."

Langkah kaki Tong Tong kaku, rasanya segera ingin berbalik dan berbicara dengan ayahnya tentang kontrak akuisisi.

"Tong Tong! Sini!" suara Zhou You terdengar.

Tong Tong menghela nafas dan berjalan keluar dari pintu perusahaan dengan enggan.

Dia menyipitkan mata, mengamati objek didepan.

Zhou You berdiri di dekat pintu mobil, memegang buket mawar yang menyala-nyala, dengan mengenakan mantel bulu hitam panjang di luar jas hitamnya.

Tong Tong, "........."

Dia benar-benar tidak ingin ada hubungan dengan putra dari pemilik tambang ini.

"Kenapa pakaianmu tipis?" Zhou You menyerahkan mawar di tangannya dan melepas bulu hitam panjang di tubuhnya.

"Aku tidak mau memakainya," kata Tong Tong cepat.

"Kalau bukan kau siapa yang pakai? Benda ini untukmu." Zhou You mengerutkan kening, mengenakan mantel itu ditubuh Tong Tong, membungkuk dan mencubit celananya, "Kau tidak memakai celana panjang dibalik celana jas tipis ini, kan?" Berapa kali aku katakan padamu, aku membawanya kepadamu terakhir kali-"

"Diam." Tong Tong menurunkan suaranya dan melihat sekeliling dengan tidak wajar.

Ini adalah jam pulang kerja, dan hampir semua orang yang keluar dari pintu perusahaan menatapnya.

Dia tidak ingin kehilangan wajah.

"Masuk ke mobil." Tong Tong menarik dasi Zhou You dan berjalan cepat, membuka pintu, dan mendorongnya ke dalam mobil.

"Ah! Bunganya," Zhou You berteriak.

"Apa yang terjadi dengan bunga itu?" Tong Tong menutup pintu.

"Terjepit." Zhou You menarik bunga itu dengan sedih dan menekuk kelopaknya.

"Kau merobeknya," Tong Tong menyambarnya, dengan hati-hati menyentuh kelopaknya, dan memelototinya. "Jangan kirim bunga lagi, kantorku penuh bunga. Ayahku alergi."

"Bosan?" Zhou You menjentikkan jarinya, "Itu kata kakakku soal mengirim bunga, Menjaga Hubungan Jarak Jauh stabil, itu omong kosong. Bagaimana kalau mengirim kalum emas? bagus dan praktis. Berapa tebal yang kau inginkan?"

"Xiao Yang, berhenti." Perintah Tong Tong pada supir dengan datar.

"Xiao Yang, apakah pintunya terkunci?" Zhou You bertanya dengan gugup.

"Bukankah ayahmu membuatmu sibuk di luar negeri?" Tong Tong tidak berdaya. "Mengapa kau begitu luang, datang setiap hari. Kita sudah bahas untuk bertemu lima kali seminggu sejak minggu lalu, ini yang kelima kali."

"Ini hanya yang kelima kalinya," Zhou You berkata dengan fasih, "Adalah normal memiliki lebih dari satu atau dua kali seminggu, belum lagi tidak melebihi."

"Ini baru hari Senin," kata Tong Tong.

Zhou You, ".................."

"Bisnis real estat dalam dua tahun ini tidak mudah untuk dilakukan. Keluargaku tidak ada waktu baru-baru ini, jadi aku hanya bisa datang padamu." Zhou You mengeluh. "Ya, keluargaku hampir terjepit ke dalam sepuluh besar daftar kaya, yang terlalu menakutkan."

"Domestik?" Tong Tong terkejut.

"Global." Kata Zhou You.

"Sial." Tong Tong memutar wajahnya.

"Xiao Zhou, sudah sampai." Xiao Yang menghentikan mobil dan menatap kedua bosnya sambil tersenyum.

"Keluarga Zhuang Qian telah berkembang dengan baik dalam dua tahun terakhir. Kesadaran merek hotel sudah di garis depan negara." Zhou You pertama kali turun dari mobil dan mengulurkan tangan memegang Tong Tong. "Zhuang Qian juga menjadi tenang."

"Bicaralah bahasa manusia." Tong Tong menatap hotel.

Hari ini adalah pertama kalinya semua teman sekolah mereka berkumpul.

Sudah diatur di hotel Zhuang Qian.

"Ah, maksudku, kebiasaan Zhuang Qian yang suka menyerahkan uang kertas," Zhou You mencebik, "saat terakhir kali dia pergi ke tempatku dan memintaku untuk memberinya sebidang tanah. Dia tidak lagi menyerahkan uang kertas, tetapi kartu nama."

"Hubungan kepribadian Chunyu, keduanya akan saling mempengaruhi satu sama lain." Tong Tong memikirkannya dan dengan cepat menggelengkan kepalanya untuk menyangkal, "Tidak akan ada dampak, tidak memiliki dampak, maka aku akan selesai."

Zhou You, ".................."

"Aku bisa memperingatkanmu." Zhou You menunjuk ke arahnya dan menekan tombol lift dengan satu tangan, langsung menekan lantai paling atas hotel.

"Bagaimana mengatakannya." Tong Tong tidak peduli padanya.

"Hati-hati aku tidak akan tidur denganmu malam ini." Zhou You tersenyum dingin.

"Kalau begitu aku terlalu takut," kata Tong Tong.

"Aku berdiri di depan pintu kamar dan meletakkan film hantu di sebelah pintumu." Zhou You mencibir. "Jenis yang dibuat di Cina."

"Maaf." Tong Tong jatuh di bawah kejahatan Zhou You.

Pintu lift terbuka, dan keduanya mengikuti pelayan yang sedang menunggu untuk bertemu mereka.

Tidak ada orang lain di seluruh lantai atas restoran. Sebuah meja bundar besar diletakkan di jendela, dan banyak orang sudah datang.

Semua orang mendengar suara pelayan yang memimpin orang itu, dan menoleh untuk melihat.

"Aku tahu kalian pasti datang bersama! Pada waktu di sekolah, ketika pergi ke toilet saja, kalian harus berpegangan tangan seperti seorang gadis!" Teriak salah satu teman lelaki mereka.

"Sister feeling itu tidak aneh," Zhou You balas tersenyum.

"Kedua bos ini benar-benar jarang terlihat sekarang." Kata lelaki lain.

"Kalau begitu lihatlah dengan baik hari ini," kata Zhou You.

"Apa kalian berdua mengenakan jas pasangan?" Seorang gadis tertawa, menggoda mereka.

"Penglihatan yang bagus." Zhou You mengacungkan jempol.

Zhou You kini sibuk menanggapi pertanyaan teman-temannya.

"Maaf, sedikit terlambat." Suara pria datang dari belakang mereka.

Tong Tong berbalik dan melihat, pria yang datang itu ramping, berwajah dingin, dan mengenakan kacamata perak.

"Chunyu?" Tong Tong ragu.

"Tong Tong." Wajah tanpa ekspresi Chen Chunyu tersenyum langka.

Setelah beberapa orang duduk, Tong Tong bereaksi, itu benar-benar Chen Chunyu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Chen Chunyu telah berada di luar negeri dan belum pernah bertemu lagi. Dia baru kembali ke China tahun ini, dan beberapa orang tidak bertemu karena alasan pekerjaan.

Dia hampir tidak mengenalinya pada pandangan pertama hari ini.

Chen Chunyu telah berubah terlalu banyak.

Meskipun Chen Chunyu di sekolah menengah juga acuh tak acuh, dia sebenarnya baik hati, frugal, anak baik yang berjuang keras.

Chen Chunyu yang sekarang, dia tidak bisa menggambarkan.

"Kenapa kau selalu menatap Chunyu?" Zhou You membungkuk dan meletakkan tangannya di bawah meja dan menyentuh pahanya. "Kau suka tipe yang begitu? Aku bisa melakukannya ~ aku akan meminjam kacamata Chunyu ~"

Zhou You segera berbalik, "Chunyu, boleh pin--"

"Diam." Tong Tong dengan cepat menutup mulutnya, Zhou You mengatakan itu mungkin bukan lelucon. Terlalu memalukan di meja makan.

Untuk menekan ide Zhou You, dia menurunkan suaranya dan dengan cepat menjelaskan, "Aku tidak suka dia, aku suka tinggi bodoh."

Zhou You, ".................."

Ada sedikit kesedihan dalam kebahagiaan.

"Chunyu lulus dari kampus terkenal, di mana kau bekerja sekarang?" Pria dengan perut bir di atas meja bertanya sambil tersenyum.

"Rumah sakit," kata Chen Chunyu.

"Selamatkan yang sakit dan bantu yang terluka, sebab hebat!" Kata si perut bir, menepuk meja.

"Apa kau tidak tahu?" Seorang gadis berdiri dengan senyum, menuangkan segelas anggur, dan memberi penghormatan kepada Chen Chunyu, "Ayahku menjalani operasi otak bulan lalu oleh Chunyu. Dokter bedah otak termuda kembali dari luar negeri."

Chen Chunyu tersenyum sopan dan tidak berbicara.

"Dimana Zhuang Qian? Hubungi dia." Seorang pria mengeluh.

"Ini hotelnya, dan dia bisa terlambat."

"Ya, kau tidak akan datang ke hotel yang salah. Merek hotel ini sekarang ada di mana-mana di provinsi dan kota-kota di seluruh negeri, dan kami telah membukanya dua di kota ini."

"Wakil Presiden Zhuang." Suara gadis pelayan datang.

Semua orang menoleh melihat Zhuang Qian yang baru datang.

Zhuang Qian tak berdaya, dia mendongak dan minum segelas anggur merah sebelum duduk.

Chen Chunyu menoleh dan menyerahkan sapu tangan.

Zhuang Qian mengelap keringat di dahinya.

Chen Chunyu, ".................."

"Ada apa?" ​​Zhuang Qian balas menatapnya.

"... Itu untuk menyeka mulutmu," Chen Chunyu menghela nafas dan mengeluarkan saputangan lain dari tubuhnya.

"Mengapa kau terlambat?" Tong Tong memandang Zhuang Qian, dan ketika dia semakin dekat, dia melihat manik-manik keringat tipis di dahi Zhuang Qian dan semacam ... tanda di lehernya?

Tong Tong membeku sejenak, "apa kau baik-baik saja? Apa kau sakit?"

"Tidak apa-apa." Zhuang Qian menyeka keringat di ujung hidungnya secara tidak wajar, mengingat dibilik toilet tadi, kakinya lembut, dan menghindari mata Tong Tong lebih jauh lagi. "Aku terburu-buru mengambil video kaset dirumah, sedikit panas."

/Jangan2 Zhuang Qian yang jadi botty 🤭/

"Kau--" Tong Tong baru saja mengangkat tangannya dan menunjuk ke tanda merah di leher Zhuang Qian, tangannya ditarik oleh Zhou You.

"Foie gras yang baru saja disajikan sangat lezat." Zhou You menyeret kepalanya dan mulai mempelajari masakan. "Bagaimana menurutmu tentang foie gras dan pinggang domba? Tambahkan sebotol Lao Baigan?"

Dua jam setelah makan, orang banyak makan dan minum, dan Zhuang Qian menjentikkan jarinya.

"Semua orang harus ingat bahwa di tahun ketiga sekolah menengah, aku mengambil video saat konvensi sumpah seratus hari itu, aku membawanya hari ini," kata Zhuang Qian.

Pelayan di samping telah menyiapkan proyeksi.

Gambar yang diproyeksikan pada kain putih sedikit bergoyang, dan suara yang keluar juga sedikit suram.

