Nov 29, 2019

5. If I were an Ordinary Student...

Wang Xuzhi terbangun oleh panas, hanya merasa bahwa dia berada di kompor dan ingin keluar dari itu, tetapi tangannya  terasa seperti satu pon, membuatnya tidak bisa bergerak.

Ketika dia membuka matanya, dia dikelilingi oleh warna putih, tetapi melihat bekas cetakan bola basket di langit-langit, dia langsung mengenali bahwa itu adalah ruang medis sekolah.

Lagi pula, ini adalah tempat di mana ia membolos kelas sepanjang tahun sambil memainkan bola basket dan menghancurkan sebagian ruangan medis sekolah, ia menjadi orang yang berisiko tinggi untuk masuk ke ruang medis sekolah. Jadi ketika dia masih sepuluh meter jauhnya, dokter medis sekolah akan langsung mengunci pintu ketika melihatnya.

Dia tidak menyangka bisa masuk kesini lagi! *excited*

Langit di luar agak gelap, jam di meja tempat tidur menunjukkan bahwa sekarang jam 4:30 sore.

Ketika dia memalingkan kepalanya lagi, Wang Xuzhi melihat kepala manusia berbaring di punggung tangannya, familiar dan tampan, dengan bulu mata panjang melengkung, kantung mata merah, dan rambut terurai lembut didahi. Bagaimanapun dilihat, begitu enak dipandang.

Bagaimana bisa tidur seperti ini terlihat begitu menggemaskan? Persis seperti kelinci.

Wang Xuzhi terhenyak, berpikir bahwa setiap orang memiliki dua mata dan satu hidung, mengapa orang ini begitu menarik?

Dimana letak perbedaannya?

Semakin memikirkan hal ini, dia semakin mengamati dengan seksama.

Hei ... apakah kulit orang kaya begitu baik? Kenapa dia begitu putih? Tampak sangat lembut.

Wang Xuzhi mengulurkan jari, menahan napas, dengan gemetar ke wajah Cheng Yueming.

*Tusuk*

Cheng Yueming membuka matanya.

Wang Xuzhi, "?!!"

Cheng Yueming tersenyum samar, Wang Xuzhi tersenyum dengan canggung, "Bro, jari-jariku kram, aku tidak sengaja..."

"Apa kau mau memukul wajahku?” Cheng Yueming meninju dia dengan pukulan.

"Fck! Kau pembunuh ah!!!"

Wang Xuzhi duduk di tempat tidur, menggosok wajahnya, dan menatap mata Cheng Yueming yang penuh dendam.

Ini benar-benar sakit ... Cheng Yueming terlalu kurus, dan hanya tulang muncul, sial, berdenyut perih.

Cheng Yueming batuk dengan sedikit canggung. Dia melihat ke samping dan berkata, "Sebenarnya, kau juga menyakitiku."

Wang Xuzhi tiba-tiba merasa sangat dingin, menatap Cheng Yueming dengan ngeri, memeluk dadanya.

"Apa yang kau pikirkan secara membabi buta? Belum pernah mendengar efek kekuatan saling menguntungkan? Tangan baba sakit."

‘Cepat atau lambat, kau akan jatuh di tanganku.‘ Kepala Wang Xuzhi berkedut dengan olpersimpangan imajiner, mengambil keputusan secara diam-diam.

“Ya, ayahmu dan ayahku tadi di sini.” Cheng Yueming menggosok tangannya dan membawa secangkir air panas dari meja ke Wang Xuzhi.

Wang Xuzhi mengambil dan melihat air panas yang mengepul, "Oh."

"Cheng Yueming, Wang Xuzhi, guru menyuruh kalian pergi ke kantornya." Seseorang yang tampaknya teman sekelas tetapi tidak dapat mengingat nama, melanjutkan, "Ayah kalian juga ada disana."

Wang Xuzhi hampir menyemburkan air dimulutnya, "Belum pergi?"

“Ayo kita pergi dan menemui Ayah.” Cheng Yueming berdiri dan meregangkan pinggangnya, sepertinya dia tidak tidur dengan nyaman.

Wang Xuzhi mengangguk walaupun merasa kalimat ini ada yang aneh.

Menghadapi dua harimau besar, membuat Wang Xuzhi bergidik takut, tapi dia tidak bisa menunjukkan itu di depan Cheng Yueming!

"Halo paman, ayah," Wang Xuzhi menyapa.