Tapi semua orang terdiam sesaat.

Semua orang saling memandang, memandangi perut beberapa siswa pria yang telah membuncit, dan pada garis-garis halus di sudut mata beberapa siswa wanita.

Saling memandang dengan senyum, mereka berpaling untuk melihat proyeksi layar lebar.

Kamera terbalik, dan suara berbisik Zhuang Qian keluar.

"Bagaimana cara menggunakan barang ini, bukankah Chunyu biasanya menekan ini?"

Setelah beberapa detik, layar besar muncul menampilkan remaja 17 tahun yang tengah duduk atau berdiri, menatap ke arah kamera.

"Kita akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi setelah seratus hari, dan setelah ujian masuk perguruan tinggi, kita akan terpisah-pisah. Aku akan merekam video, kalian dapat katakan pesan apa saja, hanya berbicara tentang apa yang ingin kalian lakukan dan kampus mana yang ingin kalian tuju."

Suara Zhuang Qian jelas-jelas ditransmisikan, dan kemudian gambar itu berbalik, lensa itu sepertinya langsung direkam di bawah lubang hidung Zhuang Qian.

"... Aku! Tidak ada ambisi besar! Aku hanya mengambil jurusan manajemen. Idealnya adalah agar aku bisa memajukan bisnis hotel keluargaku!"

Zhuang Qian menepuk meja dan mengobrol dengan semua orang, "Cita-citaku sekarang dapat tercapai, bisnis hotelku ada dimana-mana!"

Kamera membalik dan bertemu dengan seorang gadis pemalu.

"Aku ingin menguji Universitas Peking," katanya.

"Aku diterima di Universitas Peking." Gadis di luar video tidak lagi malu, dan kini seorang gadis berrambut pendek yang rapi.

"Aku akan belajar di luar negeri dan kembali untuk memulai perusahaan! Lebih dari ayahku," katanya.

"Aku tidak dapat belajar di luar negeri pada waktu itu, bahasa Inggrisku terlalu buruk, tetapi ayah padaku sekarang sangat baik." Pria di luar video menjadi gendut, dari lelaki kurus yang sombong menjadi lelaki gemuk moderat.

Saat itu di video, salah satunya mengatakan yang ideal.

Setelah menonton video, mereka akan menontonnya lima tahun kemudian. Jika mereka telah mencapainya, jika mereka belum mencapainya, jika mereka bengkok, atau jika mereka belum pergi.

Tetapi tanpa kecuali, mereka semua mencintai diri mereka sendiri pada masa itu di masa muda mereka.

Kamera mulai bergetar lagi, dan akhirnya berhenti di wajah Zhou You.

Zhou You mengenakan seragam sekolah hitam. Pada saat itu, Zhou You bahkan lebih arogan, dan semua itu dipenuhi dengan aura menyeramkannya.

Tetapi ketika dia tersenyum, dia tampak lebih konyol.

"Zhou You, lihat Tong Tongmu! Urus dia!"

"Oke!"

"Pukul dia!"

"Harus pukul!"

"Tigapuluh!"

"Seratus!"

Suara Zhuang Qian dan Zhou You, satu demi satu.

Semua orang tertawa, mereka tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Tepat di detik berikutnya.

"Menikahlah denganku!" Zhou You tiba-tiba berlutut, memegang tiga lembar ujian Huanggang di tangannya.

Kamera bergetar dengan ganas di sini, bergetar hebat.

Akhirnya, tidak ada apa-apa di lantai kelas.

Tetapi kamera tidak berakhir, dan sebuah suara keluar setelah beberapa detik.

"Menikah atau tidak!" Ini Zhou You.

"Oke." Ini Tong Tong.

Kamera memecah senyum dan sorakan semua orang.

Yang terjadi selanjutnya adalah suara tepuk tangan dan tepuk tangan dari semua orang di luar video.

"Menikah." Zhou You berbisik pada Tong Tong.

"Bukankah itu sudah?" Tong Tong bertanya-tanya.

Mereka berdua secara resmi makan bersama dan bertukar cincin ketika mereka dua tahun. Dia menerima mahar Zhou You dan Zhou You menerima tawarannya.

"Maksudku, menikah, sama seperti orang lain." Zhou You berbisik pelan, dan dengan hati-hati menunjuk anak laki-laki yang duduk di seberang mereka. "Dia sudah menikah, dia juga memposting di lingkaran teman, dan juga ibunya mengatakan bahwa pernikahan itu sangat melelahkan, terlalu banyak hal yang diurus."

"Terlalu mendadak, mari kita kembali dan memikirkannya. Pernikahan bisa dilakukan dan fotonya bisa diambil." Tong Tong juga menekankan suaranya, "Tapi agak sulit untuk mendapatkan surat nikah, kita tidak bisa mendapatkannya, bahkan jika keluargamu adalah orang terkaya di dunia. Ini tidak berguna. Juga, lamaran terakhirmu adalah lima tahun yang lalu, dan setelah kita membahasnya, kau harus melamarku lagi."

"Apakah itu akan berhasil sekarang?" Zhou You tiba-tiba berdiri.

"Apa-" Tong Tong tidak selesai.

Zhou You berlutut dengan satu kaki dan mengeluarkan kotak cincin hitam besar dari mantel bulu yang diletakkannya di samping. Dia tersenyum malu-malu, "Aku sedang terburu-buru untuk mempersiapkan, aku hanya memilih yang ada, jangan membencinya."

Tong Tong tidak terkejut dengan usulan tiba-tiba Zhou You, tetapi melihat kotak cincin yang sebesar batu bata.

Apakah Zhou You berniat menaboknya langsung jika lamarannya ditolak?

Lampu depan restoran di lantai atas dimatikan, dan tirai di sekitar jendela dari lantai ke langit-langit juga diturunkan.

Hanya lilin merah menyala di meja makan yang entah sejak kapan ada disana.

Zhuang Qian menjentikkan jarinya, Chen Chunyu menatapnya dengan senyum dalam gelap, dan menyalahkan piano.

Piano berbunyi, Tong Tong tersenyum tak berdaya.

Ini bukan tidak dipersiapkan, ini adalah rencana jangka panjang.

"Maukah kau menikah denganku?" Zhou You dengan tulus dan khusyuk perlahan membuka kotak cincin.

Tong Tong melirik, kotak cincin itu dikodekan dengan rapi dengan sepuluh cincin dengan gaya berbeda.

Cincin berbagai warna bersinar terang di bawah lampu, dan lampu-lampu itu cerah.

"Sepuluh?" Tanya Tong Tong dengan alis terangkat.

"Pilih satu," kata Zhou You sambil tersenyum.

Para siswi di sebelahnya mengambil napas dalam-dalam, jiwa iri memberontak.

"Aku suka emas, tapi kakakku bilang itu berlian besar. Ibuku bilang itu cantik dengan safir. Kemudian, aku memesan satu untuk masing-masing." Zhou You tersenyum, "Pernikahanmu, cincin pernikahanmu, kau pilih."

Tong Tong lambat, selalu ragu-ragu yang mana untuk memilih, dan akhirnya memakai cincin penuh di sepuluh jarinya.

Dia jujur ​​dan acuh tak acuh, mengangkat tangannya, dan memandang permata di jarinya melalui cahaya.

Zhou You tersenyum, menatap Tong Tong yang baru saja diam-diam menendang, sehingga bulu besar itu melapisi di bawah lututnya, tidak bisa menahan tawa lebih riang. Dengan keras, persis seperti sumpah, "aku ingin mengadakan pernikahan terbesar dan terbaik, gereja yang khusyuk, rumput terbuka, menghadap angin laut, menghadap ke padang pasir, ke mana pun pergi, selama orang yang berdiri di hadapanku adalah kau! Jika kau ingin melakukan pernikahan bertema ujian, aku juga akan melakukannya!"

"Mari kita juga mengundang semua orang yang mengenal kita dan memberkati kita. Tolong tanyakan master upacara. Kami akan saling berhadapan dan mengatakan bahwa aku bersedia. Aku akan memakai cincin untukmu dan kau akan menciumku kembali."

"Hukum tidak bisa menyaksikan cinta kita, tetapi mereka yang datang ke pernikahan bisa, dan restu mereka adalah surat nikah kita!"

Tong Tong membeku untuk waktu yang lama sebelum mengedipkan matanya yang masam dan mengepalkan sepuluh cincin di tangannya.

Ketika dia memakainya, dia tidak ingin melepasnya.

"Ini milikmu! Itu termasuk aku dan mantel buluku!" Zhou You melihat melalui pemikirannya yang cermat.

"Mantel bulumu kau simpan sendiri," Tong Tong tidak menyukainya.

"Kita sudah terikat!" Zhou You berteriak sambil tersenyum.

"Baiklah." Tong Tong mengangguk sambil tersenyum.[]


-END-
24 JUNI 2020


Terima kasih sudah baca! Mampir ke terjemahanku yang lain ya!

Jun 24, 2020

66. Sulitnya bagi pekerja migran -EPILOG II-

Tong Tong bertahan dan bertahan, tetapi tawa Zhou You tidak berkurang sama sekali. Malah semakin buruk membahas tentang kotoran anjing.

    
Tong Tong menjadi semakin marah dan akhirnya memulai pemukulan sepihak.

    
"Hei, jangan pukul wajahku," Zhou You tengah memeluknya, tidak bisa mengindar, hanya bisa menyembunyikan kepalanya, "Aku salah, aku salah."

    
"Apa salahmu," Tong Tong berteriak padanya.

    
"Aku yang kotoran, aku kotoran," Zhou You meminta maaf dengan tulus, "kau yang anjingnya."

    
Tong Tong menggertak giginya, "sial."

    
“Ah, aku sudah minta maaf, kenapa memukulku lagi.” Zhou You tidak bisa menahannya. Dia cepat-cepat berjalan ke daerah perairan dangkal, menurunkan Tong Tong, dan segera melarikan diri.

    
"Berhenti," Tong Tong mengerjarnya.

    
Namun, Zhou You begitu cepat meninggalkan kolam.

    
Tong Tong gelisah dan berjalan cepat, tergelincir di bawah kakinya, dan jatuh ke kolam.

    
Dengan bunyi gedebuk, bunyi menabrak air terdengar.

    
"Tong Tong," Zhou You mendengar gerakan itu dan melihat ke belakang. Dia kembali dengan cemas dan segera mengangkatnya dari air. "Kau tidak apa-apa?"

    
Tong Tong menyapu wajahnya dan langsung menampar dahi Zhou You, "siapa yang menyuruhmu kabur!"

“Oke, oke, aku tidak lari lagi.” Zhou You akhirnya membiarkan Tong Tong melampiaskan emosi tanpa melepas pegangannya.

    
Ketika keduanya keluar dari kolam renang, hari sudah gelap.

    
“Sekarang jam tujuh.” Zhou You melirik jam, “mau makan?”

    
"Makan dirumah saja." Tong Tong melangkah maju namun tersentak, "Di luar sangat dingin. Aku masih belum selesaikan beberapa soal."

"Makan pangsit, kakak mengirim banyak pangsit dua hari lalu, ada difreezer," saran Zhou You.

    
"Oke." Tong Tong mengangguk.

    
Di jalan malam yang gelap dengan butiran salju, keduanya berpegangan tangan dan meringkuk bersama, berjalan maju, memikirkan pangsit di kulkas di rumah, hati mereka menjadi hangat dan panas.

    
Setelah makan pangsit, keduanya ambruk di sofa besar di ruang tamu dan menghela nafas dengan nyaman.

    
Zhou You sedang bersiap untuk merangkak dan memeluk Tong Tong.

    
Ponsel berdering.

    
Tong Tong mendengar suara itu, dan baru saja membuka matanya, namun melihat wajah Zhou You yang sangat dekat, dia tersentak kaget.

    
“Kenapa kau menakutiku?” Tong Tong memukulinya.

    
"Aku ingin menciummu." Zhou You sedih, dia mengambil ponsel itu, "Zhuang Qian yang telepon."

    
Tong Tong menaruh ponsel di telinganya.

    
"Tong Tong, aku akan pergi ke ibukota besok, kau bertemu denganku." Suara Zhuang Qian datang tepat setelah panggilan dijawab.

    
"Besok," Tong Tong membeku sesaat, "Besok hari Minggu, jika kau datang, kau tidak bisa langsung kembali."

    
"Aku minta cuti untuk liburan selama beberapa hari."

    
"Sekolahmu sangat ketat, kau bisa minta cuti untuk liburan?"

    
“Aku tidak pergi sejauh itu untuk melihatmu.” Suara Zhuang Qian agak rendah, tetapi dia dengan cepat menyembunyikannya lagi, “Oke, jangan lupa besok, aku akan berada di sana sekitar pukul dua belas.”

    
Zhuang Qian menutup telepon segera setelah berbicara.

    
“Ada yang tidak beres, Zhuang Qian sampai cuti hanya untuk datang menemuiku.” Tong Tong menatap ponsel dengan kosong.

    
“Kau akan tahu besok, beri aku ciuman dulu sekarang.” Zhou You memeluknya dengan tidak sabar, menundukkan kepalanya.

    
Nada dering telepon berdering lagi.


Zhou You, "..."

    
Dia mengambil ponsel dan bersiap memutus panggilan.

    
“Ibuku menelepon.” Zhou You menyentuh hidungnya dan menyerahkan ponsel.

    
"Oh, Bibi Yan," Tong Tong segera duduk tegak dan berdeham sebelum menjawab telepon. "Halo, bibi."

    
"Tong Tong, maaf ya mengganggumu belajar," suara Yan Qing datang dari seberang telepon sambil tersenyum, "ponsel Zhou You tidak aktif,"

    
“Aku bersamanya, ponselnya mungkin sudah mati,” kata Tong Tong, menatap Zhou You.

    
Zhou You mengambil ponselnya dan menekannya, dan ternyata memang sudah mati.

    
"Oke, aku hanya ingin bertanya apa uang sakumu masih cukup? Terakhir kali aku mengirimkannya minggu lalu."

    
Tong Tong tertegun untuk sementara waktu. Jika dia ingat dengan benar, uang saku yang dia terima minggu lalu Cary adalah 7 digit.

    
“Apa kau bisa mendengarnya, Tong Tong?” Tidak mendengar jawaban, Yan Qing tiba-tiba berteriak memastikan.

    
"Aku bisa mendengarnya, masih sangat cukup, Bibi," Tong Tong berkata dengan cepat, "Sungguh."

    
“Jangan menghemat, harus digunakan buat Jajan, makan yang banyak. Bibi tutup ya.” Yan Qing menutup telepon sambil tersenyum.

    
Detik berikutnya, ponsel Tong Tong menerima pengingat transfer, Anda baru saja menerima transfer 1 juta.

    
Tong Tong, "..."

    
Dia masih tidak bisa beradaptasi dengan jumlah uang saku yang diberikan Yan Qing.

    
Melihat ini, Zhou You segera mengisi daya ponselnya dan menelepon kembali ke ibunya.

    
"Ibu."

    
“Apa uangnya cukup?” Yan Qing bertanya dalam kalimat pertama.

    
"Tidak cukup," Zhou You menanggapi.

    
Telepon ditutup, di detik berikutnya, ponsel Zhou You juga menerima transfer.

    
[ Anda baru saja menerima transfer 52 yuan. ]

   
Zhou You, "..."

    
Tong Tong melihat jumlah itu dan tertawa di sofa.

    
“Sungguh tega.” Zhou You menggigit giginya, matanya jatuh ke pinggang Tong Tong saat kain piyama tersingkap, memperlihatkan kulit putih.

    
“Kau panggil aku ayah, aku bisa mempertimbangkan untuk membagimu setengah.” Tong Tong berbaring di sofa, tertawa dengan arogan.

    
“Kau panggil aku ayah, aku bisa mempertimbangkan untuk tidak membiarkanmu menangis hari ini.” Zhou You meraih pergelangan kakinya dan menyeret orang itu dari sofa.

    
Pada jam berikutnya, Tong Tong meneriakinya ayah puluhan kali.

    
Tong Tong meraih karpet dan tidak mengerti mengapa Zhou You sangat menyukai postur belakang dan masih ingin menggigit leher belakangnya.

    
“Minumlah air.” Zhou You menyerahkan air ke mulutnya.

    
"Sialan," Tong Tong memarahinya dengan kering, "Kau mendapatkannya lagi."

    
“Waktu yang mana aku tidak berhasil.” Zhou You menundukkan kepalanya dan mencium mulutnya yang basah.

    
“Apa yang kau lakukan?” Tong Tong merasa sentuhan tangan di bagian dalam pahanya, dia langsung menoleh pada Zhou You, “masih lagi?”

    
"Hanya jeda untuk kau minum," kata Zhou You, mengangkat pinggangnya dengan satu tangan, menjepit lehernya dengan satu tangan, dan menekannya dari belakang dari segala arah.

    
Ini adalah gerakan yang membuat orang-orang di bawah ini benar-benar menyerah.

    
Tong Tong tidak punya waktu untuk menolak, air dalam cangkir tumpah, merendam karpet di bawahnya.

    
Dia tidak tahu kapan tertidur, begitu bangun, hari sudah siang.

    
Zhou You membangunkannya.

    
“Kenapa?” ​​Tong Tong masih setengah sadar.

    
"Jangan tidur terus. Katamu Zhuang Qian akan datang hari ini." Zhou You bertanya dengan lembut, "Kapan kita akan menjemputnya?"

    
"Uh," Tong Tong memalingkan pandangan ke langit di luar, bangun dan duduk, "Jam berapa sekarang?"

    
"Lebih dari jam 1," jawab Zhou You.

    
"Mati, matilah sudah," Tong Tong buru-buru bangkit dari tempat tidur. "Mengapa kau tidak membangunkanku lebih awal?"

    
"Aku sudah membangunkanmu tapi kau menamparku," kata Zhou You pelan di belakangnya.

    
Mereka tiba dibandara jam 2:00.

   
Wajah Zhuang Qian datar dan dingin, berdiri di salju tebal di Beijing, membuang muka, langit yang luas, "Siapa kalian."

    
“Maaf.” Tong Tong membungkuk dan meminta maaf.

    
“Maaf, kami ketiduran.” Zhou You juga membungkuk.

    
“Tampaknya kalian dengan tulus mengakui kesalahan itu.” Zhuang Qian mendengus, “Aku ingin makan bebek panggang otentik untuk makan malam.”

    
Tong Tong mengangguk lagi dan lagi.

    
Kemudian ketiganya pergi ke Quanjude dan memesan 10 bebek.

    
Tengah menikmati makanan, Tong Tong berinisiatif bertanya keraguan dalam hatinya, "kenapa kau datang kesini?"

    
Zhuang Qian meneguk anggur sebelum menjawab, "Chun Yu mengabaikanku dan menghapus kontakku, aku tidak bisa menghubunginya, aku hanya bisa datang ke Beijing untuk menemukannya."

    
"Ah," Tong Tong membeku.

    
Nilai Chen Chunyu sangat baik, tetapi kondisi keluarga tidak baik, atau bahkan miskin.

    
Di masa lalu, subsidi dibantu oleh keluarganya, kemudian, ketika ada sesuatu yang salah dengan keluarganya, itu dihentikan oleh keluarga Zhuang Qian.

    
Hubungan antara keduanya selalu sangat baik.

    
Chunyu menghapus kontak Zhuang Qian.

    
Sebelum dia bertanya, Zhuang Qian menjawab telepon dan mengobrol selama sepuluh menit.

    
Tong Tong mengangkat alisnya.

    
Ketika Zhuang Qian menutup telepon, dia segera bertanya, "Kau punya pacar?"

    
"Ya, dua hari lalu aku mengirim ke lingkaran teman di WeChat. Apa kau tidak melihatnya?" Zhuang Qian mengangguk. "Diperkenalkan oleh keluarga. Keluarganya melakukan perdagangan impor dan ekspor. Kelihatannya sangat bagus, tetapi temperamennya buruk. Dia terus bertanya mengapa aku tidak membawanya ke Beijing."

    
"Masih lebih baik Chunyu. Meskipun dia tidak suka berbicara, dia tidak pernah marah padaku."

    
"Aku tidak tahu kenapa dia menghapusku kali ini."

    
Zhuang Qian agak mabuk.

    
Zhou You dan Tong Tong saling melirik, dan keduanya mulai memiliki beberapa spekulasi yang kabur.

    
"Tidak usah dibahas lagi," Zhuang Qian berbaring di atas meja dan melambaikan tangannya. "Beri aku alamatnya. Malam ini santai dulu, tidak mabuk, tidak bahagia. Aku akan pergi mencari Chunyu besok."

    
Zhuang Qian pergi menemui Chen Chunyu keesokan harinya, dan Tong Tong tidak tahu.

    
Zhuang Qian tidak memberitahunya.

    
Tetapi pada hari Zhuang Qian meninggalkan Beijing, dia baru meminta Tong Tong untuk datang mengantar kepergiannya.

    
Kondisi Zhuang Qian tidak begitu baik, belum lagi tampak kosong dan tampak tergesa.
.
.
    
Ketika liburan, Tong Tong pulang kampung, dan mendengar bahwa Zhuang Qian telah pergi ke luar negeri dan sedang mencari teman penting.

    
Setelah penyelidikan lebih lanjut, Chen Chunyu melamar ke luar negeri sebagai siswa pertukaran di sekolah.

    
Zhuang Qian pergi ke luar negeri dan kembali ke China, berusaha beberapa kali, dan akhirnya bisa menarik Chen Chunyu pulang, ayahnya hampir mematahkan kakinya.

    
"Zhuang Qian selalu menyukai perempuan sejak kecil." Tong Tong menghela nafas.

    
"Aku juga menyukai anjingku sejak masih kecil." Zhou You tidak setuju, "tetapi sekarang aku sangat menyukaimu. Siapa yang tahu apa yang terjadi? Sekarang lebih baik."

"Aku memperingatkanmu untuk yang terakhir kalinya." Tong Tong tersenyum, "Jika kau masih mengaitkanku dengan anjing atau kotoran, kita akan selesai."

    
“Aku salah.” Zhou You dengan cepat meminta maaf.
.
.

Empat tahun di perguruan tinggi, kecuali waktu, tidak ada yang berubah banyak.

    
Suatu hal yang sangat kecil, perlahan dihitung, tetapi waktu berlalu dengan cepat.

    
Kedua keluarga makan lusinan makanan bersama dalam empat tahun, dan orang tua dari kedua belah pihak tertarik untuk membahas bagaimana pernikahan anak-anak harus diatur.

    
Dalam empat tahun terakhir, tubuh Tong Jingshen pada dasarnya telah stabil. Pei Yun mengambil tes dan pergi ke sekolah menengah untuk menjadi guru musik.

    
Tong Tong tumbuh satu sentimeter dalam empat tahun ini dan sekarang 1,82 meter.