Wang Shihong menepuk pundaknya, tampak tidak marah sama sekali.

Wang Xuzhi, "..." Mati, ini bahkan lebih membuat panik.

Ayah Wang Xuzhi yang terlalu pendiam membuat Wang Xuzhi semakin ketakutan. Orang yang berwajah jinak di depannya tampak seperti bukan ayah kandungnya yang biasa mengejarnya dengan sapu.

"Ayah ... aku salah." Wang Xuzhi benar-benar meruntuhkan imejnya, berlutut di lantai memegang paha Wang Shihong, dengan raut wajah sepenuhnya memperbaiki kesalahan seseorang sebelumnya (idiom); untuk bertobat dari kesalahan masa lalu dan membalik lembaran baru.

Beralih melihat ke ayah Cheng Yueming, Wang Xuzhi tidak tahu siapa namanya, "Cheng Zhu, kau masih punya waktu untuk datang ah?" Nah, sekarang dia tahu.

Dia menatap dua yang hampir sama tinggi, satu dewasa dan remaja, mereka hampir serupa tetapi seperti bertemu musuh, sangat menentang satu sama lain, dengan tidak siap untuk memberikan satu inci (idiom). Wang Xuzhi diam-diam mengacungkan jempol dalam hati: 'awesome'

Dia kemudian kembali menatap ayahnya, pihak lain juga meliriknya, yang berarti bahwa kau berani memperlakukan Lao Tzu seperti itu, berhati-hatilah dengan pantatmu!

Wang Xuzhi menggelengkan kepalanya, sama sekali tidak berani.

🌻🌻🌻


4. If I were an Ordinary Student...

"Kau ..." Cheng Yueming memandang Wang Xuzhi dan berkata di telinganya, "Apa pantatmu sudah tidak sakit?"

Setelah diingatkan oleh pihak lain, Wang Xuzhi ingat bahwa dia adalah seorang pasien yang terluka parah dan berulang kali dipukul. Dia seketika membiru, berdiri perlahan dari sofa, wajahnya berkedut menahan nyeri tetapi masih tetap menampakkan senyum.

Dia mengangkat dagunya, memberi sinyal pada dua lainnya untuk melanjutkan.

"Paman Wang, sebenarnya, aku yang bersalah. Karena saat tes matematika, aku ceroboh dan mengisi jawaban yang salah dan hasilnya turun 5 poin, karena itu aku sedang dalam suasana hati yang buruk, jadi ... setelah beberapa pertengkaran, aku tidak bisa mengendalikan diri dan akhirnya berkelahi dengan teman sekelas Xuzhi."

Wang Xuzhi menyaksikan Cheng Yueming melihat ke belakang pada sudut 45 derajat dan perlahan-lahan mengingat, dengan sedikit kesedihan, lalu menundukkan kepalanya, penuh penyesalan, tampak seperti ketidaktahuan kecilku yang membuatku bersalah atas kejahatan semacam itu. Seluruh rangkaian itu mengalir dengan lancar.

Wow ... kau bisa jadi pemenang the Next Golden Man.

Wang Xuzhi sekali lagi hanya dapat mengagumi bug bawaan dari siswa baik ini, apa yang dikatakan, orang tua akan mempercayainya.

“Kejadian ini masih kesalahan putraku Xuzhi,” Wang Shihong menghela nafas.  "Kau dibawah banyak tekanan. Lihat putraku, dia tidak melakukan apapun sepanjang hari, tidak ada tekanan sama sekali."

Wang Xuzhi, "???" merasa serangan jantung.

“Sudah larut, aku sudah menyelesaikan apa yang ingin aku katakan, Paman Wang, aku akan kembali dulu.” Cheng Yueming mengambil apel, berdiri, dan melambaikan tangan.

“Oke, ini memang sudah sangat larut.” Wang Xuzhi sangat senang, seakan menyalakan petasan.

Wang Shihong menendangnya, "Pergi, antar dia kedepan. Yue Ming ah, hati-hati."

“Ah, selamat tinggal paman.” Cheng Yueming mengangguk dengan sopan dan pergi bersama Wang Xuzhi.

-•-

Ada lampu jalan di luar. Meskipun mereka tetangga, sebenarnya rumah keduanya berjarak tiga atau empat ratus meter. Bagaimanapun, rumah Cheng Yueming mencakup area yang relatif besar, dan secara khusus berada di area hutan belantara. Tidak ada bangunan lain disekitarnya.