    
Zhou You berpartisipasi dalam beberapa pertandingan tinju domestik, bermain sepanjang jalan, dan kemudian hampir memenangkan kejuaraan kelas menengah.

    
Tapi tidak jadi.

    
Kenapa?

Zhou You sekarang ingat bagaiaman hidungnya bengkak dan meludahkan darah.

    
Dia tidak merasakan banyak rasa sakit untuk dirinya sendiri, tetapi Tong Tong meraihnya, dan dia melihat telapak tangan Tong Tong tersedak darah karena ketegangan.

    
“Hanya tidak mau bermain lagi, kegembiraan bermain game tidak bisa dibandingkan dengan Tong Tong.” Zhou You selesai berbicara dengan reporter, jadi dia tidak ikut serta dalam kompetisi lagi.

    
Dia pergi ke gym tinju yang dibuka oleh rumah lelaki gendut itu dan mulai memukuli yang lain, jadi dia senang dan Tong Tong juga senang.

    
Begitu sekolah selesai, mereka berdua berlari keluar. Dalam empat tahun, mereka pergi ke banyak tempat, berjemur di Florida, melemparkan uang ke Makau, menonton Aurora di Islandia, dan pergi terjun payung di Selandia Baru.

    
Zhou You masih suka menjadi bodoh, dan Tong Tong memiliki temperamen yang buruk.

    
Tapi Zhou You mengakui kesalahan dengan cepat, hati Tong Tong lembut.

    
Keduanya cocok dan menjadi semakin lengket.

    
Tidak sulit bagi keduanya untuk mencari pekerjaan setelah lulus magang, mereka memiliki kemampuan yang luar biasa di sekolah dan mereka sangat populer.

    
Setelah pengiriman resume Daliu, ia berhasil mendapat kesempatan magang.

    
Masuk akal bahwa keduanya memiliki kemampuan profesional yang kuat. Meskipun mereka memasuki perusahaan besar, pekerjaan magang tidak akan buruk.

    
Tetapi ada yang salah dengan pekerjaan keduanya.

    
"Halo, Tong Tong, apa kau tidak bekerja sekarang? Aku akan menjemputmu sekarang." Zhou You mengambil payung dari gerbang perusahaan dan menatap langit, hujan ringan, tidak besar.

    
“Yah, aku di pihak Guomao.” Tong Tong berjongkok di pinggir jalan, pusing dan nyaris tidak melihat nama tempat makan di belakangnya, dan memberi tahu Zhou You.

    
“Mengapa kau tidak menunggu di perusahaan?” Zhou You mengerutkan kening dan mendengar sesuatu yang salah dalam suaranya, “Kam mabuk?”

    
“Manajer membawa kami keluar untuk makan bersama.” Kata-kata Tong Tong tidak jelas, tetapi logikanya jelas, dan ia tidak boleh minum terlalu banyak.

    
"Apakah ada yang bersamamu?"

    
"Tidak."

    
“Kalau begitu jangan menutup telepon, jangan berjalan, aku akan segera ke sana.” Zhou You mengerutkan kening.

    
Zhou You menemukan bahwa dia sebelumnya menyimpulkan bahwa dia tidak boleh minum terlalu banyak benar-benar sial.

    
Tong Tong mabuk dan berjongkok di sisi jalan, dan dia tidak lagi sadar.

    
Mata Zhou You merah, dan hujan di malam hari. Tong Tong-nya banyak minum dan bahkan tidak memiliki siapa pun di sekitarnya.

    
"Tong Tong, Tong Tong" Zhou You berteriak pelan pada saat bersamaan, sambil menggendongnya ke mobil.

    
“Zhou You,” Tong Tong meletakkan kepalanya di dadanya dengan tidak nyaman.

    
"Bagaimana?" Zhou You dengan hati-hati menempatkannya di kursi belakang, mencium bau alkohol, dia tahu dia sedang minum minuman keras.

    
Tong Tong menundukkan alisnya dan tidak bisa muntah apa pun jika dia ingin muntah, menutupi perutnya dan berkata "tidak nyaman,"

    
“Fck.” Zhou You jarang memarahi.

    
Dia tahu apa yang sedang terjadi.

    
Tong Tong tipe yang acuh, tidak akan mengatakan baik dan taat, bosnya tidak menyukainya, terus menerus berakhir masalah.

    
Kembali ke rumah, Zhou You membantu Tong Tong membersihkan diri dan memberi makan air madu, dan setelah beberapa saat, Tong Tong akhirnya merasa nyaman dan tertidur.

    
Ketika Tong Tong bangun, dia memperhatikan bahwa ada sesuatu yang salah dengan Zhou You, "Apa yang terjadi dengan aroma parfum di tubuhmu?"

    
"Jangan bilang itu." Zhou You juga mengalami hari yang buruk hari ini. "Bos wanita itu mengikutiku ke dapur lagi, dan pura-pura tersandung, untungnya, aku bisa menghindar dengan cepat."

"Tapi cangkir yang kau berikan padaku jatuh.” Zhou You marah dan sedih.

    
"Jalan sialan." Tong Tong juga mengumpat.

    
Zhou You berbeda dari dia, Zhou You tipe yang ceria, dan rukun dengan rekan-rekan di perusahaan, tetapi bos perempuannya yang berusia hampir 40 tahun sering melecehkannya di dapur.

    
Tong Tong menghela nafas, duduk menunduk.

    
Zhou You juga menghela nafas dan memeluknya.

    
Keduanya saling memandang dan mengeluh dengan suara bulat bahwa, sulitnya bagi pekerja migran yang tinggal dan bekerja di Beijing tanpa izin tinggal.

    
Jadi, keduanya melalui pencarian pekerjaan yang sulit dan pekerjaan yang tidak nyaman, dan akhirnya mereka pulang tanpa daya dan sedih untuk mewarisi bisnis keluarga mereka sendiri.

    
Ini adalah jenis perusahaan warisan rumah yang sangat tidak nyaman.

    
Xiao Tong masih memiliki temperamen buruk, tetapi semua orang di perusahaan mengatakan bahwa Xiao Tong selalu stabil dan matang.

    
Tidak ada yang berani mengganggu Xiao Zhou, dan saling facetime dengan Xiao Tong setiap hari.

    
Semuanya baik-baik saja, kecuali bahwa Xiao Tong dan Xiao Zhou harus memulai hubungan jarak jauh antara Utara dan Selatan karena alasan pekerjaan.

    
Xiao Zhou selalu terbang setiap pagi dan kembali pada sore hari, Xiao Tong terbang di malam hari dan terbang kembali di pagi hari.

    
Mereka bertemu dua kali sehari, kurang dari enam belas jam sehari. Mereka sangat tekun dan bekerja keras.

    
Hubungan jarak jauh sialan ini.[]


Jun 23, 2020

22. Mulut ini tiba-tiba menjadi sangat manis.

Ying Jiao bersama yang lainnya memiliki malam yang bising kemarin, sekelompok anak laki-laki mabuk berkerumun di dalam ruang karaoke semalam dan tertidur sampai keesokan harinya, kemudian bangun dan pergi mencari makan.

Semua orang bangkit dan tanpa mencuci wajah langsung pergi, tetapi Ying Jiao yang menjaga imejnya menyuruh Zheng Que pergi dan membantunya membeli satu set perlengkapan cuci muka, yang berhasil dia tuntaskan ditoilet sebelum pergi keluar.

Melihat wajah Jing Ji yang terkejut, sudut bibir Ying Jiao sedikit terangkat, dia beruntung karena tidak berkubang di lumpur dengan orang lain (idiom); mengikuti contoh buruk dari orang lain.

/udah cuci muka wangi kinclong biar ga malu-maluin kalo papasan sama gebetan./

Jing Ji masih terkejut menatap Ying Jiao, "Kenapa kau di sini?"

Ying Jiao melemparkan gelas teh susu yang tersisa setengah ditangannya ke tempat sampah dan berjalan mendekat, "Sudah larut malam, jadi aku tidak pulang," dia mengangkat alisnya dan menatap Jing Ji, "Apa kau kembali untuk belajar mandiri?"

Jing Ji menurunkan kelopak matanya, "hm."

Ying Jiao tersenyum, tidak lagi banyak bertanya.

"Apa kau sudah makan? Ayo kita pergi bersama."

“Aku sudah sarapan.” Jing Ji menggelengkan kepalanya, menolak, ingin mengatakan sesuatu lagi, namun Zheng Que, yang telah menunggu di belakang, berlari datang, “Ayo, ikut saja dengan kami, lagipula kau juga sendirian."

Mental Zheng Que tebal seperti jarum stabilized force, dia tidak sadar secara tidak sengaja menusuk titik sakit Jing Ji, masih menyengir, terus mendesak, "ayo ikut kami makan bersama, apa enaknya pergi sendirian, berkelompok lebih---"

“Bukankah kau mau pulang karena ada urusan?” sela Ying Jiao.

Dia menatap Zheng Que sambil tersenyum, "Kalau begitu kau pulang saja duluan, tidak perlu mengkhawatirkanku."

Mata Zheng Que melebar, "Kapan aku---"

“Ya, ya, kami akan menemani Lao Zheng bersama, tolong jaga dirimu sendiri Kakak Jiao.” He Yu datang, menutupi mulut Zheng Que dengan satu tangan dan menyeretnya pergi.

Zheng Que masih berjuang, mencoba untuk memprotes namun ditendang diam-diam oleh Peng Chengcheng dan akhirnya pergi dengan sedih.
 
Orang yang menjengkelkan itu akhirnya terselesaikan. Ying Jiao menekan layar ponsel dan melihat jam, berkata kepada Jing Ji, "Sekarang sekolah belum dibuka, kau tidak bisa masuk, mau menemaniku makan?"

Dia tersenyum, menunjuk ke arah tiga temannya yang hampir tidak terlihat, tanpa tahu malu berkata, "Mereka sudah pergi, aku tidak ingin makan sendirian."

Jing Ji ragu-ragu, tetapi akhirnya mengangguk, "Oke."

Ying Jiao memilih kedai sarapan dan ingin memesan beberapa hidangan secara acak, tetapi ketika dia memikirkan kebiasaan Jing Ji yang tidak suka menyisakan makanan, dia hanya pesan sepiring daging babi panggang saus madu dan iga babi, ditambah kubis bawang putih. Setelah mengkonfirmasi bahwa Jing Ji benar-benar sudah sarapan, dia tidak memesan bagiannya, dan hanya memesan Yangzhi Ganlu.

*Makanan penutup nektar poplar bergaya Hong Kong.

"Lao Liu akan mengumumkan hasil ujian hari ini," Ying Jiao menelan makanannya dan berkata kepada Jing Ji, "Kita mungkin bertemu dengannya ketika kembali."

Efisiensi guru percobaan provinsi sangat tinggi, setelah ujian, pasti tidak akan melebihi tiga hari, dan semua hasilnya akan keluar.

Dalam waktu empat hari, Daftar Merah akan dipasang di pintu gedung pengajaran, dan semua guru dan siswa yang keluar masuk dapat melihatnya.

Ying Jiao terkekeh, "Dia pasti sangat senang melihatmu bekerja keras sekarang."

Jing Ji menekan bibir bawahnya sedikit dengan malu-malu, "Bukan apa-apa, hanya belajar secara normal."

Disela mengobrol, Yangzhi Ganlu disajikan. Ying Jiao mendorong mangkuk itu ke Jing Ji, "untukmu."

Jing Ji terkejut, "tidak perlu."

"Tidak apa-apa, kau sudah meluangkan waktu menemaniku makan," Ying Jiao mendorong lebih dekat, "Aku tidak tahu apa kau suka atau tidak, jadi aku hanya memesannya sesuka hati."

Jing Ji tidak ingin mengambil keuntungan darinya lagi, tetapi dia terlalu sulit untuk menolak dan hanya bisa menerima, "Terima kasih."

Hatinya resah, kali ini juga harus memberinya sesuatu.

Ying Jiao yang tidak tahu bahwa Jing Ji sedang memikirkan batas garis pemisah dengannya, sambil makan, dia berkata, "Cobalah, bagaimana rasanya?"

Jing Ji mengambil sendok dan dengan lembut menyendokkan ke mulutnya.

Bahan-bahan di kedai ini sangat berkualitas, mangga yang manis, aroma susu dan buahnya sangat kaya. Begitu masuk ke mulut, enak dan menyegarkan langsung terasa.

“Benar-benar manis dan lezat,” Jing Ji menelan pulp mangga di mulutnya dan menjawab.

Ying Jiao memperhatikan dengan seksama raut wajahnya, dan lega melihat Jing Ji benar-benar menyukainya.

"Terima kasih." kata Jing Ji sekali lagi.

"Sama-sama." Ying Jiao terkekeh, "Kau--"

Ponselnya di atas meja tiba-tiba bergetar. Ying Jiao melirik ID penelepon dan langsung memutus panggilan.

Tetapi pihak seberang tidal menyerah dan terus melakukan panggilan meski tetap di putuskan sepihak.

Ying Jiao akhirnya meletakkan sumpit dan berkata kepada Jing Ji, "Aku akan keluar untuk menjawab telepon."

Jing Ji mengangguk, tidak masalah.

Ying Jiao berjalan ke pintu dan menekan tombol jawab.

"Ying Jiao, bangsat!!!" Begitu telepon terhubung, orang di sana tidak sabar untuk mulai berteriak, "Apa kau yang melakukan ini? kau mencampuri urusanku ah?!"

Ying Shengjun ikut ujian masuk perguruan tinggi tahun ini, tesnya bagus, dia mengambil 211 lokal. Tidak hanya merubah ayah Ying jadi tidak menyukainya, dia juga menemukan tunangan yang kuat, dan mengadakan jamuan pertunangan bulan lalu.

Ying Shengjun sangat puas dengan tunangannya, kulit putih asli dan cantik, kepribadian lembut, sangat cocok untuk menjadi seorang istri.

Tetapi dia tidak mewarisi bakat bisnis ayah Ying, hanya mewarisi ambisinya.

Bahkan jika dia memiliki tunangan, dia masih bertemu dengan gadis lain di luar.  Ganti satu malam, dan di ulangi sampel setiap malam.

Dia menyembunyikannya dengan sangat baik, dan tunangannya tidak menemukan jejaknya, dan menjadi lebih baik dan lebih baik baginya.

Namun, hanya beberapa hari yang lalu, foto-foto dia dan gadis lain masuk dan keluar dari klub malam dan hotel tiba-tiba menyebar. Forum sekolah, bar pos, kelompok kelas, dan bahkan sampai ke perusahaan tunangannya.

Meskipun wajah gadis-gadis itu semua kabur, tetapi wajahnya HD, yang membuatnya tidak bisa membodohi orang lain.

Kepribadiannya yang lembut, yang selalu patuh terhadap tunangannya, sulit untuk membatalkan kontrak pernikahan.

Hari-hari ini, Ying Shengjun tertekan. Di luar, dia ditatap dengan mata yang aneh, dan ketika dia pulang, dia akan dimarahi oleh ayahnya.

Dia memeriksa selama beberapa hari, tetapi dia tidak dapat menemukan inisiator.

Sekarang tiba-tiba bereaksi, dan tidak ada yang bisa melakukan hal seperti itu kecuali Ying Jiao!

"Kau mencari kematian!" Ying Shengjun memarahi dengan keras, "lihat siapa dirimu! Kau pikir ini berarti kau bisa membuatku bau di depan ayahmu?! Kau bermimpi! Aku memberitahumu Ying Jiao, ibumu sudah mati tapi ibuku masih---"

Ying Jiao langsung menutup telepon tanpa ekspresi, dan menarik nomor Ying Shengjun ke dalam daftar hitam.

Dia bersandar di dinding dan melihat ke bawah dengan datar, emosi keras di hatinya terus menumpuk, dan semuanya hampir meledak.

Dada Ying Jiao berfluktuasi dengan keras, dia berusaha keras untuk bertahan, mengambil sebatang rokok dari sakunya, dan mengisap dua kali, hanya untuk menekan emosi yang gelap.

Jing Ji menunggu cukup lama sebelum akhirnya Ying Jiao kembali.

Dia memiliki sedikit aroma tembakau di wajahnya, dan ekspresi wajahnya tidak berbeda dari ketika dia keluar, tapi Jing Ji sangat sensitif terhadap emosi orang, dan dia bisa melihat sekilas bahwa suasana hati Ying Jiao tidak baik.

Dia tidak berniat untuk mengeksplorasi privasi orang lain, dan dia tidak ingin memiliki hubungan dengan Ying Jiao, tetapi ketika dia memikirkan orang yang menghabiskan waktu yang sulit bersamanya tanpa sadar tadi malam, dia ragu-ragu untuk sementara waktu, dan akhirnya bertanya, "Apa yang terjadi?"

“Hm?” Ying Jiao mengangkat kepalanya.

“Apa kau dalam suasana hati yang buruk?” Jing Ji tidak biasa menghibur orang, dan tidak ada yang membutuhkannya di masa lalu. Dia memikirkan berbagai rangkaian kata di otaknya, dan akhirnya hanya mengeluarkan kalimat, “Apa ada yang perlu aku bantu?"

Ying Jiao mudah tersinggung, dia mencoba yang terbaik untuk tetap tenang dan tidak ingin lepas kendali di depan Jing Ji. Ketika mendengar kalimat pertamanya, dia ingin beralasan, dia tidak menyangka Jing Ji menambahkan kalimat lain.

"Ada.” Ying Jiao meletakkan sumpit, mengangkat sudut bibirnya, memandang Jing Ji, “apa kau yakin bisa melakukannya?”

Jing Ji segera mengangguk, "Kau bilang saja, selama aku bisa melakukannya."

Yangzhi Ganlu sudah habis, baru saja menerima perlakukan baik dari Ying Jiao, dan Jing Ji hanya ingin balas budi.

Ying Jiao terkekeh, bersandar malas di sandaran kursi, menatap lurus ke arah Jing Ji, "Kemarilah, beri aku pelukan."

"Apa?" Jing Ji tampak kosong.

Ying Jiao berdiri dan mengambil dua langkah ke depan, dengan santai berkata, "bukankah kau mau membantuku? Aku perlu memelukmu sekarang untuk meredakan emosiku."

Jing Ji memelototinya, tubuhnya mundur, "Jangan membuat masalah!"

Melihat Jing Ji menolak tidak setuju, Ying Jiao tersenyum dengan sarkastis, tidak lagi memaksa, berbalik, "ayo pergi."

Jing Ji melirik sebagian besar porsi makanan Ying Jiao yang masih tersisa, "kau tidak lagi makan?"

Ying Jiao hanya bergumam sebagai balasan dan melangkah keluar dari pintu.

Jing Ji ragu-ragu sejenak, sedikit enggan, tetapi mengingat mata Ying Jiao yang berat, dia tidak mengatakan apa-apa, dan pergi dalam diam.

Bisnis kedai sarapan ini bagus, bosnya cukup berpikiran bisnis. Ada tumpukan makanan penutup yang dikemas dengan indah di meja depan. Kadang-kadang tamu merasa senang setelah makan, dan mereka akan membeli sekotak ketika check out.

Pada saat ini, Ying Jiao sudah berjalan keluar lebih dulu.

Ketika melewati meja depan, langkah Jing Ji berhenti, dua langkah ke depan, dan akhirnya berbalik, "Aku ingin sekotak dessert mangga."

Dalam perjalanan kembali ke sekolah, Ying Jiao sangat pendiam, tidak ada retorika, atau bercanda dengannya, dan keduanya memasuki gedung asrama tanpa kata-kata.

Tiba di pintu 301, Jing Ji berhenti, "Tunggu."

Ying Jiao menoleh dan melihat Jing Ji dengan ringan, "Kenapa, merindukanku?"

Jing Ji mengabaikannya dan mengambil dua langkah ke depan, memasukkan kotak mangga segar ke tangannya.

Ying Jiao tertegun, sedikit terbata, "Untuk...ku?"

“Hmm.” Jing Ji mengangguk, dan mengeluarkan kunci untuk membuka pintu, sambil berkata, “Kau pasti belum kenyang.”

Dessert mangga baru saja keluar dari oven, Ying Jiao bisa merasakan kehangatan di bagian bawah kotak.

Sesuatu pecah dari tanah pada saat ini, dan dalam sekejap mata itu tumbuh menjadi kecambah kecil.

"Kau ..." Ying Jiao tenggorokannya bergulir beberapa kali, dengan sedikit suara serak, mengkonfirmasi lagi. "Apa kau membelinya untukku?"

Jing Ji sudah membuka pintu asrama. Mendengar itu, dengan tenang berkata, "Ya."

Ying Jiao memejamkan mata, memegangi kotak makanan penutup dengan erat, merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dan lebih cepat, dan mengutuk kata-kata umpatan dalam hatinya.

Jing Ji meninggalkannya sendirian, dan hendak menutup pintu asrama, namun Ying Jiao tiba-tiba menahan pintunya.

Jing Ji ragu, "Apa ada hal lain?"

Ying Jiao tidak memasuki asramanya, hanya memasukkan kepala untuk menatapnya, berkata sambil tersenyum, "aku sekarang mengerti ucapanmu."

"Apa?"

"Yangzhi Ganlu tadi," kata Ying Jiao, "benar-benar manis dan lezat."

Jing Ji masih tidak mengerti apa maksudnya, sedikit menatapnya dengan mata lebar, "Ah? Kenapa kau tiba-tiba--"

Belum selesai berbicara, jari ramping tiba-tiba menyentuh bibirnya.

"Mulut ini tiba-tiba menjadi sangat manis," jari-jari Ying Jiao meremasnya sedikit, suaranya rendah, dengan sedikit serak, "Apa karena kau makan Yangzhi Ganlu?"

Dia menjilat bibirnya, dan matanya yang agresif jatuh ke bibir Jing Ji dengan penuh arti, "Lain kali, aku juga akan coba."[]

Jun 22, 2020

65. Jika aku seekor anjing, tebak siapa dirimu? -EPILOG 1-

“Kau mau kemana, Zhou You?” Ketua kelas yang tengah memegang tumpukkan buku tugas, berteriak Zhou You yang terburu-buru keluar kelas. “Kita harus keluar mengantar ini sama-sama."

“Maaf, aku harus segera pulang untuk mengantarkan makanan.” Zhou You melambaikan tangan, pamit sambil tersenyum dan kemudian mempercepat langkahnya, langsung pergi ke kafetaria.

Kehidupan universitas tidak banyak berubah, hanya lingkungan yang berubah, tetapi selama orang disisimu tidak berubah, dimanapun berada, tetap akan terbiasa.

Mengenai masa ujian masuk perguruan tinggi, sampai hasilnya keluar, tak satu pun dari mereka yang benar-benar khawatir, karena mereka tahu hasilnya. Tapi ketegangan itu pasti.