Keduanya berjalan perlahan, Cheng Yueming berjalan di depan, dan Wang Xuzhi mengikuti di belakang.

“Kenapa kau membantuku?” Itu terlalu sepi di sepanjang jalan, dan Wang Xuzhi tidak bisa menahan diri untuk berbicara.

Cheng Yueming berhenti sejenak, seolah berpikir, Wang Xuzhi dibelakang tidak tahu apa yang diharapkan.

Keduanya tetap diam sampai mereka mencapai pintu rumah Cheng Yueming, dan seorang pembantu rumah tangga dengan pakaian formal sedang menunggu di pintu.

Cheng Yueming berbalik dan tersenyum, "Seorang ayah selalu menjaga putranya, jika kau game over, aku akan sangat sedih."

Wang Xuzhi juga tersenyum. Dia tidak bisa bertingkah di teritorial pihak lain, hanya melambaikan tangannya dan berkata, "Semoga tempatmu meledak."

-•-

Malam itu aman. Sampai pada level tertentu, Cheng Yueming yang menyelamatkan hidup Wang Xuzhi, jadi dia berencana untuk menyapa dengan baik saat di sekolah kali ini.

Namun, keberuntungan sama tidak terduga dengan cuaca, setiap hari dapat membawa keberuntungan atau bencana (idiom); yang tak terduga dapat terjadi kapan saja, Wang Xuzhi demam hebat.

Wang Xuzhi, "Ayah, aku tidak ingin pergi ke sekolah, rasanya tidak nyaman."

Ayahnya, "Tidak, you wish."

Jadi, dia pergi ke sekolah dengan sempoyongan, seolah bocah idiot  mabuk yang menyengir sambil memegang sebotol alkohol tua, wajahnya memerah.

Cheng Yueming melihatnya dan mengerutkan kening, "Kau kenapa?"

Wang Xuzhi berlutut di kursinya, memundurkan pantatnya, dengan tubuh bersandar di meja Cheng Yueming, tangannya menopang dipipi, berkedip-kedip sok imut. "Hehehe, kakak peri..."

Cheng Yueming mengerutkan kening dalam-dalam, teman-teman sekelas di sekitar tidak menyadari ketidaknormalan kedua orang ini, beberapa menit sebelum kelas dimulai, fokus dengan urusan masing-masing.

"Kakak peri, kau sangat cantik ..." Wang Xuzhi mengulurkan tangan dan memegang wajah Cheng Yueming lalu memajukan bibirnya.

Jantung Cheng Yueming melonjak hebat, wajahnya mulai memanas, matanya penuh antisipasi, meskipun ia harus membangunkan Wang Xuzhi pada saat ini, tetapi ...

BUGH! Wajah Wang Xuzhi mendarat di atas meja, dia pingsan. Suara itu sangat keras sehingga mengejutkan semua orang dan menoleh.

Mereka menyaksikan Cheng Yueming panik, menyentuh wajah Wang Xuzhi, memanggil namanya, dan kemudian berlari dengan menggendongnya dipunggung.

Matanya merah menyala.

🌼🌼🌼





3. If I were an Ordinary Student...

"Kau ingin mati ah?" Cheng Yueming mencemooh.

Wang Xuzhi menelan ludah. "Kau, jangan mendekat! Aku sangat menyakiti orang dan jika kau melakukan ini, aku akan meninggalkanmu dan melarikan diri!"

"Kau berani?"

“Berani, aku berani!” Setelah itu, Wang Xuzhi bersiap melarikan diri, namun pihak lain meregangkan kaki panjangnya membuat Wang Xuzhi tersandung jatuh mencium tanah.

Cheng Yueming duduk tepat di punggungnya, mengunci tenggorokannya, "Berani lari?"

"Tidak berani, tidak berani." Wang Xuzhi merasa setengah nyawanya telah melayang, sibuk mengangguk berjanji, "Aku akan mati, lepaskan!"

“Lari lagi, aku patahkan kakimu!” Cheng Yueming melepaskan Wang Xuzhi, berdiri, menariknya bangun, dan kemudian ... tidak melepaskannya.

Wang Xuzhi menatap tangan Cheng Yueming yang memegangnya lalu mendongak, "Kenapa? Kau tidak bisa melihat jalan dan meminta baba menuntunmu?"

"..." Cheng Yueming hanya diam menatap Wang Xuzhi.