Pada hari hasilnya keluar, apa yang membuat Zhou You senang bukan karena ia diterima di universitas terkenal ini bersama Tong Tong, tetapi bahwa nilainya satu poin lebih rendah daripada Tong Tong.

Konsep apa ini?

Ini adalah bagaimana dia membuka postur barunya.


Ini adalah kepercayaan diri, inilah bagaimana dia berani membiarkan Tong Tong menuangkan segelas air untuknya.


Meskipun keduanya masuk universitas yang sama, mereka tidak berada di jurusan yang sama.


Bagaimanapun, keduanya benar-benar berbeda dalam fokus mereka.


Zhou You mengemas beberapa hidangan favorit Tong Tong di kafetaria, dan ketika dia pergi ke luar kampus, meluangkan waktu untuk menelepon Tong Tong.


Telepon berdering cukup lama sebelum dijawab.


"Halo," Tong Tong terdengar serak.


"Astagaaa," Zhou You tahu bahwa dia belum bangun, dan menghela nafas, "Kau leluhur belum fajar, jangan lupa jika kau ada kelas hari ini"


"Sudah bangun." Tong Tong masih belum sadar, suaranya merengek, "Zhou You..."


"Aku di sini." Zhou You menghentikan taksi, "Aku akan memarahimu jika kau melihatmu belum bangun."


Tong Tong tersenyum di telepon.


"Oke, aku bisa sampai di sana dalam waktu sekitar sepuluh menit, sayang, cepatlah bersiap. Jangan begadang semalaman untuk menulis lain kali---"


Sebelum selesai berbicara, Tong Tong sudah menutup telepon.


“Hah, keras kepala.” Zhou You merutuk sambil tersenyum.


Sepuluh menit kemudian, Zhou You tiba ke apartemen, menyapa penjaga keamanan dan dengan cepat memasuki lift.


Mereka tidak tinggal di asrama kampus.  Karena Zhou Yu membeli apartemen di dekat kampus.


Katanya sebagai hadiah pertunangan.


"Sayang, makan daging domba hari ini," Zhou You membuka pintu dan berteriak, "Dan juga keledai yang kau katakan ingin makan kemarin."


Suara Tong Tong memanggil namanya datang dari kamar tidur.


"Hei," Zhou You menjawab, segera naik ke lantai dua, mendorong pintu kamar, "ada apa?"


Tong Tong berdiri di samping tempat tidur, berdada telanjang, dan hanya mengenakan celana longgar.


Mendengar gerakan itu, dia menoleh untuk menatapnya, dengan ekspresi buruk di wajahnya.


"Kau," Zhou You belum menyelesaikan pertanyaan ini.


“Ada apa dengan bajuku,” Tong Tong mengambil baju yang robek di tangannya.

Zhou You, "..."


Sepertinya dia terlalu keras ketika dia mencuci kemarin.


Zhou You membeku sejenak, mengambil pakaian itu, ekspresinya sangat alami, dan merutuk, "Apa yang salah dengan pakaian ini, bagaimana bisa ada lubang besar, kualitasnya terlalu buruk."


Tong Tong hanya diam, menatapnya.


Dia sudah bilang beberapa kali, tinggal taruh pakaian ke dalam ember dry-cleaning dan mencucinya. Tetapi Zhou You tidak setuju, dan bersikeras ingin mencucinya dengan tangan. Dia berkata bahwa dia mencuci tangannya lebih bersih dan sudah mencuci beberapa kali pakaiannya.

Tidak sadar dengan tingkah bodohnya.


"Oh, ganti saja dengan yang lain." Zhou You berkata sambil tersenyum, berlari ke lemari, dan mengeluarkan beberapa potong, "disini, sepertinya bibi datang ke sini terakhir kali dan membelikan yang baru, tapi kau belum memakainya."


"Kemeja itu sudah kau robek saat kita pergi ke Eropa sebagai hadiah liburan untukku." Tong Tong mengambil yang acak dari tangannya, memberi pandangan ringan. "Kau juga merobeknya."


“Benarkah?” Zhou You berkedip dan menatap baju yang sobek untuk waktu yang lama tanpa menyadarinya.


Apa semua jenis pakaian seperti ini ada lusinan di lemari?


“Tidak masalah, itu hanya beberapa potong pakaian.” Zhou You tidak bisa memahaminya, hanya memeluk Tong Tong dan menciumnya.

"Aku akan membelikanmu seratus delapan potong lagi nanti ketika aku keluar."

    
Tong Tong menghela nafas, terlalu malas untuk menanggapi.

Setelah makan siang yang dianggap sarapan, keduanya bergegas ke kampus.

    
Mereka baru saja turun dari bus dan berjalan menuju gerbang sekolah dalam dua langkah.

    
"Tong Tong!"

    
Di kejauhan terdengar suara pria yang cerah.

    
Zhou You menoleh dan melihat.

    
Seorang pria gemuk mengenakan seragam bola basket besar, maksimum 1,17 meter, dengan bola basket di bawah lengannya, bergegas marah dan megap-megap, dan membuka lengannya sambil berlari.

    
Seperti induk ayam tua, bergegas menyeberang jalan untuk menghampiri.

    
"Berhenti." Zhou You menyipitkan matanya, melangkah maju di depan Tong Tong, dan mengulurkan jarinya ke pria gemuk, "Jangan bergerak, siapa kau?"

    
Si gemuk menghentikkan langkahnya, ketakutan menatap pria besar didepan Tong Tong, suaranya bergetar, "Tong Tong."

    
"Kau," kata Tong Tong dan berbalik untuk melihat Zhou You, ekspresi Zhou You terlihat sangat buruk.

    
Sangat aneh.

    
Zhou You memiliki temperamen ceria dan bisa bergaul dengan semua orang. Jarang menunjukkan penindasan semacam ini di tempat yang cerah.

    
Kaki Chubby sudah mulai bergetar, Zhou You juga mengambil langkah ke depan.

    
Tong Tong menahan Zhou You, menoleh dan berkata pada si gemuk, "Pergi ke ruang kelas dan tunggu aku."

    
"Oke," Chubby mengangguk lagi dan lagi, "Kau bilang kue yang kemarin sangat enak, aku membawakannya lagi untukmu."

    
Si gemuk langsung melarikan diri.

    
"Kue yang sangat enak aaahhh," kata Zhou You dengan suara panjang, mencondongkan kepalanya untuk menatap Tong Tong, "Enak sekali ah, kau tidak kenyang aku memberimu makan di rumah dan kau masih makan dari orang lain ah?"

    
“Bicaralah dengan baik.” Tong Tong meliriknya, dan mengangkat kaki ke arah depan.

    
Zhou You menyentuh hidungnya dan mengikuti, "Siapa dia."

    
"Teman sekelas," kata Tong Tong.

    
“Apa namanya?” Zhou You bertanya lagi.

    
"Uh," Tong Tong memikirkannya, "Xiao Pangzi."

*Little Fatty

    
"Nama yang bagus." Zhou You memuji dari hati.

    
“Dia memiliki aula seni bela diri di rumah.” Tong Tong berkata, “Sepertinya ada juga aula tinju, bukankah kau bilang ingin pergi ke tempat seperti itu belakang inu?”

    
“Kenapa kau tahu ini?” Zhou You tiba-tiba menjadi waspada, “Kalian berdua memiliki hubungan yang baik”

    
Zhou You tidak berpikir lelaki kecil gemuk ini bisa mengancamnya, dia hanya tidak bisa terbiasa dengan orang lain yang akrab dengan miliknya. Niat terselubung ini tidal bisa dibiarkan.

    
"Bukan apa-apa, dia meminjam catatanku dua kali." Tong Tong berkata, "Ya, dia memiliki kolam renang."

    
Mata Zhou You berbinar, "ayo pergi hari ini, lagipula sore nanti ada waktu luang."

    
"Oke, tapi aku tidak mau," kata Tong Tong.

    
“Aku akan mengajarimu, mengajar dengan tangan.” Zhou You membungkuk, berbisik ditelinga Tong Tong lalu tertawa nakal.

    
Jika pria muda berdiri ditepi jalan tertawa seperti ini, itu jelas nakal atau cabul.

    
Tapi Zhou You terlihat tangguh dan tampan, jadi tertawa seperti ini hanya akan membuat orang berpikir, itu pria tampan yang idiot.

    
Tong Tong sangat suka dia tertawa, terlihat nyaman dan tampan.

    
“Kenapa kau tidak bicara?” Zhou You mengangkat alisnya dan mendesah di telinganya, “Ya, sepertinya kita belum mencobanya.”

    
"Zhou You,"  jantung Tong Tong bergetar, dan segera tahu apa yang maksud Zhou You.

    
“Kau tidak pikirkan itu?” Zhou You berkedip polos.

    
"Aku tidak memikirkannya," Tong Tong menatapnya. "Sebaiknya kau tidak memikirkan ke arah sana, itu adalah kolam renang umum."

    
"Oh begitu," Zhou You mengangguk, mengeluarkan ponsel, menghubungi seorang teman, telepon dengan cepat terhubung, "Halo, Hangzi"

    
Tong Tong menatapnya dengan curiga.

    
"Aku dengar ayahmu baru-baru ini mendirikan komplek villa di luar Beijing"

    
"Aku hanya ingin bertanya apakah rumah itu memiliki kolam renang."

    
"Ya, tinggalkan aku satu set."

    
"Jangan, jangan berikan gratis padaku, itu memalukan, itu terkesan seperti kau memiliki lebih banyak uang dariku."

    
Zhou You selalu bersuara keras saat menelepon. Itu menyita perhatian semua siswa yang lewat.

    
Tong Tong, "..."

    
Tong Tong mempercepat langkahnya dan mencoba untuk menjauh dari pria tampan orangkaya pemula yang menakutkan ini.

    
“Tong Tong, kenapa tergesa?” Teriak Zhou You sedih masih dengan telepon ditelinganya. “Tunggu aku, villa, apakah kau mau yang ada kebun besar atau lapangan golf?”
.
.
    
Orang-orang di kelas hampir penuh.

    
Ketika pria kecil gemuk melihat Tong Tong masuk, dia segera melambaikan tangan dengan gembira.

    
Pria gemuk itu menempati posisi belakang. Tong Tong baru saja duduk dan Zhou You datang dan ingin masuk di antara mereka dan hanya ingin menerapkannya.

    
Profesor di depan memasuki ruang kelas.

    
Zhou You tidak punya pilihan selain duduk, mengeluh di samping Tong Tong.

    
"Siapa ini begitu ganas," pria gemuk menurunkan suaranya dan mendekati Tong Tong.

    
Telinga Zhou You bergerak, dan dia hanya menyipitkan matanya untuk memberi pelajaran kepada pria kecil yang gendut itu.

    
"Istriku," Tong Tong balas berbisik.

Zhou You mengangkat alisnya, tidak berkata apa-apa.

"..." Pria kecil yang gemuk itu terkejut, dan dengan keberanian yang entah dari mana, dia menoleh untuk memandang Zhou You.

    
Zhou You tersenyum provokatif pada pria gendut itu, dia secara alami menoleh dan bersandar pada Tong Tong untuk mulai berbisik manja, "suamiku~"

    
Kulit kepala lelaki gendut itu mengencang dan menggigil, dia segera memindahkan bukunya bergeser ke samping.

    
Zhou You tersenyum puas, meletakkan tangannya di punggung Tong Tong, menyesuaikan postur tubuhnya, dan mulai fokus pada kelas.

    
Tong Tong, "..."

    
Dia ingin memperkenalkannya dengan baik.