Wang Xuzhi bergidik tanpa alasan, "Baiklah aku menuntunmu~"

-•-

Ketika tiba di rumah, Wang Xuzhi membuka celah pintu dan mengamati situasi musuh. Ruangan itu gelap dan hitam, sepertinya ayahnya sudah tidur!

Wang Xuzhi menghela nafas lega dan segera masuk, namun lampu tiba-tiba menyala. Wang Shihong berdiri di hadapan Wang Xuzhi seperti hantu, memegang kemoceng bulu ayam ditangannya. "Oh, sudah pulang!"

“Oh, astaga!” Wang Xuzhi berjengit kaget dan melesat meninggalkan pintu.

"Kau bajingan kecil! Membuat masalah lagi! Ingin ayah memukulmu lagi!" Wang Shihong mengejar dibelakang dengan kemoceng bulu ayamnya.

Wang Xuzhi ingin menangis tanpa air mata, "Ayah! Apakah kau mencoba untuk menghapus bibit terakhir dalam keluarga kerajaan kita?!"

"Aku akan menghapus bibir terakhir malam ini !!!"

"WTF!!! Ayah, kenapa kau begitu kejam????"

"Ayahmu memang orang yang kejam!" Wang Shihong menemukan sesuatu yang salah, tetapi dia tidak terlalu peduli untuk mengoreksi. Btw, dia bersiap memukul Wang Xuzhi yang tidak bisa lari lagi!

Toktoktok...

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.

Wang Xuzhi sangat gembira, berpikir dalam hatinya peri mana yang datang disaat yang begitu tepat!! Laozi ingin memberinya kecupan!!

"Ayah! Ada tamu, aku akan membuka pintu!" Dia bergegas ke pintu dengan, semacam kebahagiaan seumur hidup menyambutnya.

Membuka pintu dan nyengir, "Siapa ... Fck! Bagaimana kau disini?"

Cheng Yueming yang berada di luar pintu, tampak lugu, "Tidak menyambut kedatanganku?"

"Selamat datang, bagaimana mungkin kau tidak diterima ~" kata Wang Xuzhi dengan gigi terkatup.

Tidak berdaya, pada saat ini adalah momen spesial, harus bersikap fleksibel, jangan sampai kehilangan wajah!

"Halo, paman Wang." Di depan orang dewasa, Cheng Yueming selalu seperti manusia.

Orang dewasa menyukai siswa yang baik, jadi Wang Shihong yang terbakar amarah seketika meleleh. "Oh, Yueming yang datang. Ingin bermain dengan Xuzhi? Jangan berdiri dipintu, ayo masuk dan duduk."

"Xuzhi? Artinya ~" Wang Xu kedinginan, "Munafik."

"Wang Xuzhi!" Wang Shihong melotot, "Ambilkan apel untuk Yueming dan secangkir air panas!"

Wang Xuzhi terkejut, dan menjawab tanpa berpikir, "Fuuu —— cckk!!!"

“Pfftt!” Cheng Yueming menahan diri untuk tidak tertawa terbahak-bahak. Dia tidak menyangka orang ini cukup lucu di rumah.

-•-

"Ini dia, ini adalah salah satu apel terbesar dirumahku." Wang Xuzhi mengangkat sebelah alisnya ke Cheng Yueming dan berkedip, yang berarti katakan sesuatu yang baik tentangku di depan ayahku.

Cheng Yueming antara tertawa atau menangis, melihat apel bersih di tangannya, apakah dia membelinya?

Dia memegang apel itu erat-erat di tangannya dan menatap Wang Shihong, "Paman Wang."

“Brak!” Wang Xuzhi meletakkan gelas air di atas meja dan duduk di sebelah Cheng Yueming, menempel padanya sambil menyilang kaki, tampak seperti dia mendengarkan dengan sikap baik, namun sebenarnya dia diam-diam menarik lengan pihak lain, mengekspresikan keinginan kuat untuk bertahan hidup.

"Wang Xuzhi! Sofa begitu luas, kenapa kau menempel padanya seperti itu?" Wang Shihong memandang Wang Xuzhi, mengerutkan kening, lalu menatap Cheng Yueming lagi, ekspresinya berubah, "Yueming ah, apakah ada yang ingin kau katakan?"

"Aku suka duduk di sebelahnya!” Wang Xuzhi lebih menempel lagi, nafas yang hangatnya menerpa wajah pihak lain, telinga Cheng Yueming agak memerah.

🌻🌻🌻