    
Pria kecil gemuk itu bernama Liu Hong, penduduk asli. Satu-satunya orang yang cukup dia kenal di kelas adalah pria kecil yang gendut ini, terutama karena dia memiliki temperamen yang baik. Dia bisa mentolerir temperamennya yang canggung ketika dia tidak begitu baik untuk orang asing, dan keduanya menjadi akrab.

    
Tong Tong tidak tahu mengapa Zhou You tidak suka si gemuk.

    
Setelah kelas, Tong Tong pergi ke toilet.

    
Ketika kembali, pria gemuk kecil itu duduk bersama Zhou You, dan mereka berbicara dan tertawa.

    
Tepat ketika dia datang, keduanya berpisah lagi, lelaki gemuk kecil itu tidak tahu harus berbuat apa, dan bahkan duduk jauh.

    
Tong Tong memandang mereka berdua dengan ragu, bergerak mendekat, dan merendahkan suaranya, "Apa yang terjadi?"

    
“Pria kecil gemuk itu menyukaimu.” Zhou You juga merendahkan suaranya.

    
"Apa," Tong Tong tampak kosong, "Bagaimana kau tahu?"

    
Zhou You menggertakkan giginya. "Setelah aku berkenalan dan menganggapnya sebagai sister, dia mengatakannya sendiri, dan aku bilang aku merasa kesal ketika melihatnya. Dia bahkan mengatakan kau tampan dan menyukai sikap cuekmu. Rasanya aku ingin memukulnya."

    
“Kau tidak memukulnya kan?” Tong Tong bertanya.

    
“Tentu saja tidak, dia merasa terintimidasi olehku, bersalah mengakui niat buruknya.” Zhou You mendengus dan melanjutkan, “Ya, lelaki kecil gendut juga menganggapku sister, sebuah keluarga, kita berdua bisa memakai kolam renangnya secara pribadi hari ini."

    
Tong Tong, "..."

    
Pria kecil yang gemuk sangat menyukai Tong Tong, sudah terlihat ketika dia pertama kali melihatnya saat resmi kuliah.

Dia tidak hanya menyukainya, tetapi juga mahasiswa baru yang lain dan para senior yang datang ke sini beberapa kali.

    
Tapi diperkirakan Zhou You terlihat lebih keras darinya, dan dia juga simpatik.

    
Juga memberkati mereka berdua.
.
.

Pada sore hari, Zhou You dan Tong Tong tidak ada kelas. Setelah ajakan memaksa dari si pria gendut itu, keduanya pergi ke kolam renang pria gendut itu.

    
“Apa kalian menginginkan seorang pelatih?” Pria kecil yang gendut itu membawa dua celana renang seukuran mereka.

    
"Tidak, aku bisa," kata Zhou You.

    
"Sister, semangat." Pria kecil gemuk itu memberi semangat pada Zhou You sebelum dia pergi. "begitu cerdas menangkap umpan ah."

    
Zhou You mengangguk dengan rumit.

    
Keduanya mengganti celana renang mereka dan masuk. Kolam renang besar dan kosong.

    
Kolam renang biru yang tenang terlihat sangat menarik.

 
"Berenang tampaknya menjadi bantuan yang efektif untuk asma, kita bisa datang lagi nanti." Zhou You pertama kali masuk ke dalam air, berdiri di dalam air dan menjangkau Tong Tong, "Pelan-pelan."

    
Tong Tong menelan ludah dengan gelisah, dia tidak pernah berenang karena asma.

    
Masih sedikit gugup, tapi tangan Zhou You yang terulur sangat meyakinkan.

    
Airnya tidak dalam, hanya mencapai dadanya.

    
Tong Tong meraih papan apung di tangan dan sementara mengambil dua langkah ke depan.

    
“Kau pegang papan apung dengan kedua tangan dan cobalah mengangkat tubuhmu.” Zhou You memegangnya di pinggang. “Jari kaki secara bergantian mengenai air.”

    
Tong Tong melanjutkan sesuai dengan gerakannya, dan benar-benar berenang ke depan untuk sementara waktu.

    
Berenang ke tengah, tubuhnya telah diregangkan dan tidak nyaman. Dia mengambil papan mengambang dengan satu tangan untuk beristirahat. Kakinya menginjak bagian bawah kolam, tetapi dia tidak menyangka menginjak tumpuan kosong.

    
Dia tenggelam, namun Zhou You segera mengulurkan tangan untuk memeluk pinggangnya.

    
Tong Tong juga memeluk leher Zhou You dengan cepat, sambil memanjat.

    
“WTF, apa yang terjadi?” ​​Tong Tong terengah-engah, kaget.

    
"Aku lupa memberitahumu, itu akan lebih dalam di tengah." Zhou You memegang pantatnya dengan satu tangan dan tersenyum, "Kau terlalu pendek, sepertinya tinggimu hanya bertambah satu sentimeter dari saat tahun ketiga SMA."

    
"Apa kau tidak pernah mendengar pepatah," Tong Tong menatapnya dengan dingin.

    
"Apa,"

    
"Tumbuh tinggi, semakin bodoh."

   
Zhou You, "..."

    
Setelah Tong Tong selesai mengutuk, dia melihat ke bawah ke dasar air. Kedalaman tengah kolam terlihat jelas. Dia mencoba yang terbaik untuk melangkah di bawah, tetapi dia memperkirakan bahwa air tidak mencapai ujung hidungnya.

    
"Ayo jalan," kata Tong Tong.

    
Zhou You tidak bergerak dan mendengus. Tangannya yang menyentuh pinggang Tong Tong, mulai grepe-grepe bokong dan pahanya. Sambil menyentuh, dia berkata dengan kejam, "Aku tinggi, ada apa dengan tinggi, coba saja lepas dariku kalau kau punya kemampuan."

    
"Sialan!" Tong Tong dipeluk erat Zhou You, dan tidak bisa melarikan diri.

   
“Sangat licin,” kata Zhou You dengan kepala condong dan menciumnya.

    
"Airnya bau desinfektan," Tong Tong mendorongnya.

    
"Mana." Zhou You tidak membiarkannya pergi dan menggigitnya lagi, "kau coba lagi."

    
Setelah dua ciuman, ekspresi Tong Tong mulai salah.

    
Dia dipeluk seperti koala saat ini, jadi perasaan di bawah pantatnya jelas.

    
"Zhou You, kau mengendalikan sedikit," Tong Tong bertanya dengan wajah hitam.

    
"Apa," Zhou You berpura-pura bodoh.

    
“Hentikan.” Tong Tong tidak berdaya.

    
“Naluri.” Zhou You berkata sambil menggesek dua kali lagi.

    
“Apa kau seekor anjing?” Tong Tong memarahinya.

    
“Jika aku seekor anjing, tebak siapa dirimu.” Zhou You tersenyum nakal.

    
Kulit kepala Tong Tong kesemutan untuk sementara waktu, dan dia tidak ingin menebak sama sekali.

    
"Kau adalah," kata Zhou You.

    
“Aku tidak dengar, aku tidak ingin tahu.” Tong Tong menutupi telinganya dengan ngeri.

    
"Kotoran," Zhou You tertawa, sambil bersumpah ditelinganya, "Jika aku anjing, maka kau kotoran, aku mencintaimu seperti anjing suka kotoran, pasangan alami."

    
Tong Tong, "..."

    
Sialan.

    
Kata putus harus ditambahkan dalam agendanya.



Jun 20, 2020

64. Menikah atau tidak [END]

Setelah Zhou You bernegosiasi dengan kakanya tentang membeli danau, kegembiraan masih belum turun. Dia mulai berbicara non stop pada Tong Tong, "kau bisa membuat papan nama di tepi danau, aku akan memberi nama yang bagus, Big Star. Jika kau tidak menyukainya, sebut saja Little Star, itu tidak terlalu keren, tapi tidak apa-apa, karena kau menyukainya."

    
"Datang ke sini lain kali saat kelas kita sedang tur musim semi. Aku bisa memberi tahu teman-teman sekelas kita bahwa danau ini bukan air melainkan cinta."

    
"Perahu ini tidak akan ditunjukkan kepada mereka. Buat model yang sama dan kirim satu ke setiap orang untuk mereka bawa pulang dan koleksi."

    
Tong Tong diam. Setelah mendengarnya, dia merasa lucu dan mendesah, "Kau ..."

    
“Aku juga mencintaimu.” Potong Zhou You tiba-tiba, tangannya disandarkan di kedua sisi perahu, menekan ke bawah, dan memberi kecupan di sudut mulut Tong Tong.

    
Tong Tong sedikit memiringkan lehernya, dalam jangkauan. Diamendongak, itu adalah langit berbintang yang cemerlang.

    
"Bintang-bintang sangat terang," kata Tong Tong.

    
“Kau manis,” Zhou You menggigit bibirnya dengan ringan.

    
Kebahagiaan pasti, tetapi juga pasti kegembiraan ekstrem berubah menjadi kesedihan (idiom);  Jangan merayakan terlalu cepat, semuanya masih bisa salah!

    
Ada banyak nyamuk di musim panas, dan mereka masih duduk diperahu dikelilingi lampu temaram. Pada akhirnya, keduanya digigit.

 
"Aku dua puluh empat!” Kata Zhou You.

    
"Aku ... tiga puluh lima ..." Tong Tong hampir menangis ketika gatal.

    
“Luar biasa, kau menang.” Zhou You frustasi menerima kenyataan bahwa dia kalah.

    
"Tunggu ...," Tong Tong mendengarkannya dan mulai mencari lagi, "Tiga puluh enam! Lebih satu poin lagi darimu!"

    
"666 ah." Zhou You menghela napas dengan memegang hidrosol di pangkuannya.
.
.

Pada hari masuk sekolah, Tong Jingshen sudsh bisa makan iga saus. Dokter mengatakan bahwa tubuhnya pulih dengan baik.

    
Dia dapat makan satu gigitan, tetapi tidak dua gigitan.

    
Tong Jingshen menolak untuk menerimanya, jadi begitu pulang kerumah, dia makan tiga gigitan tetapi langsung dihentikan Pei Yun.

    
Pada saat yang sama, siswa tahun ketiga juga datang diam-diam dengan urgensi dan tidak terkendali.

    
Direktur Li biasanya bisa menegur orang, namun sekarang dia tidak lagi memarahi.

    
Setiap hari hanya menatap dengan penuh kasih sayang, ditambah dengan salam yang lembut, sebagian besar siswa di kelas takut tidak berani melakukan gerakan kecil.

    
Dalam suasana belajar yang keras ini, bahkan waktu untuk Zhou You mengangkat barbel setiap hari berkurang, dan Tong Tong telah sepenuhnya memasuki mode belajar dengan gila.

    
Akhirnya, pada pertengahan semester di tahun ketiga, Tong Tong bisa memenangkan tempat pertama, yang memuaskan.

    
Namun, pada semester akhir, Zhou You tidak menunjukkan belas kasihan dan memenangkan kemenangan lagi.

    
“Sialan!” Tong Tong menjatuhkan tas sekolahnya lagi.

    
"Jangan putus," Zhou You menatapnya dengan ketakutan, "Cinta tidak bersalah."

    
"... Kau mungkin tidak tahu," Tong Tong perlahan-lahan mengambil tas sekolah dari lantai dan menyipit padanya, "Aku sudah membuat sumpah saat liburan musim panas."

    
“Apa?” Zhou You segera wasada.

    
"Jika aku bukan yang pertama." Tong Tong berdehem, "... Aku akan jadi Top."

    
Zhou You, ".................."

    
Zhou You terdiam sesaat, begitu ketakutan sehingga dia berlari menuju kantor direktur.

    
"Direktur! Direktur! Kurasa jawaban ujian bahasaku menyimpang dari topik! Kau tolong koreksi lagi! Berikan skor persahabatan tiga poin!"

    
Pada akhir semester, ada tujuh hari libur selama Tahun Baru, Zhou You pulang kampung, tinggal selama dua hari dan cepat-cepat kembali.

    
Ketika sekolah dimulai lagi, hitungan mundur akan segera dimulai sebelum ujian masuk perguruan tinggi.

    
Kecuali suara keras para guru di gedung kelas tiga, hampir tidak ada suara yang terdengar.

    
Setiap orang melakukan yang terbaik, bahkan jika mereka mengambil langkah kecil ke depan.

    
"Lelah." Zhuang Qian ambruk di atas meja. "Konvensi sumpah tidak populer sama sekali, dan sekarang aku panik dengan buku tabunganku."

    
“Apa yang membuatmu panik?” Zhou You bertanya sambil mengupas bungkus permen.

"Jika aku tidak bisa lulus ujian, ayahku akan menyita asetnya untukky. Percaya atau tidak, dia mengancamku kemarin juga akan menyita uang sakuku." Zhuang Qian mencium bau permen dan mengulurkan tangannya, "Beri aku satu."

    
“Rasa apa yang kau inginkan?” Zhou You bertanya, sambil memasukkan permen yang sudah dikupas ke dalam mulut Tong Tong di sebelahnya yang tengah sibuk mengulas pelajaran.

"Rasa stroberi," kata Zhuang Qian.

    
“Tidak, rasa ini yang disukai Tong Tong, aku harus menyimpannya.” jawab Zhou You dengan bersalah, “Kau pilih yang lain.”

    
"... Oke, semangka."

    
"Tong Tong juga cukup ... menyukai rasa semangka." Zhou You ragu-ragu.

    
“Kalau begitu, rasa jeruk!” Zhuang Qian putus asa.

    
"Jeruk dia ..."

   
“Diam, aku tidak mau lagi.” Zhuang Qian berdiri dengan marah.

    
Zhou You merogoh laci meja, mendongak dan bertanya, "Apa kau ingin rasa durian?"

    
"......... Ya." Zhuang Qian menitikkan air mata haru.

    
Kelas turun untuk menghadiri Konvensi Sumpah Seratus Hari. Semua orang kembali satu per satu, duduk dengan tenang dan membaca.

    
“Aku tidak tahan dengan atmosfer ini lagi,” Zhuang Qian menghela nafas sambil mengunyah permen, “Sudah berapa lama sejak kelas kita berbicara bersama.”

    
“Sudah seratus hari untuk menghitung mundur, siapa yang akan berbicara denganmu.” Tong Tong meluangkan waktu untuk mengunyah permen di mulutnya.

    
"Siapa bilang tidak ada! Chen Chunyu!" Zhuang Qian menunjuk Chen Chunyu yang datang untuk mengumpulkan tugas politik, mengeluarkan cek dan memasukkannya ke dalam sakunya. "Apa kau mau mengobrol denganku!"

    
“Jawabanmu salah lagi.” Chen Chunyu masih tanpa ekspresi, menemukan bukunya dari setumpuk buku kerja, dan meletakkannya di tangan Zhuang Qian serta cek tadi, “cepat koreksi.”

    
Zhuang Qian menyentuh hidungnya, "Kamera yang kukirimkan kepadamu pada hari ulang tahunmu bisa aku pinjam. Aku melihatmu mengambil foto para pemimpin sekolah ketika konvensi sumpah tadi."

    
"Di atas meja," kata Chen Chunyu.

    
Zhuang Qian mengambil kamera dan berlari ke podium.

    
Nyalakan fungsi perekaman video, bersihkan tenggorokan dan berteriak, "Uhuk, uhuk, aku katakan dua kalimat, lihat di sini!"

    
Ini belum jan masuk kelas.

    
Siswa dikelas sibuk menulis pekerjaan rumah, mengulas perlajaran, dan berbicara di mana-mana.

    
Lensa di tangan Zhuang Qian menyapu semua orang, dan dia perlahan duduk di baris pertama, "Kita akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi setelah seratus hari, dan setelah ujian masuk perguruan tinggi, kita akan terpisah-pisah. Aku akan merekam video, kalian dapat katakan pesan apa saja, hanya berbicara tentang apa yang ingin kalian lakukan dan kampus mana yang ingin kalian tuju."

"Aku lebih dulu." Dia membalikkan kamera ke dirinya sendiri dan tersenyum ke arah kamera. "Aku! Tidak ada ambisi besar! Aku hanya mengambil jurusan manajemen. Idealnya adalah biar aku bisa menerapkannya pada resepsionis hotel di keluargaku!"

"Oke! Semua orang datang satu per satu!"

    
Setelah berbicara, dia mengambil kamera dan menyapu satu per satu.

    
"Aku ingin masuk ke Universitas Peking." Ini adalah gadis yang pemalu.

    
"Aku akan belajar di luar negeri dan kembali untuk memulai sebuah perusahaan! Lebih dari ayahku!" Ini adalah anak lelaki yang sombong.

    
"Aku tidak perlu memikirkan apa pun, aku merindukan nenekku ..."

    
"Aku ingin masuk kelas opera pusat!"

    
"Aku tidak tahu ujian mana yang harus diambil, tetapi aku harus mengikuti ujian lagi!"

    
Meskipun ragu-ragu dan tidak pasti, para remaja yang tertinggal di kamera sulit menyamarkan semangat dan semangat juang mereka.

    
Zhuang Qian mengabdikan dirinya untuk menjadi perekam, dan setelah merekam semua orang di kelas, ia berbalik ke barisan belakang ke jendela.

    
Zhou You sedang berbaring di meja sambil tersenyum pada Tong Tong, entah membicarakan apa. Sementara Tong Tong masih sibuk menulis tetapi ikut tersenyum ketika menanggapinya.

    
"Zhou You! Keren!" Zhuang Qian memalingkan kameranya.

    
Senyum Zhou You luntur, duduk tegak, bersandar di sandaran kursi, meletakkan tangannya di atas meja belakang, menatap kamera dengan datar, "Jangan merekamku."

Zhuang Qian menatap gambar di kamera, tangannya gemetar, "Sial, terlalu menakutkan."

    
Kemudian dia segera melihat Zhou You di kamera tersenyum lebar, menunjukkan giginya, dan tampak konyol.

    
“Apa aku sangat tampan?” Zhou You bertanya masih dengan senyum menyilaukan.

"Enyah kau." Zhuang Qian pergi ke depan Tong Tong yang masih menulis, "Tong Tong! Lihat di sini! Aku sedang merekam. Apa kau sudah memutuskan kampus mana yang akan diambil?"

    
“Kau bisa menyumbangkan sepuluh bangunan untuk bisa masuk kesana.” Tong Tong tidak mengangkat kepalanya.

    
Zhuang Qian, "..............."

    
"Zhou You! Lihat Tong Tongmu ini! Bisakah kau mengendalikannya!" Zhuang Qian berteriak dengan kejam, "urus dia."

    
“Oke!” Zhou You merespon dengan keras dan berdiri tiba-tiba, menggulung lengan seragam sekolahnya dengan keras, sangat ganas.

    
Tong Tong menatapnya, tidak setuju.

    
Zhou You mendengus dan menyalin beberapa kertas Huanggang tebal dari meja.

    
“Pukul dia!” Zhuang Qian tidak terlalu serius untuk melihat kegembiraan.

    
“Harus dipukul!” Zhou You merespons.

    
“Tiga puluh kali!” Zhuang Qian tersenyum dan menunjuk ke arah kamera.

    
“Seratus!” Zhou You berteriak.

    
Tong Tong menyaksikan keduanya membeo satu sama lain dan menghela nafas, "Aku ingin menulis soal ..."

    
Dia belum selesai berbicara.

    
Zhou You tiba-tiba berlutut, mengangkat kepalanya, dengan ekspresi serius dan kagum, memegang tiga kertas Huanggang, "Menikahlah denganku."

    
Kamera ditangan Zhuang Qian gemetar, mengalihkan pandangannya dari bingkai kecil kamera, dan menatap pemandangan lamaran di depannya.

    
Kelas sepi seketika, tidak jelas apa yang didengar, namun mereka semua melihat ke arah keduanya.

    
Tong Tong memandang Zhou You, tanpa ekspresi di wajahnya, bersandar di belakang kursi, posturnya santai.

    
Setelah melihat ini, Zhou You segera mengambil buku informasi yang sangat tebal dan menambahkannya ke dalam chip proposal pernikahannya. Dia berteriak sambil tersenyum, "Menikah atau tidak!"

    
Tong Tong mengangkat alisnya, mengambil buku itu dari tangan Zhou You, membaliknya, dan berkata dengan acuh tak acuh, "Oke."

    
Anggota kelas benar-benar mendengar semuanya kali ini.

    
"Maukah menikah denganku?!"

    
"Oke."

    
Hanya dalam satu detik, seluruh ruang kelas tampaknya terperangkap dalam zona pengeboman.

    
Siswa laki-laki dan perempuan seketika gadus, menjerit, berteriak.

    
"Semoga kalian menjalani hidup yang panjang dan bahagia bersama (salam pernikahan)."

    
"Segera melahirkan seorang putra (pujian pendamping bagi pengantin baru).”

    
"Pernikahan yang diikat! Jangan lupa untuk mengundang kami ketika kalian menikah! Jangan lupa info, ketika melahirkan!"

    
Dalam suasana tegang dan tertekan tahun ketiga sekolah menengah, semua orang tampak melampiaskan, tetapi juga kembali santai.

    
Direktur Li mendengar gerakan bergegas dari kantor di lantai atas, melangkah ke ruang kelas, dan menatap seisi kelas, "Kenapa! Ada apa! Anak apa! Siapa yang melahirkan!"

    
Seisi kelas tadinya menahan tawa dan segera terbahak ketika mendengar Direktur Li membahas kelahiran.

    
"Zhuang Qian! Jangan memimpin untuk tertawa! Berhenti!" Direktur Li meremas kerumunan dan menampar punggung Zhuang Qian.

    
"Direktur Li! Ambil foto untuk kami!" Zhuang Qian tertawa dan melemparkan kamera ke Direktur Li.

    
"Ah? Mengambil foto?" Direktur Li membeku memegang kamera.

    
Tepat ketika dia tertegun, orang-orang di kelas telah secara spontan berkumpul bersama sambil tersenyum.

    
"Guru Li! Cepat potret!"

    
"Direktur Li! aku tiba bisa menahan posturku lagi!"

    
"Yeee!"

    
Melihat postur ini, Direktur Li secara tidak sadar mengangkat kamera di tangannya, "Baiklah... Kalau begitu semua orang melihat kamera! Jangan tertawa!"

    
"Oke! Perhatian! Satu! Dua! Qiezi ..."

*say cheese~

    
Pada detik terakhir, Zhou You tersenyum dan berbalik untuk mencium wajah Tong Tong, menghalangi dengan tangannya.

    
'Klik'.

    
Dalam gambar berbingkai kumpulan remaja penuh dengan aura semangat muda.
.
.

Seratus hari kemudian, ujian masuk perguruan tinggi datang. Para remaja siap lepas landas, melangkah maju.

    
Siswa tahun di ketiga, ribuan hari dan malam, ribuan pertanyaan yang dihadapi, dengan ditemani cahaya lampu, bekerja keras menggesek pena diatas kertas."

    
Setiap remaja ini akan luar biasa!


END